Di Atas Cinta Suci

Di Atas Cinta Suci
Bab 46. Makan Malam


__ADS_3

Kasihan Alex dan perusahaannya sudah banyak mengeluarkan uang untuk membeli lahan dari petani dan membeli mesin-mesin canggih untuk persiapan mega proyek PT Nerida Food.


Di sebuah gerai k*c, Alex dan Mirna sedang menunggu pesanan. Mereka berdiri antre bersama sambil bercanda ria. Setelah pesanan datang, mereka menuju meja di pojok gerai tersebut.


Mereka duduk di meja dengan posisi berhadapan. Lalu Alex melangkah mengambil saos untuk mereka berdua.


"Masih ingat kan minggu kemaren waktu saya kirimkan k*c, Alex bilang suatu saat kita akan menikmati ayam gorengnya bersama di meja yang sama, dan hari inilah buktinya," Alex mengingatkan ucapannya minggu kemaren saat mengirimkan ayam goreng kesukaannya.


Dia meletakkan saos di depan Mirna.


"Iya, benar juga ya jadi kenyataan," jawab Mirna dengan senyum malu-malu.


"Silahkan dimakan, Mir, santai saja," kata Alex karena terlihat Mirna belum memakan menu favorit mereka berdua.


"Iya, Bang, terimakasih," jawab Mirna sambil membuka bungkusan nasi k*c.


Mereka terlihat sebagai pasangan yang serasi. Lelaki tampan dan gadia manis. Sesekali mereka bercanda dan melempar senyum. Alex yang sebelumnya sangat kaku bila bertemu Mirna, namun kini sangat rileks dan bahagia.


"Bagaimana dengan Ibumu, apakah sudah sehat," tanya Alex mengagetkan Mirna.


Mirna kaget karena Alex masih ingat kalau ibunya pernah sakit. Waktu itu memang, Mirna pernah cerita. Di kantin saat jam istirahat. Waktu itu Mirna sampai menangis menceritakan penyakit ibunya kepada Alex.


Namun, Mirna tak menyangka, Alex masih mengingatnya. Karena, kekasihnya, Frangky Nors, tidak pernah menanyakannya. Bahkan, saat Mirna cerita tentang ibunya, Frangky Nors langsung mengalihkan pembicaraan.


"S-sudah mulai sehat Bang, tapi tidak bisa lagi bekerja seperti dulu," jawab Mirna. Dia memperhatikan wajah Alex yang terlihat sangat serius mendengarkan.


Alex lalu menyinggung masalah uang operasi ibunya.


"Syukur waktu itu bang, Pak Frangky Nors mentransfer uang operasi ibu," jawab Mirna sambil minum.


Mendadak wajah Alex berubah. Dia menatap serius ke wajah Mirna. Mungkin dia tak suka kalau Mirna menyebut nama Frangky Nors.

__ADS_1


"Jadi kata Frangky Nors, dia yang transfer uang itu?" tanya Alex dengan nada bergetar akibat emosi memuncak.


"Sebenarnya tidak pernah dia katakan dengan jelas. Tapi dia tak pernah jelas mengatakan bila dia yang transfer. Tapi Mirna yakin, hanya dia yang tahu nomor rekening Mirna, karena dia manager HRD,"


Alex menyudahi makannya. Dia beranjak mencuci tangannya ke wastafel. Mirna merasa tidak enai, karena membuat Alex sedikit emosi.


Mirna takut, Alex marah karena menyebut-nyebut nama Frangky Nors. Namun, yang membuat Alex sedikit emosi adalah karena Mirna telah ditipu oleh Frangky Nors.


Frangky Nors memanfaatkan situasi, seolah-olah dia yang mentransfer uang itu untuk merebut hati Mirna. Mirna yang begitu membutuhkan uang itu termakan budi sehingga usaha Frangky Nors mendekatinya mulus.


Alex kembali duduk. Membawa es krim dan meletakkan di atas meja.


"Mir, sebenarnya, yang mengirimkan uang berobat ibumu adalah orang yang sangat mencintaimu," ucap Alex sambil memberikan es krim itu kepada Mirna.


Mirna belum paham dengan ucapan Alex. Tangannya sudah memegang es krim pemberian Alex.


"Maksudnya gimana Bang, Mirna belum paham?" cecar Mirna kepada Alex.


Mirna melangkah ke wastafel. Dia membersihkan tangannya. Dari sisa makanan. Hatinya jadi penuh tanya. Mencoba menafsir maksud perkataan Alex tadi.


Sambil menggosok jari-jarinya dengan sabun di air mengalir, Mirna coba menerka-nerka siapa orang yang sangat mencintainya, yang mentransfer uang jaminan operasi ibunya. Apakah maksud Alex adalah Frangky Nors? Sepertinya tidak mungkin.. Lalu siapakah maksud Alex?


Mirna bertekad harus tahu siapa yang mengirimkan uang itu. Selama ini Mirna sudah yakin betul kalau Frangky Nors lah yang mentransfer uang itu. Walau tak pernah ada bukti semisal bukti transfer. Mirna hanya berasumsi, karena hanya Frangky Nors dan bagian payroll yang tahu nomor rekeningnya.


Dia melangkah kembali menuju meja. Disana Alex sedang memakan es krim rasa coklat. Di tangan kirinya hampir meleleh es krim milik Mirna. Segera disodorkan Alex. Dan Mirna pun menikmati es krim dengan rasa yang sama dengan Alex


"Bang, sebenarnya, maksud perkataan abang tadi, yang mengatakan bahwa uang jaminan operasi Ibu di transfer orang yang sangat mencintaiku, kalau boleh tahu siapa bang?" tanya Mirna memecah keheningan yang sempat diantara mereka berdua.


Alex menggeser bangkunya. Mendekatkannya ke bibir meja. Jarak Alex dan Mirna menjadi sangat dekat. Mirna yang sudah menghabiskan es krimnya agak kelabakan karena jarak mereka sangat dekat.


"Kalau Frangky Nors sangat mencintaimu, berarti dialah yang mentransfer uang itu. Tapi kalau menurut Mirna Frangky Nors tak mencintaimu, berarti bukan dia yang mentransfer uang itu," jawab Alex semakin membuat Mirna bingung.

__ADS_1


"Apakah dia hanya mencintai tubuhmu dan menyakiti hatimu?" Alex berdiri sebentar. Dia terlihat sangat emosional. Dia membenci sifat Frangky Nors yang tidak gentlemen menurut Alex.


Mirna terdiam. Baru sekali ini Mirna melihat Alex begitu emosi. Sepertinya ada masalah serius yang memicu kemarahan Alex. Mirna mulai berpikir, jangan-jangan Alex yang mentransfer uang itu.


"Tapi, darimana dia tahu nomor rekeningku," tanya Mirna dalam hati.


"Sedikit banyak, Alex sudah tahu sifat Frangky Nors. Dan itu baru terbongkar, setelah Indra resign. Indra banyak cerita dengan Alex,"


Ucapan Alex kali ini benar-benar membuat jantung Mirna berdebar. Indra adalah supervisor kepercayaan Frangky Nors. Mirna takut, jangan-jangan video setengah telanjang itu diketahui oleh Indra juga.


"I-Indra itu memang teman Abang ya?" tanya Mirna dengan gugup.


"Indra itu adalah teman SMA dan teman kampus. Dia mengambik hukum dan saya Ekonomi. Dia adalah sahabat baik Alex," jawab Alex membuat Mirna makin gugup. Mirna terlihat keringat dingin walau AC di ruangan itu begitu dingin.


"Harusnya Frangky Nors harus gentle. Tidak jadi pengecut. Saya paling membenci sifat seperti dia. Yang memanfaatkan kebaikan orang lain untuk memuluskan ambisi pribadi," kata Alex dengan nada tinggi.


Mirna semakin tidak paham maksud dari direktur Mentarindo tersebut. Matanya menatap terus ke wajah Alex selama Alex berbicara.


"Mirna semakin tidak paham maksudnya, Bang," respon Mirna mencoba meminta penjelasan dari Alex.


"Ini berkaitan dengan uang jaminan ibu Mirna. Selama ini, Alex tak pernah mempermasalahkan ini. Tapi saat Mirna bilang bahwa Frangky Nors lah yang mengirimkan uang itu, saya jadi kesal dan marah sama kekasihmu itu," jawab Alex sambil mengepalkan tangannya.


Mirna terlihat mau menyahut namun Alex melanjutkan omongannya.


"Mirna tahu siapa yang sebenarnya mentrasfer uang itu?"


Mirna geleng-geleng kepala.


"Coba buka hp mu, maka Mirna akan tahu siapa yang mentransfer uang itu," perintah Alex kepada Mirna.


Mirna segera merogoh kantong celananya dan mengambil hp nya. Lalu segera memasukkan kode sandi ponsel itu.

__ADS_1


__ADS_2