Dewa Semesta

Dewa Semesta
Chapter 35 Kerajaan Atlantis


__ADS_3

" Baiklah, kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Liu Liang lalu melesat meninggalkan tempat tersebut.


" Terima kasih karena telah membantu kami" Ucap para warga.


Liu Liang dan Lao Tian terus melesat menuju ke laut. Jarak antara tempat Liu Liang bertarung sebelumnya dengan Laut Utara hanya dua jam perjalanan. Sehingga hanya dalam waktu singkat, mereka sudah sampai di laut utara.


" Kak, mengapa warna air laut di sini kuning, bukankah seharusnya airnya berwarna biru?" Tanya Lao Tian.


" Aku juga tidak tahu. Mungkin kita akan tahu setelah sampai di kerajaan Atlantis." Jawab Liu Liang.


" Kalau begitu, ayo kita pergi. Aku sudah tidak sabar untuk melihat kerajaan Atlantis." Ucap Arsan.


" Ayo" Ucap Lao Tian.


Mereka kemudian melesat menuju ke tengah-tengah laut, lalu menceburkan diri kedalam laut.


Air laut terlihat beriak saat Liu Liang dan Lao Tian menceburkan diri kedalam laut.


Di dalam laut.....


" Lapor yang mulia. Ada dua orang manusia daratan yang berenang menuju ke istana" Ucap prajurit setengah ikan itu.


" Biarkan saja." Jawab Raja Atlan.


Sementara itu, Liu Liang dan Lao Tian berenang dengan cepat menuju ke dasar laut.


Satu jam, semenjak mereka berdua menyelam, mereka akhirnya tiba di dasar laut.


" Waw, kak. Semuanya berlapis emas." Ucap Lao Tian takjub.


" Kau benar. Atlantis bahkan jauh lebih indah dari kerajaan mutiara putih." Ucap Liu Liang.


Liu Liang kemudian berjalan menuju ke dalam kerajaan Atlantis.


Boooooommmm


Saat mereka melangkahkan kakinya kedalam gerbang kerajaan, tiba-tiba, sebuah serangan kejut, sehingga mereka berdua menghindar.


" Atas dasar apa, manusia daratan masuk kesini." Tanya pangeran Atlas.


" Kami hanya jalan-jalan saja, dan kebetulan kami sampai di sini." Jawab Liu Liang.


" Ciih, aku tidak akan percaya kepada manusia darat. Karena semuanya hanya penipu, dan karena mereka ibuku menjadi sekarat dan adikku mati." Ucap pangeran Atlas lalu kembali menyerang Liu Liang dan Lao Tian.


Booooommmm

__ADS_1


Ledakan besar terdengar saat Liu Liang melempar pangeran Atlas kearah gerbang kerajaan.


" Asal kau tahu saja. Aku datang ke sini hanya untuk melihat-lihat saja, bukan untuk membuat kekacauan." Ucap Liu Liang.


Wussss


Booooommm


Liu Liang kemudian membuat bola cahaya dan melemparkannya kearah pangeran Atlas, tapi seseorang menghalang serangan itu.


" Maafkan putraku karena menyerang kalian tiba-tiba." Ucap Raja Atlan.


" Tidak apa. Aku memakluminya. Mungkin karena dia dendam kepada manusia." Ucap Liu Liang.


" Kalau boleh tahu, apa tujuan kalian datang kesini? Dan sepertinya anda memiliki tujuan khusus datang ke kerajaan Atlantis." Ucap Raja Atlan.


" Anda benar. Aku kesini memang punya tujuan khusus. Tujuanku datang ke sini adalah untuk memastikan jika di kerajaan Atlantis ini tidak terdapat ras iblis." Ucap Liu Liang.


" Apa ada alasannya sehingga anda yakin kalau di sini ada ras iblis?" Tanya Raja Atlan.


" Ya anda benar. Sebelumnya pernah ke kerajaan Mutiara putih, dan di sana semuanya hanyalah ras iblis, dan aku ingin membersihkan Ras iblis yang ada di wilayah benua teratai emas." Jawab Liu Liang.


" Kak, aku merasakan energi kegelapan di sini." Ucap Arsan.


" Itu adalah energi iblis, dan sepertinya kita harus memancingnya keluar." Ucap Liu Liang.


" Mohon maaf, di sini tidak ada yang namanya ras iblis. Hanya ras duyung saja yang ada di sini." Ucap Raja Atlan.


" Sepertinya aku kurang yakin." Ucap Liu Liang lalu melepaskan elemen Cahaya dalam jumlah besar, sehingga mampu menekan energi iblis yang ada di sana.


" Maksud anda?" Tanya Raja Atlan heran.


" Ya, Lihat saja nanti." Ucap Liu Liang sambil menatap ke arah utara kerajaan Atlantis.


" Sepertinya mereka sudah datang" Ucap Liu Liang.


" Argggggg, sialan kau." Ucap seseorang lalu mendarat di hadapan Liu Liang.


" Sebaiknya kau tunjukkan identitas aslimu iblis jelek, karena energimu itu sangat menjijikkan." Ucap Lao Tian.


" Jenderal Dao, apa yang di katakan anak ini benar?" Tanya Raja Atlan..


" Sepertinya sudah saatnya aku menunjukkan pada anda identitasku yang sesungguhnya." Ucap Jenderal Dao.


Lalu, seluruh tubuh jenderal Dao di selimuti oleh asap hitam. asap hitam itu, memancarkan aura kematian yang sangat pekat. Saat asap itu menghilang, jenderal dao yang tadinya adalah manusia setengah ikan, berubah menjadi sosok yang menyeramkan. Tubuhnya ekornya berubah menjadi kaki serigala, kepalanya mirip seperti kambing, matanya berwarna merah, dan di punggungnya muncul sayap kelelawar.

__ADS_1


" Ha..ha..ha..ha..ha.." Tawa jenderal Dao kemudian menggema dan di iringi oleh asap berwarna hitam. Lalu ratusan iblis kemudian muncul di tempat itu.


" Ha..ha..ha..ha.. Aku tidak menyangka jika aku harus membuat seseorang sekarat lagi." Ucap jenderal Dao.


" Oh tunggu dulu, aku juga akan memberikan hadiah untukmu raja bodoh." Ucap Jenderal Dao, lalu di hadapan jenderal dao seorang wanita muncul. Wanita itu berumur sekitar 16 tahun. Tentu saja, Raja Atlan dan Pangeran Atlas sangat mengenalnya.


" Ana" Ucap Raja Atlan dan Pangeran Atlas bersamaan.


" Kau benar. Anak manusia ini sangat sulit untuk aku rubah menjadi iblis." Ucap Jenderal Dao lalu melempar Atlana atau putri Ana ke tanah.


" Dasar bodoh. Bagaimana bisa kau mengubah pemilik tubuh cahaya menjadi seorang iblis kegelapan, dasar bodoh." Ucap Liu Liang yang menyadari elemen cahaya yang ada di dalam tubuh putri Ana.


Liu Liang lalu berjalan menuju kearah putri Ana, lalu menempelkan telunjuknya ke dahinya, dan seketika energi emas masuk ke dalam tubuh Atlana.


Sesaat kemudian, putri Ana sadar, dan membuka matanya perlahan-lahan.


" Ayah, kakak." Ucap putri Ana lalu berlari memeluk ayah dan kakaknya.


" Hai iblis jelek, bagaimana bisa iblis jelek sepertimu bisa bernafas di dalam air. Apakah kau ini iblis ikan atau kerang?" Tanya Liu Liang dengan nada mengejek.


" Sialan kau bocah." Ucap Jenderal Dao lalu menyerang Liu Liang dengan cakarnya.


" Ups, seranganmu meleset." Ucap Liu Liang yang sudah berada di belakang jenderal Dao.


Boooooommmmm


Tanpa menunggu lagi, Liu Liang lalu mendaratkan pukulan ke punggung jenderal Dao sehingga jenderal Dao tersungkur ke tanah.


" Dasar lemah. Kau bahkan lebih lemah, dari orang yang menyebut dirinya sebagai ratu iblis." Ucap Liu Liang memprovokasi.


" Apakah kalian hanya ingin melihatku di pukuli, hah?" Tanyanya kepada pasukannya.


" Seraanng" Ucap para pasukan jenderal Dao.


" Hait, kalian ingin kemana?" Tanya Lao Tian tiba-tiba.


Boooooommmmm


Seketika, meteor raksasa menghantam mereka, sehingga para pasukan iblis banyak yang mati.


" Ciih, dasar lemah." Ucap Lao Tian.


Sementara itu, Liu Liang terus mempermainkan jenderal Dao. Sehingga membuat jenderal Dao menjadi marah.


" Oh, apakah kau demam, sehingga wajahmu menjadi merah begitu?" Tanya Liu Liang.

__ADS_1


__ADS_2