Di Atas Cinta Suci

Di Atas Cinta Suci
Bab 34.Tak Akan Berlutut Dihadapanmu


__ADS_3

Dia berusaha tegar. Berusaha menutupi ketakutannya. Dan segera akan membuat counter attack ke Frangky Nors, agar video itu tidak menyebar.


Mirna berpikir keras. Mencari cara terbaik. Dan mencoba agar janji yang sudah dia sampaikan tadi bisa dibatalkan.


Namun, melihat wajah kekasihnya yang sudah ingin sekali janji itu ditepati malam ini.


"Kamu marah sayang?" tanya Frangky Nors melihat kekasihnya terdiam setelah mendengar rekaman video di mobil itu.


"Oh, tidak, Sayang. Kalau bisa, jangan di sebar ya," jawab Mirna sambil memohon.


"Iya, Sayang, asal Mirna mau menepati janji tadi. Termasuk juga membatalkan rencana ke Surabaya," jelas Frangky Nors.


"Iya, iya, tapi aku pikirkan dulu ya, Sayang. Karena ini adalah tugas kantor," kata Mirna sambil meraih jari jemari Frangky Nors.


"Iya sayang, tapi yang ini bisa kan sekarang?" tanya Frangky Nors sambil meraba bagian bawah Mirna.


Mirna berpikir keras lagi. Ini harus di tarik ulur, agar waktu yang tepat membuat Frangky Nors tidak berkutik. Mirna punya senjata kuat untuk membuat Frangky Nors bertekuk lutut dihadapannya.


Video rekaman setengah telanjang milik Frangky Nors bisa dia patahkan dengan video rekaman yang dia punya. Rekaman video saat Renno menyuntikkan sesuatu waktu Renno ditangkap di gudang bahan baku. Bahkan rekaman pembicaraan lewat telepon juga dimiliki olehnya.


Mirna sudah paham. Karena Mirna pernah dengar saat Frangky Nors membicarakan hal ini lewat telepon. Saat mereka sedang di mobil.


Waktu itu, Mirna sedang ke ATM. Frangky Nors menunggu di dalam mobil sambil telepon Renno. Saat mereka sedang serius membahas sesuatu, Mirna menguping sambil duduk di samping mobil. Dia menghidupkan rekaman suara.


"Jadi tidak ada saksi kan, pas kamu suntikin tepung di gudang kan, ini perlu. Kalau tidak ada bukti, kita bisa mainkan kasus ini. Sampai menjerat si Alex sialan itu,"


"Tidak ada Om. Dijamin. Dewi itu juga tidak lihat kan. Jadi siapa lagi? Aman bos," jawab Renno memastikan.


"Ok bagus. Jadi kita bisa aman. Tapi harus kamu ingat, jangan sampai ada yang tahu, kalau saya yang menyuruh kamu merusak tepung-tepung itu." kata Frangky Nors mengakhiri pembicaraan malam itu.


Mirna begitu geram sambil merekam semua pembicaraan waktu itu. Dia sudah paham tujuannya, agar nama Mentarindo, suplier tepung jelek dan diputus kontraknya. Itu karena Frangky Nors cemburu dan merasa tersaingi dengan direktur perusahaan Mentarindo, Alex Notobroto

__ADS_1


"E-eh iya, duduk dulu sayang," kata Mirna sambil menarik tangan Frangky Nors.


"Gini Sayang, k-kalau yang saya janjikan tadi, malam ini belum boleh, sabar ya Nors Sayang" kata Mirna sambil *******-***** jemari Frangky Nors.


"Kenapa gak boleh, tadi kan sudah janji," tanya Frangky Nors sedikit meninggi.


"Sabar Sayang," Mirna meraba-raba bagian bawah kekasihnya.


"Mirna lagi palang merah. Jadi belum bisa menepati janji tadi, maaf ya, Sayang" Sambil terus meremas jagoan kekasihnya agar tak tersulut emosinya.


"Lagian, ini kan tempatnya kurang aman. Kalau untuk janji itu, kita di hotel aja, lebih aman," bujuk Mirna sambil terus mempermainkan jagoan itu.


Frangky Nors terlihat senyum aja. Dia menerima saran Mirna. Malah saran itu membuat jantungnya dag dig dug. Menginap di hotel menuai janji Mirna.


"Iya, Sayang. Saya setuju. Kalau lagi datang. Emang lebih pas kalau di hotel aja," kata Frangky Nors bersemangat.


Mirna terus mempermainkan jagoan itu. Sudah tercetak sempurna di balik celana. Mirna berpikir, inilah caranya meredam biar kekasihnya tidak emosi. Sambil memberi waktu baginya memikirkan cara melancarkan serangan balik ke Frangky Nors.


Alangkah hinanya dirinya. Bisa jadi orang beranggapan kalau dirinya kerja di kota hanya sebagai pe**cur. Pemuas lelaki.


Harus secepatnya Mirna mengungkapkan kalau dia juga punya video dan rekaman audio, tentang kejahatan Frangky Nors. Yang akan membuat lelaki itu bertekuk lutut dihadapannya.


Mirna menunggu momen. Tapi tidak mungkin malam ini. Harus disampaikan di kantor atau di tempat banyak orang. Takut lelaki itu hilang kontrol dan menciderainya.


Frangky Nors sedang menikmati perlakuan Mirna. Matanya merem. Dan mulutnya setengah terbuka. Celananya sudah turun di bawah sana. Juga pembungkus jagoannya sudah di area lutut. Tangan mungil itu memompa sosis itu dengan cepat.


Tak lain agar segera berakhir dan kekasihnya tak menagih janjinya tadi. Dan mereka segera pulang.


Mirna masih punya PR berat dan sensitif. Yang jika terlambat diselesaikan, alamat bahaya baginya.


Butuh strategi baginya merancang skenario ini. Pelik. Rumit. Karena pekerjaan ini tak boleh diketahui orang lain. Hanya antara dirinya dan kekasihnya.

__ADS_1


Frangky Nors sudah meraung dengan mulut setengah terbuka. Pertanda sudah berakhir. Mirna segera menyerahkan tisu kepada Frangky Nors. Lalu bersiap-siap untuk pulang.


Mirna beranjak duluan. Kekasihnya masih bersiap menuju kasir untuk membayar kopi susu, yang dipesan karena kopi susu pertama sudah dingin.


Tak banyak bicara. Mirna terdiam seribu bahasa di dalam mobil. Dia sebenarnya berusaha tegar. Menganggapnya biasa.


Dia berusaha biasa saja dihadapan kekasihnya agar kekasihnya tidak semakin merajalela dengan video rekaman itu. Namun, hati kecilnya menangis. Sensitifnya kasus ini membuat dia mau menangis sekuat mungkin. Dia ingin menumpahkan air matanya ketika nanti sudah sampai di kostan.


Disampingnya, pria itu terlihat senyam senyum. Dalam otaknya, ancamannya lewat video itu sudah berhasil. Mirna sudah menyerah. Sudah bertekuk lutut dihadapannya.


"Andai tidak datang bulan, sudah kurenggut saat ini juga kesucianmu, gadis polos," ucap Frangky Nors dalam hati.


Mirna memang mengalah. Yang penting jangan sampai video itu tersebar. Janji yang dia sampaikan tadi bisa menjadi senjatanya untuk menarik ulur, agar Frangky Nors tidak menyebar video itu.


Mirna sudah sampai di kost-an. Dia turun setelah mencium bibir kekasihnya.


"Aku tak akan menyebar video itu Sayang, kalau janji mu tadi kau tepati. Termasuk tidak berangkat ke Surabaya," katanya sambil mencium bibir Mirna.


Berlahan Mobil kekasihnya berlalu. Menyusuri jalan yang tak begitu ramai. Mirna melangkah masuk ke arah kamar kost nya. Mengambil anak kunci dan membuka kamar. Lalu menutup pintu rapat-rapat.


Seketika, Mirna menangis sesunggukan di atas kasur. Dia ingin berteriak, namun takut terdengar penghuni kostan lainnya.


Sprei kasur itu sudah basah. Oleh air mata. Mirna begitu ketakutan. Panik menghadapi ancaman kekasihnya. Betapa malunya dirinya jika sampai video itu tersebar


"Ya, Tuhan.. Saya tak sanggup menghadapi ini," Mirna berlutut, berdoa. Matanya penuh butiran air. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya.


"Kuatkan aku Tuhan menghadapinya. Jangan permalukan hamba mu ini Tuhan,"


Mirna menangis terus sambil memanggil nama Tuhannya. Meminta petunjuk dan jalan terbaik.


Berlahan Mirna bangkit. Dia tak mau membuang-buang waktu. Menangis bukan jalan terbaik. Dia mengambil buku dan pena.

__ADS_1


Mulai merancang skenario bagaimana cara membungkam pria bernama Frangky Nors itu. Kasus sensitif ini harus di atasi dengan penuh hati-hati. Sekali salah melangkah, harga diri Mirna akan hancur berkeping-keping.


__ADS_2