
Mirna dengan malu-malu. Duduk di kursi tepat disebelah Alex. Dia mengambil piring dan menikmati hidangan siang itu. Tampak grogi. Karna merasa jadi pusat perhatian petinggi-petinggi di dua perusahaan itu.
Di ruang meeting lainnya. Di Surabaya. Frangky Nors menikmati istirahat siangnya. Duduk agak ke pojok ruang makan. Sibuk dengan hp. Nasi baru tiga suap dimakan.
Bolak-balik menscroll dan memperbesar sebuah foto. Dari grup manager pabrik. Wajahnya terlihat geram. Kesal dan sarat emosi.
Kembali foto itu di zoom. Diperhatikan benar.
"Sialan.., dia lagi, dia lagi, berani-beraninya dia ya duduk sampingan sama Mirna! Di depan kawan-kawan kantor lagi. Awas kau ya.. saya berjanji akan menyingkirkanmu dari pabrik, sehingga tidak mengganggu Mirna lagi," ucap Frangky Nors dalam hati.
Dia sangat geram. Penuh emosi. Wajahnya memerah. Rupanya dia sedang mengamati foto Mirna saat makan siang dengan peserta meeting. Dimana Mirna duduk berdampingan dengan Alex. Pimpinan suplier tepung dari PT Mentarindo.
Frangky Nors cemburu. Mirna begitu mesra tertangkap kamera. Bidikan salah satu peserta meeting yang sedang makan siang.
Frangky Nors yang biasanya paling heboh di grub, tak merespon sedikit pun foto itu. Dia malah langsung offline. Lalu meninggalkan ruang makan.
Di bawah pohon mangga, Frangky Nors mencari nomor kontak seseorang. Calling Renno Samping.
Rupanya dia sedang menelepon Renno, tetangga samping rumahnya. Bekerja sebagai cleaning service. Outsourcing di pabrik PT NarudaFood Jaya. Sudah menikah dan punya anak satu.
Frangky Nors dan Renno terlibat diskusi serius. Frangky Nors sepertinya memberi instruksi. Terlihat dari gerak tangannya. Mengajari dan memberi arahan.
Ada yang aneh dari gelagat Frangky Nors. Selain obrolannya seperti setengah suara, matanya yang bulat tajam, mengawasi sekeliling. Obrolan yang terbungkus rahasia.
Frangky Nors mengakhiri teleponnya. Sambil melihat sekeliling, dia berjalan menuju ruang meeting. Sudah habis jam istirahat.
Di pabrik PT NarudaFood Jaya, tim Finance & Accounting ada jadwal stock of name atau di singkat STO. STO untuk mencocokkan stock bahan di gudang dengan pembukuan. Semua stock, di hitung. Termasuk stock bahan baku tepung.
Staf dari finance kebagian menghitung bahan baku tepung. Mirna sudah mendapatkan cetakan saldo akhir dari tiap item tepung. Segera dia pake masker dan topi. Yang sudah distandarkan di pabrik.
Sebelum masuk, Mirna berhenti. Untuk cuci tangan. Terlihat proses produksi sedang jalan. Operator sibuk dengan bagian masing-masing. Suara mesin-mesin di pabrik membuat suasana bising.
Mirna langsung menuju gudang bahan baku. Khususnya tepung. Disana dia menjumpai kepala gudang. Yang tadi pagi juga ikut meeting.
__ADS_1
Ruang ini terlihat sepi. Hanya ada 2 cleaning service di sana. Dan seorang wanita. Melihat warna topinya, dia pasti pengunjung pabrik.
Pengunjung pabrik dari suplier tepung. Dia berkeliling. Ikut mengawasi penyebab banyaknya retur dari bagian produksi.
Suasana gudang cukup nyaman. Dingin. Suhu di atur agar kualitas tepung tetap terjaga.
Tepung masih dalam karung plastik sesuai ukuran. 25kg dan 50 kg. Masih tersegel. Di dijahit rapi. Tersusun di atas palet kayu.
Sesuai standar operasional. Ratusan palet memenuhi tiap sudut gudang.
Tiap palet tepung di hitung. Dikelompokkan berdasarkan item yang tertera di kertas STO. Kepala gudang mengarahkan. Mirna menghitung. Mencatat tiap item stock.
Sesekali tangannya membersihkan celana birunya. Memutih terkena tepung dari sisi-sisi plastik tepung.
Pengambilan tepung di stop. Untuk memudahkan proses STO. Keperluan produksi shift 1 sudah disiapkan sebelumnya. Produksi tidak boleh berhenti.
Hampir 1 jam. Cukup lelah. Mirna memainkan kalkulator. Menjumlah tiap item tepung. Mencocokkan saldo real di gudang dengan saldo di sistem pembukuan.
Ada item-item yang selisih. Namun, itu karena pengambilan untuk produksi shift 1. Terlihat kepala gudang menunjukkan kertas-kertas kecil. Kertas mutasi keluar barang.
Mirna tidak langsung keluar gudang. Dia ikut mengamati kondisi gudang. Itu kesepakatan meeting tadi siang. Semua terlibat memecahkan penyebab banyaknya tepung yang tidak layak pakai.
Mirna coba melangkah ke bagian sudut gudang. Lokasi paling banyak tumpukan tepung. Dan jarang terlintasi.
Tiba-tiba langkahnya berhenti. Matanya tak lepas dari sesosok pria di balik tumpukan tepung. Pria itu hilang muncul dengan cepat. Kadang melompat. Untuk menggapai sesuatu.
Mirna mengendus-endus. Menyelinap diantara tumpukan tepung. Celana panjang birunya kini berubah putih. Wajah mulusnya berbedak tepung.
Anak rambutnya beruban semua. Mungkin tersembul dari topi. Terbalur tepung. Semua tidak dipedulikan Mirna.
Langkahnya kadang cepat. Sebentar sudah berhenti. Melompat ke sisi lain. Bagai polisi mengincar penjahat.
Posisi yang tepat. Dia kini bisa melihat dengan dekat siapa sesosok di balik tumpukan tepung. Sosok misterius itu tak menyadari keberadaan Mirna.
__ADS_1
"Lho, ngapain dia? Apa yang dilakukan disini?"ucap Mirna dalam hati.
"Apa yang dia pegang itu? I-itu kan suntikan? Apa yang dia suntikkan ke dalam plastik tepung itu?"
Mirna curiga. Harus divideokan. Sebagai bukti digitalnya. Dia mendongak ke atas. Memastikan apa CCTV ada. Ternyata lokasi si pria misterius tak terliput CCTV.
Segera dia meraih hp dari kantong celananya. Membuka fitur video. Mengarahkan bidikannya ke sosok misterius itu.
Hanya 15 detik. Itu durasi yang bisa di rekam Mirna. Itupun sorotan dari belakang. Wajahnya tak terekam. Karena takut terlihat. Namun, ini harus dihentikan. Agar tidak semakin banyak tepung yang coba dia suntikkan.
Mirna memastikan video tadi tidak terhapus. Dan gambarnya jelas.
Mirna berpikir sejenak. Bagaimana cara menjebaknya? Apa dia sanggup sendirian? Dia tak berani. Lokasi ini sangat sepi. Jarang dilintasi karyawan gudang.
Paling tidak harus ada 2 orang. Biar kuat buktinya. Dan yang paling dia jaga adalah agar hp nya tidak sampai di rampas oleh pria itu.
Segera dia buka fitur chat di hp nya. Dia chat managernya. Agar menghubungi sekurity pabrik. Dan segera ke gudang bahan baku.
Masih centang 2. Belum terbaca oleh Elsa Sionir. Tak lama, terlihat 2 sekurity pabrik di pintu masuk.
"Koq cepat benar ya, padahal masih hitungan detik, koq sudah nyampe?" ucap Mirna dalam hati.
Mirna segera mendekat. Memberi syarat agar diam dan menunjuk suatu arah. Agar mereka berhenti di situ.
Mirna setengah berbisik. Security itu terlihat serius. Mendengarkan informasi dari Mirna. Mirna menunjuk ke lokasi pria itu berada.
Mirna sepertinya menyuruh kedua sekurity menangkap pria itu. Terlihat dari gerak tangan Mirna. Seperti memperagakan gerak menangkap.
Manager Mirna, Elsa Sionir dan juga pengunjung pabrik suplier tadi sudah ikut bergabung. Ternyata namanya Dewi. Bagian QC dari PT Mentarindo.
Dia memberi saran. Mereka diskusi serius. Terkadang dia tidak setuju. Sepertinya mereka sudah sepakat.
Kedua sekurity itu mendekat. Mencoba mengamati pria itu.
__ADS_1
Namun, belum saja security mendekat. Pria itu sudah meninggalkan lokasi tadi. Pria itu menyapu lantai. Membersihkan lokasi gudang.
"Ya ampun, itu kan Renno? Cleaning service, yang biasa ngobrol sama Pak Nors," kata Mirna dalam hati terkaget-kaget.