Dewa Semesta

Dewa Semesta
Chapter 25 Surga Langit I


__ADS_3

Sementara itu, Liu Liang yang dari tadi mengawasi pembicaraan mereka hanya tersenyum saja.


" Kak, kau ini, aku hampir saja jatuh." Gerutu Arsan.


" Ya, habisnya mulutmu itu tidak mau berhenti bicara, jadi, aku menggunakan elemen kehampaan, agar aku bisa sampai dengan cepat." Ucap Liu Liang.


" Kak, apakah kau tertarik dengan kaisar bulan itu?" Tanya Arsan.


" Ya, awalnya aku mengira kaisar bulan ikut memperebutkan surga Langit, tapi ternyata tidak." Jawab Liu Liang


Arsan hanya menganggukkan kepalanya saja, dan kembali fokus kepada perdebatan ketiga kaisar itu.


" Itu hanya menurutmu saja, dan mungkin saja cerita tentang kemunculan tombak itu hanya di lebih-lebihkan saja." Ucap Kaisar Qing Yuan.


" Terserah apakah kalian ingin percaya atau tidak, yang jelasnya kita tidak akan bisa memasuki pulau itu." Ucap Moon Chan.


" Ciih, baik, kalau begitu biar kami berdua saja yang membagi pulau itu." Ucap kaisar Long Heian lalu dia melesat ke pulau itu bersama dengan dengan kaisar Qing Yuan.


Booommmm


Tapi, sialnya saat sudah hampir mencapai pulau terapung itu, mereka berdua terhempas kebelakang seakan-akan ada kekuatan yang mendorong mereka.


" Dasar serakah. Orang seperti kalian tidak akan bisa memasuki pulau ini. Orang yang boleh memasuki pulau ini hanya yang memiliki hati bersih dan tidak serakah seperti kalian." Ucap sebuah suara yang tak lain adalah Liu Liang.


" Dasar bocah, ada urusan apa, kau menyerang kami berdua?" Tanya Long Heian.


" Oh, maaf saja. bukan aku yang menyerang kalian, aku hanya di beri tahu oleh seseorang jika yang bisa memasuki pulau ini hanyalah orang berhati bersih, dan tidak serakah seperti kalian. Dan yang di izinkan masuk hanya kaisar bulan, dan kalian tak di izinkan masuk." Ucap Liu Liang.


" persetan dengan ucapanmu itu. Aku tidak peduli dengan ucapan bocah sepertimu." Ucap kaisar Qing Yuan lalu mencoba untuk memasuki pulau itu, tapi lagi-lagi, dia terhempas kebelakang.


" Sudah aku bilang, kalau kalian tidak boleh masuk tanpa izin." Ucap Liu Liang.


" Siapa kau sebenarnya bocah?" Tanya Long Heian yang mulai penasaran dengan identitas Liu Liang.


" Aku hanya seorang petualang biasa yang kebetulan lewat di sini" Jawab Liu Liang lalu berbalik dan mendarat di hadapan Kaisar Moon Chan.


" Kalau tidak salah tebak, kau pasti kaisar naga langit." Ucap Moon Chan.


" Bagaimana bisa seyakin itu?" Tanya Liu Liang.


" Saat kedua orang itu terdorong kebelakang saat mencoba memasuki pulau itu, tapi kau tidak terpengaruh oleh kekuatan pelindung pulau itu, walau sebenarnya kau sudah berada di dalam formasi pulau itu." Jawab Moon Chan.

__ADS_1


" Dan satu lagi, penampilanmu menunjukkan kalau kau seorang kaisar." Lanjutnya.


" Tapi, penampilan bisa menipu kan" Ucap Lou Liang.


" Terserah. Yang pasti aku yakin sekali jika kau adalah kaisar naga Langit." Ucap Moon Chan.


" Apakah kau tertarik untuk masuk ledalam.pulau itu?" Tanya Liu Liang.


" Ya, tentu saja, tapi apakah kau serius kalau aku di ijinkan untuk masuk?" Tanya Moon Chan


" Ya, tentu saja." Jawab Liu Liang.


Flashback


Saat Liu Liang sedang mengamati perdebatan ketiganya, tiba-tiba seseorang berbicara padanya melalui telepati.


" Selamat datang yang mulia." Ucap suara itu.


" Siapa kau?" Tanya Liu Liang.


" Anda tidak usah takut. Aku adalah pemilik pulau itu." Jawab suara itu.


" Apakah anda adalah dewa langit?" Tanya Liu Liang.


" Langsung saja. Aku ingin kau menjadi pemilik Surga langit, dan hanya pemuda yang duduk itu yang boleh masuk. Aku akan menemui anda lagi nanti." Ucapnya.


" Lencana giok itu dapat memindahkan dan menghilangkan pulau itu sesuai keinginanmu, tapi ingat yang di perbolehkan masuk hanya hanya orang tuamu, serta ke tujuh bawahanmu itu yang di izinkan masuk." Ucap Dewa langit.


" Satu lagi, jika kau sudah ingin meninggalkan dunia langit, sebaiknya berikan lencana giok itu kepada dewa kura-kura itu atau dewa Cigau. Karena mereka berdua memiliki sikap yang bijaksana." Ucap Dewa langit lalu suaranya menghilang.


...****************...


Liu Liang lalu melesat menuju ke pulau apung itu, tanpa mempedulikan kaisar Qing Yuan dan Long Heian.


" ARKKHH sialan. Aku akan menguasai benua ini, agar pulau itu menjadi milikku." Ucap Long Heian.


" Coba saja. Jika kau ingin mati dengan jiwa yang hancur." Ucap Liu Liang melalui telepati.


Liu Liang lalu menjetikkan jarinya lalu di belakang mereka berdua muncul lubang hitam yang menarik mereka dan membawa mereka ke suatu tempat.


Mereka berdua terus melesat menembus tujuh lapis formasi yang melindungi pulau tersebut. Setelah satu jam akhirnya mereka berdua berhasil masuk kedalam surga langit.

__ADS_1


" Waw, tempat ini sangat luas." Ucap Moon Chan.


" Kau benar. Aku belum pernah melihat tempat sebagus dan seindah tempat ini" Ucap Liu Liang.


" Bagaimana kalau kita berpencar. Aku kesana dan anda ke barat?" Tanya Liu Liang.


" Baiklah." Jawab kaisar Moon Chan.


" Kita akan bertemu lagi di sini dua bulan lagi." Ucap Liu Liang.


" Ya, baiklah." Jawab Moon Chan lalu melesat ke barat, sementara Liu Liang melesat ke timur.


Liu Liang terbang dengan kecepatan rendah, karena dia ingin menikmati pemandangan di surga langit dan mencari sesuatu yang dapat di ambil.


" Hm, kristal energi." Ucap Liu Liang sambil menunjuk ke arah sebuah kristal berwarna putih.


" Sepertinya kristal itu memiliki kualitas diatas kristal energi yang ada di benua teratai emas." Ucap Arsan.


Liu Liang laku mendarat tak jauh dari tempat kristal yang memiliki ukuran dua kali telapak tangan orang dewasa tersebut.


Liu Liang bukannya terpesona dengan kristal energi di depannya, malah dia heran melihat binatang di sana memberi hormat padanya, dan seakan-akan menyambutnya.


" Hm, aku suka dengan hewan yang ramah." Ucap Liu Liang sambil mengelus-ngelus bulu salah satu hewan yang ada di hadapannya.


" Kak, mereka sangat ramah, dan juga sangat kuat. Kalau tidak salah mereka kekuatan mereka setara dengan ranah dewa fana." Ucap Arsan.


Salah satu hewan yang ada di sana mencabut kristal putih itu dan memberikannya kepada Liu Liang.


" Terima kasih." Ucap Liu Liang


Hewan itu hanya mengangguk mendengar ucapan Liu Liang lalu pergi.


" Mungkin kakak bisa naik tingkat dengan kristal itu." Ucap Arsan.


" Kau benar, tapi aku menyerapnya nanti saja." ucap Liu Liang.


" Terima kasih atas sambutan kalian semua." Ucap Liu Liang lalu pergi.


" Ternyata dia orangnya ramah." Ucap seekor rakun.


" Benar. Ternyata tuan kita yang baru sangat baik." Ucap seekor singa.

__ADS_1


" Ya, dia memang baik. dan sepertinya singa yang duduk di bahunya itu bukan hewan biasa seperti kita." Ucap seekor temarin.


" Ya, auranya sangat menindas tadi, tapi aura tuan tadi, sangat lembut." Ucap serigala merah.


__ADS_2