Dewa Semesta

Dewa Semesta
Chapter 5 Hutan Merah III


__ADS_3

" Ha..ha..ha..ha.. Lihatlah seorang bocah berani menantang singa taring merah. Apakah kau tahu, sudah berapa banyak orang yang kami bunuh?" Tanyanya dengan sombong.


" Aku tidak peduli dengan itu. yang jelas hari ini aku akan menghabisi kalian semua." Ucap Liu Liang.


Sreeekkk


Sreeeekkk


Sreeekkk


Setelah menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba, darah terciprat kemana-mana dan pedang Liu Liang sudah berlumuran darah.


" Apa? Bagaimana mungkin dia bisa membunuh dalam satu kedipan?" Tanya pemimpin singa taring merah.


" Apakah kau ingin membiarkanku lewat atau mati?" Tanya Liu Liang.


" Si..si..silahkan lewat tuan." Ucapnya ramah.


" Dasar penjilat." Ucap Liu Liang lalu pergi.


" Ciih, aku akan melaporkanmu kepada raja Singa." Ucapnya.


Lalu seluruh kawanan singa di tempat itu menghilang entah kemana.


Sementara Liu Liang terus terbang menyusuri hutan tanpa henti.


" Hm, apa mungkin di hutan ini ada sumber daya tingkat tinggi?" Tanyanya dalam hati.


Saat menjelang petang, Liu Liang berhenti sejenak karena merasakan ada benda yang yang berkilauan.


" Apa itu?" Tanya Liu Liang penasaran.


Karena rasa penasarannya yang besar, Liu Liang berjalan ke sumber cahaya tersebut.


" Hm, batu apa ini. Dan mengapa batu ini berbentuk telur?" Tanya Liu Liang penasaran.


Liu Liang lalu mencari tahu tentang batu itu melalui pengetahuan yang ia dapat dari dewa naga. Setelah beberapa menit, dia membuka matanya.


" Hm, tidak ada informasi tentang batu ini." Ucap Liu Liang.


" Apa mungkin, aku harus meneteskan darahku terlebih dahulu diatas telur batu ini?" Tanya Liu Liang.


Tanpa pikir panjang, dia melukai tangannya sendiri, lalu lima tetes darahnya menetes tepat diatas batu itu.


" Tidak terjadi apa pun." Ucap Liu Liang.

__ADS_1


Craaakkk


Craakkkk


Craakkkk


Perlahan-lahan batu itu retak, dan akhirnya menetes dan memperlihatkan sebuah telur bercahaya keemasan.


Craaakkk


Craakkkkk


Craakk


Booommm


Telur yang berasal dari dalam batu itu menetas dan seekor hewan dengan lambang bulan purnama keluar dan memakan cangkang telur itu.


" Ehhh, seekor singa emas." Gumam Liu Liang.


" Wah, Liang'er sangat beruntung menemukan singa ini." Ucap Ryun yang membuat Liu Liang kaget.


" Kau ini membuatku kaget saja." Ucap Liu Liang.


" He..he..he.. Maaf" Ucap Ryun


" Ini adalah singa bulan. Dan dia berasal dari telur kosmik yang berada di samudra kekacauan." Jawab Ryun.


" Memangnya apa keistimewaan singa bulan?" Tanya Liu Liang lagi.


" Hewan yang lahir dari telur kosmik memiliki kelebihan di bandingkan hewan lain. dia sama seperti dewa naga yang juga lahir dari telur kosmik. Bedanya dewa naga dan dewa Ashura adalah dewa yang paling awal yang muncul. Mereka memiliki kekuatan yang seimbang sehingga mereka bertarung selama jutaan tahun dan membuat daratan kehampaan terpecah belah dan dari darah dewa Ashura lahir para Cyklop dan dari aura kegelapannya lahir para iblis, monster dan para raksasa. Sementara dewa naga adalah leluhur para dewa nirwana, para peri atau elf, manusia, dan para hewan ilahi. manusia dan hewan buas yang ada di bumi lahir dari darah dewa naga yang bercampur dengan tanah, sementara para dewa lahir dari elemen cahaya dan tanah milik dewa naga, sementara para elf dan hewan ilahi di ciptakan sendiri oleh dewa naga, sementara kami berlima lahir dari bagian tubuh dewa naga sendiri." Jelas Ryun.


" Lalu apa kekuatan yang dimiliki oleh singa bulan ini?" Tanya Liu Liang.


" Umumnya hewan yang lahir dari telur kosmik akan memiliki kekuatan yang sama dengan orang yang meneteskan darah mereka diatas telurnya." Jelas Ryun.


" Jadi, dia juga memiliki kekuatan sepuluh elemen?" Tanya Liu Liang.


" Kau benar. Selain itu, dia juga memiliki energi kehidupan yang sangat besar." Jelas Ryun lalu menghilang.


" Baiklah, aku akan memberimu nama Arsan." Ucap Liu Liang yang di balas dengan raungan kecil dari singa itu.


" Baiklah, ayo kita jelajahi hutan ini Arsan." Ucap Liu Liang.


" Roargg" Jawab Arsan dengan meraung kecil sambil mengangguk.

__ADS_1


Arsan lalu melompat keatas melompat keatas bahu Liu Liang. Lalu Liu Liang melesat meninggalkan tempat tersebut.


Tepat setelah Liu Liang pergi, dua orang yang berpakaian putih muncul di tempat itu.


" Sial telur itu sudah menghilang." Ucap pria berambut biru


" Mohon maaf dewa Laut memangnya apa keistimewaan telur batu itu?" Tanya dewa bintang.


" Telur itu adalah telur kosmik yang muncul triliunan tahun sekali." Jawab Dewa Laut.


" Selain itu, aku merasakan ada hewan yang berbeda dari hewan ilahi berada di hutan ini." Ucap Dewa laut.


" Apakah Anda tahu hewan apa itu?"Tanya dewa bintang.


" Auranya lebih kuat daripada aura yang dimiliki oleh para dewa. Dan sudah pasti dia adalah keturunan langsung dari hewan yang lahir dari telur kosmik." Jelas Dewa Laut.


" Yang aku tahu, hanya ada satu hewan yang lahir dari telur kosmik, dia adalah dewa naga yang lahir lima triliun tahun yang lalu.Sementara yang satunya adalah Dewa Ashura yang tidak di ketahui bentuk dan rupanya." Jelas Dewa bintang.


" Kalau begitu ayo kita cari tahu tempat persembunyiannya. Aku ingin menyerap kekuatannya agar aku bisa menjadi penguasa alam semesta ini" Ucap Dewa Laut.


Sementara itu, Liu Liang yang tadinya hendak menjelajahi hutan merah, tiba-tiba saja muncul di kolam cahaya.


" Ada apa paman. Mengapa paman membawaku kesini?" Tanya Liu Liang.


" Ini gawat Liang'er. Ada dua orang dewa yang mencari keberadaan mayat dewa naga, dan singa bulan itu. Mereka adalah dewa laut dan dewa bintang penguasa dunia langit." Jelas Genbu


" Bukankah penguasa dunia langit harusnya dewa langit ya paman?" Tanya Liu Liang.


" Paman juga tidak tahu. Tapi yang jelas dunia ini berada dalam bahaya jika mereka berdua berhasil menangkap kami " Jelas Genbu.


" Bukankah kalian bisa melawan mereka?" Tanya Liu Liang.


" Kalau itu di masa lalu, mungkin kami bisa melawannya, tapi sekarang kekuatan kami belum pulih akibat pertarungan terakhir kami" Jawab Russel.


" Jadi, apa yang harus kulakukan sekarang paman?" Tanya Liu Liang.


" Aku ingin kau membawa kerangka naga itu bersamamu." Jawab Genbu.


" Lalu paman sendiri bagaimana?" Tanya Liu Liang.


" Kau tidak usah mengkhawatirkan kami. Kami adalah keturunan dari dewa naga, dan darah kami adalah darah milik dewa naga. Dan sudah menjadi tugas kami melindungi benua ini dari dewa-dewi yang serakah itu." Ucap Russel.


" Tidak akan. Aku tidak akan meninggalkan kalian di sini. Sebagai calon penguasa semesta, aku tidak akan pernah meninggalkan orang yang aku sayangi." Ucap Liu Liang.


" Tapi Liang'er, bagaimana kalau kau mati saat bertarung dengan mereka?" Tanya Suzaku.

__ADS_1


" Paman, aku sudah di takdirkan untuk menjadi penguasa alam semesta, itu berarti aku tidak akan mati di tangan mereka." Ucap Liu Liang


__ADS_2