Dewa Semesta

Dewa Semesta
Chapter 12 Chimaera


__ADS_3

" Kak, apa yang akan kakak lakukan jika kelompok bertopeng itu menyerang kakak?" Tanya Arsan.


" Aku akan melawan mereka, jika mereka terlalu kuat, maka aku akan melarikan diri." Jawab Liu Liang sambil tertawa.


" Hah, kakak. Aku serius kakak malah bercanda." Ucap Arsan kesal.


" Ya..ya..ya.. Maaf" Ucap Liu Liang.


Mereka terus terbang meninggalkan kota Daun, menuju ke sebuah hutan yang menjadi perbatasan antara kota daun dengan kita matahari.


" Hm, aura penindasan yang sangat pekat." Ucap Liu Liang.


" Kak, sepertinya ada yang aneh dengan hutan ini." Ucap Liu Liang.


" Kak, sepertinya didalam hutan ini ada seekor hewan dewa." Ucap Liu Liang.


" Kau benar. Dan sepertinya dia sedang terluka." Ucap Liu Liang.


Wusssss


Liu Liang kemudian melesat masuk kedalam hutan kabut. Sesuai namanya, hutan kabut di selimuti oleh kabut putih yang sangat tebal. Hutan ini merupakan salah satu tempat-tempat misterius yang ada di benua teratai emas.


Di kedalaman hutan kabut...


" Hormatku yang mulia. Ada seorang manusia yang memasuki hutan ini." Lapor seekor kera.


" Awasi dia. Jika dia melakukan sesuatu yang aneh atau sikapnya mencurigakan habisi dia." ucap seekor Chimaera.


" Baik tuan." Jawab kera tersebut lalu meninggalkan tempat tersebut.


Chimaera sendiri adalah salah satu hewan dewa yang memiliki tiga kepala singa dan keledai, dan ekor ular. Chimaera bisa menyemburkan api, racun, dan angin secara bersamaan. Selain itu dia juga memiliki tiga jantung, dan kulitnya sangatlah keras.


( Hewan dewa adalah hewan yang memiliki kekuatan setara dengan para dewa nirwana)


" Kak, sepertinya ada yang mengikuti kita." Ucap Arsan.


" Biarkan saja." Ucap Liu Liang.


" Hm, sepertinya dia sudah menyadari keberadaanku." gumam kera tersebut.


" Hm, tidak ada sesuatu yang mencurigakan dari manusia itu." Ucapnya.


Ssmentara itu, Liu Liang terus melesat menembus lebatnya kabut yang menyelimuti hutan kabut. Semakin dia masuk, aura dewa yang kacau secara samar-samar di rasakan oleh Liu Liang.


" Dia semakin dekat, tapi aku tidak merasakan sesuatu yang mengancamku. Malah auranya terasa hangat bagiku." Ucapnya.


" Aku penasaran, siapa sebenarnya orang itu? Dan mengapa auranya sangat mendominasi?" Tanyanya dalam hati.


Karena penasaran, dia akhirnya keluar dari persembunyiannya untuk menemui Liu Liang.

__ADS_1


Sementara itu, Liu Liang yang merasakan ada aura kuat yang mendekat kearahnya, memasang sikap waspada.


" Siapa kau?" Tanya Liu Liang.


" Aku adalah Riu Jian. Aku adalah satu-satunya ras Chimaera yang tersisa." Jawab Riu Jian.


" Apa maumu?" Tanya Liu Liang lagi.


" Tidak ada. Aku hanya ingin kau menjadi tuanku." Jawab Riu Jian.


" Atas dasar apa kau ingin aku menjadi tuanmu?" Tanya Liu Liang.


" Karena aku merasa kau adalah calon penguasa. Tapi aku tidak tahu apakah kau akan menjadi kaisar dewa, kaisar cahaya, atau salah satu kaisar elemen." Jawab Riu Jian.


" Tapi apakah kau yakin ingin menjalin kontrak denganku?" Tanya Liu Liang.


" Ya, karena aku yakin sekali, jika kau adalah orang yang akan menjadi seorang dewa yang sangat di takuti dan di hormati di seluruh alam semesta." Jawab Riu Jian.


" Baik, aku akan melakukan kontrak darah denganmu, tapi jangan pernah berpikir untuk mengkhianatiku." Ucap Liu Liang.


Liu Liang kemudian menggigit ujung jarinya hingga terluka. Lalu dia meneteskan darahnya ke kepala Riu Jian.


Swussss


Riu Jian kemudian menyerap darah Liu Liang. Beberapa saat kemudian, tubuh Riu Jian memancarkan cahaya terang, dan luka dalam yang dideritanya sembuh.


" Hormatku tuan." Ucap Riu Jian.


" Ngomong-ngomong, jangan panggil aku tuan. Panggil aku dengan Liang'er saja." Ucap Liu Liang.


" Baiklah Liang'er." Jawab Riu Jian.


" Sekarang aku akan melanjutkan perjalananku. Aku akan memanggilmu saat aku memerlukan bantuan." Ucap Liu Liang lalu melesat pergi.


" Aku pasti akan melindungimu dengan kekuatan yang aku miliki." Ucap Riu Jian.


" Yang mulia, apakah aku harus mengejar orang itu?" Tanya seekor kera.


" Tidak perlu. Biarkan saja dia lewat."Jawab Riu Jian lalu menghilang.


Sementara saat ini, Liu Liang sedang bertarung dengan sekelompok serigala kabut.


" Auuuuuuuuuu"


" Auuuuuuuuuu"


Ratusan kawanan serigala tiba-tiba muncul dari semak-semak dan melompat kearah Liu Liang.


Sreeeekkkkkk

__ADS_1


Booommmm


Satu persatu serigala itu di tebas oleh Liu Liang. Tapi, serigala kabut itu seakan tak ada habisnya. Mereka seperti air yang mengalir.


" Berapa banyak jumlah mereka semua?" Tanya Liu Liang.


" Naga semesta" Ucap Liu Liang


" Roarrrrrrrrrrggggg"


Tiba-tiba seekor naga yang sangat besar menyerang kawanan serigala kabut, dan menumbangkan mereka satu persatu.


" Ciihh, apa masalah kalian denganku hingga kalian menyerangku secara tiba-tiba?" Tanya Liu Liang.


" Auuuuuuuuuuu"


Serigala itu tak menghiraukan ucapan Liu Liang. Dia terus melolong panjang, dan serigala kabut yang tersisa menerkam kearah Liu Liang.


" Elemen Kegelapan, Lubang penyerap jiwa" Ucap Liu Liang.


Wusssss


Tiba-tiba, sebuah lubang besar muncul di langit. Lubang itu semakin besar, dan menarik jiwa dan energi serigala kabut tersebut satu persatu di serap ke dalam tubuh Liu Liang.


Beberapa saat kemudian, seluruh kawanan serigala kabut tersebut mati dengan tubuh yang sudah menjadi abu.


Beberapa saat kemudian...


Boooommm


Kultivasi Liu Liang meningkat dari ranah surgawi bintang enam menembus ranah surgawi bintang 7.


" Hah lumayan. Berkat para serigala itu, aku bisa meningkatkan kekuatanku." Ucap Liu Liang.


Wusssss


Liu Liang kembali melanjutkan perjalanannya menembus kabut putih tebal. Semakin masuk kedalam, kabut putih itu semakin menipis.


" Hm, aneh, kenapa kabutnya malah menipis?" Tanya Liu Liang sambil terus terbang menyusuri hutan kabut.


Lama-kelamaan, kabut itu semakin tipis dan membentuk awan-awan tipis, hingga akhirnya kabut itu menghilang sepenuhnya saat Liu Liang mencapai pusat dari hutan kabut yang berupa sebuah tugu batu besar yang sangat tinggi. di puncak tugu batu itu, keluar kabut dalam jumlah yang banyak, selain itu tugu yang berbentuk tongkat itu di penuhi oleh aksara kuno yang bersinar.


" Tombak ini adalah tombak pusaka, sebuah kekaisaran yang dulu pernah berjaya dan menguasai kekaisaran Teratai emas Tombak ini adalah tombak pusaka Sang kaisar yang dianggap dewa oleh rakyatnya sikapnya dan sangat di takuti oleh musuh. Tombak ini tidak akan pernah hancur karena tombak ini tercipta dengan sendirinya, tombak ini juga akan memilih siapa tuannya." Begitulah tulisan yang ada di tugu batu tersebut.


" Hm, berarti sudah di pastikan bahwa dahulu di benua ini pernah ada sebuah kekaisaran yang sangat kuat." Ucap Liu Liang.


" Kak, sepertinya masih ada lanjutannya." Ucap Arsan.


Liu Liang kembali menatap tombak tersebut dan kembali membacanya.

__ADS_1


" Siapa pun yang menemukan tombak ini, berarti dia akan menjadi kaisar selanjutnya dari kekaisaran teratai emas."


__ADS_2