Di Atas Cinta Suci

Di Atas Cinta Suci
Bab 19. Nikmatnya Malam Ini


__ADS_3

Sendok Mirna kini berpindah tangan. Tangan kekar itu menyuapi Mirna. Menyuap nasi goreng special ke bibir yang sudah dinikmatinya tadi. Mirna begitu bahagia.


"Inikah namanya pacaran?" ucap Mirna dalam hati.


Tangan Frangky Nors kini mengambilkan minuman dingin. Yang dipesan Mirna. Dari kursi tengah mobilnya. Memberikan ke Mirna.


Pengunjung di pondok-pondok belum ada juga yang beranjak. Mereka juga rupanya ingin memadu kasih di sana. Sama seperti Mirna dan Frangky Nors.


Sambil meminum kopi susu, minuman kesukaan Frangky Nors, tangannya merayap mengelus paha Mirna. Dari Balik celana jeansnya.


Mirna merinding. Menikmati elusan itu. Dia seakan tak berdaya. Hanya pasrah.


Namun, tangan Frangky Nors akhirnya ditepisnya pelan.


"Jangan Sayang, takut dilihat orang," Kata-kata Mirna keluar begitu saja.


Frangky Nors langsung menawarkan rencana, imbas perkataan Mirna barusan, saat menepis tangannya.


"Bagaimana kalau kita ke penginapan, ke hotel yang kemaren, sayang,"


"N-nginap maksudnya..?" Mirna terkaget dengan usul Frangky Nors.


"Iya, kita nginap, disana kita bebas melakukan segala hal, sayang,"


Mirna menolak. Dia merasa menyesal mengucapkan kata 'nanti dilihat orang'. Seolah-olah dia menginginkan tempat yang sepi, berdua.


"Jangan, sayang. Kita disini aja. Aku suka tempat ini. Makanannya enak, suasananya nyaman. Bang Nors tidak suka ya?" Tanya Mirna mengalihkan topik pembicaraan.


"Suka sih, Sayang. Kalau kamu, suka, abang juga suka,"


Mereka saling pandang. Saling tersenyum. Kopi susu Frangky Nors sudah habis. Dia mau mengembalikan gelas dan piring yang sudah kosong.


Namun, Mirna langsung turun. Lalu ke jok tengah mengambil nampan yang diletakkan disana. Mirna mengumpulkan di atas nampan, termasuk gelas kopi susu Frangky Nors.


Frangky Nors menatap tubuh Mirna di bawah cahaya remang-remang malam itu. Bodi Mirna yang sintal dan berisi. Dengan rambut panjangnya. Bodi incaran Frangki Nors selama ini.


Dia sangat menginginkan tubuh itu malam ini. Ingin memeluk dan menjamah tubuh sintal itu. Mirna sudah hilang dari pandangannya.


Tak lama, Mirna sudah kembali. Tangannya sibuk meraba saku celananya, meraba ke dalam tasnya. Sedang mencari sesuatu.


Frangky Nors mendekati Mirna.


"Ada Hp Mirna ketinggalan ya, Bang?"


"Coba di cari di dalam," sambil membuka pintu depan. Lalu menghidupkan lampu kabin.

__ADS_1


Mereka berdua sibuk mencari. Namun, tak ditemukan. Mereka kini pindah ke bagian tengah. Karena tadi Mirna kesitu mengambil nampan.


Mirna masuk dari pintu kiri. Frangky Nors dari kanan. Mencari di bawah jok diterangi lampu kabin. Wajah Mirna terlihat panik. Namun, keceriaan terpancar di wajahnya.


Hp nya ditemukan di bawah jok. Mungkin saat mengambil nampan tadi terjatuh disana.


Senyum manis Mirna terlihat jelas. Di bawah sinar lampu kuning, membuat wajah Mirna begitu bening. Manis dan membuat jantung Frangky Nors berdentang dag dig dug.


Mereka tak segera pindah ke depan. Malah, Frangky Nors meminta Mirna menutup pintu disebelahnya.


Frangky Nors tak segera mematikan lampu kabin. Seolah membiarkan lampu itu menyempurnakan kecantikan wajah Mirna.


Frangky Nors mendekat ke arah Mirna. Mirna pura-pura asyik dengan Hp nya.


"Untung aja ditemukan ya, Sayang?" ucap Frangky Nors sambil meraih pundak Mirna agar mendekatkan tubuhnya ke arahnya.


Mirna mendekat. Tubuh mereka kini berdempet. Namun, mata mereka tak saling tatap. Pandangan mereka masih ke arah depan.


Lalu Frangky Nors membelai rambut indah Mirna. Sambil mengarahkan kepala Mirna agar memandang dirinya. Ingin sekali menatap mata bulat itu. Mata yang indah menggoda itu.


Mirna pun mengikut saja. Sambil meletakkan Hp nya jok mobil, Dia menggeser posisi tubuhnya menghadap ke arah Frangky Nors. Mereka kini berhadapan.


"Mirna, aku menyukaimu, aku cinta kamu, aku ingin memilikimu sayang,"


"M-Mirna ju-gga cinta sama k-kamu Nors," Mirna spontan menyebut nama itu.


Mirna kembali menatap. Menikmati wajah ganteng, tampan dan macho. Berlama-lama menatap bibir seksi pria pujaannya. Yang tadi belum sempat dia permainkan.


Frangky Nors semakin mendekatkan wajahnya. Sudah bisa merasakan hembusan nafas tak beraturan Mirna. Jantung Mirna semakin dag dig dug.


Matanya sayu menunggu sesuatu yang dasyat dari pujaan hatinya. Hasrat nafsu cintanya dipermainkan. Dia ingin segera menikmatinya.


Bibir mungil itu sudah mendapat kecupan manis. Bibir mereka sudah menyatu, beradu meloloskan bunyi merdu.


Frangky Nors menghujani kecupan di pipi dan bibir Mirna. Kini, memperoleh kenikmatan dari bibir bawah. Berganti ke bibir atas.


Mirna mengerang. Tak kuat menahan gempuran pelampiasan cinta. Dia mendekap kekasihnya. Meremas rambut Frangky Nors sambil terus menikmati bibirnya dipermainkan.


Tak lama. Mirna mendesah kuat. Tangan kekar Frangky Nors dengan lembut telah menjelajah ke bukit ranumnya. Remasan ini indah rasanya. Bahkan sampai membuat dia menyenderkan tubuhnya ke dada bidang Frangky Nors.


Berlahan tangan kekar itu sudah menerobos ke dalam. Setelah meloloskan 3 kancing kemejanya. Begitu cepat, bukit kembar itu sudah tak tertutup apa pun.


"Akhhhhhhh...."


Remasan-remasan membuat Mirna melayang. Mendesah. Mengerang. Nikmat yang baru sekali dirasakan olehnya.

__ADS_1


Sang pria dengan rakusnya bergantian menjamah buah apel itu. Di pucuknya sudah sangat mengeras. Pertanda semua sudah di mabuk nafsu.


Dan...


Benda sangat lembut dan hangat mendarat menjelajahi pucuk itu. Secara bergantian. Terlihat sangat lembut mempermainkan pucuk ranum. Sebentar turun ke bawah. Lalu mendaki kembali ke puncak yang menegang.


Mirna menjambak rambut dan menekan kepala itu agar terus di area sana. Mirna tak ingin kenikmatan itu berlalu. Kenikmatan yang sangat diinginkan wanita.


Bukit itu kini dihujan kecupan yang meninggalkan bekas bekas kenikmatan. Sesapan-sesapan terlihat disana.


Membuat Mirna tak sadar berbaring di jok. Walau tak sempurna, kakinya masih menginjak karpet hitam itu.


Diterangi lampu berwarna kuning, membuat bukit kembar itu makin menggoda. Pucuk itu keras menjulang. Tak bisa menyembunyikan kenikmatan yang telah tiba.


Indahnya tubuh Mirna. Walau masih setengah telanjang. Frangky Nors melihat sangat detail respon Mirna. Matanya membulat melihat benda bulat kembar dihadapannya.


"Kamu sangat menggoda sayang, tubuhmu menggodaku sebagai lelaki," ucap Frangky Nors sambil menjilati buah cherry merah nan ranum. Cherry yang menghiasai bukit kembar itu.


Mirna mendesah kembali. Tangannya spontan menekan kepala lelaki itu untuk terus menjilati, memberi kenikmatan. Dengan rakusnya, lidah itu meliuk-liuk di area puncak.


"Auchhhhhh...," Mirna menjerit pelan. Nampaknya, buah cherry itu tergigit tak sadar oleh Frangky Nors.


Namun tidak dipedulikan oleh Frangky Nors. Suara itu menambah nafsu birahi nya.


Sangat lama mereka memadu kasih. Suara-suara *******, suara kecupan silih berganti.


Frangky Nors terus memberikan kenikmatan. Tangannya yang berbulu lebat menggelitik perut Mirna. Membuat Mirna menggelinjang. Menahan geli-geli nikmat.


"Kamu suka, Sayang?" tanya Frangky Nors sambil meremas buah kembar itu.


"Hmmmm..t-teruskan sayang," jawab Mirna sambil memeluk Frangky Nors. Dada bidang Frangky Nors menindihnya sambil mereka berciuman.


Lidah mereka sudah beradu di dalam. Berciuman bergantian saliva yang rasanya manis.


Frangky Nors melepas pelukan itu. Namun, mata bulatnya terus menajam ke tubuh setengah telanjang Mirna.


Dia membuka kaos oblongnya. Mata Mirna terbelalak. Dada berbulu dan berotot itu nyata dihadapannya. Darahnya berdesir. Seksi sekali.


Ingin rasanya mengelus bulu - bulu dada itu. Meremas buah dada pria itu. Perutnya sekilas terlihat berbuku enam. Sixpack


"Aku tau, sayang.. Kamu sangat menginginkan ini," sambil menunjuk dadanya.


Mirna hanya mengangguk. Dan tanpa diperintah, Mirna duduk dan menyender ke dada berbulu itu.


Frangky Nors menyambutnya. Sambil memeluknya, tangannya sudah menagkap buah-buah yang bergelantungan itu.

__ADS_1


Bergantian, diremas sampai Mirna mengelinjang.


__ADS_2