
Mereka terlihat serius membahas mengenai Alex Notobroto. Direktur Mentarindo yang menjadi suplier di perusahaan Mirna bekerja. Walau sudah akan diputus kontrak akibat ulah Frangky Nors. Manager HRD kekasih Mirna.
"Gini, Mir. Kalau Mirna memang suka dengan Pak Alex, saya mau memberitahu kabar baik buat kamu. Pak Alex itu, kemaren bilang ke Ibu, kalau dia suka sama Mirna,"
"Ah... ibu paling bercanda, mana mungkin Pak Alex memilih Mirna, Bu,"
"Serius Mir, ibu serius. Sejak Mirna curhat ke ibu di sore hari itu, Ibu langsung bisa merasakan apa yang dirasakan Mirna. Makanya, sejak itu, ibu komunikasi terus dengan Pak Alex, dan memang benar, Pak Alex ada hati dengan Mirna. Ibu sangat berharap, Mirna terima saja bila Pak Alex mengungkapkan isi hatinya,"
"Hmm...I-iya bu, Mirna sebenarnya juga suka sama Pak Alex, cuma Mirna sadar diri aja bu, terlalu jauh levelnya. Tapi b-bila memang Pak Alex s-suka sama Mirna.. "
"Terima aja Mir, Ibu dukung 100%. Ibu juga sudah kasih tau ke Pak Alex kalau Mirna suka pak Alex. Apa Mirna tak mendukung pekerjaan sampingan ibu sekarang?" tanya atasannya pada Mirna.
"Kerja sampingan apa, Bu?" Mirna penasaran.
"Jadi mak coblang dirimu dengan Pak Alex," jawab atasannya yang disambut Mirna dengan tertawa.
"Hahahah, ada-ada aja ibu,"
Obrolan mereka sudah berakhir. Mirna kini diam terpana, tak menyangka kalau Pak Alex juga menyukainya. Dia merasa tersanjung, seorang direktur perusahaan besar menaruh hati dengannya. Bahkan seorang manager finance perusahaan snack terbesar menjadi mak comblangnya.
Dan ternyata, atasannya sudah lama menjadi penghubung antara dirinya dengan Alex Notobroto. Dan yang paling membuat jantungnya berdebar-debar adalah ucapak atasannya, yang sudah menyampaikan kalau dirinya suka sama Alex.
Benar memang, Mirna jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Alex. Sejak meeting pertama kali. Namun, semua dia simpan dalam hati. Mengingat status sosial mereka yang bagaikan bumi dan langit. Itu yang memisahkan cinta Mirna sehingga dia membuang jauh-jauh rasa itu.
Dan rasa itu semakin dijauhkan oleh kehadiran Frangky Nors, duda yang sudah dianggapnya sebagai orangtua, namun menawarkan cinta yang tak bisa ditolak Mirna.
Mirna meraih hp nya. Lalu membuka galeri di ponselnya. Entah kenapa, dia jadi ingin sekali melihat foto Alex. Dia cari foto-foto saat pertama kali mereka bertemu di saat penandatanganan kontrak waktu itu.
Waktu itu sangat banyak foto dikirimkan di grup finance. Termasuk saat Mirna dan Alex duduk berdampingan saat Alex menanyakan proses pembayaran. Foto-foto itu di scroll oleh jari telunjuknya. Mata Mirna tak lepas dari wajah Alex. Tak puas hanya melihat begitu, jari Mirna memperbesar foto-foto yang ada gambar Alex.
__ADS_1
Seketika Mirna berubah total. Hayalannya melayang begitu tinggi. Wajah Alex Notobroto menghiasi bola matanya. Setiap matanya melihat sesuatu, wajah Alex ada disana.
Kini dia tersenyum. Di pojok kamar hotel. Dia sampai lupa membuka pesanan makanan yang dikirimkan oleh Alex. Dia jatuh cinta untuk kedua kalinya. Cinta anak gadis yang selalu bersemi dengan bunga mewangi.
Hayalan tinggi Mirna dibuyarkan bunyi perutnya yang keroncongan. Sudah pukul 20:00. Dia lalu melangkah ke depat televisi. Disana sebungkus ayam goreng k*c siap disantap. Mirna mengambil bungkusan itu. Lalu membukanya.
Wangi khas ayam goreng itu langsung menusuk hidungnya. Dia segera duduk di kursi dekat televisi. Sebelum dimakannya, dia jepret dua kali. Untuk dikirimkan ke Alex nanti sekalian mengucapkan terimakasih.
Mirna menyantap makanan kesukaannya. Makanan yang belum pernah dibelikan oleh kekasihnya Frangky Nors. Ayam goreng seperti ini tidak ada di warung remang-remang dan di angkringan. Tempat makan favorit Frangky Nors saat berdua dengan dirinya.
Berbeda dengan Alex, dia sudah beberapa kali membawakan Mirna ayam goreng k*c ini ke pabrik. Bahkan untuk kedua kali ini mengirimkan paket khusus untuk Mirna.
Sambil menyantap makan malamnya, Mirna mengirimkan foto ayam goreng itu ke Alex. Dia mengucapkan terimakasih banyak. Karena, andai tidak ada kiriman makanan dari Alex, dia tak akan bisa turun ke bawah untuk membeli makanan.
Untung saja Alex paham betul kondisi Mirna. Pemahaman seperti ini yang diinginkan perempuan dari seorang pria. Saat sangat terdesak, saat memerlukan bantuan, kehadiran pria begitu diperlukan.
Uang yang begitu besar. Dan menyelamatkan nyawa ibunya. Hal itulah yang membuat hati Mirna makin luluh sama Frangky Nors yang pada akhirnya dia terima sebagai pacar.
Mirna sudah mengakhiri makan malamnya. Dia membuang bungkusan makanan ke tempat sampah. Dia kini melihat jadwal pelatihan besok.
Seharian dia berada di ruang pelatihan. Tentunya itu akan membosankan. Sehabis pelatihan, diantar kembali ke penginapan. Ingin sekali rasanya Mirna berkeliling kota Surabaya. Menjelajahi kota pahlawan ini.
Namun, itu sesuatu yang mustahil. Dia hanyalah seorang staf. Berbeda kalau atasannya dinas luar kota. Level manager selalu di service menikmati wisata kuliner dan di ajak berkeliling kota.
Mirna sangat berharap besok dapat supir yang enak diajak ngobrol. Bukan supir pendiam seperti kemarin. Walau sebenarnya supir pendiam itu sangat baik. Mau mengantarkan Mirna sampai kamar hotel dan mengajarinya.
Mirna coba hubungi atasannya untuk menanyakan siapa yang menjemputnya besok ke hotel. Kalau sendirian, dia belum paham.
"Halo, Bu. Mau nanya besok, Mirna dijemput apa naik ojek online bu?" tanya Mirna menanyakan perihal besok.
__ADS_1
"Oh iya, untung Mirna nanya. Besok kan mulai jam 09:00 pagi ya,"
"Iya, bu. Paling tidak jam 08:30 sudah berangkat bu, biar tidak buru-buru, tapi kalau bisa supir yang enak diajak ngobrollah bu, jangan kayak kemarin, pendiam betul supirnya, mau nanya aja jadi sungkan benar,"
Elsa Sionir tertawa kecil di seberang sana.
"Hmm...... gini aja, saya kasih supir yang terbaik besok untuk Mirna, dijamin tak akan membuat Mirna kesal. Enak diajak ngobrol dan kalau perlu sehabis pelatihan, bisa membawa Mirna keliling-keliling kota, menikmati kuliner seperti cerita ibu kalau lagi dinas, mau kan?"
"Tapi bu, Mirna kan hanya staf. Apa disediakan supir juga buat jalan-jalan?"
"Iya, Mir.. Ini sebagai penebusan dosa ibu buat Mirna, karena seharian kemarin supir yang mengantar jemput membuatmu jengkel. Tapi kamu harus siap ya, takutnya kamu dag dig dug terus, malah gak mau ngobrol,"
"Emang supirnya siapa Bu?" tanya Mirna penasaran.
"Kalau Frangky Nors, gimana?" Elsa Sionir tertawa lebar di seberang.
"Ih, Ibu bercanda terus.. Jangan bu, jangan dia. Sudah malas dengar nama dia," jawab Mirna dengan jutek.
"Hahahaha, bukanlah, Kalau bisa, jauhkan dia dari pikiranmu. Buka hati aja ke Alex, mumpung Ibu masih betah kerja sebagai mak comblang," nasehat Elsa Sionir sambil tersenyum.
Mirna tersenyum aja di atas kasur. Dia terlihat bahagia dengan usaha atasannya menjodohkan dia dengan Alex Notobroto.
Elsa Sionir sudah mengakhiri pembicaraannya, karena mau meeting kembali. Mirna masih penasaran dengan candaan atasannya, supaya tidak dag dig dug saat bertemu supirnya.
"Apa mungkin supirnya langsung supervisor GA?," tanya Mirna dalam hati. GA\= general Affairs, membawahi bagian transportasi.
Mirna terus memikirkan nya. Namun, Mirna sudah menyimpulkan, siapapun supirnya, yang penting bukan supir pendiam kemaren.
Malam ini Mirna langsung tertidur. Dia sudah mematikan data selulernya. Lelah seharian di ruang pelatihan dan lelah hati menghadapi si supir pendiam. Mirna langsung terlelap tertidur di kasur empuk hotel berbintang. Menikmati mimpi indah sebelum pagi kembali datang.
__ADS_1