Di Atas Cinta Suci

Di Atas Cinta Suci
Bab 12. Tertangkap Basah


__ADS_3

"Ya ampun, itu kan Renno? Cleaning service, yang biasa ngobrol sama Pak Nors," kata Mirna dalam hati terkaget-kaget.


Kedua sekuriti itupun memanggil pria itu. Ternyata cleaning service pabrik. Karyawan outsourcing yang bertugas di gudang bahan baku.


"Selamat siang, mas. Kami dari keamanan pabrik. Kami dapat info, gerak gerik mas mencurigakan di gudang ini. Karena itu, kami akan membawa mas ke posko keamanan,"


"Apa salah saya Pak?"


"Nanti mas jelasin di kantor, kita ke kantor dulu," sambil memegang tangan cleaning service itu.


Mirna, Elsa Sionir dan Dewi mengikuti dari belakang. Mereka keluar gudang. Sesampai di pos sekuriti, mereka diarahkan ke kantor HRD.


Mengikuti Supervisor General Affairs, Indra. Keamanan dan cleaning service menjadi tanggung jawab Indra.


Mereka kini duduk di dalam ruangan Frangky Nors. Walau Frangky Nors sedang dinas luar kota, ruangannya bisa dipakai untuk hal-hal penting.


Indra coba hubungi managernya. Frangky Nors. Namun, sepertinya masih sedang meeting. Sudah 2 kali dihubungi. Tidak ada jawaban.


Di dalam ruangan. Ada juga Mirna, Elsa Sionir, Dewi, 2 orang sekuriti, Indra dan kepala tim cleaning service.


"Hallo Pak Nors, lagi meeting ya Pak?" Indra menerima telpon dari Frangky Nors. Indra keluar ruangan sambil menelpon.


"Iya, ada apa, dra?"


"Ini ada kasus Pak. Renno, cleaning service, ditemukan mencurigakan di gudang bahan ba,"


"R-Renno?" Dia memotong. Dia Kaget campur panik. Matanya langsung jelalatan melihat sekitar. Lalu keluar mencari tempat aman.


"Iya, Pak. Ini sedang di ruangan bapak bersama sekuriti,"


"R-Renno, cleaning service, apa ada bukti? Kita jangan asal nuduh,"


"Bagusnya gimana Pak Nors?" Wajah Indra sangat serius.


"Menurut saya, kasus ini coba di stop dulu. Apa orang kantor sudah pada tahu?"


"Baru orang Finance & Accounting, disini ada Ibu Elsa Sionir,"


"Coba kamu atur dulu, agar kasus ini tidak meluas, apalagi jangan sampe ke kepala cabang,"

__ADS_1


"Iya, Pak," Indra mengiyakan instruksi Frangky Nors.


"Besok pagi sekitar jam 10, saya sudah di kantor. Besok kita bahas. Nanti saya bilang ke Elsa juga agar tidak berkembang kasus ini,"


"Baik, Pak," Telepon terputus. Indra kembali ikut bergabung bersama sekuriti.


Elsa Sionir kini keluar ruangan. Dia juga menerima telpon dari Frangky Nors. Menerima arahan.


Mereka sudah lengkap di ruangan itu. Elsa Sionir juga sudah duduk disana. Indra mulai bicara. Sesuai arahan Frangky Nors.


"Selamat Sore Bapak, Ibu sekalian. Saya baru saja minta arahan dari Pak Nors. Pak Nors selaku manager HRD, meminta agar kasus ini kita simpan dulu. Sampai Pak Nors pulang besok pagi. Dan mungkin Ibu Elsa juga sudah di kasih tahu Pak Nors ya bu?"


"Iya, sementara kasus ini kita tahan dulu, sebelum Pak Nors pulang," Jawab elsa Sionir yang membuat Renno tersenyum angkuh.


"Jadi untuk saat ini, kasus ini jangan berkembang dulu kemana-mana. Kepada tim keamanan, besok kita meetingkan hal ini dengan Pak Nors,"


Kedua sekuriti itu pun keluar ruangan manager HRD. Disusul oleh Elsa Sionir, Dewi dan Mirna. Belakangan Renno dan kepala tim cleaning service juga meninggalkan ruangan.


Tak ada introgasi terhadap Renno. Kasus Ini adalah wilayah kekuasaan Frangky Nors. Renno adalah tetangganya. Yang dia telpon tadi siang untuk suatu rencana rahasia.


Telpon Renno berbunyi. Pak Nors memanggil. Renno mengambil arah parkiran. Menjauh agar obrolan tidak terdengar siapa pun. Pasti membahas kasus di gudang bahan baku.


"Trus tadi tertangkap basah atau gimana? Koq bisa securiti langsung tahan kamu?" Frangky Nors mencecar.


"Tadi saya sudah selesai nyuntik. Pas saya mau bersih-bersih di tempat lain, Renno di panggil sekuriti om,"


"Jadi bukan tangkap basah ya? Apa mereka ada menggeledahmu? maksudnya suntikanmu ditemukan mereka gak?"


"Iya om, digeledah, tapi cuma peralatan yang biasa yang ditemukan. Suntikannya sudah sempat saya buang ke tempat sampah," Renno meyakinkan Frangky Nors


"Ok berarti gak ada bukti ya, CCTV juga kamu pastikan gak ada di lokasi itu?"


"Iya, Om. Gak ada bukti. Ini malah pencemaran nama baik Om,"


"Tapi apa dasar mereka tiba-tiba menangkapmu, apa securiti dapat info dari IT?" Frangky Nors mengulang pertanyaan yang sama.


"Kalau dari IT, Renno pastikan tidak kena CCTV. Tapi tadi, ada 3 orang dari pihak kantor bersama sekuriti itu,"


"Siapa saja, kamu kenal tidak?" Frangky Nors tidak sabar ingin tahu siapa orangnya.

__ADS_1


"Manager Finance, sama 2 orang cewek, masih muda-muda. Satunya, yang naik mobil Om, pas mau pulang waktu itu,"


"Mirna..?"


"Iya, Om. Dia tadi ikut juga disana," Renno menjelaskan.


"Yang satunya kamu gak kenal,"


"Gak kenal Om, kalau lihat topinya, kayaknya pengunjung pabrik atau visitor,"


"Visitor? Dia ada di gudang tepung," Suara Frangky Nors agak keras.


Obrolan mereka masih berlanjut. Terkadang berhenti. Karyawan shift 1 waktunya pulang. Mengambil motor dari parkiran.


Karyawan semakin memenuhi parkiran. Renno tidak leluasa berbicara dengan Frangky Nors. Mereka sepertinya akan mengakhiri.


"Iya, udah.. besok kita ketemu di pabrik, jangan ngomong-ngomong ya, ini rahasia kita berdua," Frangky Nors mengakhiri pembicaraannya.


Renno sudah berada di ruangan tim cleaning service. Bersiap untuk pulang. Akan berganti shift.


Sementara di ruang finance. Mirna masih memproses tagihan dari Mentarindo. Tagihan yang sudah jatuh tempo pembayarannya.


Akibat hilangnya surat jalan. Kini sudah ditemukan. Diberikan oleh Frangky Nors. Saat makan malam di hotel.


Tagihan itu harus di bayar sore ini. Untuk menepati janji Mirna kepada Alex, saat meeting tadi siang.


Mirna dengan cepat menyiapkan proses berkas tagihan. Yang akan diserahkan kepada Elsa Sionir, managernya. Untuk di cek kebenaran dan dokumen tagihan.


Jika sudah lengkap, segera di approve. Dan tinggal proses transfer. Tagihan ini harus segera terbayar sore ini.


Sebelumnya, tagihan ini sudah masuk ke pabrik 2 minggu yang lalu. Namun, surat jalan hilang. Sudah ditelusuri, surat jalan sudah diserahkan ke Mirna.


Dan itu ada tanda serah terimanya. Akibat terlambatnya pembayaran tagihan ini, membuat Elsa Sionir kena marah sama kepala cabang.


Mirna yang bertanggung jawab dengan tagihan, mendapat peringatan keras dari managernya. Bahkan Mirna tak akan di angkat jadi karyawan tetap jika kasus ini belum kelar.


Mirna begitu bersyukur. Lagi-lagi Frangky Nors menyelematkan dia. Pria yang sangat menyukai Mirna, mendapat pujian dari Mirna.


Entah darimana Frangky Nors mengambil surat jalan. Apa sengaja mengambil dari meja Mirna? Untuk apa dia ambil itu? Atau mungkin cara dia untuk mencari simpati Mirna? Wanita yang begitu disukainya.

__ADS_1


__ADS_2