Dewa Semesta

Dewa Semesta
Chapter 18 melawan pasukan Kekaisaran Bulan


__ADS_3

" Hai kau anak kecil. Ini urusan kami, dan kau tidak punya hak untuk menghalangi kami untuk menaklukan benua yang tak memiliki penguasa ini. Kau hanya perlu tunduk dan patuhi perintah kaisar bulan." Ucap salah jenderal kekaisaran bulan


Boooommmm


Tanpa membalas ucapan jenderal tersebut, Liu Liang menembakkan tombak cahaya kearah kepala jenderal tersebut sehingga dia mati dengan kepala bocor.


" Siapa pun yang memasuki benua teratai emas tidak di ijinkan melukai atau pun berpikir untuk menaklukan benua ini." Ucap Liu Liang.


Liu Liang lalu terbang keatas langit. Dia lalu menggerakkan tangannya kesana kemari dan di balas dengan ejekan oleh prajurit kekaisaran bulan.


" Ha..ha..ha ..ha.. Bocah, apakah kau ingin melakukan pertunjukan tari?" Tanya seorang prajurit.


" Ya, tapi ini adalah tarian yang akan mengantarkan kalian kepada dewa neraka." Ucap Liu Liang.


" Badai gurun"


" Ha..ha..ha..ha.. Dasar bocah bodoh, aku kira badai pasir, tapi nyatanya di sini tidak ada sebutir pasir pun." Ucap Prajurit tersebut.


Sementara itu, dari keempat sisi, badai gurun, yang terlihat seperti tsunami menerjang prajurit kekaisaran bulan dan menghabisi nyawa mereka.


" Terima kasih anak muda, karena kau telah menyelamatkan kami." Ucap seorang wanita.


" Sama-sama bibi. Ini sudah menjadi kewajibanku untuk menyelamatkan orang yang membutuhkan." Ucap Liu liang.


"Jaga diri kalian baik-baik." Ucap Liu Liang lalu melesat kearah lain dengan kecepatan kilat.


di tempat lain, lebih repatnya di hutan kabut ungu, Kaisar moon Lie menyuruh beberapa warga yang dia tangkap untuk menebang pohon yang ada di sana untuk di jadikan tempat membangun istana.


" Cepat, tebang pohon ini. Jika tidak, aku akan menghukum kalian." Hardik kaisar Moon Lie.


" Maaf, tapi pohon di tempat ini tidak dapat di tebang. Jika satu pohon di tebang, maka lima pohon baru akan tumbuh menggantikan satu pohon yang mati." Jelas salah satu warga.


" Halah, mana ada pohon yang seperti itu, kau jangan coba-coba membohongiku." Ucap kaisar Moon Lie sambil menampar warga tersebut.


Boooommm...

__ADS_1


Tiba-tiba saja, sebuah bola cahaya mendarat di tengah-tengah pasukan moon Lie yang membuatnya terkejut sekaligus marah.


" Sialan, siapa yang berani menyerangku diam-diam?" Teriak Moon Lie.


" Maaf, seharusnya aku yang bertanya di sini, siapa yang mengizinkanmu menginjakkan kaki di sini dan mencoba menaklukan benua ini?" Tanya Liu Liang.


" Hai kau, dia adalah kaisar bulan, seharusnya kau memberi hormat kepadanya bukannya bersikap lancang padanya." Teriak seorang komandan.


" Maaf saja, di sini tidak ada yang namanya kaisar atau apa pun itu. di sini semua orang memiliki derajat yang sama, tidak ada yang namanya bangsawan, bagiku, kaisar hanyalah sebuah gelar biasa. Yang patut di hormati adalah pemimpin yang adil dan tidak semena-mena kepada siapa pun walaupun itu bukan rakyatnya." Ucap Liu Liang.


" Ciih, Kau dan semua rakyat benua ini hanyalah budak saja, dan aku adalah penguasa benua ini." Ucap Moon Lie.


" Jika kau adalah penguasa benua ini, maka cabutlah tombak itu." Ucap Liu Liang sambil menunjuk kearah tombak naga langit atau tombak teratai emas.


" Hanya tombak biasa. Bahkan aku bisa mencabutnya tanpa menggunakan kekuatanku." Ucap Moon Lie sombong.


Sementara itu, lima orang pemuda yang sedang mengawasi tempat itu terkejut dengan kemunculan tombak itu. Mereka berlima adalah murid sekte Giok dan sekte es yang sedang mengawasi tempat itu.


" Itu adalah tombak penguasa, bagaimana bisa tombak itu ada di sana?" Tanya salah satu dari mereka.


" Mudah-mudahan saja dia adalah kaisar naga langit." Ucap yang lain.


" Memangnya kenapa kau berharap begitu?" Tanya seorang pemuda berambut perak.


" dia memiliki jiwa pemimpin dalam dirinya. Dan lagi dia tidak membeda-bedakan status seseorang. Bukankah pemimpin seperti itu yang di tunggu-tunggu oleh semua orang?" Tanya pemuda yang berdiri paling depan.


Keempat rekan pemuda tersebut menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan pemimpin mereka. Yang mana pemimpin haruslah berjiwa ksatria, dan tidak membeda-bedakan status seseorang dan yang lebih penting, orang itu haruslah adil.


Kembali ke Liu Liang.


Dengan sombongnya, kaisar Moon Lie berjalan kearah tombak itu, dan berniat mencabutnya. Tapi belum juga menyentuh tombak tersebut, dia sudah terpental sejauh dua ratus meter.


" Kau lihat. Jangankan mencabutnya , mendekatinya saja kau tidak mampu. Dan juga tombak ini sendiri yang akan memilih tuannya. Dan siapa pun yang di pilihnya, maka orang itu adalah kaisar naga langit, bahkan jika orang itu bukan keturunan kaisar terdahulu ucap Liu Liang sambil mengarahkan tangannya kearah tombak terarai emas.


Wussss

__ADS_1


Tombak itu kemudian tercabut dengan sendirinya dari tanah dan muncul di telapak tangan Liu Liang.


" Tarik semua pasukanmu dari tempat ini sebelum aku yang membuatmu mundur." Ucap Liu Liang.


" Ciih, jika aku membunuhmu sekarang, maka tombak itu akan menjadi milikku, dan dengan begitu aku yang akan menjadi penguasa benua ini." Ucap kaisar Moon Lie lalu menyerang Liu Liang menggunakan tombaknya.


Boooommm


Tapi, lagi-lagi, Moon Lie terbang sejauh 200 meter dengan luka dalam yang parah dan juga tombaknya hancur.


" Sudah kukatakan padamu, pergi dari sini, atau aku yang akan membuatmu pergi" Ucap Liu Liang.


" Sialan kau. Kali ini aku benar-benar akan membunuhmu." Ucap Moon Lie.


Moon Lie kemudian mengeluarkan sebuah giok putih dan dia menggunakan energi alamnya untuk menghancurkan giok tersebut


" Kau memang adalah kaisar benua ini, tapi kau tidak memiliki satu pasukan pun." Ucapnya.


Beberapa saat kemudian, muncul sebuah portal. Dan dari dalam portal itu, ribuan pasukan keluar dan berlutut di hadapan Moon Lie.


" Hormat kami yang mulia." Ucap mereka.


" Sekarang tugas kalian adalah, bunuh pemuda itu, dan berikan tombak itu padaku." perintah Moon Lie kepada pasukan yang ada di hadapannya .


" Baik yang mulia." Jawab mereka.


Sementara itu, Liu Liang hanya tersenyum sinis. Lalu dia juga membuat sebuah portal di langit, dan dari sana Ryun, Genbu, Russel Arion, Azure, dan suzaku serta Ryu Jian keluar dari dalam portal.


" Ada Liang'er, mengapa kau memanggil kami?" Tanya Genbu.


" Aku ingin paman membantuku melawan pasukan itu. Karena kekuatan mereka sudah mencapai ranah dewa fana. Seandainya mereka hanya ranah kaisar mungkin aku bisa melawannya, dan lagi mereka sangat banyak." Ucap Liu Liang.


" Baiklah." Ucap Genbu.


Mereka berenam kemudian melesat dan membunuh semua pasukan yang di laluinya.

__ADS_1


" Dan paman Ryu Jian, aku ingin paman membersihkan seluruh pasukan kekaisaran bulan yang ada di sekitar sini." Ucap Liu Liang.


__ADS_2