
Sementara itu, dewa bintang dan dewa laut tiba di dekat air terjun putih.
" Mengapa air terjun ini berwarna putih?" Tanya Dewa Laut
" Aku juga tidak tahu. Seharusnya anda yang lebih tahu tentang hal ini, karena anda adalah dewa laut." Jawab Dewa bintang.
" Ayo kita masuk kedalam kolam kecil ini." Ucap Dewa laut.
" Baik."
Sementara itu, di dalam kolam...
" paman, sepertinya mereka sudah dekat."
" Seandainya ada cara untuk menyembunyikan aura kalian." Ucap Liu Liang.
Tiba-tiba saja, lambang bulan yang ada di dahi Arsan bersinar. cahaya itu kemudian menembak kearah Genbu, Azure, Ryun, Suzaku, Arion, dan Russel. Cahaya itu memulihkan luka dalam yang selama ini mereka derita. Selain itu, kekuatan mereka juga kembali pulih.
" Terima kasih Arsan." Ucap Suzaku.
" Roargg" Jawab Arsan meraung kecil.
" Apakah tulang milik dewa naga ini aku simpan?" Tanya Liu Liang.
" Walau itu tidak terlalu berguna bagi para dewa, tapi tetap saja tulang milik dewa naga sangat berharga dan bisa di gunakan untuk membuat senjata, tingkat dewa" Jawab Azure.
" Baik kalau begitu aku akan menyimpannya." Ucap Liu Liang lalu memasukkan tulang milik dewa naga kedalam cincin ruangnya.
Wuss
Wuss
Wusss
Tak lama kemudian, dewa bintang dan dewa laut sampai di dasar kolam putih. Tanpa menunggu lagi, mereka memasuki gua yang letaknya tak jauh dari tempat mereka berdiri.
" Ha..ha..ha..ha.. Aku memang beruntung."
" Sudah aku duga kalau ada enam dewa para hewan di tempat ini." Ucap Dewa Laut.
" Serahkan kristal kekuatan milik dewa naga sekarang juga atau kalian semua akan mati." Ancam dewa laut.
" Oh maksudmu kristal warna-warni yang yang sangat besar itu?" Tanya Liu Liang.
" Iya. Cepat serahkan benda itu." Ucap Dewa laut.
" Maaf saja tapi benda itu sudah hilang miliaran tahun yang lalu." Ucap Ryun berbohong.
" Akkhhhh. Kalau begitu mati saja kalian." Ucap Dewa laut.
Dia lalu menghantamkan trisula miliknya ke tanah sehingga air berwarna biru tua memuncrat dari dalam tanah, tapi sesaat kemudian air itu menghilang.
" Dasar bodoh. Kau tidak bisa menggunakan kekuatanmu di sini. Dan juga di tempat ini, orang asing di larang masuk." Ucap Liu Liang.
__ADS_1
Wusss
Tiba-tiba saja, pusaran air berwarna putih menghantam mereka.
" Tapak Suci" Ucap Liu Liang.
Boooommm
" Ukkhh sial. Kekuatannya bahkan jauh lebih kuat." Ucap Dewa Laut.
" Tempat ini adalah tempat milik dewa naga. Jika kalian tidak pergi dari sini, maka kalian akan dimusnahkan di tempat ini." Ucap Ryun.
" Aku adalah penguasa daratan langit. Aku biasa saja aku membunuhmu sekarang juga." Ucap Dewa bintang.
Lalu di tangan dewa bintang muncul pusaran energi yang sangat kuat dan mengarahkannya kearah Liu Liang.
" Tebasan naga agung"
Roarrrgggg
Boooommmm
" Di sini orang yang tidak di izinkan di larang masuk." Ucap Liu Liang.
" Pergi dari sini sebelum aku merubahmu menjadi abu." Ucap suzaku.
" Baik. kami akan pergi. Tapi, aku akan melakukan apapun untuk menjadi penguasa alam semesta." Ucap Dewa laut lalu menghilang.
" Paman. bukankah kekuatan dewa laut jauh diatasku, tapi mengapa dia bisa kalah hanya dengan serangan tapakku saja?" Tanya Liu Liang.
" Baik, aku mengerti paman." Ucap Liu Liang.
" Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu paman" Ucap Liu Liang.
" Baiklah. Ingat jaga dirimu baik-baik" Ucap Genbu.
" Baik paman"
Wusss
Wuss
Liu Liang lalu menghilang dari kolam itu dan muncul kembali di tempat dia berada terakhir kalinya.
Di tempat yang sangat jauh...
" Akhhhhh sialan. Bagaimana bisa kristal elemen itu menghilang?" Tanya Dewa Laut sambil memukul sebuah meja.
" Maaf kalau boleh tahu, mengapa anda kabur dari anak kecil yang tadi?" Tanya Dewa bintang.
" Dasar bodoh. Apakah kau tidak merasakan aura penindasan dari anak itu?" Tanya dewa laut dengan kesal.
" Bukankah itu hanya aura biasa ya?" Tanya Dewa bintang.
__ADS_1
" Dasar bodoh. Aura yang dimiliki oleh anak itu, adalah aura seorang penguasa, itu artinya kristal elemen milik dewa naga sudah dia serap." Jelas Dewa Laut.
" Tunggu. Apakah kau pernah melihat ada singa dengan lambang bulan di dahinya di dunia langit?" Tanya Dewa laut.
" Tidak pernah." Jawab Dewa bintang.
" Sialan. Bocah itu mendahuluiku." Ucap dewa laut.
" Tuan, mengapa tuan tidak mencoba untuk mencari mayat milik dewa Ashura saja. Kudengar kekuatannya sama kuatnya dengan kekuatan dewa naga, terutama elemen kegelapan dan elemen air miliknya." Ucap salah satu bawahan dewa laut.
" Baik, aku akan mencari keberadaan kristal elemen milik dewa Ashura dan menjadi penguasa alam semesta." Ucapnya.
Kembali ke Liu Liang...
Liu Liang terus terbang menembus lebatnya pepohonan di hutan merah. Bahkan saking lebatnya, cahaya tidak dapat menembus ke kedalaman hutan.
" Tuan, apakah yang kau cari di hutan ini?" Tanya Arsan melalui telepati.
" Eh, kau sudah bisa berbicara?" Tanya Liu Liang.
" Tidak aku hanya bisa berkomunikasi dengan tuan melalui telepati saja." Jawab Arsan.
" Mengapa tuan tidak berlatih saja untuk meningkatkan kemampuan tuan?" Tanya Arsan.
" Yang kau katakan itu ada benarnya, tapi aku ingin mencari sumber daya sekaligus memecahkan misteri yang ada di dalam hutan ini." Jawab Liu Liang.
Di bagian inti hutan merah...
" Bagaimana bisa ada manusia yang bisa memasuki hutan ini?" Tanya burung Virmilion.
" Aku juga tidak tahu." Jawab seekor singa
" Mati saja kau dasar lemah." Ucap Virmilion tersebut lalu dari kepakan sayapnya, keluar api dan membakar sebagian hutan dalam sekejap. Api itu terus meninggi, bahkan api itu mulai menyebar lebih luas dari sebelumnya.
" Tuan, lihat di sana." Ucap Arsan.
" Kebakaran. Tapi siapa yang menyebabkan bagian inti hutan terbakar?" Tanya Liu Liang.
" Mungkin saja ini adalah ulah seekor hewan ilahi. Karena tidak mungkin hewan-hewan di hutan ini memiliki kekuatan sebesar itu." Ucap Arsan.
" Itu adalah api. Hanya seekor burung phoenix dan burung virmilion yang dapat melakukannya. Tapi, paman bilang mereka tidak memiliki keturunan, itu artinya di dunia ini tidak ada yang namanya burung phoenix." Ucap Liu Liang.
Wusss
Wussss
Liu Liang menggunakan elemen kehampaan miliknya untuk bergerak dengan cepat, sehingga hanya dalam sekejap, dia sudah sampai di bagian inti hutan merah.
" Elemen air, gelombang tsunami" Ucap Liu Liang.
Wusssss
Wussss
__ADS_1
Sesaat kemudian, tiba-tiba gelombang besar yang di iringi dengan hujan lebat muncul dan memadamkan api yang membakar hutan merah. Bahkan membuat beberapa hewan hampir mati.