Dewa Semesta

Dewa Semesta
Chapter 20 Istana Bulan Kabut


__ADS_3

Salju yang turun kemudian membeku dan melapisi semua dinding logam. dinding itu, setinggi 50 meter, dengan dilapisi oleh es yang tidak bisa mencair.


Kemudian Patriak sekte giok, kemudian menciptakan sebuah kubah yang menutupi bagian atas dinding berlapis es tersebut. Kini istana kekaisaran sudah hampir jadi.


Istana kekaisaran terdiri dari tiga bangunan yang mana satu bagian adalah taman, istana utama, dan istana yang lebih kecil.


Wusss


Wussss


Patriak Tao Yuan juga tidak mau kalah. Dia mengeluarkan elemen cahaya miliknya dan membentuk matahari emas yang dia pasang 50 cm dari bawah kubah ketiga bangunan istana utama dan istana yang lebih kecil.


" Hai pak tua. Harusnya kau membentuk teratai emas karena ini adalah istana kekaisaran teratai emas, bukannya matahari emas." Protes patriak sekte bulan sabit.


" Heh, kau pikir itu hanya hiasan belaka. Matahari itu adalah lampu penerang istana dimalam hari. Dan juga fungsinya sama seperti lentera yang ada di sektemu itu." Balas Tao Yuan.


" Baik, untuk istana ini, lebih baik dinamakan istana matahari, dan ketiga bagian istana ini akan kuberi nama istana bulan kabut." Ucap Liu Liang.


" Ya..ya..ya.. Sekarang aku sendiri yang akan membuat taman istananya." Ucap Patriak sekte Bulan sabit.


Patriak sekte bulan sabit kemudian membuat sebuah taman di samping istana. Taman itu di hiasi dengan bulan sabit, dan bintang yang tersebar di penjuru dinding taman, tak lupa juga dia menciptakan sebuah awan sebagai pelengkap di taman tersebut.


" Taman ini akan kuberi nama taman bulan sabit." Ucap Liu Liang.


" Mereka semua kemudian masuk dan berjalan menuju ke pusat istana untuk membuat sebuah singgasana.


" Yang mulia, biarkan aku yang membuat singgasananya." Ucap Patriak sekte awan kabut mengajukan diri.


" Biar aku saja yang mulia." Ucap Patriak sekte giok.


" Aku saja. Kalian berdua sudah banyak melakukan sesuatu. Aku hanya baru membuat matahari saja." Ucap patriak Tao Yuan.


" Aku saja" Ucap Patriak sekte es.


" Aku saja" Bantah patriak sekte bulan sabit.


Kini di ruangan itu menjadi riuh karena patriak sekte giok, patriak sekte bulan sabit, patriak Tao Yuan, dan patriak sekte awan kabut berdebat tentang siapa yang membuat singgasananya.


" Kalian ini sudah dewasa, bahkan umur kalian sudah hampir 100 tahun, tapi kalian masih bertingkah seperti anak kecil" Ucap Genbu.


" Kalian semua sudah berpatisipasi. Sekarang giliran kami lagi." Ucap Azure.

__ADS_1


" Saudara Ryun membuat tempat pelatihan prajuritnya, suzaku membuat barak militer, Aku dan saudara Azure membuat singgasananya, Saudara Russel dan Arion membuat tempat kediaman Kaisar, dan saudara Ryu Jian membangun pelengkap istana berupa lampu hias, dan lainnya." Jelas Genbu.


" Baik sekarang kerjakan tugas kalian." Ucap Genbu.


" Baiklah." Jawab mereka berlima.


Ryu Jian, Arion, Russel, suzaku, Dan Ryun mulai melaksanakan tugas mereka. Sementara Azure dan genbu mulai membuat singasananya.


" Hm, ngomong-ngomong siapa nama paman-paman sekalian?" Tanya Liu Liang.


" Maafkan kami sebelumnya yang mulia. Namaku Tao Yuan patriak sekte Cahaya kebenaran. "


" Namaku Wu Xiang, patriak sekte bulan sabit."


" Namaku Hao Jing patriak sekte Awan kabut"


" Namaku Han Xiao, patriak sekte Giok,"


" dan namaku Gao Ti patriak sekte Es."


Ucap mereka memperkenalkan diri.


" Baiklah paman. Sekarang paman istirahat saja, biar aku yang mengurus sisanya." Ucap Liu Liang.


" Paman Yuan, kalian semua sudah membantu untuk membangun istana ini, maka kalian istirahat saja, lagi pula aku merasa tidak enak karena paman semua bekerja tapi aku hanya menonton saja." Ucap Liu Liang.


Mereka berlima hanya pasrah saja dan memilih untuk menuruti perintah Liu Liang, yang mereka anggap sebagai kaisar mereka.


Sementara itu, Liu Liang berjalan menuju ke halaman istana, dan membuat sebuah patung, yang mana patung itu, adalah patung naga yang di letakkan di kedua sisi pintu gerbang. Lalu di pintu gerbang, terdapat sebuah simbol teratai emas.


" Kak, aku pikir akan lebih bagus untuk membuat sebuah tempat khusus untuk menancapkan tombak teratai emas." Ucap Arsan.


" Kau benar. Aku hampir melupakan hal itu." Ucap Liu Liang.


" Hm, bagusnya di buat dimana ya?" Tanya Liu Liang.


Liu Liang lalu mengeluarkan tombak teratai emas. Saat Liu Liang mengeluarkan tombak itu, tombak teratai emas melayang sendirinya dan menancap tak jauh dari tempat Liu Liang berdiri.


" Baiklah kalau tempat itu yang kau suka." Ucap Liu Liang lalu membuat sebuah prasasti . Dalam prasasti itu tertulis sama persis seperti yang tertulis di prasasti tugu, tempat Liu Liang menemukan tombak teratai emas. Dan di tengah-tengah prasasti itu, terdapat lubang untuk menancapkan tombak teratai emas.


" Sekarang semuanya sudah lengkap." Ucap Liu Liang lalu menyimpan kembali tombak teratai emas.

__ADS_1


Sementara itu, patriak sekte Giok dan sekte bulan sabit memutuskan untuk membuat patung Liu Liang di taman bulan sabit.


Beberapa saat kemudian patung Liu Liang sudah jadi, lengkap dengan tombak teratai emas, dan mengenakan sebuah jubah.


" Seperti yang di harapkan dari patriak sekte giok." Ucap Wu Xiang


" Haiss, paman ini ada-ada saja." Ucap Liu Liang tiba-tiba muncul.


" Lagian kami juga bosan istirahat." Ucap patriak Han Xiao.


" Hm, singgasananya sudah selesai." Ucap Genbu.


" Kami juga sudah menyelesaikannya." Ucap Ryun dan yang lainnya.


" Baiklah, sekarang tinggal prajurit kekaisaran. Kita akan merekrutnya besok pagi." Ucap Liu Liang.


" Hm, karena paman-paman sekalian sudah banyak membantu, maka aku juga ingin memberikan sebuah jabatan kepada paman." Ucap Liu Liang.


" Sebaiknya Genbu saja yang jadi penasihat kaisar, karena dia memiliki pengetahuan yang luas dan sifat yang bijak." Ucap Tao Yuan.


" Untuk jenderal istana, bagaimana kalau paman Azure, Paman Ryun, dan paman suzaku." Ucap Liu Liang.


" Kalau unit mata-mata, biar aku saja. Aku ahli dalam hal mata-mata, dan menyusup." Ucap Hao Jing.


" Apakah paman Tao Yuan menjadi perdana menteri, paman Wu Xiang jadi jenderal perang ." Ucap Liu Liang.


" Kalau paman tidak tertarik dengan jabatan di istana." Ucap Patriak Gao Ti.


" Begitu juga dengan paman." Ucap Han Xiao.


" Kalau begitu paman Gao Ti, dan Paman Han Xiao jadi jenderal bayangan saja, bagaimana?" Tanya Liu Liang.


" Sepertinya itu menarik." Ucap Han Xiao dan Gao Ti.


Untuk paman Ryu Jian, Paman Russel dan Arion jadi Jenderal juga sama seperti paman Azure, paman Ryun, dan paman suzaku." Ucap Liu Liang.


" Hm, Jenderal Naga Langit, sepertinya cocok untuk kalian berenam." Ucap Tao Yuan.


" sebutan itu sangat pas. Kaisar Naga Langit, dan enam Jenderal Naga Langit." Ucap Genbu.


" Kau ini ada-ada saja, saudara Genbu." Ucap Azure.

__ADS_1


" Jenderal naga, Jenderal Cigau, jenderal Chimaera, jenderal Phoenix, jenderal burung surgawi, dan jenderal Qilin." Ucap Tao Yuan.


__ADS_2