
Liu Liang berjalan dengan santai memasuki kota Matahari tanpa menghiraukan kedua murid sekte bukit matahari yang hampir kehabisan nafas.
" Menghabiskan waktuku saja." Ucap Liu Liang kesal.
Saat sedang berbincang-bincang dengan Arsan, tiba-tiba mata Liu Liang menangkap segerombolan orang bertopeng perak
" Kenapa kak?" Tanya Arsan.
" Tidak ada, aku hanya sedikit tertarik dengan kelompok pembunuh bertopeng itu." Jawab Liu Liang.
" Kak, bagaimana kalau kita kerjai saja mereka?" Tanya Arsan.
" Ide yang bagus." Jawab Liu Liang.
Liu Liang kemudian membuat segel tangan dengan cepat, lalu tiba-tiba saja, setengah dari bertopeng perak itu terkurung di dalam penjara kristal transparan, sementara yang lainnya tidak terkurung.
Jdarrrrrrr.
Tiba-tiba Lima orang yang bertopeng perak itu menabrak sebuah dinding.
" Huh, sialan, siapa yang menciptakan dinding ini.?" Tanya Pria dengan topeng bergambar serangga.
" Dinding apa? Di sini tidak ada dinding. Apakah saudara mengigau?" Jawab dan tanya balik pria dengan topeng bergambar pisau.
" Kau jangan bercanda pada kami. Ini tidak lucu." Ucap pria dengan topeng bergambar batu mulai emosi.
" Bercanda apa? Kami dari tadi tidak melakukan apapun." Ucap yang lain.
" Kalian jangan berbohong. Kalau bukan kalian, lalu siapa yang membuat dinding ini?" Tanya pria dengan topeng bergambar serangga
" Sudah aku katakan, bukan aku pelakunya." Jawab yang lain.
" Hoh, jadi, kalian tidak mau mengaku, ya?" Tanya Pria dengan topeng bergambar batu.
" berapa kali kami bilang, bukan kami pelakunya." Jawab seorang wanita.
Sementara kesepuluh kelompok bertopeng itu berdebat, Liu Liang malah tertawa melihat mereka.
" Kak, mereka sangat lucu." Ucap Arsan.
" Benar, mereka seperti anak kecil saja yang berebut makanan." Ucap Liu Liang.
" Kak, sekarang giliranku." Ucap Arsan.
dari dahi Arsan, keluar elemen air berbentuk es, lalu melesat kearah kelompok bertopeng yang tidak terjebak.
" Sialan, kau saudara Han, ternyata kau yang melakukannya?" Tanya Pria dengan topeng bergambar bulan.
" Apa maksudmu?" Tanya pria dengan topeng bergambar pisau.
" Diantara kita semua, hanya kau yang memiliki elemen air yang sudah berevolusi menjadi elemen es." Jawab pria bertopeng perak dengan gambar bulan di topengnya.
" Dasar bodoh, dari tadi, kami berlima terjebak di dalam dinding ini, bagaimana aku bisa mengeluarkan satu jurus pun" Bantah Pria yang di panggil saudara Hui.
__ADS_1
" Apakah kalian bisa diam?" Tanya seorang pria yang dari tadi diam.
" Kalian ini. Seakan-akan otak kalian tidak berfungsi. Orang yang melakukannya adalah pemuda yang berdiri di bawah pohon itu." Ucap pria tersebut.
" Wah, Maksud pemimpin pemuda yang tidak memiliki aura kultivasi itu?" Tanya Pria dengan gambar pisau di topengnya.
" Tentu saja, siapa lagi kalau bukan dia?" Jawab pria tersebut.
" Wah, pemimpin ini sedang bermimpi ya? Jangan-jangan kau yang melakukannya." Tanya salah satu pria bertopeng.
" Dasar bodoh, dari tadi aku tidak melakukan apapun." Jawab Pemimpin kelompok bertopeng.
" Memangnya kami percaya padamu. Ayo kita serang bajingan sialan ini" Ucap Pria bertopeng dengan gambar pisau di topengnya.
" Hyaaatt"
Sembilan orang bertopeng tersebut menyerang pemimpin mereka sendiri, sehingga kekacauan pun terjadi.
Trrriiinngg
Triiiinngg
Sreeeekkk
Sreeekkk
Terdengar suara dentingan logam yang berasal dari senjata mereka yang berupa pisau terbang. Bahkan, tiga diantara mereka sudah mati.
Sreeeekkk
Wussssss
Boooommmm
Satu buah tapak raksasa mengenai pemimpin tersebut, hingga dia mundur beberapa langkah.
" Sialan. Aku akan membunuh kalian sekaligus." Ucap pemimpin tersebut lalu melompat di udara.
" Kubah racun" Ucapnya.
Swuuusss
Sebuah kubah menyelimuti tujuh orang yang tersisa, dan membunuh mereka perlahan-lahan.
" Ciih, kau juga akan ikut dengan kami." Ucap pria dengan topeng bergambar batu.
Wusss
Sleepp
Satu buah pisau logam yang sudah di lumuri oleh racun menusuk dadanya.
" Ciih, kau pikir racun biasa ini akan membunuhku?" Tanya pemimpin kelompok tersebut.
__ADS_1
" Ciih, racun itu tidak akan membunuhmu dengan cepat, tapi racun itu akan membunuhmu perlahan-lahan." Jawab pria tersebut lalu terkapar dengan tubuh berwarna biru. Begitu juga dengan yang lainnya, mereka juga mati dengan tubuh berwarna biru.
" Ukhuuuk. Racun ini menyebar di tubuhku perlahan-lahan." Ucap pria tersebut lalu terjatuh.
Sementara itu, Liu Liang hanya tersenyum melihat sembilan orang anggota topeng perak mati.
" Kak, sekarang apa yang akan kita lakukan?" Tanya Arsan.
" Tentu saja membunuh orang itu." Jawab Liu Liang sambil menunjuk kearah pemimpin kelompok.
" Kak, bukankah lebih baik jika kakak menjadikan orang itu budak kakak?" Tanya Arsan.
" Kau benar. Tapi, belum tentu dia akan setuju." Jawab Liu Liang.
Liu Liang kemudian melesat menuju kearah pria tersebut.
" Hah, kalian sangat bodoh. Aku tidak menyangka, jika kau membantuku untuk menghabisi anggotamu sendiri." Ucap Liu Liang.
" Ternyata kau orangnya. Akan kubunuh kau" Ucap pria tersebut lalu menyerang Liu Liang.
Saat senjatanya hampir mengenai Liu Liang, tiba-tiba saja, pria tersebut berguling-guling kesakitan.
" Racun yang ada di tubuhmu itu memang racun biasa, tapi, racun itu akan menyebar dengan cepat jika dirangsang dengan cepat." Jelas Liu Liang.
" Jika kau ingin menjadi bawahanku, maka aku bisa membantumu untuk menghilangkan racun itu. Bagaimana? Apakah kau setuju?"Tanya Liu Liang.
" Hm, aku akan memanfaatkan sarannya untuk mejadi bawahannya, jika racun di tubuhku sudah hilang, maka aku akan membunuhnya." Batin pria tersebut
" Baik, aku akan menjadi bawahanmu." Jawab pria tersebut.
" Tapi, kau harus menjalin kontrak darah denganku." Ucap Liu Liang yang sontak membuat pria tersebut terkejut.
" Ciih, aku tidak akan melakukannya." Ucap pria tersebut.
" Baik, kalau begitu selamat tinggal." Ucap Liu Liang lalu memperbesar apinya.
" Akkkhhhh" Teriak pria tersebut berguling-guling.
Satu jam kemudian, pria tersebut akhirnya mati, dengan kondisi tubuh seperti terbakar.
Liu Liang kemudian mengumpulkan semua cincin ruang semua anggota topeng perak lalu membakar mayat kelompok bertopeng tersebut.
" Hm, mereka lumayan kaya juga." Ucap Liu Liang lalu memasukkan semua isi cincin ruang itu kedalam ruang astralnya.
" Swuuuss"
Liu Liang lalu meninggalkan tempat tersebut dan mencari sebuah restoran untuk mengisi perutnya.
" Kak, mengapa kau harus makan? Bukannya kau tidak butuh makan dan minum ya?" Tanya Arsan.
" Memang seorang kultivator tidak membutuhkan makan dan minum, tapi, seorang kultivator yang selalu makan dan minum akan memiliki ketahanan tubuh yang kuat, dari kultivator yang jarang makan." Ucap Liu Liang.
" Apa hanya itu perbedaannya kak?" Tanya Arsan.
__ADS_1
" Bukan hanya itu. Jika dalam suatu pertarungan, energi alam seseorang di blokir, maka dia akan menjadi manusia biasa yang akan merasa lapar. Walaupun seseorang sudah menjadi kultivator, tapi, tetap saja tubuhnya adalah tubuh manusia, yang tetap memerlukan makan dan minum walau hanya sekali sehari." Jelas Liu Liang.