
Kenikmatan nasi goreng itu sudah berkurang separoh. Sudah terlanjur dingin. Namun, semua nikmat jika makannya berdua bersama sang kekasih.
Frangky Nors meminta lagi kopi susu yang sudah dingin.
Pelayan kembali mendatangi mereka. Segelas kopi susu dihantarkan menggantikan kopi susu yang sudah dingin. Pelayan itu meninggalkan mereka setelah.
Frangky Nors langsung menyambar kopi susu itu. Tumpah sedikit. Kopi kesukaannya. Sementara Mirna mencoba menikmati nasi goreng yang sudah dingin. Namun, rasanya tak hilang. Menu favorit di tempat ini.
Frangky Nors menarik piring berisi nasi putih. Lalu menambahkan kuah pindang kepala simba. Menu favoritnya. Mereka sangat lahap menikmati menu malam itu.
Mungkin sudah lapar. Karena energi mereka terkuras seharian bekerja di kantor. Sesekali mereka berbincang. Saling senyum. Saling menggoda. Kangkung tumis di depan Mirna sudah hampir habis.
Menu sayur andalan. Terbawa-bawa dari kampung. Hampir setiap hari ibunya menghidangkan sayur kangkung. Dan menjadi kebiasaan Mirna sampai saat ini.
Frangky Nors sudah selesai. Dia mencoba menghidupkan sebatang rokok. Lalu menyender ke tembok pondokan. Mirna masih berusaha menghabiskan nasi gorengnya.
"Gimana minggu depan yang ke Surabaya, sudah ada pengganti Mirna?" kata Frangky Nors menanyakan kekasihnya.
Mirna hampir keselak mendengar pertanyaan itu. Segera dia meraih gelas berisi jus jeruk hangat yang sudah dingin.
"Mirna yang berangkat, sudah di pesan tiket pesawatnya" jawab Mirna agak dongkol.
Frangky Nors menggeser kopi susunya yang tinggal separuh. Dia mendekat ke Mirna.
"Apa nggak bisa di ganti? Kenapa harus Mirna yang berangkat?," Suara Frangky Nors agak meninggi.
"Itu perintah Bu Elsa, atasan Mirna. Mana bisa Mirna tolak," jawab Mirna sambil membereskan piring-piring dan memasukkannya ke nampan.
"Kan sudah saya bilang, Mirna tidak boleh pergi dinas luar kota. Tiket bisa dibatalkan. Nanti saya bilangin agar tiket dibatalkan,"
"Ada apa sih koq Mirna tak boleh ke Surabaya? Inikan tugas kantor,"
"Pokoknya tidak bisa. Kalau perlu nanti saya pindahkan ke divisi lain," Suara Frangky Nors begitu keras.
Dia hirup lagi kopi susunya. Wajahnya memerah dan penuh amarah.
"Tidak seorang pun bisa menghalangi Mirna untuk dinas ke Surabaya. Karir saya di finance lebih penting dari siapa pun," jawab Mirna begitu tegas.
__ADS_1
"Jadi kamu sudah berani membantahku? Kamu tidak menghargai aku lagi?" kata Frangky Nors sambil mendekatkan wajahnya ke arah Mirna. Matanya melotot.
"Saya sudah bilang, karir saya di finance lebih penting dari siapapun, jadi jangan mengatur saya," Mirna begitu emosi menjawabnya.
Plak... tamparan keras tangan Frangky Nors membuat Mirna begitu kaget. Seekor nyamuk terjatuh ke lantai. Ternyata ada nyamuk lewat.
"Jadi kamu tak menghormati saya lagi?"
"Bukan tak menghormati, tapi saya jangan diatur-atur mengenai kerjaan saya di finance. Saya tetap berangkat ke Surabaya dan hanya Bu Elsa yang berhak memindahkan saya,"
Frangky Nors terlihat sangat emosi dan marah dengan jawaban Mirna.
"Kamu jangan macam-macam sama saya," kata Frangky Nors sambil memukul meja membuat piring di atas meja jatuh ke lantai.
"Sekali kamu tidak mengikuti perintahku, saya akan mempermalukan kamu di depan umum. Dan kamu akan menyesal seumur hidup,"
"Maksudmu apa???" Wajah Mirna memerah. Dia panik juga.
"Ha..ha .ha .ha, kamu tak akan bisa lari lagi dari saya Mirna. Pikirkanlah rencanamu itu. Dan cabut kata-katamu tadi jika tak ingin malu seumur hidup," Jawab Frangky Nors begitu bahagia sambil tertawa lepas.
"Kita pulang, saya harap, pikir ulang rencanamu ke Surabaya. Atau tanggung resiko sendiri,"
Mirna kini terdiam dan Menunduk. Wajahnya menyimpan kekesalan yang tak bisa dia tumpahkan. Dia dalam posisi terpojok dan tertekan.
Namun, Mirna tiba-tiba berdiri. Menghampiri kekasihnya yang sudah berdiri di pintu pondokan. Dia mencoba merendah. Menahan emosi. Sebelum maksud Frangky Nors yang ingin mempermalukan dirinya terbongkar.
"Saya akan coba pikirkan, tapi saya pengen tahu, apa maksudnya mempermalukan Mirna?" tanya Mirna dengan suara memohon. Matanya kembali menumpahkan air mata.
Frangky Nors memegang kedua pundak Mirna. Matanya menunjukkan kalau Mirna sudah dikuasai sepenuhnya. Ini adalah momen favorit Frangky Nors. Dia senang, merasa menang dan akan semakin angkuh dan bernafsu.
Dia memegang kedua bahu Mirna yang semakin terisak. Bukannya menenangkan. Malah mencium bibir Mirna dengan rakus.
Mirna tak kuasa menolak. Dia sudah kalah satu langkah. Dia akan rela mengikuti maunya kekasihnya. Agar bisa tahu rencana kekasihnya mempermalukannya.
Mirna harus cepat tahu, dengan apa kekasihnya akan mempermalukannya.
Mirna meladeni nafsu pria yang mencium bibirnya. Dia balas demi membahagiakan kekasihnya. Dia pasrah saja saat tangan pria itu meremas dan membuka kancing kemejanya.
__ADS_1
Bahkan saat seluruh penutup gundukan itu sudah terbuka, Mirna tak menolak. Walau Mirna tak menikmatinya. Dia hanya memikirkan bagaimana cara agar kekasihnya memberitahu apa yang akan mempermalukannya.
Mirna bagai patung. Tak ada reaksi. Tangannya tak bergerak. Tidak seperti biasanya. Sementara mulut pria itu dengan rakus melahap hidangan di malam itu
Bergantian menjelajahi buah apel kenyal itu. Memberi sesapan di kedua bukit itu. Berlahan, sudah ada yang menari-nari di perut Mirna.
Dan saat jari jemari itu meremas bagian bawah, Mirna merespon. Tangannya dengan cepat menahan. Beberapa kali tangan pria itu mencoba membuka resletingnya, namun di tolak oleh Mirna.
Saat Kekasihnya sudah di puncak gairahnya, Mirna mengajukan sebuah syarat. Berharap pria itu mau memenuhinya.
"Beritahu dulu dengan cara apa kamu sayang akan mempermalukanku, jika sudah memberitahunya, aku akan menuruti semua maumu, termasuk yang ini," kata Mirna manja menggoda sambil menunjuk bagian bawahnya.
Hal itu membuat jagoan berbentuk sosis berontak di kekang lahan sempit. Tercetak sempurna dihadapan Mirna.
"Kamu serius, Sayang?" tanya Frangky Nors sambil mencium bibir Mirna.
Mirna mengelak saat kekasihnya mulai menciumnya. Dia sedikit merapikan kemejanya yang kancingnya sudah terbuka semua.
Lalu mengambil tas nya dari pojok pondokan. Frangky Nors menangkap tangan Mirna.
"Sabar dulu Mir, saya akan memberitahukannya. Kita duduk dulu. Nanti kita pesan makanan lagi. Kamu mau pesan makanan apa sayang?" bujuknya pada Mirna agar tak pulang.
"Janji kasih tau ya!" kata Mirna sambil kembali duduk.
"Iya... janji. Tapi Mirna juga janji ya, tadi katanya akan menuruti permintaanku termasuk yang ini," sambil tangannya meraba area bawah Mirna.
"Ok," jawab Mirna sambil meremas senjata kekasihnya yang sudah terbentuk sempurna.
"Begini Sayang, waktu minggu kemaren, waktu ditempat ini, pas di mobil. W-waktu kita di mobil, di jok bagian tengah. Kita kan, s-sama seperti tadi, saling b-buka baju waktu itu." Frangky Nors agak terbata-bata juga menjelaskannya.
"Trus," cecar Mirna yang sebenarnya sudah tahu arah pembicaraan kekasihnya.
"Di waktu itu kan, eh..saya ada kamera di kabin. Jadi semua kejadian malam itu terekam semua," jelas Frangky Nors.
Tebakan Mirna benar. Dia berusaha tegar. Berusaha bahwa hal yang dismpaikan oleh kekasihnya bukan masalah besar baginya. Walau sebenarnya dia begitu takut, kaget dan shock mendengar berita itu.
Dia berusaha tegar. Berusaha menutupi ketakutannya. Dan segera akan membuat counter attack ke kekasihnya, agar video itu tidak menyebar.
__ADS_1