Di Atas Cinta Suci

Di Atas Cinta Suci
Bab 17. Kencan Pertama


__ADS_3

"Bisa jadi ada yang beranggapan kalau saya wanita tak tahu diri. Gadis desa miskin yang tak sadar diri. Satu harapanku, semoga Alex tak curhat sama siapa pun tentang hal ini. Jika iya, alamat tak baik bagiku,"


Mirna sudah berdandan. Ini mungkin jadi kencan pertama baginya. Bersama Frangky Nors. Dia sudah pasrah dengan godaan cinta Frangky Nors.


Yang sejak awal memang sangat dikagumi Mirna. Bulu tangan Frangky Nors saja sudah membuat Mirna dag dig dug.


Mirna sudah menganggap Frangky Nors seperti pria yang sedang menebar cinta. PDKT. Tidak lagi menganggap semua godaan, rayuan yang diterima olehnya sebagai tanda sayang orangtua ke anak.


Mirna bersiap menerima Frangky Nors sebagai kekasih. Sambil bernyanyi kecil, Mirna menyisir rambutnya. Anak rambutnya agak susah di atur.


Mirna terlihat sangat ayu. Manis. Tapi polos. Mirna sudah melupakan Alex. Kasus tadi pagi sudah siap diterimanya. Apapun resikonya.


Kalaupun isu tersebar, kalau dia lagi dekat sama manager HRD, itu siap diterimanya. Dia memang suka sama Frangky Nors. Mungkin jadi pelabuhan hatinya yang pertama.


Pintu sudah di kunci Mirna.


'ceklek'


Mirna menunggu di teras kost-an, di bawah pohon mangga. Yang sedang berbuah. Ranum dan Menggoda. Seperti tubuh Mirna di mata Frangky Nors.


Tak lama, mobil Pajero Sport hitam berhenti di dekat pintu pagar. Mirna langsung beranjak. Dibukanya pintu pagar.


Pintu mobil sudah dibukakan oleh Frangky Nors. Sambil mempersilahkan Mirna masuk. Mirna tersenyum, terkulum.


Mirna bagai ratu diperlakukan Frangky Nors. Sampai pintu saja dibukakan. Padahal secara usia, posisi dan harta, Mirna jauh di bawah Frangky Nors


Segala upaya dilakukan untuk menaklukkan Mirna. Termasuk menyuruh Renno merusak tepung-tepung. Dari suplier Mentarindo. Untuk menyingkirkan Alex dari Mirna.


Mobil sudah berjalan. Seperti biasa, sepi di hari Sabtu.


"Sudah lama menunggu, Mir?" kata pembuka dari Frangky Nors.


"Baru saja Pak, belum 5 menit," jawab Mirna dengan manja


"Belum 5 menit?" Frangky nors tersenyum.


"Emang ada makanan yang jatuh?" Mulai menggoda sambil tertawa.


Mirna ikut tertawa. Frangky Nors memang pintar mencairkan suasana. Tidak ada kata kaku. Tidak seserius Alex.

__ADS_1


Hanya dengan dua kalimat, Mirna sudah tertawa. Jika sudah begini, jalan masuk obrolan selanjutnya akan lancar.


Dan respon Mirna dipastikan agresif, tidak malu-malu dan happy.


Mirna agak berbeda kali ini. Sejak Frangky Nors menelpon Jumat malam, untuk janjian jalan siang ini, Mirna sudah luluh. Mungkin waktu itu Frangky Nors menjanjikan sesuatu ke Mirna.


Tak terlihat canggung. Sudah mulai pintar mencari topik pembicaraan. Tidak selalu menunggu pria disampingnya bertanya.


Hal ini yang diharapkan Frangky Nors dari wanita. Wanita-wanita yang akan ditaklukkannya. Dia terus membuat wanita yang dia dekati luluh.


Membuat wanita tanpa alasan untuk menolaknya. Menolak permintaannya. Menolak ajakannya.


Mirna salah satunya. Tak pernah sekalipun Frangky Nors mengatakan Mirna dicintainya. Hanya melempar rayuan, pujian, kata sayang.


Tapi Mirna sudah terpikat. Berkali-kali Frangky Nors mengatakan kalau dia suka Mirna. Hanya kata Suka. Tanpa ada kata cinta.


Tak dipahami sedikit pun oleh Mirna perbedaan suka dan cinta. Sudah polos, dia bawahan lagi di kantor. Akhirnya pun diterimanya rayuan-rayuan itu. Menjelma jadi cinta.


"Kita kemana dulu Mir?"


"Kita ke mall dulu, Pak Nors, mau beli ponsel untuk ibu. Kasihan, selama ini kalau mau telpon, harus ke rumah saudara dulu,"


"Iya Pak Nors, kan sudah masuk insentif bulan kemaren, jadi untuk ibu saja,"


"Siap tuan putri, kemanapun akan ku hantar, ke bulan sekalipun, Frangky Nors selalu ada disisimu,"


Kata-kata seperti inilah yang dijejali Frangky Nors kepada Mirna. Yang awalnya diabaikan, namun, makin lama makin menjadi. Menjadi kamus cinta yang meluluhkan dan menyakinkan hati Mirna.


Mereka menyusuri jalan yang tak begitu rame. Mengambil jalan ke kiri, di traffic Light. Menuju mall terbesar di kota ini.


Mobil sudah masuk ke area parkir. Tak jauh dari pintu masuk mall. Mirna langsung turun, Sebelum dibukakan pintu oleh Frangky Nors.


Pengunjung mall terlihat rame. Mungkin karena hari libur. Banyak orang yang menghabiskan week end di mall.


Mirna merasa merinding. Buku kuduknya berdiri. Tak lain karna ulah tangan Frangky Nors.


Mirna digandeng pria pujaannya. Ini pertama kali Frangky Nors menggandeng dirinya. Dia meresponnya. Tanpa malu-malu, dia sambut jari-jari besar Frangky Nors.


Namun, yang membuat dia merinding bukan jari-jari Frangky Nors. Bulu-bulu kriting, lebat ditangan kekar berotot.

__ADS_1


Bulu lebat itu tersentuh tangan putih mulus Mirna, saat tangan mereka beradu. Terkadang, Frangky Nors menggesekkan bulu-bulu hitam itu ke tangan Mirna.


Sudah lama diperhatikannya, kalau Mirna sering curi-curi pandang ke tangannya. Selain itu, Dia juga sudah paham, kalau Mirna sangat mengidamkan dada bidangnya.


Terkadang dia sengaja membuka kancing paling atas kemeja kerjanya. Agar sedikit terlihat bulu-bulu lebat di dada bidangnya.


Seperti dada pria berbulu, di film-film Bollywood. Itu semua dipelajari Frangky Nors. Untuk mempermudah dalam menaklukkan wanita incarannya.


Mereka sudah sampai di sebuah toko penjual HP. Mirna terlihat mencoba sebuah hp jadul. Hp yang masih menggunakan ringtone poliponik.


Hp yang cocok untuk ibunya. Karena ibunya tak paham memakai hp android. Sejam mereka di toko itu. Belum ada yang pas untuk seusia ibunya.


Mirna sudah memilih. Hp samsung dual kartu. Tak mahal. Frangky Nors sepertinya fokus mencoba hp adroid keluaran terbaru.


Sampai dia tak tahu, kalau Mirna sudah menenteng hp untuk ibunya. Sudah membayar ke bagian kasir.


Setelah selesai menerima struk pembayaran, mereka naik ke atas. Mencari minum dan kudapan. Melepas dahaga. Di tengah panasnya cuaca.


Kembali mereka naik escalator. Tangan Frangky Nors semakin lengket, menggenggam tangan mungil Mirna.


Mirna semakin terbiasa dengan gandengan manager HRD itu. Dia benar-benar sudah terbuai. Sudah merasa mereka pacaran.


Dunia bagai milik berdua. Hatinya berbunga-bunga. Baru pertama mengenal cinta. Inikah namanya pacaran? Ucapnya dalam hati.


Mereka memesan minuman. Di sebuah gerai Es Teh. Gerai yang memiliki ratusan cabang di Indonesia.


Frangky Nors memilih pojokan. Yang tidak terlalu ter-ekspose pengunjung.


Mirna memesan minuman. 2 cup es teh berwarna merah. Minuman es teh yang paling dia sukai.


Mereka tidak duduk berhadapan. Namun, selalu berdampingan. Dua insan benar-benar di mabuk asmara. Ingin selalu bersentuhan. Sentuhan sentuhan yang membuat buku kuduk berdiri.


Bagi Mirna, yang baru pertama mengenal cinta lelaki, terlihat sangat menggebu-gebu, ingin sekali merasakan dekapan Frangky Nors.


Dekapan kekasih pujaan hatinya. Ingin segera dia bersandar di dada bidang berbulu itu.


Gestur dan gerakan tubuhnya tak bisa membohongi. Dia kadang menyenderkan tubuhnya ke badan kekasihnya.


Dan kini, Frangky Nors sudah merangkul Mirna. Saat pengunjung di meja depan mereka keluar.

__ADS_1


Namun, Mirna menepis tangan Frangky Nors dengan pelan. Agak risih, di depan umum. Walau hatinya ingin. Dan andai Frangky Nors mengulanginya, Mirna akan membiarkan tangan itu tetap disana.


__ADS_2