
Kedua anak muda yang sedang jatuh cinta itu menuju parkiran. Alex Notobroto menghidupkan mobil Fortuner nya. Mobil yang disewa olehnya untuk menjemput dan membawa Mirna keliling kota Surabaya nanti sore sehabis pelatihan.
Mobil fortuner itu sudah meninggalkan parkiran. Mirna dengan nyaman duduk di samping Alex. Dia begitu bahagia. Terlihat dari wajahnya yang dari tadi menebar senyuman. Dia awalnya agak canggung disupiri oleh direktur, tapi berlahan Mirna bisa mengatasinya.
Alex tidak menempatkan dirinya sebagai direktur dihadapan Mirna. Alex merasa sama status sosialnya dengan Mirna. Mereka adalah sama. Sama-sama sedang mencari kejelasan cinta.
Mereka sudah sama-sama paham dan tahu kalau diantara mereka sama-sama suka. Walau belum terungkap langsung. Masing-masing tahu dari seorang manager finance yang bernama Elsa Sionir.
Elsa Sionir, manager Mirna kini sedang mendapat profesi baru. Sebagai mak comblang. Untuk Alex dan anak buahya, Mirna.
"Semalam bisa tidur gak Mir?" tanya Alex tepat di lampu merah.
"Bisa Pak Alex, tapi subuh-subuh sudah terbangun,"
"Boleh tidak minta satu hal,"
"Apa itu Pak Alex?"
"Kalau boleh, jangan panggil Pak Alex ya, panggil aja Bang Alex, soalnya saya serasa tua kalau dipanggil Pak. Padahal saya mau menua bersama Mirna," kata Alex mulai berani menggoda Mirna.
"O-oh..i-iya Pak Alex," jawab Mirna sangat kaget dengan gombalan Alex yang terakhir. Alex berkata mau menua bersama Mirna.
"Nah, itu masih panggil Pak Alex," sahut Alex sambil tersenyum.
"Iya, Pak Alex, eh maaf, B-bang Alex," jawab Mirna dengan wajah memerah seperti tomat.
Mirna merasa segan dan tak pantas menyebut panggilan baru. Kebiasaan memanggil di kantor harus dirubahnya menjadi Bang Alex.
__ADS_1
Mirna mengalihkan pandangannya ke sebuah gerai K*C saat mereka mau menuju kantor Naredi Food. Dan Alex sempat menangkap moment itu dan langsung mengusulkan ide agar nanti siang kita makan disana.
"Nanti siang kita makan di sana ya," kata Alex menawarkan ide kepada Mirna.
"Makan dimana Pak, Eh Bang Alex?" jawab Mirna pura-pura tidak tahu.
"Di K*C tadi. Bang Alex tahu, tadi Mirna memperhatikan pas kita lewati,"
"Oh, iya Bang Alex, tapi kan di kantor sudah disediakan, gimana bang?"
"Tidak apa-apa, bisa juga koq makan di luar,"
"Tapi, tidak enak Bang Alex, karena sudah disediakan di ruang pelatihan,"
"Iya juga ya, gimana kalau nanti malam aja ya?"
Mereka sudah mendekati kantor. Sudah terlihat dari jauh nama perusahaan snack itu. Mereka masuk ke gerbang dan berhenti di pos sekuriti. Mirna menunjukkan name tag dan mereka pun dipersilahkan masuk.
Tepat di depan kantor utama, mereka berhenti. Mirna turun setelah mengucapkan banyak terimakasih kepada Alex. Mirna lalu melambaikan tangannya, dan mobil itu melaju meninggalkan Mirna.
Mirna melangkah melewati resepsionis. Dia menuju lantai 3, tempat pelatihan hari ini. Anak tangga demi anak tangga dinaikinya.
Tepat di depan Aula, Mirna masuk ke ruang pelatihan. Jadwal pelatihan sudah tertera di layar utama. Seharian mereka akan mengikuti sesi yang baru. Menguras tenaga dan konsentrasi.
Di sebuah hotel Alex membuka laptopnya. Dia berada di Surabaya untuk misi tertentu. Dia bekerja secara daring untuk urusan perusahaan Mentarindo.
Alex sebenarnya dipusingkan dengan pemutusan kontrak kerjasama dengan Narida food. Padahal selama ini, mereka bisa mensuplai tepung puluhan ton ke pabrik snack itu.
__ADS_1
Putusnya kontrak dengan perusahaan tempat Mirna bekerja akan sangat berpengaruh. Omzet bulanan akan jatuh dan bahkan bisa mengurangi setengah dari omzet biasanya.
Ditambah lagi di coretnya Mentarindo sebagai calon suplier untuk mega proyek. Padahal semua sudah dipersiapkan untuk memenuhi suplai tepung untuk proyek itu. Mereka sudah membeli lahan perkebunan singkong dan kentang yang luasnya ber hektar-hektar dari petani. Miliaran rupiah sudah dikeluarkan untuk persiapan mega proyek.
Karena mega proyek narida food itu membutuhkan kualitas tinggi dan kuantitas berton-ton per bulan. Untuk itulah, mereka sudah menyiapkan stock dan lahan agar terpenuhi permintaan konsumen. Namun, kini semua berakhir. Tak ada kerjasama lagi dengan pihak pabrik.
Ini adalah pukulan telak buat Alex. Selaku direktur perusahaan, dia bertanggung jawab dengan pemutusan kontrak ini.
Dan menyakitkan, karena ini akibat ulah bawahannya, yang melaporkan seorang cleaning service yang gerak-geriknya mencurigakan di gudang bahan baku pabrik Narida food. Waktu itu, Dewi, staf QC Mentarindo sedang ikut investigasi penyebab banyaknya returan tepung.
Dan apesnya, tak ada bukti yang menyatakan cleaning service itu bersalah. Itulah menjadi senjata Renno, si cleaning service itu akan melaporkan Narida food dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Karena itu jugalah, perusahaan Alex di putus kontrak. Karena, satu syarat dari Renno, jika Mentarindo tidak lagi kerja sama dengan Narida Food, maka dia tak akan melanjutkan laporan kasus pencemaran baik ini.
Narida Food tak mau mengambil resiko. Apalagi di tengah persiapan mega proyek, ekspor snack super ke negara-negara eropa. Karena itulah, Andi Sienar telah memerintahkan Frangky Nors, sebagai manager HRD, agar segera menerbitkan surat pemutusan kontrak.
Namun, ada yang aneh dengan kasus ini. Dia melihat, ada yang berbeda dari Frangky Nors. Manager HRD itu begitu bengis dan tatapannya tajam kepada Alex. Itu sudah dirasakan oleh Alex seminggu setelah Mentarindo masuk menjadi suplier utama di pabrik Narida Food.
Keanehan itu ternyata ada sebabnya. Tak lain karena urusan cinta. Tepatnya karena Mirna. Alex sudah mendapat semua ceritanya dari atasan Mirna. Seminggu yang lalu, sejak Elsa Sionir menjadi mak comblang Mirna dan Alex, semua terang benderang.
Alex sudah paham kenapa begitu bencinya Frangky Nors kepadanya. Dan waktu meeting mengenai penentuan suplier tunggal untuk mega proyek yang dihadiri pihak pabrik dan Mentarindo, Frangky Nors lah yang pertama mengungkap kasus ini. Dia begitu berapi-api memojokkan Mentarindo.
Karena itulah, Alex menjalankan dua misi untuk kunjungannya ke Surabaya ini. Dia coba menggali informasi dari Mirna, karena waktu kejadian kasus Renno, Mirna juga ada di tempat kejadian. Dan misi kedua adalah mendapatkan cinta Mirna yang sudah tak menginginkan kehadiran Frangky Nors lagi.
Alex benar-benar menyusun strategi untuk kedua misi ini. Menariknya, kedua misi ini akan menghadapkannya dengan Frangky Nors. Kedua misi ini akan menguras tenaga dan pikiran Alex. Dia sangat berharap ada informasi kunci yang dia dapatkan dari Mirna.
Alex kini fokus dengan laptopnya. Salah satu managernya mengirimkan data pembelian lahan pertanian singkong dan kentang. Dalam tabel excel itu terlihat, manager mengasumsikan penjualan dengan separuh harga. Yang tentunya akan merugikan mereka.
__ADS_1
Alex memutar otak bagaimana cara menyelamatkan lahan-lahan pertanian itu. Menyelamatkan uang perusahaan puluhan milliar. Alex belum memutuskan apakah menjual murah atau tetap bertahan. Karena Alex masih punya keyakinan, walau tipis, masih bisa menjadi suplier mega proyek itu.