
Namun, Mirna tak tenang. Hatinya malah deg degan. Mau di bawa kemana oleh Pak Nors mencari surat jalan tersebut. Apa mungkin tertinggal di rumah Paman? Atau Pak Nors akan membawanya ke kostan Mirna? Atau ke rumah Pak Nors?
Pak Nors menghentikan mobil nya. Tepat di depan sebuah hotel bintang 5. Apakah mungkin mencari surat jalan di sini? Tapi sepertinya tidak. Karena mobil tidak masuk ke dalam parkiran.
"Sebentar ya, Mir. Bentar aja," kata Pak Nors sambil menutup pintu mobil.
Pak Nors terburu-buru masuk ke bagian recepsionis. Terlihat Pak Nors berbincang serius dengan pelayan di sana. Seperti membahas sebuah rencana.
Dan tak lama, Pak Nors menyerahkan sesuatu ke pelayan. Bisa jadi untuk pembayaran makanan atau apa. Mirna tak jelas melihatnya.
Pak Nors sudah kembali menuju mobil parkir. Dan tak lama, mobil diarahkan ke parkiran hotel tersebut.
"Kita makan dulu yo, kan tadi makannya di kantin gak banyak. Gara-gara surat jalan sialan dari PT Mentarindo itu,"
"T-tapi Pak Nors, k-kita harus nyari surat jalan itu. Tadi Pak Nors bilang mau mencari.."
"Iya, kita makan dulu ya.. biar ada tenaga untuk nyarinya, Mir,"
Mirna pun turun dari mobil. Pengalaman pertama makan di hotel. Bintang 5 lagi. Mata Mirna agak jelalatan juga. Siapa tahu ada yang di kenal atau teman sekantor. Masih merasa malu harus jalan bareng Pak Nors.
Mereka menuju restoran mewah di lantai 6. Saat masuk ke lift, tangan Pak Nors sudah meraih tangan Mirna. Selama di lift, jemari Mirna tak lepas dari tangan kokoh Pak Nors.
Dan terlihat malu-malu. Mirna sudah sangat pasrah. Jantungnya dag dig dug. Saat jari jemari Pak Nors sudah mempermainkan jari-jari mungil Mirna. Dan jari jari mungil itu sudah merespon.
Mereka keluar dari lift. Bergandengan tangan menuju meja di pojok. Sedikit meja ini di sekat dengan ornamen mewah.
Pak Nors menyiapkan kursi dan mempersilahkan Mirna duduk. Mirna tersenyum malu-malu. Dia begitu dianggap istimewa oleh Pak Nors.
"Mau pesan makan apa, Mir?" sambil menyerahkan daftar menu.
"Terserah Pak Nors aja ya,"
"Gak usah malu Mir, pesan aja apa yang pengen Mirna makan," kata Pak Nors sambil merapatkan badannya di samping Mirna. Sambil membuka daftar menu, tangan Pak Nors yang berbulu lebat menyapu kulit mulus Mirna.
Mirna benar-benar kegelian. Membuat jantungnya semakin kencang berdetak. Tangan itu begitu diagungkan Mirna. Begitu diidamkan wanita polos seperti Mirna.
__ADS_1
Namun, karena belum juga ada pilihan Mirna. Pak Nors pun memesan untuk mereka berdua. Tak Lama sudah datang pesanan. Lalu dihidangkan di meja mereka.
"Sepertinya belum lengkap deh. Masih kurang satu lagi. Yang tertinggal ini kesukaanmu, Mir," sambil meraih tangan Mirna lagi.
"Makanan apa, Pak Nors?"
Pak Nors tidak menjawab. Lalu berdiri menghampiri pelayan yang sedang menuju meja mereka. Sepertinya Pak Nors yang akan membawa nampan makanannya.
Pak Nors pun membawa nampan itu. Lalu Mirna di suruh berdiri oleh Pak Nors.
"Silahkan berdiri, Mir. Sambil tutup mata ya, Nanti pas saya bilang buka mata, baru di buka matanya,"
Mirna pun bangkit berdiri. Lalu memejamkan mata. Pak Nors mendekatkan nampan itu ke depan Mirna.
"Silahkan di buka matanya, Mir.."
Mirna begitu kaget. Dan berteriak pelan. Tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"A-ahhh...., k-koq bisa Pak Nors,?
"Bagaimana bisa, koq ada di restoran ini," tanya Mirna tak percaya. Matanya kini berkaca-kaca. Masih tak percaya apa yang dilihatnya. Setitik air mata mengalir pelan menuju pipinya.
"Saya akan selalu ada disisimu, saat kamu berbeban. Saya akan menopangmu, saat kamu lelah. Siap membantumu, selalu menolongmu,"
Mirna meraih isi nampan itu. Bukan makanan special khas bintang 5. Bukan juga benda mahal. Namun, hanya selembar kertas. Yang berisi jumlah barang masuk dan tanda tangan supir.
Surat jalan. Iya hanya selembar surat jalan. Surat jalan yang di cari-cari Mirna selama ini. Surat jalan yang bisa membuat dia tidak diangkat jadi karyawan tetap.
Mirna memeluk Pak Nors. Sambil berurai air mata. Menyalami Pak Nors dan berkali-kali mengucapkan terimakasih. Pak Nors pun menyambut pelukan Mirna.
Tak lama. Keduanya sudah duduk kembali. Mereka makan bersama. Terlihat Pak Nors menyuapi Mirna. Dengan malu-malu Mirna menerima suapan Pak Nors.
Mirna begitu bahagia. Surat jalan itu sudah ditemukan. Yang artinya telah menyelamatkan karir nya di PT NarudaFood Jaya. Dan Pak Nors, menjadi sosok yang paling diangungkan olehnya.
Sudah dua kali Pak Nors memberi pertolongan berharga bagi Mirna. Pertama saat mengirimkan uang 35juta untuk menyelamatkan ibunya.
__ADS_1
Dan kini, telah menemukan surat jalan yang dia cari-cari. Dan akan menyelamatkan Mirna untuk diangkat jadi pegawai tetap.
Tak ada pria lain. Selain Pak Nors yang ada di hati Mirna. Bagaikan dewa penyelamat. Yang selalu hadir di saat yang tepat.
Mirna sudah memutuskan. Akan menerima permohonan paman minggu kemaren. Dimana Mirna di suruh paman untuk menjadi istri Pak Nors.
Mirna masih menunggu kata-kata cinta dari Pak Nors. Karena selama ini, belum ada yang terungkap. Namun begitu, Pak Nors sudah bolak-balik menggandengnya, meremas tangannya.
Pak Nors kini sudah selesai makan. Mirna masih menikmati makannya. Jam sudah menunjukkan pukul 19:30. Pak Nors masih menemani Mirna. Sambil memuja-muji Mirna. Membuat Mirna mabuk cinta. Mabuk asmara. Lupa diri.
Tak lama. Meja itu sudah kosong. Sedang dibersihkan pelayan hotel. Namun, ternyata ada benda yang tertinggal. . Pelayan berlari ke arah parkiran. Dan menanyakan sekurity.
Pajero Sport hitam baru saja dihidupkan. Security mendekati mobil itu. Kaca mobil sebelah kiri terbuka.
"Selamat malam, Pak! Tadi pelayan kami menemukan dompet ini di restoran tempat Bapak Ibu tadi makan malam. Apakah benar ini dompet bapak atau Ibu?"
Pak Nors langsung meraba kantong celana nya. Kantong Belakang dan depan. Dan benar, dompetnya tidak ada lagi.
"Betul, Pak.. Itu dompet saya,"
"Untuk memastikan apakah benar ini dompet Bapak, boleh kami buka dompetnya dan mengambilkan identitas ktp atau sim?
"Silahkan Pak, o-oh, ambil kertas parkir aja pak, ada di dalam dompet,"
Security mengambil kertas parkir yang diselipkan di dalam dompet. Terlihat dicocokkan ke bagian parkir. Dan sesuai dengan nopol mobil Pak Nors.
Pak Nors pun menerima dompet dan mengucapkan banyak terima kasih pada security. Sambil mengecek jumlah uang yang ada, mereka pun keluar dari hotel tersebut.
Di lantai 6 hotel itu. Tepatnya di depan lift. Seorang pria menunduk mengambil sesuatu di lantai. Dia hendak turun ke lantai 5. Namun, tertunda. Ada kartu tergeletak.
Dia coba baca. Ternyata KTP seseorang. Namanya tertera disana. Frangky Nors. Nama itu begitu dikenalnya. Dia sempat jalan ke arah seorang pelayan.
Namun, dia berbalik arah. Dan memasukkan KTP itu ke kantong celana pendeknya. Lalu masuk ke lift untuk turun ke kamar penginapannya.
Di dalam lift, pria itu memindahkan KTP tadi ke dalam dompetnya. Besok bisa dia serahkan ke Pak Nors. Di PT Narudafood Jaya.
__ADS_1