Di Atas Cinta Suci

Di Atas Cinta Suci
Bab 28. Cemburu Buta


__ADS_3

Elsa Sionir tahu seluk beluk Frangky Nors, apalagi dengan urusan perempuan. Sudah banyak cerita, kegagalan Frangky Nors membina rumah tangga, setelah istrinya meninggal dunia karena sakit.


Frangky Nors pernah hampir menikah, namun gagal sebulan sebelum hari H. Itu karena, Frangky Nors ketahuan selingkuh. Pernah juga dia berurusan dengan pihak kepolisian, karena menghamili anak gadis. Namun, akhirnya berdamai setelah membayar uang damai.


Frangky Nors terkenal juga selalu gonta-ganti pacar. Dia lebih suka pacaran dengan anak gadis, lugu, dari keluarga kurang mampu dan polos seperti Mirna.


Entah karena lebih mudah dikelabui atau mungkin bisa menjanjikan bantuan dari sisi ekonomi, akhirnya bisa pacaran. Karena dari usia, Frangky Nors sudah kepala 4, tentunya bukan usia yang muda lagi. Walau sebenarnya, penampilan dan wajah Frangky Nors belum mencerminkan usianya. Dia masih terlihat pantas di kepala 3.


"Mirna," Managernya mulai bicara setelah tadi sempat bengong, kaget mendengar pengakuan Mirna.


"Maaf kalau Ibu tadi agak keras bicara sama kamu," Dia berhenti lagi bicara.


"Ibu baru tahu, kamu pacaran sama Frangky Nors. Ibu tahu, selama ini kalian dekat. Aku pikir itu hanya karena kamu ponakan teman Frangky Nors. Ibu pikir hubungan itu seperti hubungan orangtua dengan anak.


Elsa Sionir berdiri dan mendekat ke Mirna. Suara hak sepatu Elsa terdengar jelas dikeheningan sore itu.


"Sekarang ibu mau tanya,".


Mirna menunggu pertanyaan dari managernya.


"Ada apa, koq kamu pacaran sama Frangky Nors, koq wajahmu muram terus, tak ada senyum, dan kerjaanmu jadi berantakan?"


Mirna ikut berdiri dan memeluk Elsa Sionir di sampingnya.


"Mirna terlalu dikekang sama Frangky Nors, dia terlalu banyak aturan dan malah tak membolehkan Mirna dinas luar kota minggu Depan," Mirna menangis dipelukan managernya.


"Kenapa tidak boleh dinas luar kota? Itu kan tugas kantor,"


"Semua gara-gara Pak Alex. Frangky Nors tak mau saya berhubungan dengan Pak Alex."


"Lha, kan kamu dinas ke Surabaya, apa memang Alex ngikuti kamu ke Surabaya?"


"Frangky takut, Pak Alex menjumpai Mirna di Surabaya. Karena pabrik Mentarindo juga ada di Surabaya,"

__ADS_1


"Apa memang Pak Alex suka juga sama kamu, Mir?"


"Kurang tahu, Bu. Tapi Frangky Nors cemburu terus kalau Pak Alex menghubungi Mirna. Padahal itu adalah hubungan kerja nanya tagihan,"


"Begini aja, nanti Ibu bicara sama Frangky Nors. Agar kamu diijinkan dinas ke Surabaya,"


"Mirna malah katanya mau di pindah ke divisi lain, agar tak ada hubungan dengan Pak Alex,"


Elsa Sionir agak tak suka dengan sikap Frangky Nors yang ingin memindahkan Mirna. Apapun yang berkaitan dengan mutasi Mirna adalah keputusannya ada di tangan dia selaku manager Finance.


"Itu tidak ada hak Frangky Nors untuk memindahkanmu ke divisi lain. Kalau ibu tak mengijinkan, tak ada yang bisa memutasi kamu dari finance."


"Benar, Ibu? Mirna takut di mutasi dari finance. Mirna mau berkarir di finance Bu," tanya Mirna sambil memeluk managernya.


"Percayalah sama Ibu. Ibu tahu cita-citamu untuk membantu ekonomi keluargamu. Itu bisa kamu wujudkan lewat bekerja keras di finance."


"Terimakasih Ibu. Seminggu ini Frangky Nors mengancam terus akan memindahkan Mirna. Tidak akan mengijinkan Mirna ke Surabaya. Itu membuat Mirna jadi tidak fokus bekerja. Bagi Mirna, karir di finance lebih penting dari Frangky Nors,"


"Kalau memang Mirna mementingkan karir dari pada Nors, saran Ibu, tinggalkan saja Frangky Nors." Tatapan ibu menyiratkan sesuatu yang tak setuju dengan hubungan Mirna dengan manager HRD itu.


Mirna terdiam mendengar ucapan managernya yang begitu tegas. Dia bisa menangkap makna ucapan itu. Jelas tersirat disana, kalau atasannya tak suka dengan hubungan Mirna.


"Baik Ibu, akan Mirna pikirkan dulu. Terimakasih untuk perhatian yang Bu Elsa berikan. Sekarang, Mirna sudah ada teman curhat untuk masalah ini. Seminggu ini, Mirna tak tahu harus cerita ke siapa. Dan paling Mirna takutkan, kalau Mirna di pindah dari finance," kata Mirna sambil menyalami Elsa atasannya.


Terlihat, mereka kembali terlibat obrolan serius. Atasannya mencoba menceritakan semua riwayat percintaan Frangky Nors. Elsa Sionir paham betul, karena mereka berdualah manager paling senior di pabrik itu. Hampir bersamaan dipromosikan jadi manager.


Wajah Mirna menunjukkan keheranan. Berkali-kali mencoba memperjelas kebenaran cerita itu. Namun, Mirna sangat percaya dengan atasannya. Yang sudah dianggapnya sebagai ibu kandungnya.


Elsa Sionir kini memeluk Mirna. Tangannya mengelus dan menepuk-nepuk pundak Mirna. Pintu ruangan itu sudah terbuka. Mereka akan pulang dan meninggalkan kantor.


Jam dinding menunjukkan pukul 17.55 Wib. Ruangan kantor sudah mulai sepi. Hanya beberapa orang yang masih terlihat lembur di ruangan divisi lain.


Mirna kini sudah merasa plong. Beban yang hadir sejak menjadi pacar Frangky Nors telah berkurang. Sharing di sore hari ini dengan atasannya membuat hatinya tenang.

__ADS_1


Dia tak akan bisa dipindah oleh Frangky Nors. Yang artinya dia akan tetap berkarier di finance.


Dia juga akan tetap berangkat dinas luar kota ke Surabaya, untuk mengikuti pelatihan sistem keuangan yang baru. Frangky Nors tak punya hak melarangnya.


Walau ini akan membuat pertengkaran yang panjang, bila hal ini disampaikan ke Frangky Nors. Tapi Mirna sudah siap. Jika Frangky Nors tak bisa menerima, maka lebih baik memutuskannya daripada harus meninggalkan divisi finance.


Mirna sudah siap. Elsa Sionir ada di belakangnya, yang tak mau kehilangan Mirna dari finance. Mirna adalah aset berharga di divisi finance.


Mirna tak akan mau lagi di atur-atur oleh Frangky Nors. Apalagi mengenai kebebasan Mirna dalam bekerja. Kebebasan Mirna menghubungi Alex Notobroto dan juga rencana mau dinas luar kota ke Surabaya.


Apalagi sejak Mirna dengar kisah cinta Frangky Nors. Banyak gadis yang putus setelah puas dengan tubuh gadis itu. Mirna merinding mendengarnya.


Tak lama Mirna sudah sampai di kost-an. Dia langsung rebahan dan tergeletak di kasur. Lelah seharian bekerja membuat Mirna ingin sekali istirahat.


Apalagi bebannya sudah berkurang. Dia hanya memikirkan bagaimana caranya menyampaikan hal ini ke kekasihnya. Apakah mungkin Frangky Nors bisa menerima?


Urusan pekerjaan adalah nomor satu. Kebebasan dia berbicara dan dekat sama Alex Notobroto adalah masalah pekerjaan. Artinya, tak akan bisa lagi Frangky Nors membatasinya.


Mirna sudah bertekad, akan menyampaikan semua ke Frangky Nors. Dan memang bila Frangky Nors tidak bisa menerima, maka jalan terakhir adalah memutuskannya.


Tapi jika memang bisa diterima oleh Frangky Nors, maka Mirna tak keberatan hubungan mereka lanjut terus. Dengan syarat, masalah pekerjaan tak boleh diatur - atur oleh Frangky Nors.


Karena pekerjaan di finance, dia pertanggungjawabkan kepada atasannya. Bukan ke manager HRD.


Hmm.. leganya perasaan Mirna. Dia kini sudah berdiri di depan cermin. Melihat jerawatnya yang kini mulai mengecil.


Tak lama, dia raih handuk pink dari tempatnya. Dia menuju kamar mandi. Membersihkan kotoran-kotoran yang menempel selama bekerja di pabrik.


Malam ini Mirna bisa tidur lelap. Dia akan langsung matikan data selulernya. Agar tidak mengganggu tidurnya. Karena, sudah pasti Frangky Nors akan berpanjang lebar membahas Alex, membahas rencana dinas ke Surabaya.


Kamar Mirna sudah terlihat redup. Pertanda dia sudah mengakhiri aktifitas hari ini. Tidak seperti biasanya, yang biasa tidur larut malam. Melayani chatting kekasihnya, yang tak putus-putusnya.


Cemburu buta kekasihnya membuat tidur malamnya selalu tak cukup. Itu menguras emosinya. Mengurangi produktifitas kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2