
Sementara proyek ini adalah proyek besar. Proyek yang diharapkan antara pabrik dan suplier sama-sama bisa memenuhi target yang ditentukan.
Karena meeting arahnya sudah sangat private, meeting akhirnya ditutup. Tapi akan dilanjutkan dengan meeting khusus untuk membahas masalah hukum yang bisa mengganggu proyek ini.
Hanya orang-orang tertentu yang ikut dalam meeting ini. Sementara pihak yang tak berkepentingan, bisa kembali bekerja. Termasuk Mirna dan atasannya yang sudah kembali ke ruang finance.
Terlihat dari pihak Mentarindo, juga ikut keluar dan diberikan ruangan khusus bagi mereka membahas masalah ini.
Sementara dari pihak pabrik, masih di ruang meeting. Dan sepertinya hanya dari divisi HRD dan manager tiap bagian yang hadir. Langsung dipimpin oleh Andi Sienar, mereka membahas langkah mereka menghadapi laporan dari Renno, si cleaning service.
"Apakah Nors ada info lain, tentang kasus ini?" tanya Andi Sienar kepada Frangky Nors
"Untuk sementara, Renno masih belum melaporkan kasus ini Pak. Tapi katanya akan segera. Semalam dia ke rumah, dan saya sudah membujuk, agar diselesaikan dengan damai."
"Sikap dia gimana, apa ngotot harus lapor atau bisa kita bujuk lagi,"
"Dia sebenarnya sangat kooperatif, kebetulan tetangga. Kemaren, dia menyebut, sangat tak suka dengan Mentarindo, karena dari pihak Mentarindo lah yang melapor ke Elsa Sionir, makanya Elsa melaporkan ke sekuriti."
"Trus.."
"Renno, hanya punya 1 syarat, kasus ini akan selesai, jika Mentarindo tidak lagi jadi suplier kita. Karena, info yang beredar di luar sampai mengganggu nama baik perusahaan outsourcing yang mewadahi Renno. Jadi dari pihak perusahaan mereka ikut juga mendorong Renno agar melaporkan kasus ini,"
"Kasus ini akan selesai, jika Mentarindo tidak lagi suplier kita, begitu ya Nors?
"Betul, Pak. Hanya itu syaratnya. Jika misalnya masih pemasok, maka Renno berencara melaporkan semua pihak dan bahkan Pak Andi dan Alex itu, juga akan dilaporkan,"
Andi Sienar terlihat berpikir keras. Manager lain ikut memberi pendapat. Sepintas, terdengar mereka setuju agar Mentarindo tidak dipilih jadi suplier mega proyek. Dan segera memutus kontrak yang sudah berjalan.
__ADS_1
Frangky Nors begitu semangat mendengar ide itu bergema di ruang meeting. Ini adalah cara paling dasyat untuk mewujudkan keinginannya. Untuk menyingkirkan Alex Notobroto dari pabrik ini
Dan ini menjadi puncak dari aksi yang sudah dijalankan Renno, sebulan yang lalu. Ini akan menjadi pertaruhan dari Frangky Nors, untuk mendapatkan Mirna seutuhnya. Menjauhkan Mirna dari Alex.
"Jadi berdasarkan masukan yang diberikan, dan saya juga sudah putuskan, daripada kita pusing berurusan dengan hukum, sementara kita saja setiap hari pulang malam, maka saya putuskan, Mentarindo tidak lagi masuk dalam mega proyek untuk snack super. Bahkan untuk kontrak yang lama akan diakhiri. Namun, pihak purchasing, apa bisa menyediakan suplier, segera?
"Kami ada beberapa suplier yang juga bagus Pak, dari harga juga sangat bersaing," kata manager purchasing.
Frangky Nors di kursinya tersenyum lebar. Dia merasa menang saat ini. Skenario yang dia buat berjalan dengan mulus. Andi Sienar sudah memutuskan PT Mentarindo tidak ikut dalam mega proyek ini. Dan Kontraknya yang lama akan di putus.
"Jadi kau, Alex sialan, tidak akan bisa mengganggu Mirna lagi. Dia hanya milikku. Tak akan kuserahkan dia, sebelum saya menikmati tubuhnya. Jika sudah bosan, terserah kamu,' kata Frangky Nors dalam hati.
Dia benar-benar merasa puas. Usaha tak akan membohongi hasil. Dia pun akan lebih rileks bekerja, tak lagi terbakar api cemburu, karena Alex Notobroto akan keluar jadi suplier pabrik ini.
"Nors," panggil Andi Sienar mengagetkan Frangky Nors.
"Kalau memang itu syarat yang diajukan Renno, itu bisa kita penuhi. Tapi dengan syarat, suruh dia buat pernyataan, kalau dia tak akan melaporkan lagi kasus ini dan dianggap sudah ada perdamaian, kira-kira bisa nggak?
"Siap Pak, nanti saya buatkan dan Renno tinggal tanda tangan di atas materai."
Meeting kali ini, Frangky Nors sangat terpuaskan. Kelicikannya membuat skenario demi menyingkirkan PT Mentarindo dari pabrik hampir terwujud.
Sekarang urusan dia untuk membuat surat pemutusan kontrak Mentarindo. Dan juga surat pernyataan dari Renno agar kasus ini dianggap selesai.
Sementara dari divisi purchasing, yang bergerak di bidang pencarian suplier dan bahan, akan dikejar deadline dari kepala pabrik. Dalam sebulan ini harus sudah deal kontrak untuk mega proyek ini.
Mereka disibukkan dengan kunjungan ke pabrik-pabrik besar penghasil tepung. Selain itu, mereka juga menyebar fax, email ke perusahaan tepung.
__ADS_1
Dari hasil pembicaraan kepala pabrik, Andi Sienar dengan manager purchasing, bila bagian purchasing belum menemukan suplier yang pas, maka mau tidak mau, kembali ke PT Mentarindo.
Namun, hal itu tidak disampaikan ke Frangky Nors, agar surat pernyataan Renno segera keluar. Sehingga, jika misalnya tetap memakai suplier Mentarindo, maka kasus pencemaran nama baik sudah berakhir.
Andi Sienar, sebagai kepala cabang, juga membuat strategi, seandainya pihak purchasing tidak menemukan suplier tepung dengan tepat waktu. Dia akan kembali menunjuk Mentarindo sebagai suplier, karena proyek ini tidak boleh gagal.
Masalah gugatan atau laporan dari Renno, sudah disiasati olehnya dengan menyuruh Frangky Nors segera membuat surat pernyataan, bahwa kasus pencemaran nama baik dengan pihak pabrik dan Mentarindo sudah selesai.
Surat itu harus segera keluar, agar memberi ketenangan kepada mereka dalam mempersiapkan proyek ini.
Walau sebenarnya, Renno juga mau melaporkan secara personal beberapa orang. Seperti Elsa Sionir, 2 Securiti dan Dewi, bagian QC dari Mentarindo.
Mirna, sebenarnya ikut terlibat dan bisa ikut jadi terlapor, karena dia juga memberitahu ke atasannya, kasus Renno, namun atasannya melaporkan ke securiti atas laporan Dewi, bagian QC Mentarindo.
Itulah makanya, Mirna tak pernah membahas kasus Renno ke siapa pun, termasuk atasannya. Padahal, sebenarnya, kasus ini akan terang benderang di tangan Mirna. Karena dia punya video saat Renno beraksi.
Mirna sudah bertekad, hanya akan muncul sebagai saksi bila sudah sangat mendesak. Untuk itulah video itu sudah di simpannya ke emailnya.
Namun, yang paling penting saat ini bagi Mirna adalah beban cintanya sudah berkurang. Dia sudah punya pendirian. Tak akan mau di atur- atur lagi oleh Frangky Nors. Apalagi jika menyangkut pekerjaan.
Apapun urusan pekerjaan, kekasihnya tak akan bisa melarangnya. Karena baginya, karirnya lebih penting daripada kekasihnya.
Minggu depan, Mirna akan ke Surabaya. Bersama 2 orang tim finance dan juga atasannya, Elsa Sionir. Disana, mereka akan mempelajari sistem keuangan yang berkaitan dengan mega proyek ini.
Mirna akan coba bicara dengan Frangky Nors. Kalau dia akan tetap berangkat ke Surabaya. Apapun reaksi Frangky Nors, Mirna sudah siap. Bahkan berpisah pun dia siap. Karena Mirna lebih mementingkan karir daripada cinta Frangky Nors.
Mirna sudah banyak dengar cerita tentang Frangky Nors dari atasannya. Sejak waktu sharing di kantor. Itu menjadi pertimbangan besar buat Mirna. Walau sebenarnya Mirna suka sama Frangky Nors, tapi demi masa depannya, Dia siap berpisah.
__ADS_1