
Liu Liang terus melesat dari padang rumput tersebut. Saat matahari sudah terbit, mereka sudah sampai di gerbang kota yang bertuliskan Kota Daun.
Karena tidak ada yang menjaga gerbang kota, Liu Liang masuk ke kota dengan leluasa tanpa membayar.
" Hah, setelah hampir enam bulan di hutan, akhirnya kita sampai di sebuah kota." Ucap Arsan.
" Kau benar." Ucap Liu Liang.
" kak. Apa yang akan kita lakukan di kota ini?" Tanya Arsan.
" Kita akan mencari tokoh sumber daya. Aku ingin menjual beberapa kristal jiwa tingkat langit dan tingkat surgawi." Jawab Liu Liang.
" Memangnya kau punya berapa kristal jiwa kak?" Tanya Arsan.
" Sekitar seratus buah" Jawab Liu Liang.
" Oh"
Mereka kemudian terus berjalan menyusuri jalanan kota. Selang beberapa menit berjalan, mereka akhirnya menemukan sebuah bangunan besar yang bertuliskan ' Paviliun mawar.'
" Permisi, apakah disini membeli kristal jiwa?" Tanya Liu Liang.
" Ya, kami membeli kristal jiwa, tapi hanya tingkat bumi ke atas." Jawab kasir paviliun mawar.
" Aku ingin menjual lima puluh kristal jiwa tingkat langit, dan lima puluh kristal jiwa tingkat surgawi." Ucap Liu Liang, lalu mengeluarkan kristal jiwa yang ada di dalam cincin ruangnya.
" Berapa harganya?" Tanya Liu Liang.
" Untuk yang tingkat langit, kami memberinya harga dua ribu kristal langit, dan untuk yang tingkat surgawi kami memberinya harga empat ribu kristal langit." Jawab Kasir tersebut.
" Bagaimana? Apakah tuan setuju?" Tanya kasir tersebut.
" Baiklah, aku akan mengambilnya" Ucap Liu Liang.
Kasir tersebut lalu mengeluarkan satu kantong kristal yang berisi dua ribu kristal langit, dan empat ribu kristal langit.
" Baiklah. Aku mengambilnya" Ucap Liu Liang lalu memasukkan satu kantong kristal tersebut kedalam cincin ruangnya.
Liu Liang lalu berbalik dan meninggalkan paviliun langit.
" Hai kau berhenti di sana." Teriak seorang pemuda.
" Ada apa, ya? Mengapa kau menghentikanku?" Tanya Liu Liang.
" Tch, aku adalah tuan muda sekte Lima tombak, seharusnya kau menundukkan kepalamu di hadapanku" Ucap pemuda tersebut.
" Aku tidak peduli siapa kau, dan apa statusmu. Lebih baik katakan apa tujuanmu menghentikanku" Ucap Liu Liang.
" Serahkan seluruh harta yang kau miliki sekarang juga, dan juga serahkan binatang yang ada di bahumu itu, jika tidak.." Jawab pemuda tersebut.
__ADS_1
" Jika tidak kenapa?" Tanya Liu Liang, yang sudah berada di belakang pemuda tersebut.
" Jika tidak, aku akan mematahkan tulang-tulangmu" Jawab pemuda itu.
" Seperti ini?" Tanya Liu Liang, yang memukul salah satu lengan pemuda tersebut hingga tulangnya patah.
" Akhhhh. Sialan kau." Ucap pemuda tersebut.
" Ini baru peringatan untukmu, jika kau melakukannya lagi, maka kultivasimu yang menjadi sasarannya." Ucap Liu Liang lalu pergi dari sana.
" Sialan, apakah kalian akan tinggal diam di sana?" Tanya pemuda itu.
" Apa yang harus kami lakukan tuan?" Tanya seorang pemuda di belakang pemuda tersebut.
" Tangkap si brengsek itu, dan bawa kehadapanku hidup-hidup." Jawab pemuda tersebut.
" Baik tuan muda Hao." Jawab dua orang pemuda lalu melesat men gejar Liu Liang
Sedangkan Liu Liang sendiri sudah berada di pusat kota daun. Di sana sangat ramai dan di padati oleh penduduk kota.
" Permisi tuan, apa yang menyebabkan tempat ini di penuhi oleh penduduk?" Tanya Liu Liang kepada seorang pria parubaya.
" Sepertinya tuan bukan penduduk kota daun.
Setiap lima tahun sekali, sekte lima tombak akan merekrut murid di kota daun, dan pemuda-pemuda yang berkumpul di sini akan mendaftarkan diri sebagai calon murid sekte lima tombak." Jawab pria paru baya tersebut.
" Ohhhh" Ucap Liu Liang menganggukkan kepalanya.
" Tidak. Aku tidak tertarik" Jawab Liu Liang.
" Itu dia. Tangkap dan bawa pemuda itu ke hadapan tuan muda Hao." teriak seseorang.
" Satu lagi pengacau." Ucap Liu Liang.
" Baik. Aku akan bermain-main dengan kalian sebentar." Ucap Liu Liang lalu melayangkan ratusan tapak yang menghantam kedua orang itu secara beruntun.
" Ciih, aku tidak ingin mencari masalah, tapi kalian yang mencari masalah denganku." Ucap Liu Liang.
" Tuan muda, apakah kau tidak takut dengan sekte Lima tombak?" Tanya pria parubaya tersebut.
" Tidak sama sekali." Jawab Liu Liang.
" Buat formasi sekarang." Perintahnya.
" Baik"
Empat orang yang berdiri di belakang Chu Tiong berdiri di keempat sisi, dan mulai membuat segel tangan dengan cepat.
" Formasi Lima tombak" Ucap ke limanya.
__ADS_1
Wusssss
Lima buah tombak perak muncul di hadapan Liu Liang, dan ke lima tombak tersebut, menyerang ke arah Liu Liang.
" Ciihh, formasi lemah" Ucap Liu Liang. Lalu dia membuat segel tangan dengan cepat, lalu lima buah lubang hitam dan menyerap kelima tombak perak tersebut.
" Teratai cahaya"
Wussss
Boooommm
Booommmm
Lima buah teratai di lesatkan oleh Liu Liang ke arah kelima orang tersebut, yang membuat kelima murid inti sekte tombak perak terlempar ke belakang.
" Kalian beruntung karena hari ini aku tidak ingin membunuh. tapi jika kalian menyerangku lagi, maka kupastikan nyawa kalian akan melayang." Ucap Liu Liang lalu meninggalkan tempat tersebut di bawah tatapan tidak percaya oleh penduduk kota.
" Siapa pemuda itu?" Tanya salah satu warga.
" Aku tidak tahu." Jawab yang lain.
" Dia dengan mudah mengalahkan lima murid inti terkuat sekte tombak perak." Ucap yang lain.
" Kau benar. Aku penasaran, darimana asal pemuda itu. Ucap.yang lain .
Kini semua warga membicarakan tentang Liu Liang dan kekalahan lima murid inti sekte lima tombak. Berita itu menyebar dengan cepat ke seluruh kota daun. Bahkan ada beberapa warga yang membatalkan pendaftaran anaknya sebagai murid sekte lima tombak.
" Akhhhhh. Siapa pemuda yang melakukan ini?" Tanya Patriak Chu Tian.
" Itu seorang pemuda patriak. Dia sangat kuat. Hanya dengan satu jurus, dia berhasil mrngalahkan formasi terkuat sekte lima tombak." Jelas Salah satu murid yang bertarung dengan Liu Liang.
" Gawat patriak, sekitar Lima ratus orang batal menjadi murid sekte tombak perak." Lapor tetua kelima sekte Lima tombak.
" Sialan. Tangkap pemuda sialan itu sekarang juga" Perintah patriak Chu Tian.
" Baik patriak" Jawab tetua Kelima.
Sementara itu, Liu Liang mendarat di depan sebuah penginapan yang sangat sederhana. Dia berencana menginap selama satu malam karena hari sudah mulai malam.
" Permisi, berapa harga sewa kamar selama satu malam?" Tanya Liu Liang.
" Lima ratus kristal langit permalamnya." Jawab kasir penginapan.
" Baiklah aku ingin menginap selama satu malam di sini." Ucap Liu Liang sambil menyerahkan lima ratus kristal langit kepada kasir tersebut.
" Baik, ini kunci kamar tuan. Kamar tuan nomor 56." Ucap Kasir tersebut.
" Baik terima kasih." Ucap Liu Liang.
__ADS_1
Liu Liang kemudian menaiki tangga dan mulai mencari kamar nomor 56.