
Boomm
Booomm
Boomm
Pertarungan pun terjadi antara ke enam bawahan Liu Liang melawan ribuan pasukan elit milik kekaisaran bulan.
Kwaaakkkkk
Booommm
Wussss
Booomm
Seekor burung api raksasa dan kura-kura raksasa menyapu prajurit kekaisaran bulan, sehingga hanya dalam waktu kurang dari satu jam, sudah ada sekitar dua ribu pasukan yang mati.
Roarrrgggg
Boooommmm
Belum juga siap, satu serangan berupa naga menghantam mereka sehingga formasi yang awalnya kuat menjadi porak-poranda.
Di tempat lain..
Triiiinnngg
Triiiinngg
Triiinggg
Terdengar suara dentingan logam yang menandakan jika ada orang yang bertarung menggunakan senjata.
" Ha..ha..ha..ha.. Bawahanmu itu tidak mungkin bisa mengalahkan prajurit milikku." Ucap Moon Lie sombong.
" Oh iya, apakah kau yakin?" Tanya Liu Liang.
Booommm
Saat melihat, perhatian moon Lie teralihkan, Liu Liang mendaratkan pukulan di dada Moon Lie dengan keras sehingga Moon Lie terlempar kebelakang.
" Tujuh naga langit." Teriak Liu Liang.
Roarggggggg
Roarrggggg
Tujuh ekor naga langit, muncul dari langit, dan melesat kearah Moon Lie.
" Sial. pusaran air" Karena tidak mau mati konyol, Moon Lie membuat pusaran air untuk menahan serangan tombak Liu Liang..
Sementara itu, Liu Lang hanya tersenyum melihat Moon Lie menggunakan elemen air. Lalu dia menghilang dari tempatnya mengalirkan elemen petir ke pusaran air milik Moon Lie.
" Argggghh sialan kau bocah" Ucap Moon Lie.
Zzzzzzzzzzzzz
__ADS_1
Karena tidak sempat keluar dari pusaran airnya, akhirnya Moon Lie tersetrum petir yang membuat seluruh tubuhnya menghitam dan rambutnya berdiri.
" Bagaimana rasanya pak tua?" Tanya Liu Liang.
Mendengar pertanyaan Liu Liang, Moon Lie menggertakkan giginya dengan marah.
" Aku tadi sudah memperingatkanmu, tapi kau mengabaikannya. Jadi, sekarang bersiaplah untuk menemui dewa neraka." Ucap Liu Liang lalu entah sejak kapan, tombak yang tadinya di gunakan oleh Liu Liang bertarung berubah menjadi pedang. Lalu Liu Liang menebaskan pedangnya secara vertikal kearah Moon Lie.
Boooommmm
" Arggggg, ingat suatu saat nanti, putraku akan membalas dendam." Ucap Moon Lie sebelum urat leher terputus.
Lalu Liu Liang menjetikkan jarinya, dan mayat Moon Lie pun terbakar dan berubah menjadi abu. Lalu Liu Liang melesat kearah pasukan elit milik kekaisaran bulan dan memulai pembunuhan.
Booomm
Booommm
Booommm
Ledakan besar terdengar silih berganti di tempat pertarungan antara Liu Liang dengan para bawahannya, dengan pasukan elit kekaisaran bulan.
" tebasan naga agung"
Booommmm
Satu persatu pasukan milik kekaisaran bulan tumbang.
" Elemen kegelapan, bayangan penjerat" Ucap Liu Liang.
" Aku hanya bisa menahan mereka beberapa saat, karena kekuatanku masih lemah bukan hanya itu, aku hanya bisa menjerat 1/4 dari mereka." Ucap Liu Liang.
Melihat pasukan bulan tidak dapat bergerak, Ryun, Genbu, dan Russel membantai mereka dengan cepat.
Sreeekk
Sreeekkkk
Booomm
Darah terciprat kemana-mana, dan pasukan yang di perangkap oleh Liu Liang mati tanpa kepala.
Kini pasukan bulan hanya tersisa sekitar dua ribu orang. Mereka tidak percaya jika hanya enam orang saja dapat mengalahkan mereka yang berjumlah 100.000 orang.
" Karena kaisar bodoh kalian sudah berniat menaklukan benua ini, maka kalian tidak akan bisa keluar dari benua ini." Ucap Liu Liang lalu mengibaskan pedangnya, dan mereka pun mati seketika, bersamaan dengan itu, mayat mereka terbakar hingga menjadi abu.
Sementara itu, di kekaisaran bulan...
" Lapor pangeran mahkota. Kaisar Moon Lie beserta 100.000 pasukan elit kekaisaran tewas di benua teratai emas." Lapor seorang prajurit.
Pranggggg
Moon Lan mengepalkan tangannya sehingga gelas yang di pegangnya pecah.
" Bagaimana bisa? Bukankah benua itu tidak mempunyai prajurit pelindung?" Tanya Moon Lan dengan wajah merah karena marah.
" Aku tidak tahu. Tapi informasi yang kudapatkan tidak keliru. Bukan hanya itu, mereka semua mati tanpa mayat, dengan kata lain, mayat mereka di bakar setelah mereka di bunuh." Jelas prajurit tersebut.
__ADS_1
" Arggggg sialan. Aku akan membalas kematian ayahku." Ucap Moon Lan.
" Siapkan pasukan, dan serang benua teratai emas" Perintah Moon Lan.
" Tunggu dulu tuan. Kita tidak boleh menyerangnya sekarang karena jika kita menyerang sekarang, maka itu sama saja dengan menghancurkan kekaisaran bulan." Ucap Penasehat istana.
" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Moon Lan.
" Sebaiknya hentikan niat kakak untuk menyerang benua itu. Jika kakak pergi menyerangnya, maka kejadian itu akan terjadi juga kepada kakak." Ucap Moon Chan.
" Diam kau. Aku adalah kaisar sekarang, dan aku bisa saja memenjarakanmu sekarang." bentak Moon Lan.
" Ciih, aku adalah pewaris sah kekaisaran bulan, karena ayahku adalah kaisar sah di sini. Jika aku mau, aku bisa saja menggunakan hakku untuk merebut kembali sesuatu yang sudah menjadi milikku." Ucap Moon Chan.
" Prajurit, tangkap anak itu, dan penjarakan dia." Perintah Moon Lan.
" Kau tangkap dia dan beri dia hukuman mati." Ucap Moon Chan.
Kini Prajurit tersebut berbalik menangkap Moon Lan dan segera mengeksekusinya di tempat itu.
" Ayah, aku sudah mendapatkan kembali hakku." Ucap Moon Chan.
Kembali ke Liu Liu Liang..
" Apakah kau sudah membersihkan seluruh pasukan kekaisaran bulan?" Tanya Liu Liang.
" Ya, Aku sudah membersihkannya." Jawab Ryu Jian.
" Hormat kami yang mulia." Ucap Lima orang yang merupakan pemimpin sekte besar di benua teratai emas.
" Eh, mengapa kalian berlutut di hadapanku?" Tanya Liu Liang.
" Karena anda adalah kaisar kami." Jawab Tao Yuan.
" Berdirilah. Aku lebih muda dari kalian. Lagi pula belum tentu rakyat benua menerimaku sebagai kaisar mereka " Ucap Liu Liang
" Tentu saja, mereka akan menerimanya jika mereka tahu jika yang mulia di pilih langsung oleh tombak teratai emas, dan tombak itu tidak pernah salah pilih." Jelas Jiang Hui, patriak sekte Es.
" Itu benar. Dan sebaiknya yang mulia membangun istana kekaisaran di tempat ini, karena tempat ini sangat strategis, kami berlima akan membantu tuan membangun istana dengan cepat." Ucap patriak awan kabut.
" Baiklah kalau itu mau kalian." Ucap Liu Liang. .
Liu Liang lalu membuat segel tangan, dan sebuah energi berbentuk prisma menembak kearah hutan kabut ungu.
Booommm
Ledakan besar terjadi, saat segel di tempat itu, di buka oleh Liu Liang. Tempat yang awalnya adalah hutan belantara berubah menjadi padang rumput yang sangat luas.
" Teknik logam, dinding Raksasa" Ucap patriak sekte awan kabut.
Wusssss
Tanah bergetar dengan hebat. Dan getaran itu membuat tanah di sekitar tempat itu retak. Dari retakan itu, sebuah dinding logam muncul dan bergerak keatas.
" Elemen es, hujan salju abadi" Ucap Patriak sekte es.
Setelah dinding logam itu sudah muncul sepenuhnya, Patriak Jiang Hui menciptakan hujan salju yang membuat wilayah yang ada di dalam dinding itu menjadi beku.
__ADS_1