Dewa Semesta

Dewa Semesta
Chapter 21 Menghancurkan Sekte Kelelawar Darah


__ADS_3

" Ukhuuuk"


Patriak Mi Gue berdiri sambil batuk darah dan menatap Liu Liang dengan tatapan membunuh.


" Sialan, kali ini aku akan membunuhmu." Ucap Mi Gue.


Swussss


Mi Gue kemudian membuat segel tangan, lalu ribuan benang energi menjalar kesemua dan mengikat semua orang yang ada di sekte kelelawar darah.


" Ha..ha..ha..ha.. Ternyata sampah seperti kalian ada gunanya juga." Ucap Mi Gue.


" Arggggghhh. Aku sudah mengabdi kepada tuan, tolong lepaskan aku." Ucap seorang pria parubaya.


" Ha..ha..ha..ha.. Kalian semua tidak ada artinya buatku." Ucap Migue.


Perlahan-lahan energi kehidupan, dan darah semua orang terserap kedalam tubuh Mi Gue.


Selain itu, kultivasinya juga meningkat gila-gilaan, dan berhenti di ranah dewa bintang 1.


" Ciih, meningkatkan kekuatan dengan paksa, sama saja dengan bunuh diri." Ucap Liu Liang lalu bergerak dengan kecepatan penuh dan menyerang Mi Gue menggunakan pedangnya.


Lalu Mi Gue melesat dan menyerang Liu Liang menggunakan tinjunya dengan kecepatan penuh.


Triiiinngg


Triiinng


Terdengar suara seperti benturan dua logam saat Liu Liang menahan tinju Mi Gue menggunakan pedangnya.


Wusss


Wusss


Booommm


Mi Gue terus saja melancarkan tinjunya kearah Liu Liang, dan sesekali melepaskan serangan kejut. Tapi, Liu Liang dengan mudah menghindarinya.


" Hm, kulitnya sangat keras. Serangan biasa tidak akan mempan padanya." Ucap Liu Liang sambil menghindari setiap serangan dari Mi Gue.


" Arggggg, kelelawar penghisap darah."


Wusss


seekor kelelawar besar berwarna merah darah, melesat kearah Liu Liang dengan sangat cepat.


Liu Liang kemudian mengarahkan telapak tangannya ke depan dan ratusan tombak cahaya menyerang kearah kelelawar darah tersebut.

__ADS_1


Boooommmm


Suara dentuman besar terjadi, saat tombak cahaya menghantam kelelawar darah Mi Gue. Bahkan efek ledakan itu menciptakan sebuah gelombang kejut yang merobohkan beberapa pohon.


" Jika aku meladeninya dengan serangan fisik, dia tidak akan kalah. Walaupun aku bisa membunuhnya dengan sekali tebas, tapi, aku ingin memberi hukuman kepadanya." Ucap Liu Liang.


" Aku akan mencoba menyerang jiwanya." Ucap Liu Liang lalu melesat dan mulai menebas tubuh Mi Gue agar Mi Gue tidak menyadari triknya.


Triiinngg


Triiinngg


Triinngg


Suara seperti benturan dua logam terdengar saat Liu Liang menyerang Mi Gue menggunakan pedangnya. Tapi, tidak ada satu pun bekas luka yang tertinggal dibtubuh Mi Gue.


" Ha..ha..ha..ha... Pedang sampahmu sekarang tidak mempan terhadapku." Ucap Mi Gue.


" Siapa yang bilang, aku ingin melukai fisikmu?" Tanya Liu Liang.


" Ha..ha..ha..ha.. Apa maksudmu bo..."


" Ukhuuukk"


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja, Mi Gue batuk darah.


" Walau kulitmu sekeras baja sekalipun, tetap saja, jiwamu sangat lunak." Ucap Liu Liang.


" Sebenarnya aku bisa membunuhmu hanya dengan sekali tebas, tapi mempercepat kematianmu bukanlah hal yang bagus." Ucap Liu Liang.


" Sialan, aku terlalu meremehkan bocah ini" Ucap Mi Gue.


" Teknik yang kau gunakan tadi, hanya bertahan selama 10 menit, dan sekarang efek dari teknik itu akan membuat tubuhmu meledak." Ucap Liu Liang.


" Cih, aku tidak peduli, yang jelas aku akan membunuhmu terlebih dahulu sebelum aku mati." Ucap Mi Gue lalu mengeluarkan seluruh energinya yang tersisa untuk membunuh Liu Liang.


" Vampir kematian" Ucapnya.


Lalu di depan Mi Gue muncul sosok menyeramkan dengan taring panjang dan mata menyala. Sosok itu kemudian melesat dan menyerang Liu Liang.


" Cahaya pemusnah" Ucap Liu Liang.


Wussss


Elemen Cahaya di tangan Liu Liang kemudian berkumpul dalam jumlah besar, dan elemen cahaya itu menembak dengan cepat ke arah vampir Mi Gue.


Swussss

__ADS_1


Booooommmmm


Ledakan besar pun terjadi, saat cahaya pemusnah milik Liu Liang menghantam teknik Vampie kematian milik Mi Gue.


Ledakan itu menyapu seluruh kawasan tersebut dalam radius 100 km. Bukan hanya itu, tempat yang awalnya sebagian besar adalah hutan, Kini wilayah itu hampir seluruhnya sudah gundul.


" Ledakan jiwa" Ucap Liu Liang.


Sementara itu, kondisi Mi Gue sangat mengenaskan. Dimana seluruh tubuhnya hanya tinggal tulang yang di bungkus oleh kulit. Hal ini karena teknik terakhir yang di gunakan oleh Mi Gue menyerap energi kehidupan miliknya, dan efek akibat menyerap darah yang dia gunakan membuat darahnya mengering.


Wusss


Liu Liang kemudian membakar mayat Mi Gue serta semua mayat yang berserakan di tempat itu. Setelah itu, Liu Liang mulai berjalan untuk mencari siapa tahu ada korban yang selamat, tapi nyatanya semuanya mati karena energi kehidupan mereka di serap.


" Maafkan aku karena aku gagal menyelamatkan kalian." Ucap Liu Liang lalu mengubur semua mayat yang ada di sana.


" Kami tidak mempermasalahkan apakah anda berhasil menyelamatkan kami, yang jelas anda sudah berusaha." Ucap sebuah suara.


Mendengar itu, Liu Liang kemudian berbalik dan melihat semua jiwa wanita yang mati berkumpul.


" Tapi, tetap saja aku gagal menyelamatkan kalian." Ucap Liu Liang.


" Tidak masalah yang jelas kamu sudah berusaha menyelamatkan kami, dan itu sudah membuktikan jika kau memang pantas menjadi kaisar naga langit" Ucapnya lalu menghilang.


Liu Liang kemudian mencari tempat penyimpanan harta sekte kellawar darah.


Beberapa saat kemudian, Liu Liang menemukan tempat penyimpanan Sekte Kelelawar darah.


" Hm, sekte ini lumayan kaya juga." Ucap Liu Liang lalu memasukkan semua keistal langit, bumi, dan bintang serta kristal roh dan dan kristal surgawi yang ada di sana kedalam cincin ruangnya.


" Kak, apakah kau tertarik untuk menjelahi wilayah ini?" Tanya Arsan.


" Tentu saja. Aku pernah mendengar sebuah legenda tentang kerajaan bawah laut tak jauh dari sini, dan kebetulan tempat itu adalah rute menuju ke istana kekaisaran." Ucap Liu Liang.


" Lalu mengapa kakak memilih rute yang berputar?" Tanya Arsan.


" Ya, karena aku baru mengingatnya sekarang." Jawab Liu Liang.


Wusss


Liu Liang kemudian melesat menuju kearah barat dari hutan tersebut. Liu Liang terbang dengan kecepatan sedang karena memang tempat yang di tujunya tidak terlalu jauh dari tempat awalnya.


tiga jam berlalu, tepat saat matahari sudah terbit , Liu Liang sampai di sebuah danau yang bisa di bilang adalah batas antara wilayah timur dan wilayah tengah.


" Lihatlah kesana. Apakah kau melihat istana kekaisaran berdiri dengan megah?" Tanya Liu Liang.


" Kau benar kak. dari sini istana terlihat sangat jelas kak." Jawab Arsan.

__ADS_1


" Tapi, apakah danau ini adalah tempat kerajaan bawah laut yang kakak maksud?" Tanya Arsan.


" Ya, menurut legenda, terdapat dua kerajaan bawah air di benua teratai emas. Mereka adalah kerajaan Atlantis yang ada di laut utara dan jerajaan mutiara putih yang berada di sebuah danau yang memiliki air yang berwarna hiaju, dan kurasa danau ini yang di maksud. Selain itu, menurut legenda, mereka semua adalah keturunan kultivator yang memilih menyelamatkan diri dengan mencebur kedalam air saat perang besar yang memecah benua langit menjadi beberapa benua." Jelas Liu Liang.


__ADS_2