
Kini saatnya Mirna merasakan indahnya cinta. Cinta anak muda yang berbunga-bunga. Cinta suci dan tulus dari seorang lelaki. Bukan cinta fisik seperti yang dia alami dari Frangky Nors. Elsa Sionir Optimis dapat menyatukan cinta Alex dan Mirna.
Pagi ini Mirna berangkat ke Surabaya. Hanya dirinya untuk keberangkatan pagi, tanpa ada staf lain. Sesampai di Surabaya, dia akan langsung memulai pelatihan. Diperkirakan landing sekitar pukul 10:00 pagi.
Sambil menunggu keberangkatan, Mirna mengirimkan pesan ke atasannya, menanyakan siapa yang akan menjemputnya nanti di bandara. Karena ini adalah untuk yang pertama kalinya dia ke kantor Surabaya.
Dia duduk di ruang tunggu penumpang. Dia masih memikirkan Alex yang dia rasa berubah 180 derajat. Perubahan cara dan sikap Alex terus menjadi pertanyaan bagi dirinya. Apalagi muncul disaat yang tepat. Saat Mirna sudah membulatkan tekadnya memutuskan seorang Frangky Nors.
Yang biasanya hanya menelepon sekitar 10 menit, itupun hanya obrolan mengenai tagihan, Alex mampu bertahan sekitar 30 menit. Bahkan penuh candaan, tawa dan lebih berani menggoda Mirna.
Kiriman ayam K*C itu juga mengejutkan Mirna. Walau sebenarnya, membawakan ayam goreng kesukaan Mirna itu sudah sering dilakukan saat masih belum pacaran dengan Frangky Nors.
Namun, mengirimkan makanan ke kost-an nya menjadi yang pertama. Surprise yang membuat Mirna bertanya-tanya. Istimewanya lagi, perlakuan Alex melebihi pacarnya Frangky Nors.
Kekasihnya saja belum pernah terpikir untuk mengirimkan makanan lewat kurir. Biasanya mereka hanya makan di luar dan tentunya menjadi kesempatan Frangky Nors untuk berduaan dengannya.
Pesawat yang membawa Mirna terbang untuk yang pertama kali sudah berangkat. Ini pengalaman pertama yang tentunya membuat jantungnya berdebar. Dia menikmati pemandangan dari kaca. Terlihat embun dan hamparan lautan.
Selama 4 jam lebih, pesawat yang ditumpangi oleh Mirna sudah landing dengan selamat. Dia kini berjalan dengan sesama penumpang lainnya menuju tempat pengambilan barang. Sambil berjalan, Mirna menghidupkan ponselnya.
Dia langsung melihat apakah sudah ada balasan dari atasannya. Perihal penjemputan di bandara. Jika misalnya tak ada yang menjemput, dia mau naik go car atau grab.
"Tunggu aja ya Mir, kalau sudah nyampe. Nanti ada yang jemput kamu. Kamu pakai baju merah kan? Biar aku kasih tahu ke yang jemput" Isi pesan atasannya.
Mirna lalu duduk. Membalas pesan atasannya.
"Iya bu, saya baru saja sampai. Iya, pake baju merah, Bu," balas Mirna lewat hp nya.
Sambil berjalan menuju pintu keluar bandara, Mirna membaca pesan lanjutan atasannya.
"Tunggu di luar aja ya, di area penjemputan,"
__ADS_1
"Baik bu, terimakasih bu," balas Mirna lalu memasukkan ponselnya ke kantong celananya.
Mirna sudah di area penjemputan. Dia mengambil posisi duduk di depan ruang tunggu. Agar memudahkan dia melihat penjemputnya.
Biasanya penjemputan menjadi tugas driver. Driver dari tujuan dinas kita. Dalam hal ini driver dari pabrik Narudafood Surabaya. Setiap mobil yang berhenti, diperhatikannya. Sambil melihat seragam drivernya.
Sebuah mobil innova putih berhenti. Sekilas terlihat matanya mengarah ke Mirna. Mirna langsung berdiri. Agar penjemput jelas melihatnya.
Mobil tadi malah jalan terus menuju parkiran. Yang tak begitu jauh dari ruang tunggu. Tiba-tiba ponsel Mirna berdering. Atasannya, Elsa Sionir memanggil.
"Halo, Bu," jawab Mirna.
"Sudah disitu ya yang jemput, Mir. Bawa mobil Innova Putih, plat L xxx1. Tapi Mirna aja ya yang ke parkiran. Gak jauh kan. Di situ gak boleh mobil ditinggal, jadi harus penumpang yang ke parkiran," Atasannya sedikit berbohong.
"Baik, bu. Saya kesana, dekat koq bu. Terimakasih ya bu," jawab Mirna sambil mematikan ponselnya.
Mirna menenteng tasnya yang berisi pakaian untuk seminggu di Surabaya. Tangan kirinya memegang oleh-oleh dari Bandung.
Mirna jadi agak curiga. Jangan - jangan salah mobil. Mirna mengarah ke belakang mobil untuk memastikan plat mobilnya.
Mirna berdiri sebentar dan memastikan itu plat mobil yang disebutkan atasannya. Lalu dia melangkah menjumpai supir mobil itu. Terlihat belum ada juga reaksi dari drivernya.
Kebetulan mobil itu memakai kaca film, jadi tidak bisa dengan jelas melihat drivernya. Lalu Mirna memberanikan diri untuk mengetuk kaca mobil.
Segera driver mobil itu membuka pintu mobilnya. Driver itu memakai masker, kaca mata hitam dan juga mengenakan topi. Driver itu langsung menyapa Mirna.
" Ibu Mirna dari Surabaya ya, eh dari Bandung?" Sapa Driver itu sopan dan lembut.
"Iya, Pak. Bapak driver Narudafood ya Pak?" tanya Mirna pada driver itu.
"Iya, Bu Mirna, Silahkan masuk bu," jawab supir itu mempersilahkan Mirna masuk mobil.
__ADS_1
Supir itu tak keluar dari mobil. Biasanya driver selalu membukakan pintu untuk tamu yang akan dibawanya. Dia hanya duduk di jok sambil memegangi hp nya dan asyik membalas pesan di ponselnya.
Mirna yang baru sekali ini dinas luar kota tak terlalu memperdulikan sikap supir itu. Yang penting dia sudah merasa aman, karena sudah di dalam mobil dan siap diantar supir itu.
Mirna sudah duduk di samping supir. Mengenakan seatbelt dan duduk tenang. Dia merasa lega dan hilang rasa kuatirnya. Dari tadi dia sangat cemas kalau harus naik taksi online. Belum paham dengan kota Surabaya.
Mobil innova putih itu sudah berjalan keluar bandara. Supir itu tak banyak bicara. Hanya menanyakan, diantar kemana dan menginap dimana? Itu saja. Tak lebih.
Mirna lalu memberitahukan bahwa tujuannya adalah kantor Naridafood. Dan masalah penginapan belum tahu. Akan di cari setelah selesai pelatihan hari ini. Tanpa ada tanggapan dari supir itu.
Supir ini benar-benar irit sekali dalam berbicara. Walau sebenarnya, komunikasinya sangat bagus dan terlihat sepertinya sudah terbiasa menghadapi banyak orang.
Mungkin supir merasa kalau dia hanya seorang supir perusahaan. Sementara penumpang yang di bawa adalah level staf.
Sepanjang perjalanan, tak ada obrolan lagi diantara mereka. Sempat juga menimbulkan kecurigaan bagi Mirna. Namun, setelah dia berbicara dengan atasannya, yang menyebutkan ciri-ciri supirnya, dia baru yakin benar. Bahkan sampai sepatunya, yang berwarna putih juga atasannya tahu.
Kecurigaan Mirna sudah mereda. Dia berpikir positif saja. Dan menyerahkan perjalanannya kepada supir ini. Sekitar 45 menit, mereka sudah sampai di kantor Naruda food, tempat pelatihan yang akan dijalani oleh Mirna.
Setelah diperiksa oleh sekurity, mobil itu berhenti di pintu utama kantor itu.
"Sudah sampe, Bu" kata supir mempersilahkan Mirna turun.
"Iya, Pak, terimakasih ya Pak,"
Mirna turun dari mobil dan menenteng tasnya. Dia masuk lewat pintu utama. Lalu menemui resepsionis. Untuk mengisi daftar tamu yang berkunjung ke kantor ini.
Mobil innova putih tadi pun berlalu dan meninggalkan pintu utama. Mobil itu menuju parkiran di belakang kantor. Parkiran untuk mobil yang sewaktu-waktu bisa bebas keluar.
Ini menjadi hari pertama Mirna menginjak kota Surabaya dan juga kantor naridafood. Dia sudah memasuki ruangan pelatihan. Yang akan dijalaninya selama satu minggu ini.
Pengalaman yang akan sangat berharga. Namun, si supir pendiam itu sempat membuat dia kuatir. Cemas dan waspada. Bersama supir pendiam di kota yang belum pernah dia kunjungi membuatnya sempat was-was.
__ADS_1
Semoga tak berjumpa dia lagi. Karena sudah pasti driver perusahaan bukan satu orang tapi bisa beberapa orang. Setelah pelatihan nanti pasti akan diantarkan driver yang di shift sore.