
Apakah Mirna ingin mengulangi momen cinta waktu itu? Apakah dia tak takut bila sampai Frangky Nors merenggut kesuciannya di tempat itu?
Tempat yang dituju sudah sampai. Tempat ini adalah permintaan Mirna. Tempat yang sebenarnya enak, nyaman dan makanannya juga enak.
Selalu ramai dikunjungi, terlebih anak muda. Tempat ini asri. Banyak pohon. Pondokan juga tersedia bagi pasangan yang ingin makan berdua disinari lampu remang.
Tempat itu terasa sunyi. Tidak banyak pengunjung. Mungkin karena masih tidak terlalu malam.
Waktu masih menunjukkan pukul 18:30 wib. Terlihat di jam digital tempat makan ini. Frangky Nors menggandeng Mirna menuju tempat pemesanan makanan.
Terlihat Mirna sedang memilih makanan kesukaannya. Dia memilih nasi goreng seafood special. Makanan favorit di tempat ini. Tak lupa juga sayur kangkung.
Mereka sudah duduk di pondokan. Lampunya terlihat remang. Lesehan dengan meja kecil. Frangky Nors mendekati Mirna yang mengambil duduk dekat casan hp.
"Baru dua mingguan kita tidak ke tempat ini. Tapi bagiku, rasanya sudah berbulan-bulan," kata Frangky Nors memulai obrolan. Tangannya meraih jemari Mirna.
Mirna masih asik dengan hp nya. Terlihat acuh. Namun, jantungnya sudah berdebar. Bulu kuduknya berdesis.
Hp di tangan Mirna diletakkan juga. Ketika kekasihnya meraih tubuhnya. Merangkulnya agar merapat dismpingnya.
"Padahal baru minggu yang lalu kita dari tempat ini ya," kata Mirna sambil menyender ke bahu kekasihnya.
Entah kenapa Mirna selalu bertekuk lutut jika sudah disentuh oleh Frangky Nors. Dia tak bisa menolak. Bahkan dirinya semakin menggebu-gebu.
Padahal dia sudah tahu semua tabiat dari kekasihnya. Namun, setiap dirinya dekat dengan Frangky Nors, maka dia akan terbawa suasana. Menyambut semua keinginan pria ini. Mungkin karena sudah sangat menyukai Frangky Nors dari fisik.
Tangan Frangky Nors sudah memeluk Mirna di remang-remang pondok itu. Mirna tak mengelak. Tak menolak. Malah semakin merapatkan tubuhnya ke kekasihnya.
Pelukan Frangky Nors begitu hangat. Tangan itu begitu kuat. Mirna tak bergerak sedikit pun. Seperti menikmati tubuh besar kekasihnya. Sambil memeluk, Frangky Nors mencium kening Mirna.
Berlahan, pelukan itu merenggang. Ketika pelayan mengantarkan menu pesanan mereka. Sambil tetap memeluk, Frangky Nors mempersilahkan makanan diletakkan di atas meja.
__ADS_1
Pelayan sudah paham. Lalu meletakkan makanan dan minuman itu di atas meja. Hampir semua pengunjung yang memilih pondok asyik berduaan bila mereka sedang mengantarkan makanan.
Pelayan itu sudah berlalu. Pelukan Frangky Nors kembali erat di tubuh Mirna. Ciuman dikening Mirna kembali mendarat. Diselingi kata-kata pujian yang membuat gadis polos seperti Mirna melayang.
"Aku merindukanmu, Mirna. Malam bagaikan tanpa bintang, bila tak ada kamu disisiku," Kata-kata gombalan Frangky Nors.
"Mirna juga merindukanmu, Nors Sayang," balas Mirna sambil memeluk erat tubuh kekar kekasihnya.
Tubuh mereka sangat rapat. Saling memberi kehangatan. Menumpahkan kerinduan yang mereka pendam beberapa hari ini.
Kedua pasang kekasih itu kini sudah berciuman. Bagaikan pasangan yang sudah lama tak berjumpa, mereka begitu menikmati ciuman mereka. Frangky Nors menciumi bibir Mirna bergantian. Bibir bawah dan bibir atas. Mirna membalas semua perlakuan Frangky Nors. Dia terus mengimbangi lelaki kekar yang telah meluluhkan hatinya. Sambil meremas rambut pria itu, Mirna memegangi wajah tampan kekasihnya.
Ciuman itu kini sudah berhenti. Mulut Frangky Nors menyusuri leher itu. Setiap inchi diciumi yang membuat Mirna sangat menikmati.
Tangan kekar Frangky Nors sudah berada di atas gundukan. Gundukan yang sangat dirindukan oleh kekasihnya. Remasan demi remasan dari balik kemeja membuat Mirna mende***.
Area itu begitu difavoritkan oleh Frangky Nors. Buah bulat bagai apel itu begitu menggoda pria itu. Begitu cepat, bukit kembar itu sudah tak ditutupi sehelai benang. Sudah terbuka dihadapannya.
Frangky Nors melahap area bukit itu. Bagai buah apel yang diujungnya telah mengeras sepasang chery merah muda. Mulut Frangky Nors bergantian menciumi bukit itu. Menikmati chery yang sedikit mengeras.
Tangan Mirna juga tak kalah cepat. Membuka kancing kemeja kekasihnya. Dia begitu takjub, setelah kancing kemeja itu terbuka. Kaos dalam masih menutupi seluruh **** bidang pria idamannya itu. Namun, sudah terlihat di bagian atas lebatnya bulu di **** bidang itu.
Itu adalah idaman Mirna. Pria berdada bidang dan ditumbuhi rambut. Hanya melihat pria seperti itu sudah cukup buat dia untuk jatuh cinta. Yang tentu tak layak di tiru. Karena cinta begituan hanya cinta fisik tanpa cinta tulus.
Melihat Mirna begitu mengagumi, Dia langsung menaikkan kaos dalam itu ke atas. Sehingga terpampanglah pemandangan yang sangat dikagumi oleh Mirna.
Dan dengan tidak sabar, Mirna langsung meraba-raba **** berbulu itu. *******-***** **** berotot yang diujungnya sudah mengeras.
Frangky Nors dibuat tak berdaya. Dia diam menikmati setiap perlakuan Mirna. Bahkan kini, Frangky Nors duduk bersandar dan Mirna memberi kecupan dan sesapan di **** bidangnya.
Makanan yang sudah di hantar pelayan sudah mulai dingin. Tak terjamah oleh pemesannya.
__ADS_1
Kedua sejoli masih asyik saling memberi kenikmatan. Saling menjamah keinginan masing-masing. Keinginan yang sudah dipendam selama ini.
Mirna sepertinya tak sampai tega membiarkan area sensitifnya terjamah oleh Frangky Nors. Dia mengelak saat tangan Frangky Nors mulai membuka resleting celana panjangnya.
Frangky Nors terlihat kecewa. Diulangi lagi. Dan tangannya ditahan oleh Mirna. Namun, tangan mungil yang mencoba menahan tangan kekar itu kini diarahkan ke resleting Frangky Nors.
Tak membuang waktu, tangan Mirna sudah bekerja di sana. Menelusuri benda yang ada disana. Menjelajahi jagoan yang masih tertutupi oleh celana kerja kekasihnya.
Berkali-kali Mirna menelan air liurnya. Jantungnya berdenyut kencang. Bagai denyut nadi pelari 10KM. Dag dig dug tak beraturan.
"Inikah harinya saya akan melihat senjata mu Nors?" tanya Mirna dalam hati dengan jantung mau copot.
"Mirna sangat ingin sekali meraih jagoanmu, Nors. Hanya itu saja. Tak akan lebih," kata Mirna dalam hati sambil berusaha meloloskan resleting itu ke bawah.
Frangky Nors terlentang menikmati semua. Tangannya tak berhenti meraih benda empuk berbentuk apel. Jantungnya berdentang kencang sekali.
Dia menikmati setiap momen sampai tangan Mirna sudah menggenggam erat sosis besar itu. Kedua sejoli itu sangat terkejut dengan momen itu. Namun, itu adalah impian mereka berdua.
Impian menjelajahi benda-benda kesukaan yang membuat pemilik benda-benda itu bahagia.
"Mirna, Sayang..," kata Frangky Nors sangat menggoda. Hanya itu yang bisa diucapkan Frangky Nors saat tangan mungil itu sudah meraih benda keramat itu.
Dan Mirna pun begitu takjub. Impiannya meraih benda itu terwujud sudah. Jantungnya semakin kencang berdenyut. Semakin kuat memompa darah ke seluruh bagian tubuhnya.
Frangky Nors meraih tubuh Mirna yang sedang terkesima. Agar memeluk Frangky Nors yang sedang di puncak asmara. Namun, Mirna menolaknya.
Mungkin jika tidak curhat ke atasannya di sore itu, maka sudah pasti Mirna menuruti kemauan kekasihnya. Dia mencoba menyadarkan diri. Menjaga kesuciannya akan jauh lebih berharga dari seorang Frangky Nors yang terkenal suka mempermainkan gadis polos.
Keinginannya menjelajahi setiap inchi tubuh pria yang sangat dikaguminya sudah tercapai. Dan itu sudah cukup baginya.
Namun, Frangky Nors tetap memaksa. Tangan mungil itu diajari untuk memuaskan hasrat Lelaki itu. Yang membuat Mirna penasaran lagi akan hal itu. Dengan tuntunan Nors, tangan Mirna mengikuti arahan kekasihnya dan membuat Frangky Nors mendapatkan sesuatu yang sangat nikmat.
__ADS_1
Kenikmatan nasi goreng itu sudah berkurang separoh. Sudah terlanjur dingin. Namun, semua nikmat jika makannya berdua bersama sang kekasih.
Frangky Nors meminta lagi kopi susu yang sudah dingin.