
Setelah itu, tiba-tiba saja, dinding bergeser dan sebuah lubang hitam muncul dan menghisap Liu Liang ke sebuah tempat yang hijau, dan di penuhi oleh energi kehidupan.
" Akhirnya setelah miliaran tahun menunggu, akhirnya aku menemukan seorang pewaris." Ucap seorang pria dengan zirah emas bersisik naga.
" Kalau boleh tahu, siapa senior ini? Dan mengapa aku di bawa ke tempat ini?" Tanya Liu Liang.
" Ini adalah tempat rahasia yang ada di dalam candi emas yang kau masuki. Aku sengaja membangunnya untuk mengetes setiap orang yang lahir dengan tubuh semesta, tapi kedua-duanya gagal." Jawab pria tersebut.
" Semuanya? Berarti bukan aku saja yang mempunyai tubuh semesta?" Tanya Liu Liang.
" Kau memang benar. Ada sekitar ada dua orang yang lahir dengan tubuh semesta, sebelum kau lahir, mereka dewa langit, dan yang satunya lagi adalah dewa laut. Walaupun mereka mempunyai tubuh semesta, tapi keduanya hanya dapat menggunakan dua elemen saja." Jelas Pria tersebut.
" Tunggu, kalau begitu, senior adalah dewa naga semesta." Ucap Liu Liang.
" Ya, kau benar." Jawab pria tersebut.
" Terimalah hormatku dewa naga, dan maaf karena tidak mengenalimu." Ucap Liu Liang.
" Tidak usah seformal itu. Aku ini hanya sisa-sisa jiwa saja. "
" Oh iya, apakah kau sudah menguasai teknik yang kau dapatkan setelah menyerap inti elemenku?" Tanya dewa naga.
" Aku sudah menguasainya." Jawab Liu Liang
" Oh iya, aku ingin memberitahumu bahwa dewa laut sudah menemukan inti elemen milik dewa ashura, jadi, secara tidak langsung, dia sekarang sudah menjadi dewa ashura yang baru. dan sudah pasti dia akan menaklukan tiga dunia kecuali alam rembulan, alam cahaya, dan galaxi segitiga. Sisanya dia akan menaklukan semuanya." Jelas Dewa naga.
" Mengapa dewa laut tidak bisa memasuki ketiga alam itu?" Tanya Liu Liang.
" Bahkan kau pun tidak dapat memasuki ketiga alam itu. Hanya yang di takdirkan yang dapat memasuki ketiga alam itu." Jawab Liu Liang.
" Aku akan melanjutkan, walaupun kau berhasil mengalahkan dewa laut yang sudah menjadi dewa ashura, tetap saja dia akan kembali dan menaklukan seluruh alam sekali lagi." Jelas dewa naga.
" Sekali lagi? Maksudnya?" Tanya Liu Liang.
" Dewa laut akan bereinkarnasi kembali sesudah di kalahkan. Sebenarnya bukan bukan reinkarnasi, tapi membentuk ulang tubuhnya." Jawab Dewa naga.
" Lalu siapa yang dapat membunuhnya sepenuhnya?" Tanya Liu Liang.
" Aku tidak tahu. Tugasku hanya menyampaikannya padamu. Yang pasti orang itu akan lahir bersamaan dengan terbentuknya kembali tubuh dewa ashura alias dewa laut." Jawab Dewa naga.
Liu Liang hanya menganggukkan kepalanya tanda dia memahami penjelasan dari dewa naga.
" Lalu, apa tujuan yang mulia dewa naga membawaku ketempat ini?" Tanya Liu Liang.
" Aku ingin melatihmu di sini selama empat tahun, atau dua tahun di dunia luar." Jawab Dewa naga.
__ADS_1
" Baiklah. Latihanmu akan dimulai besok." Ucap Liu Liang.
" Baik guru." Ucap Liu Liang.
" Hm, panggilan guru juga tidak buruk." Ucap Dewa naga.
...****************...
Pagi, harinya, Liu Liang memulai latihannya bersama dengan dewa naga di tempat terbuka yang di penuhi oleh rerumputan.
" Latihan pertama adalah menggabungkan energi alam dengan 10 elemen untuk membentuk kekuatan baru yang sangat kuat." Jelas dewa naga.
" Baik guru." Jawab Liu Liang.
" Sekarang ambil posisi lotus, lalu serap energi alam, lalu kau gabungkan energi alam dan kekuatan elemen di dalam dantianmu." Jelas dewa naga.
" Baik guru." Jawab Liu Liang.
Liu Liang lalu mengambil sikap lotus lalu dia menyerap energi alam, bersamaan dengan itu, dia juga mengumpulkan energi elemen miliknya di pusat dantiannya.
Energi yang bertolak belakang itu menyatu sedikit demi sedikit.
Booommmm
" Aisshhhh."
" Baik aku akan mencobanya lagi." Gumam Liu Liang.
Dia lalu melakukan hal yang sama seperti sebelumnya tapi hasilnya tetap sama, yaitu menjadi daging panggang hangus.
Boommm
Boooommmm
Boooommm
.
.
.
.
Berkali-kali Liu Liang gagal, dan sudah tiga bulan berlalu sejak dia mulai berlatih bersama dewa naga.
__ADS_1
" Aku akan mencobanya sekali lagi." Ucap Liu Liang.
Liu Liang lalu melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Perlahan-lahan, energi alam dan energi elemen mulai menyatu di dalam dantian Liu Liang.
Seiring dengan menyatunya energi elemen dan energi alam di dalam dantian Liu Liang.
Bersamaan dengan itu, cahaya keemasan menembak ke langit.
Boooommm
Terdengar ledakan dari dalam dantian Liu Liang yang menandakan dia berhasil menyatukan energi alam dengan 1i elemennya yang membentuk sebuah energi yang berwarna keemasan yang jauh lebih kuat dari kekuatan elemennya.
Bukan hanya itu, kultivasi Liu Liang juga meningkat drastis yang awalnya adalah ranah surgawi bintang 7 meningkat ke ranah bintang bintang 1.
" Selamat ya Liang'er." Ucap Dewa naga.
" Terima kasih guru." Ucap Liu Liang.
" Oh iya guru, energi emas tadi itu energi apa ya?" Tanya Liu Liang.
" Itu adalah semesta yang merupakan gabungan dari energi alam dan semua elemen alam." Jawab Dewa naga.
" Sekarang berlatihlah untuk menguasai energi semesta. guru akan menunggumu di sini." Perintah Dewa naga.
" Baik guru." Jawab Liu Liang lalu mulai melatih energi semesta miliknya.
Sementara itu, Pedang naga semesta milik Liu Liang muncul di telapak tangan Dewa naga. Pedang itu kemudian berpecah menjadi dua buah pedang. Yang satunya pedang perak dengan ukiran naga emas sementara yang satunya lagi adalah pedang perak dengan ukiran phoenix yang sedang mengepakkan sayapnya.
Dewa naga kemudian mengembalikan pedang milik Liu Liang lalu pedang yang satunya lagi menghilang bagai di telan oleh bumi.
Sementara itu, Liu Liang masih terus berkultivasi dan mencoba untuk mengendalikan energi semesta yang sangat liar dan sulit untuk di kendalikan.
Dua bulan kembali berlalu, dan perlahan-lahan, Liu Liang mulai terbiasa dengan energi semesta, dan mulai mampu mengendalikan energi tersebut.
Liu Liang lalu mencoba membentuk sebuah bola energi di telapak tangan kanannya menggunakan energi semesta, lalu melemparkannya kearah batu besar.
Boooommm
Batu itu pun hanya berkeping-keping saat bola energi Liu Liang menghantam batu besar tersebut. Bukan hanya itu, Liu Liang juga mencoba membentuk energi semestanya menjadi bentuk pedang, naga, dan lain sebagainya.
" Hah. Ternyata sangat sulit untuk membentuk makhluk hidup dari pada benda mati." Ucap Liu Liang lalu menghentikan latihannya.
" Mengubah energi menjadi bentuk naga, phoenix atau bentuk yang lainnya memang sulit di bandingkan dengan mengubah elemen menjadi bentuk naga seperti yang selalu kau lakukan." Ucap Dewa naga.
Mendengar ucapan gurunya, Liu Liang lalu melanjutkan latihannya untuk membentuk naga menggunakan energi semestanya.
__ADS_1