Dewa Semesta

Dewa Semesta
Chapter 8 Pertarungan di klan Liu


__ADS_3

Dengan amarah yang memuncak, Liu Liang ingin melesat menuju ke penjara klan Liu tapi di hentikan oleh Arsan.


" Tunggu tuan. jangan pergi dalam keadaan marah. Tuan harus menyiapkan rencana terlebih dahulu karena bisa saja, ini hanyalah sebuah jebakan belaka." Ucap Arsan.


" Kau benar Arsan. Seharusnya aku berpikir jernih dan tidak di kendalikan oleh amarahku." Ucap Liu Liang.


Wusss


Wusss


Wusss


Liu Liang menggunakan elemen kegelapan untuk menciptakan kloning dirinya sendiri.


" Pergilah menuju aula klan. Buat kekacauan di sana dan alihkan perhatian Liu Nan dan para tetua klan Liu menjauh dari sana." Ucap Liu Liang.


" Baik." Jawab kloning Liu Liang.


Wusss


Kloning Liu Liang lalu melesat menuju keaula klan sedangkan dia sendiri melesat menuju ke penjara klan Liu.


" Paman, kau yang memulainya, jadi, jangan menyesali perbuatanmu." Ucap Liu Liang.


Sesaat kemudian, Liu Liang tiba di penjara bawah klan Liu. Terlihat di sana ada sekitar seratus orang praktisi yang menjaga penjara tersebut.


Wusss


Liu Liang kembali memunculkan kloningnya.


" Carilah keberadaan Liu Feng, dan sekap dia." perintah Liu Liang.


" Baik" Jawab kloning Liu Liang lalu melesat pergi.


" Baik, saatnya bermain-main."


" Elemen tanah, getaran tanah" Ucap Liu Liang.


Sesaat kemudian, tiba-tiba tanah bergetar dengan sangat keras sehingga para penjaga penjara panik dan hendak melarikan diri.


" Elemen Petir, sambaran petir penghukum"


Jedarrrrr


Jedarrrr


Jedarrrrr


Booommm


Belum sempat mereka menenangkan diri karena gempa, mereka di kejutkan dengan adanya petir yang menyambar beberapa penjaga dan mengubahnya menjadi kabut darah.


" Elemen kristal, Giok berkilau."

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, sebuah kilatan cahaya berwarna Cyan menembus gelapnya malam dan mengubah semua orang menjadi giok berwarna Cyan dan menyisakan satu orang yaitu tetua ketiga klan Liu.


" Apa kabarmu paman?" Tanya Liu Liang yang sontak membuat tetua ketiga menjadi terkejut .


" Kau..."


" Ya ini aku. Awalnya aku mengira, paman adalah orang baik, tapi ternyata paman adalah orang suruhan dari Liu Nan untuk mencari tahu tempat persembunyian dari orang tuaku." Ucap Liu Liang.


" Ma..ma..maafkan paman Liang'er." Ucapnya.


" Ciih. Tidak ada maaf untuk pengkhianat seperti paman"


" Elemen kristal, giok penyerap darah" Ucap Liu Liang.


Lalu di tangan Liu Liang muncul sebuah giok berwarna merah. Lalu Liu Liang melemparkannya kepada tetua ketiga.


" Arggggg. Liang'er, singkirkan kristal ini dariku. Kristal ini menyerap semua darahku." Ucap Tetua ketiga.


" Sudah terlambat paman." Jawab Liu Liang.


Tak lama kemudian, tetua ketiga pun mati dengan kondisi yang sangat mengenaskan.


Setelah membakar semua mayat yang ada di depan penjara, Liu Liang melesat masuk kedalam penjara klan Liu.


Betapa terkejutnya Liu Liang saat melihat orang tuanya dan kakaknya berada dalam kondisi yang mengenaskan dimana kultivasi mereka di hancurkan.


Liu Liang kemudian menghancurkan gembok penjara tersebut dan mengeluarkan ayah, ibu dan kakaknya.


" Tuan kondisi mereka cukup parah. Sangat sulit untuk menyembuhkan luka yang mereka derita." Ucap Arsan melalui telepati.


Saat sedang berbicara dengan Arsan, salah satu bayangannya datangnya dengan membawa Liu Feng.


" Kita bertemu lagi Liu Feng." Ucap Liu Liang.


" Lepaskan aku, atau ayahku akan menghukummu." Ancam Liu Feng.


" Maksudmu Liu Nan. Aku tidak tahu bagaimana kondisinya sekarang, yang jelasnya aku akan menyiksamu seperti yang sudah kau lakukan padaku." Ucap Liu Liang.


Booommm


Selesai berkata seperti itu, tiba-tiba terdengar sebuah ledakan dari dalam tubuh Liu Feng yang menandakan kultivasinya sudah di hancurkan.


" Arggggg. Sialan kau. Kembalikan kuktivasiku." Ucapnya sambil berguling-guling di tanah.


Tanpa menghiraukan Liu Feng, Liu Liang menutup matanya, dan memanggil Ryun.


" Ada apa Liang'er, mengapa kau memanggilku?" Tanya Ryun yang tiba-tiba saja muncul.


" Paman, apakah paman bisa membawa ayah ibu dan kakakku ke kolam putih?" Tanya Liu Liang.


" Untuk ayah dan ibumu, aku bisa membawanya. Tapi, aku tidak bisa membawa kakakmu." Jawab Ryun yang membuat Liu Liang terkejut.


" Memangnya kenapa paman?" Tanya Liu Liang.

__ADS_1


" Coba kau perhatikan baik-baik. Kultivasi kakakmu bukan di hancurkan, tapi dia sembunyikan. Bukan hanya itu, auranya juga adalah aura seorang iblis, dan jiwanya bukanlah jiwa seorang manusia, melainkan jiwa iblis." Jawab Ryun.


" Apa? Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang paman?" Tanya Liu Liang.


" Untungnya dia tak sadarkan diri. Jadi, aku bisa menyegelnya sekarang" Ucap Ryun.


Lalu dia kemudian membuat segel tangan yang rumit, lalu sebuah sinar berwarna hijau berbentuk seekor burung berwarna putih keemasan melesat dan menyegel tubuh dan jiwa Liu Xiang.


Sesaat kemudian, Liu Xiang sadar dan matanya menatap Liu Liang dengan tatapan yang menyeramkan.


" Beritahu padaku, dimana kakakku kau sembunyikan?" Tanya Liu Liang.


" Apa maksudmu adik. Aku ini kakakmu" Jawab Liu Xiang.


" Sudahlah jangan berbohong lagi padaku, kau bukanlah kakakku, tapi kau adalah iblis." Ucap Liu Liang.


" Ha..ha..ha..ha.. Akhirnya kau menyadarinya juga. Memang benar aku adalah iblis. Aku di tugaskan oleh Raja iblis untuk mencari keberadaan dewa semesta menggunakan tubuh orang ini." Ucapnya.


" Katakan padaku, dimana kakakku berada?" Bentak Liu Liang.


" Aku tidak tahu. Mungkin saja dia sudah diubah menjadi iblis oleh Raja Mo Tun." Jawabnya lagi.


" Ciih, sialan. Aku pasti akan membalas kalian dan membawa kakakku kembali." Ucap Liu Liang lalu menyegel kesadaran Liu Xiang.


Tak lama kemudian, kloning Liu Liang yang satunya lagi muncul dan membawa Liu Nan dengan kondisi yang mengenaskan.


Booooommmm


Liu Liang memukul bagian bawah pusar Liu Nan yang membuat Liu Nan berguling-guling kesakitan.


" Elemen cahaya, segel cahaya suci"


Swuussss


Tiga buah cahaya keluar melesat kearah Liu Nan, Liu Feng, dan Liu Xiang.


" Apakah tugasmu sudah selesai?" Tanya Liu Liang kepada kloningnya.


" Ya, dan semua pengkhianat klan Liu sudah di musnahkan, tanpa sisa." Ucap Liu Liang.


" Apakah masih ada anggota klan yang tersisa?" Tanya Liu Liang.


" Tidak ada yang tersisa, tapi, ada sebagian yang pergi mengungsi dan mereka adalah anggota klan yang memihak ayah." Ucap kloning Liu Liang.


" Dimana mereka?" Tanya Liu Liang.


" Mereka saat ini berada di kota Ombak, dan mereka membangun kediaman baru di sana." Ucap Kloning Liu Liang.


" Baiklah, kembalilah." Ucap Liu Liang.


Kloningan Liu Liang mengangguk lalu berubah menjadi butiran cahaya berwarna hitam lalu masuk kedalam tubuh Liu Liang.


" Paman, bagaimana dengan ketiga orang ini?" Tanya Liu Liang.

__ADS_1


" Mungkin paman bisa memenjarakannya di dimensi kehampaan milikku." Jawab Ryun lalu dia membuat segel tangan yang rumit dan seketika Liu Xiang, Liu Nan, dan Liu Feng menghilang.


__ADS_2