
"Ha..ha..ha..ha..ha.. Kau benar. Aku bukanlah manusia ataupun penduduk danau ini, tapi aku adalah Komandan Jina." Ucap Ratu Rasin atau komandan Jina
Seluruh tubuh ratu Rasin di selimuti oleh aura berwarna merah dengan bau darah yang pekat. Di kepala Ratu Rasin muncul sepasang tanduk, dan di punggungnya muncul sayap kelelawar.
" Ha..ha..ha..ha.. Awalnya aku tidak ingin memperlihatkan wujud asliku sekarang, tapi kau malah..."
Booommm
Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, Liu Liang sudah menyerangnya duluan sehingga komandan Jina menghantam dinding istana.
WUSSSS
Boooommm
Belum sempat dia berdiri, Sebuah tapak melesat kearahnya, untungnya dia masih sempat menghindarinya.
" Cih, aku tidak suka basa-basi, apalagi kepada iblis sepertimu." Ucap Liu Liang lalu melesatkan puluhan panah cahaya kearah komandan Jina.
Booommm
Booommmm
Ledakan beruntun terdengar saat puluhan anak panah menghantam apa saja yang di tujunya termasuk Komandan Jina.
" Ukhuuukkk. Sialan anak ini tidak membiarkanku untuk mengumpulkan energi walau hanya beberapa detik." Ucapnya sambil batuk darah.
" Elemen kristal, kristalisasi Zat" Ucap Liu Liang.
Wussss
kraakk
Kraaakk
Kraakkk
Seluruh benda yang ada di tempat tersebut mengkristal. Bahkan setengah tubuh komandan Jina berubah menjadi kristal.
Lalu Liu Liang kemudian membentuk elemen kristalnya menjadi spiral seperti bor, dan menembakkannya kearah komandan Jina.
Boooommmm
Tapi, untungnya, ada seseorang menghalau serangan itu sehingga komandan Jina tidak mati.
" Tch, sialan hampir saja aku mati." Ucap komandan Jina.
" Ukhuuukk"
__ADS_1
Terdengar suara seseorang batuk darah tepat di depan komandan Jina. Setelah debu menghilang, ternyata penasehat istana yang dijadikan tameng oleh komandan iblis tersebut.
" Ke..ke..kenapa nyonya? Ke..ke..kenapa kau melakukan ini pa..pa..padaku?" Tanya penasehat istana.
" Ya, karena aku tidak mau mati di tangan anak itu." Jawab komandan Jina.
" Da..sar ib..lis sia...lan." Ucap penasehat istana lalu seluruh tubuhnya pun mengkristal.
" Sungguh tragis." Ucap Liu Liang yang sydah berada di belakang komandan Jina dan dia sudah siap menyerang komandan Jina menggunakan serbuk kristal.
Swussss
Liu Liang kemudian meniup serbuk kristal itu tubuh komandan Jina, tapi tidak terjadi apa-apa.
" Ha..ha..ha..ha..ha.. Aku kira serangan mematikan, ternyata hanya debu" Ucap komandan Jina yang belum menyadari trik yang di gunakan oleh Liu Liang.
" Kristalisasi jiwa" Ucap Liu Liang pelan.
" Ha..ha..ha.. Akhhhh"
Tiba-tiba saja, komandan Jina berteriak kesakitan saat jiwanya mulai mengkristal.
Umumnya, jika jiwa seseorang mengkristal, biasanya itu tidak akan terasa sakit, tapi Liu Liang merubah jiwa komandan jina menjadi kristal perlahan-lahan dan juga kristal itu mengiris-iris jiwanya.
" Akhhhhh, dasar bocah licik" Ucapnya sambil berusaha menahan sakit.
" Oh iya, yang licik di sini, siapa sebenarnya, aku atau kau?" Tanya Liu Liang.
" Sudah, aku sudah bosan menunggu"
" elemen kristal, segel jiwa kristal." Ucap Liu Liang.
" Akhhh, raja iblis akan membalasmu. Aku adalah permaisuri dari raja iblis. anak-anakku akan membalas perbuatanmu." Ucap komandan Jina yang memiliki identitas asli sebagai ratu iblis.
" Aku tidak peduli." Ucap Liu Liang sambil mengatupkan kedua tangannya sehingga seluruh jiwa komandan Jina berubah menjadi kristal, bersamaan dengan terbakarnya tubuhnya.
Kemudian segel Ratu Jina mengecil dan berubah menjadi bandul berbentuk prisma.
" Kak, kau mau apakan jiwa iblis itu?" Tanya Arsan.
" Tentu saja menyiksanya." Jawab Liu Liang.
" Menyiksanya dengan cara apa kak?" Tanya Arsan.
" Dengan menjadikannya sebagai budak manusia selamanya. Jika dia mencoba memengaruhi tuannya untuk menjadi jahat, atau menyuntikkan benih iblis kepada tuannya, maka saat itu juga dia akan merasakan sakit yang teramat sangat." Jawab Liu Liang.
" Mungkin itu adalah hukuman berat buatnya." Ucap Arsan.
__ADS_1
Kemudian Liu Liang menambahkan segel yang membuat ratu Jina tertidur dan auranya terkunci.
" Kak, bagaimana kalau yang menjadi tuannya orang yang jahat?" Tanya Arsan.
" Itu tidak akan terjadi, karena aku sudah mengaturnya. Hanya orang yang mampu menekan energi kegelapan ratu Jina yang dapat menjadi tuan dari iblis itu." Jawab Liu Liang lalu melemparkan bandul kalung itu ke dalam lubang kehampaan.
" Hm, ada yang datang." Ucap Liu Liang.
Hei kau berhenti di sana."Teriak seseorang.
" Memangnya ada apa, ya?" Tanya Liu Liang.
" Kau, dimana yang mulia ratu berada?" Tanya komandan Zaon.
" Oh, maksudmu ratu iblis itu?" Tanya Liu Liang.
Kini semua prajurit yang ada di di hadapan Liu Liang terdiam. Mereka tidak menyangka jika ratu mereka tertangkap semudah itu.
" Kau, kami akan membebaskan ratu menggunakan jiwamu" Ucap komandan Zaon.
Lalu semua prajurit yang datang bersama komandan Zaon beserta komandan Zaon berubah menjadi iblis.
" Cih, sudah aku duga, seorang ratu tidak akan pergi tanpa pengawal." Ucap Liu Lalu bergerak zigzag dan menebas kepala prajurit iblis itu satu persatu. Lalu dia kembali ke tempatnya dengan pedang yang berlumuran dengan darah.
" Hm, aku akan membereskan kalian semua sebelum pergi dari sini." Ucap Liu Liang.
" Jika sebelumnya aku menyegel ratumu untuk menjadi budak seorang manusia, maka aku akan membuatmu menyesal karena telah berada di tempat ini." Ucap Liu Liang lalu seluruh tubuhnya di selimuti oleh warna Cyan. Warna itu merupakan warna dari elemen kristal milik Liu Liang.
Liu Liang lalu memusatkan elemen kristal miliknya ke telapak tangannya dan membentuk sebuah prisma.
" Hm, segel penghancur jiwa" Ucap Liu Liang lalu melempar prisma itu kearah komandan Zaon.
Kristal itu perlahan-lahan menghancurkan jiwa komandan Zaon bersamaan dengan tubuhnya yang berubah menjadi asap perlahan-lahan.
" Arggggghh, tolong ampuni aku. Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan. Aku rela menjadi budakmu asal kau mau melepaskanku." Ucapnya.
" Cih, aku lebih suka menyiksa makhluk sepertimu, dari pada menjadikanmu budak." Ucap Liu Liang.
"Argggggg, kau akan menyesal melakukan ini" Ucap Komandan Zaon.
Perlahan-lahan jiwanya berubah menjadi asap begitu juga dengan tubuhnya. komandan Zaon terus berteriak memohon ampunan sampai jiwanya hancur tak tersisa.
" Sekarang langkah terakhir." Ucap Liu Liang lalu melemparkan sebuah cakram raksasa kelangit. Cakram itu terus membesar hingga menutupi seluruh kerajaan mutiara putih. cakram itu menghisap jiwa-jiwa para iblis yang ada di kerajaan mutiara putih, hingga tak tersisa.
Lalu, cakram itu mengecil lalu kembali ke Liu Liang.
" Hm, semua penduduk asli kerajaan Mutiara putih sudah di bunuh semuanya dan dijadikan sebagai nutrisi bagai para iblis." Ucap Liu Liang.
__ADS_1
" Lalu, apa yang akan kita lakukan dengan kerajaan ini kak?" Tanya Arsan.
" Hm, mungkin kerajaan ini sangat cocok untuk paman Genbu, karena dia adalah satu-satunya yang bisa hidup di dalam air." Ucap Liu Liang.