
Arsan hanya mengangguk mendengar penjelasan dari dewa naga.
" Jadi, begitu. Tapi bagaimana kalau keturunan kakak akan saling bertarung?" Tanya Arsan.
" Kalau soal itu aku tidak tahu, karena aku hanya di beritahu tentang takdir Liang'er." Jawab Dewa naga.
Sementara itu, Liu Liang terus menyerap energi alam di tempat tersebut. Hingga tanpa dia sadari, waktu sudah berlalu, dan kini dia sudah berkultivasi selama empat tahun, atau dua tahun di dunia luar.
Liu Liang membuka matanya karena energi alam di tempat itu sudah habis dia serap. Bukan hanya itu kultivasinya juga sudah menembus ranah grand master bintang 1.
" Sudah berapa lama aku duduk di sini?" Tanya Liu Liang karena dia melihat tubuhnya semakin tinggi dari sebelumnya, hanya saja rambutnya masih tetap sama seperri sebelumnya.
Saat sedang dalam kebingungan, sesuatu yang aneh terjadi padanya. Matanya tiba-tiba terasa sakit, dan dari matanya darah emas menetes.
" Arggggg, mengapa mataku sakit sekali?" Tanya Liu Liang.
Semakin lama, rasa sakit itu, semakin kuat. Liu Liang seperti di bakar oleh api yang sangat panas sehingga dia berteriak seperti orang dengan gangguan jiwa.
Arggghhh
Arggghhh
Raggghhhh
Arggghhh
Liu Liang berteriak sambil berguling-guling menahan rasa sakit yang di rasakannya. Setelah satu jam, akhirnya rasa sakit itu mereda. Liu Liang membuka matanya perlahan-lahan, dan penglihatannya berkali-kali lebih tajam dari sebelumnya.
Bukan hanya itu, beberapa teknik mata tiba-tiba muncul di ingatannya.
" Hm, teknik mata semesta." Ucap Liu Liang.
" Tapi, darimana teknik mata ini berasal?" Tanyanya.
" Teknik itu di anugerahkan khusus untukmu. jadi, jangan menyia-nyiakannya. Dan jangan menggunakannya untuk melakukan hal buruk." Ucap Dewa naga.
" Waktu guru sudah habis. Ini, berikan liontin ini kepada anak sulungmu, jika suatu-saat, kau sudah memiliki anak." Ucap Dewa naga.
" Ini sebagai hadiah dariku. Ingat berikan ini hanya kepada anak pertamamu saja." Ucap Dewa naga.
" Guru, aku saja belum punya istri, guru sudah membahas tentang seorang anak." Ucap Liu Liang lalu mengambil Liontin giok tersebut.
" Dan kalung ini, di berikan kepada anakmu yang lahir di nirwhana kelak." Ucap Dewa naga memberikan kalung giok yang sama. Jika yang pertama adalah kalung giok perak, tapi kali ini berwarna emas.
__ADS_1
" Terima kasih guru." Ucap Liu Liang.
Swuzzz
Dewa naga kemudian berubah menjadi butiran-butiran cahaya dan menyebar ke segala penjuru.
" Terima kasih guru, aku akan selalu mengingat semua nasehat guru padaku." Ucap Liu Liang lalu bersujud sebanyak tiga kali di tempat terakhir Dewa naga berdiri.
" Kak, sudah saatnya kita keluar." Ucap Arsan.
" Oh iya kak.Sebelum pergi Yang mulia dewa naga memberitahuku jika kakak hanya boleh menikahi seorang manusia yang memiliki tubuh cahaya, dan seorang manusia yang dewi dengan tubuh dewi alam yang ada di nirwhana." Ucap Arsan lalu melompat ke bahu Liu Liang.
Wussss
Liu Liang lalu menghilang dari tempat tersebut dan sudah berada di luar candi emas itu. Liu Liang menatap candi emas itu yang perlahan-lahan warnanya berubah menjadi perak, lalu berubah menjadi batu, hingga akhirnya runtuh.
" Terima kasih guru, aku akan menjadi penguasa yang baik." Ucap Liu Liang lalu melesat meninggalkan tempat tersebut.
Di benua teratai emas sendiri, terjadi kekacauan. Dimana, pasukan benua bulan mengarahkan armada untuk menguasai benua teratai emas dan mencari orang yang ada dalam ramalan tersebut.
" Hancurkan seluruh sekte-sekte besar yang tidak mau tunduk kepada perintahku." Ucap Kaisar Moon.
" Baik" Jawab para prajurit benua bulan, lalu melesat.
" Lapor yang mulia. Tidak ada satu pun sekte besar yang dapat kami taklukan. Semuanya hanyalah sekte kecil dan juga klan-klan yang ada di sini semuanya hanya klan yang lemah saja." Jelas seorang komandan.
" Siap laksanakan yang mulia" Jawab prajurit tersebut.
Booommm
Booommm
Booommmm
Booommm
Terjadi ledakan dimana-mana. Para prajurit kekaisaran bulan menghancurkan semua kota yang mereka lalui dan menculik paksa semua wanita untuk di jadikan pemuas nafsu.
Di sekte Cahaya Surga...
" Patriak Yuan, bagaimana langkah kita selanjutnya?" Tanya Patriak Sekte bulan sabit.
" Ya patriak, pasukan kekaisaran bulan menghancurkan kota satu persatu dan menyiksa masyarakat." Ucap patriak awan kabut.
__ADS_1
" Kekuatan kita tidak akan cukup untuk mengalahkan mereka. Kecuali kita menggabungkan kekuatan kita membentuk suatu kekaisaran." Jelas patriak Tao Yuan.
" Tapi, Sekte Giok dan sekte Es tidak mau bergabung dengan kita kecuali ada seseorang yang mendapatkan tombak pusaka kekaisaran di masa lalu." Jelas patriak sekte Awan kabut.
" Kejadian 2 tahun yang lalu, sudah membuktikan jika tombak itu sudah di temukan oleh seseorang. Dan menurutku, orang itu yang akan menjadi kaisar naga langit." Ucap patriak Tao Yuan.
" Aku juga berpikiran begitu. Tapi mereka tidak percaya sebelum melihatnya sendiri. Dan juga mereka membantu para warga yang kesulitan, dan terus mengawasi semua tempat di wilayah ini." Jelas patriak sekte bulan sabit.
" Tapi, kejadian ini sudah hampir dua tahun. Kaisar Moon itu sangat serakah." Ucap Patriak Tao Yuan.
" Benar. Kita harus menghancurkannya sekarang juga." Ucap Patriak Awan kabut.
Kembali ke Liu Liang..
" Hm, bukankah seharusnya ada kota di sekitar sini?" Tanya Liu Liang.
" Kak, lihat di sana." Tunjuk Arsan kepada sekelompok prajurit yang sedang menyiksa masyarakat kota.
" Prajurit. Tapi mereka prajurit darimana? " Tanya Liu Liang.
" Ha..ha..ha..ha.. Lebih baik kau tunduk dan ikut lah denganku. Tugasmu cukup mudah. Kau hanya harus melayaniku setiap malamnya.
" Ciihh, kau pikir aku mau melakukannya. Labih baik aku mati dari pada harus di nodai olehmu." Jawab salah satu wanita.
" Kalau begitu selamat tinggal." Ucap prajurit tersebut lalu menghujamkan tombaknya kearah wanita tersebut.
Triiiiinnggg
Krakk
Kraakkk
Booomm
Sesuatu menahan serangan tombaknya dan membuat tombaknya hancur.
" Sialan.aku adalah jenderal kekaisaran bulan. Siapapun dirimu, lebih baik kau potong tanganmu itu, dan aku akan memaafkanmu.
" Persetan dengan statusmu. Asal kau tahu, tidak ada satu kekaisaran pun yang berhak berkuasa di sini jika bukan orang yang di pilih oleh kaisar sebelumnya." Ucap Liu Liang lalu meninju jenderal tersebut hingga terbang dan menghantam sebuah batu besar.
" Wilayah ini akan menjadi wilayah kekuasaan kekaisaran bulan, dan aku yang di tunjuk sebagai kaisar di sini, jadi aku akan melakukan apa pun yang kumau, karena wilayah ini adalah wilayahku." Ucap jenderal tersebut.
Booommmm
__ADS_1
Lagi-lagi, Liu Liang melayangkan sebuah tapak kearah pria tersebut dan membuatnya terbang dan menghantam tanah.
" Coba berotahu padaku, siapa yang mengizinkan kaisar bodoh dan serakah itu untuk menaklukan benua teratai emas?" Tanya Liu Liang sambil mencekik leher sang jenderal.