
Tak lama kemudian, Liu Liang menemukan sebuah restoran yang lumayan mewah. Tanpa pikir panjang, Liu Liang memasuki restoran itu, dan duduk di meja yang paling pojok dan kebetulan meja tersebut adalah meja terakhir.
" Itu adalah pelanggan terakhir. Ingat jangan sampai dia curiga." Ucap kepala pelayan.
" Baik" Jawab pelayan tersebut.
" Permisi tuan. Silahkan di coba."
" Ini adalah menu spesial kami untuk seratus orang pelanggan pertama." Ucap pelayan tersebut.
" Baik terima kasih." Ucap Liu Liang dengan senyum tipis.
" Kak ada apa?" Tanya Arsan yang melihat gelagat aneh Liu Liang.
" Tidak ada. Hanya saja, ada racun yang di masukkan kedalam menu ini." Jawab Liu Liang. Dengan satu gerakan kecil, semua racun yang ada dalam makanan tersebut menghilang dan beralih ke makanan yang dimakan oleh kepala pelayan tersebut.
" Apakah kau ingin makan Arsan?" Tanya Liu Liang.
" Iya kak. Aku juga ingin makan." Jawab Arsan.
Liu Liang dan Arsan kemudian memakan makanan yang sudah di siapkan diatas meja, dengan lahap. Sementara kepala pelayan di restoran tersebut tersenyum sinis.
" Kali ini, aku beruntung. Dengan menyerap energi kehidupannya, maka aku akan menembus ranah Grand monarch." Ucap pelayan tersebut.
Beberapa saat kemudian, makanan yang ada di atas meja Liu Liang habis dia santap bersama Arsan. Arsan kemudian melompat keatas bahu Liu Liang, sementara Liu Liang berjalan menuju ke kasir.
" Berapa harga makanan yang aku makan tadi?" Tanya Liu Liang.
" Harganya seratus kristal awan tuan." Jawab kasir tersebut.
" Baik ini uangnya." Ucap Liu Liang lalu berbalik.
" Kalau kau ingin meracuni seseorang maka kau pilihlah mangsa yang tepat. Jangan sampai niatmu meracuni pelangganmu, malah kau yang memakan racunmu sendiri." Ucap Liu Liang kearah kepala pelayan tersebut.
Dan benar saja, tak lama kemudian, kepala pelayan tersebut merasa pusing.
" Sial, mengapa bisa seperti ini?" Tanyanya lalu pingsan.
" Dasar bodoh." Ucap Liu Liang lalu beranjak pergi.
__ADS_1
" Oh iya satu lagi, racun itu aku sudah tambahkan racun khusus yang akan membunuhnya dalam waktu satu jam" Ucap Liu Liang lalu beranjak pergi.
" Sialan. Bagaimana bisa dia tahu kalau ada racun dimakanannya?'' Tanya pelayan tersebut.
Sementara itu, Liu Liang terus berjalan menjauhi restoran tersebut. Kali ini, dia berjalan menuju ke toko pakaian.
" Permisi, saya ingin membeli beberapa pasang pakaian di sini." Ucap Liu Liang.
" Ya, silahkan tuan muda." Jawab kasir toko.
Liu Liang lalu mengelilingi toko pakaian untuk mencari pakaian yang pas untuknya
Beberapa saat kemudian, Liu Liang kembali kemeja kasir dengan membawa empat pasang pakaian berwarna biru, dengan garis emas, dan dua pasang pakaian berwarna putih.
" Berapa harga enam pasang pakaian ini?" Tanya Liu Liang.
" Pakaian yang tuan ambil adalah pakaian dengan kualitas terbaik, jadi, satu pasangnya seharga 10 kristal bintang. Karena tuan muda membeli empat pasang, maka total harganya adalah 60 kristal bintang."Jawab kasir toko.
" Baiklah. Ini uangnya." Ucap Liu Liang lalu menyerahkan enam puluh kristal bintang kepada kasir toko.
" Terima kasih karena sudah berbelanja di tokoh sutera." Ucap kasir tokoh sutera
" Hm, aura kematian di sini sangat tebal." Ucap Liu Liang.
" Kak, bagaimana menurutmu tentang lembah ini?" Tanya Arsan.
" Menurutku, pasti di dalam lembah ini, ada sesuatu yang membuat aura kematian di sini begitu pekat." Jawab Liu Liang.
" Kak, apa sebaiknya, kita turun dan mencari tahu apa isi dari lembah ini?" Tanya Arsan.
" Idemu bagus juga." Jawab Liu Liang lalu melompat kedalam lembah tersebut.
Lembah yang dinamakan lembah kematian itu, memiliki kedalaman sekitar 20 km. Walau begitu, tidak ada yang berani memasuki lembah itu karena masyarakat beranggapan bahwa lembah itu di jaga oleh seekor monster kegelapan.
Satu jam sejak Liu Liang melompat kedalam lembah, akhirnya dia pun sampai di dasar lembah. Selain aura kematian yang begitu menindas, dasar lembah kematian juga sangat gelap. karena sangat gelap, Liu Liang memunculkan kobaran api di telapak tangannya sebagai penerang.
" Lembah ini sangat kecil untuk ukuran lembah pada umumnya." Ucap Liu Liang.
Liu Liang terus berjalan menyusuri lembah tersebut, dan ternyata lembah itu berkelok-kelok seperti halnya sebuah sungai.
__ADS_1
" Sejauh ini, aku belum menemukan sesuatu yang aneh." Ucap Liu Liang.
" Kau benar kak." Timpal Arsan.
Lima jam kemudian...
" Hm, sebuah patung batu" Gumam Liu Liang.
" Kalau di lihat-lihat, lembah ini seperti pemukiman." Ucap Liu Liang.
Liu Liang lalu melangkah masuk kedalam tempat tersebut setelah melewati dua patung batu yang mirip dengan dua orang penjaga gerbang.
Makin kedalam, suasana yang tadinya gelap menjadi terang. Bukan hanya itu, di sana terdapat bangunan candi yang lumayan megah. Candi itu di lapisi oleh emas yang berkilauan.
" Wow, sungguh megah." Ucap Liu Liang terperangah.
" Benar kak. selain megah, bangunan ini juga berkilauan." Ucap Arsan.
Liu Liang mencoba mendekati bangunan candi yang dililit oleh ukiran naga tersebut. Saat sudah berjarak beberapa meter dari candi, di dinding candi muncul sebuah relief yang seakan-akan menyambut kedatangan Liu Liang.
" Bangunan ini semakin aneh saja." Ucap Liu Liang.
" Iya kak. Ukirannya muncul dengan sendirinya." Ucap Arsan.
" Ngomong-ngomong, apa nama bangunan ini?" Tanya Arsan.
" Aku juga tidak tahu, karena aku baru pertama kali melihat bangunan seperti ini." Jawab Liu Liang.
" Mungkin ini adalah bangunan peninggalan dari zaman kuno." Lanjut Liu Liang sambil terus berjalan seraya menatap relief yang ada di kanan kiri dinding candi tersebut.
" Walau aku tidak tahu apa nama bangunan ini, tapi bangunan ini cukup mengesankan." Ucap Liu Liang.
" Kak, lihat di depan, ada gambar naga bertarung dengan makhluk aneh setengah manusia bertanduk hitam, bersayap naga, dan bermata empat, lalu Vermilion bertarung dengan burung raksasa bersayap empat." Ucap Arsan sambil mengarahkan satu kakinya ke arah sebuah relief.
" Salah satunya seperti dewa naga yang sedang bertarung dengan seekor makhluk aneh, dan yang satunya lagi, mungkin adalah garuda dan yang dua lainnya aku tidak tahu makhluk apa itu." Jelas Liu Liang.
Liu Liang lalu memperhatikan semua relief, mulai dari pertarungan empat makhluk, gempa besar, perpecahan daratan, lahirnya para burung dan iblis, hingga kemunculan manusia dan ras dewa.
" Tunggu dulu. Bukannya semuanya menceritakan tentang awal terbentuknya tiga dunia, alam rembulan, alam cahaya, galaxi segi tiga, dan benua bintang." Ucap Liu Liang.
__ADS_1
" Kalau begitu, fungsi gambar itu menggambarkan bagaimana alam.dan isinya terbentuk" Ucap Liu Liang menyimpulkan