Dewa Semesta

Dewa Semesta
Chapter 37 Masih di Kerajaan Atlantis


__ADS_3

'' Aku juga tidak tahu.'' Jawab Liu Liang.


'' Kak, menurutku, wanita ini cocok untuk hidup di Nirwana, karena dia memiliki tubuh seorang dewi.'' Ucap Arsan.


'' Itu memang benar. tapi, bagaimana caranya agar aku bisa membawanya ke Nirwana bersamaku?'' Tanya Liu Liang.


'' Mungkin hanya dewa Suci atau dewa Agung yang dapat melakukannya.'' Jawab Arsan.


Beberapa saat kemudian, Ratu Ariana membuka matanya perlahan-lahan.


'' Ana.'' Ucap Ratu Ariana memanggil putrinya.


'' Iya ibu. ini Ana.'' Balas Ana.


'' Ratu Ariana memandang sekelilingnya, dan tanpa sengaja matanya tertuju kepada Liu Liang.


'' Siapa dia, nak?'' Tanya Ratu Ariana.


'' Dia adalah calon suamiku ibu. dan dia juga yang menyembuhkan ibu.'' Jawab Atlana


'' Apakah kau serius? kau tidak berbohong kan?'' Tanya Ratu Ariana.


'' Ya bu. Ana serius.'' Jawab Atlana.


'' Salam yang mulia ratu.'' Ucap Liu Liang.


'' Ya, salammu aku terima. tapi, rasanya aneh kalau kau memanggilku ratu, karena kau adalah calon menantuku. lebih baik kau panggil saja aku ibu.'' Ucap Ratu Ariana.


'' Baik, ibu.'' Jawab Liu Liang.


'' Nak, siapa namamu?'' Tanya Ratu Ariana.


'' Namaku Liu Liang. ibu bisa memanggilku Liang atau Ang'er saja.'' Jawab Liu Liang.


'' Baiklah, Liang saja.'' Ucap Ratu Ariana.


''Oh iya Liang. mengapa kau ingin menikahi putriku ini?'' Tanya Ratu Ariana.


'' Ya, karena dia memiliki jenis tubuh yang sesuai denganku.'' Jawab Liu Liang.


'' Tapi, sebelumnya. aku ingin meminta izin untuk membawa Atlana bersamaku. aku ingin memperkenalkannya dengan ibuku.'' Izin Liu Liang.


'' Ya, bawa saja. lagi pula dia tidak akan aman di sini. dan juga, bentuknya yang merupakan manusia seutuhnya akan membuat pasukan pelindung kerajaan mengasingkannya, jadi, dia akan aman kalau dia ikut bersamamu.'' Jawab Atlana.


'' Sebaiknya ibu istihat dulu. minumlah pilih ini untuk mengembalikan kekuatan ibu seperti sebelum ibu koma.'' Ucap Liu Liang lalu menuodorkan sebutir pil kepada ratu Ariana.

__ADS_1


'' Adik, adik ipar. sebaiknya kalian pergi sekarang, karena pasukan pelindung sudah menyadari keberadaan kalian, dan juga jika kalian sudah sampai di daratan, jangan kembali ke sini lagi. karena itu akan berbahaya buat kalian, dan juga ayah bilang kalian harus menikah saat purnama bulan purnama.'' Ucap Pangeran Atlas.


'' Ibu kami minta maaf karena tidak bisa lama-lama di sini.'' Ucap Atlana.


'' Tidak masalah. Pergilah. oh iya pakai la cincin ini. ini sebagai hadiah dari ibu.'' Ucap Ratu Ariana.


'' Baik, terima kasih bu.'' Ucap Atlana.


Wussss


Mereka berdua kemudian menghilang dari tempat itu, dalam sekejap. Bersamaan dengan itu, pasukan pelindung kerajaan juga datang.


'' Lapor yang mulia ratu. kami merasakan ada seorang manusia di sini.'' Ucap komandan pasukan.


'' Manusia. mungkin yang kalian deteksi adalah putriku, karena memang dia memiliki aura seperti manusia biasa.'' Ucap Ratu Ariana.


'' Kalau begitu kami minta maaf karena telah mengganggu istirahat anda.'' Ucap mereka lalu pergi.


Sementara itu, Atlana dan Liu Liang muncul di sebuah hutan di wilayah utara.


'' Sebelum kita berangkat sebaiknya kau mengganti namamu menjadi Lien Xia, agar orang-orang tidak curiga denganmu.'' Ucap Liu Liang.


'' Baiklah.'' Jawab Lien Xia atau Atlana.


'' Oh iya, mengapa kau tidak memakai cincin yang di berikan ibumu itu?'' Tanya Liu Liang.


Saat cincin itu sudah terpasang di jari Lien Xia, bola matanya yang awalnya berwarna kuning berubah menjadi warna biru, dan sisik yang ada di lengannya juga menghilang.


'' Hm, sekarang ayo kita cari penginapan karena haru sudah senja.'' Ucap Liu Liang.


'' Bagaimana kalau kita cari sebuah gua di sini saja, aku juga ingin berlatih.'' Ucap Lien Xia.


'' Baiklah kalau itu maumu.'' Ucap Liu Liang lalu menarik tangan Lien Xia lalu melesat.


Lien Xia terlihat sangat kaku karena baru pertama kalinya dia sedekat ini dengan seorang pria. selama ini, Lien Xia hanya dekat dengan kakaknya saja.


Beberapa menit kemudian, Liu Liang menemukan sebuah gua. Gua itu berada di tebing jurang, sehingga gua itu aman dari serangan binatang buas.


'' Kakak, sepertinya ada yang terluka di dalam.'' Ucap Lien Xia tiba-tiba.


'' Sepertinya kau memanggil ku dengan sebutan kakak, biasanya kau hanya berbicara langsung ke intinya saja.'' Ucap Liu Liang.


'' Memangnya aku harus memanggilmu dengan sebutan apa?'' Tanya Lien Xia.


'' Baiklah, panggilan kakak sepertinya bagus.'' Ucap Liu Liang.

__ADS_1


'' Kau tadi bilang, jika di dalam ada yang terluka di dalam gua ini? bagaimana bisa kau mengetahuinya? Tanya Liu Liang.


'' Karena aku merasakan energi kehidupan yang sangat tipis dari dalam gua ini.'' Jawab Lien Xia.


'' Kalau begitu, ayo kita memeriksanya.'' Ajak Liu Liang.


Mereka kemudian memasuki gua itu, dan di dalam gua terlihat seorang wanita dengan rambut biru, serta telinga panjang terbaring dengan lemah.


'' Hah, kakak kau ini sangat kejam. mengapa kau meninggalkanku di sana sendiri?'' Tanya Lao Tian yang tiba-tiba-tiba muncul.


'' Ya, maafkan kakak. habisnya keadaan sangat mendesak.'' Jawab Liu Liang.


'' Hah, untungnya aku bisa mendeteksi keberadaan kakak.''Ucap Lao Tian.


'' Tunggu kak, bukannya itu adalah elf, mengapa dia bisa ada ini?'' Tanya Lao Tian yang menyadari keberadaan elf tersebut.


melihat ketiga orang yang tiba-tiba-tiba muncul, elf itu langsung waspada.


'' Tidak usah waspada. kami tidak bermaksud jahat padamu. kami hanya ingin menolongmu.'' Ucap Lao Tian yang berbicara menggunakan bahasa ras elf.


'' Kau bisa mengerti bahasaku, siapa kau sebenarnya?'' Tanya Elf tersebut.


'' Aku juga keturunan dari ras elf, hanya saja aku bukan keturunan murni, tapi aku adalah keturunan manusia dan elf."Jawab Lao Tian.


'' Baiklah, aku akan menyembuhkanmu, tolong jangan bergerak.'' Ucap Liu Liang.


Liu Liang lalu lalu berjalan menuju kearah wanita elf tersebut dan mengalirkan energi semestanya untuk menyembuhkan wanita elf tersebut.


'' Xia'er, sekarang kau alirkan energi kehidupan kedalam tubuhnya.'' Ucap Liu Liang.


'' Baik kak.'' Jawab Lien Xia.


Lien Xia lalu berjalan kearah wanita tersebut dan mulai mengalirkan energi kehidupan dalam jumlah besar kedalam tubuh wanita elf tersebut.


Sesaat kemudian, wanita itu pulih seperti sediakala.


'' Terima kasih karena sudah menyembuhkanku. sesuai dengan sumpahku dahulu, aku akan menjadi kekasih orang yang menyembuhkanku.'' Ucap wanita tersebut dengan bahasa manusia.


'' Maaf, tapi sebaiknya kau menjadi calon istri adikku saja, karena dia juga memiliki darah elf di dalam dirinya.'' Ucap Liu Liang.


'' Tapi, kak. umurku baru 12 Tahun.'' Ucap Lao Tian.


'' Itu tidak masalah.'' Ucap wanita itu.


'' Tapi, sebelumnya perkenalkan namaku Miya Lion.'' Ucap Miya memperkenalkan diri.

__ADS_1


Miya kemudian merubah wujudnya menjadi seorang gadis yang berumur 12 tahun sama seperti umur Lao Tian.


__ADS_2