
Mulai merancang skenario bagaimana cara membungkam pria bernama Frangky Nors itu. Kasus sensitif ini harus di atasi dengan penuh hati-hati. Sekali salah melangkah, harga diri Mirna akan hancur berkeping-keping.
Sudah dua hari ini Mirna tidak bertemu kekasihnya, karena sedang dinas luar kota ke Jakarta. Mereka hanya komunikasi lewat aplikasi perpesanan.
Mirna masih menimbang, menimang, kapan waktu yang tepat menyampaikan tekadnya. Yaitu tetap berangkat dinas ke Surabaya. Tak ada yang bisa menghambat pekerjaan nya di Finance.
Bahkan Mirna sudah merancang, kalau hubungannya dengan Frangky Nors tidak mungkin lagi diteruskan. Saatnya berpisah.
Namun, bukan hal yang mudah untuk menyampaikan hal itu ke Frangky Nors. Apalagi kunci rahasia Mirna sudah dipegang kekasihnya, rekaman video setengah telanjang itu.
Mirna akan coba bicarakan hal itu besok. Namun, Mirna hanya mau lewat telpon. Tak akan mau bertemu.
Mirna akan melihat respon kekasihnya. Terlebih respon putusnya hubungan. Hal ini pasti membuat kemarahan. Dan bukan hal mudah untuk memutuskan hubungan ini.
Jika mendengar kisah cinta Frangky Nors dari atasannya, Elsa Sionir, mustahil bisa memutuskannya. Biasanya, Frangky Nors yang memutuskan para kekasihnya. Setelah dia sudah menikmati gadis-gadis itu.
Tapi kali ini. Mirna sudah siap. Hati Mirna sudah siap berpisah. Namun, video milik kekasihnya, jadi penghalang besar yang akan dijadikan kekasihnya sebagai ancaman agar tidak berpisah.
Mirna benar-benar menata kasus ini. Bagaimana menjaga agar tak sampai kekasihnya marah dan tidak menyebar video itu. Dia harus bisa menjaga emosi manager HRD itu. Bagaimana cara agar kekasihnya juga tahu bahwa rahasia besar dimiliki Mirna.
Satu yang pasti, janji yang diucapkan Mirna malam itu tak akan ditepati sampai kapan pun. Dia harus menjaga kehormatannya. Menjaga kesuciannya. Biarlah itu hanya untuk orang yang benar-benar mencintainya.
"Mirna, sudah siap belum untuk ke Surabaya, harus mantap ya," tanya atasannya mengagetkan Mirna.
"I-iya bu, sudah siap. Semua dokumen pembayaran sudah saya siapkan," jawab Mirna dengan sedikit kaget. Tadi Mirna masih memikirkan skenario yang akan dijalankan menghadapi kekasihnya.
Mirna akan dinas luar kota selama satu minggu. Untuk itu semua dokumen pembayaran harus disiapkan. Terlebih buat tagihan yang sudah menjelang jatuh tempo. Semua sudah siap. Tinggal menyerahkan ke atasannya.
Mirna terus memikirkan cara terbaik. Dan solusi yang paling diinginkan Mirna adalah jangan sampai ada yang sampai berurusan dengan hukum. Sebisanya berakhir damai. Dan sebisanya hanya mereka berdua yang menyelesaikan masalah ini.
__ADS_1
Mirna sudah membaca UU ITE, jika video itu disebarkan Frangky Nors, maka itu bisa dituntut. Dan sepertinya kekasihnya tak akan mau mengambil resiko berurusan hukum. Walau dia paham hukum, tapi apa dia mungkin mau merelakan pekerjaannya sebagai manager HRD jika menyebar video itu?
Mirna yakin benar dengan hati kecilnya. Video itu akan dijadikan kekasihnya sebagai ancaman agar Mirna tak meninggalkan dirinya. Dijadikan untuk membuat Mirna tak berkutik dan bisa dikuasai. Agar bisa menggauli dan mengambil kesuciannya.
Tapi Mirna sudah bertekad menjaga kesuciannya, dan akan memutuskannya. Dia hanya berharap, kekasihnya akan ketakutan saat Mirna memberitahukan bahwa Mirna memegang rahasia seorang Frangky Nors.
Mirna hanya bisa menyimpan rahasia ini. Dia tak bisa curhat dengan atasannya. Ini bisa jadi masalah hukum. Karena atasannya akan melaporkan ini ke pimpinan perusahaan. Dan tentunya, akan melaporkan Frangky Nors ke pihak yang berwajib.
Mirna sudah mematikan komputer. Dia merapikan meja kerja. Menyimpan semua dokumen ke dalam laci mejanya. Seminggu akan dia tinggalkan kantor. Dan hari ini adalah hari terakhir kerja sebelum ke Surabaya hari Senin.
Mirna meninggalkan ruangan finance, setelah pamit dengan atasannya. Dia menuju gerbang pabrik bersama teman-temannya. Namun, sebelum ke area absensi karyawan, Mirna merogoh kantongnya. Ada panggilan tak terjawab dari kekasihnya.
Tak lama, masuk pesan. Sudah Mirna duga. Pasti masalah keberangkatan ke Surabaya. Frangky Nors melihat daftar staf yang sudah dipesankan tiket pesawat oleh general affairs. Bawahan manager HRD.
Nama Mirna ada disana bersama staf dari purchasing. Keberangkatan hari Senin. Hal ini membuat Frangky Nors menelpon Mirna. Tapi karena tidak di angkat, hanya mengirimkan pesan ke Mirna.
Mirna tak segera membuka pesan itu. Walau belum terbuka, tapi sudah terbaca oleh Mirna. Dia biarkan saja. Membahas hal ini harus tenang dan hening.
Nanti setelah sampai kostan akan segera di buka dan di balas. Dia berjalan santai menuju angkutan. Hp nya sudah dimasukkan ke dalam kantong celananya.
Selama di angkutan, Mirna kembali menimang-nimang, mempertimbangkan, skenario yang sudah dia buat. Dia terus meyakinkan dirinya, bahwa itu adalah skenario terbaik.
Terlihat kembali panggilan tak terjawab dari kekasihnya. Meeting mungkin sedang istirahat. Karena sudah mau menjelang magrib.
Belum juga ditanggapi Mirna. Dia biarkan sampai 3 kali miscall. Namun, dia langsung membuka pesan dan menuliskan bahwa dia sedang di jalan menuju pulang.
Sesampai di kostan, Mirna langsung meletakkan tas kerjanya. Menghidupkan kipas. Dan menuang air putih ke dalam gelas.
Mirna langsung mencari nama kekasihnya. Lalu menelponnya. Baru beberapa detik, langsung saja nyambung. Pertanda Frangky Nors ingin sekali membahas masalah dinas ke Surabaya.
__ADS_1
"Halo," kata Frangky Nors dari seberang.
Belum sempat Mirna menjawab, Frangky Nors sudah langsung mencecar dengan pertanyaan..
"Senin jadi ya ke Surabaya, saya baca tadi nama-nama staf yang mau berangkat dinas hari Senin,"
"Jadi, Sayang.. Bu Elsa sudah memutuskan. Jangan marah ya," jawab Mirna dengan lembuh. Mengambil hati kekasihnya.
"Tapi... oh tidak akan marah, Sayang. Boleh dinas ke Surabaya. Karena Alex sialan itu bukan lagi suplier untuk mega proyek. Jadi mereka tak akan ikut ke Surabaya," jawab kekasihnya geram saat menyebut Alex sialan.
"Lho, jadi siapa suplier untuk proyek itu? Eh, emang, kalau mereka jadi suplier, Pak Alex ikut ya ke Surabaya,"
"Jangan sebut-sebut lagi nama Alex sialan itu. Dia sudah tamat dari pabrik ini, hahahahahha," Frangky Nors tertawa lebar.
"Tadinya, kalau mereka jadi, ada juga perwakilan finance mereka ikut. Dan biasanya kan, dia selalu ikut trus biar bisa dekat-dekat kamu. Katakan pada Alex breng**k itu, Mirna sekarang adalah milikku..hahahahahha,"
Pria itu tertawa lagi dari seberang. Mirna sedikit bingung dengan tingkah kekasihnya. Karena apa Mentarindo tidak jadi?
"Kenapa Mentarindo tidak jadi?"
"Itu karena kecerobohan anak buah si alex ke**rat itu. Berani-beraninya nuduh Renno merusak tepungnya, padahal tidak ada bukti,"
"Tidak ada bukti?, e-eh, iya, itu masalah mereka," kata Mirna setepatnya. Dia hampir keceplosan, ikut membahas persoalan Renno.
Selama ini dia diam terus jika bicara masalah kasus di gudang bahan baku. Dia tak ingin memikul kasus ini. Karena jika dia berbicara, takutnya akan membeberkan bukti yang dia punya. Dan tentunya dia akan menjadi saksi kunci
Sebagai gadis desa yang polos, berurusan dengan pihak berwajib adalah berat baginya. Dia lebih baik diam. Namun, akan ada saatnya membeberkan bukti. Jika memang diperlukan.
Seperti yang sudah dia rancang. Yang sebentar lagi akan dia ungkapkan kepada kekasihnya. Menjadi senjata pamungkas yang bisa membuat kekasihnya tertekuk lutut dihadapannya.
__ADS_1