
Cemburu buta kekasihnya membuat tidur malamnya selalu tak cukup. Itu menguras emosinya. Mengurangi produktifitas kerjanya.
Hari ini Mirna kembali bekerja dengan suasana hati yang lebih nyaman. Senyum dan keceriaan terpancar di wajahnya. Efek dari hasil sharing dengan atasannya. Mampu merubah suasana hati dan produktifitas kerjanya.
Beban yang seminggu ini dipikul olehnya, kini terasa ringan. Dia kini lebih fokus bekerja dan mempersiapkan diri untuk dinas luar kota selama 2 minggu di Surabaya.
Hari ini, ada meeting dengan tim PT Mentarindo. Membahas persiapan pengadaan bahan baku untuk mega proyek yang akan dimulai 2 bulan lagi.
Seluruh divisi akan dilibatkan dalam meeting kali ini. Termasuk tim finance dan juga tim HRD. Tim finance akan diwakili oleh Elsa Sionir dan Mirna. Frangki Nors dan Indra juga hadir sebagai perwakilan dari HRd.
Sementara dari Mentarindo langsung dipimpin oleh kepala cabangnya, Alex Notobroto. Bersama timnya dari bagian produksi, HRD, QC dan finance hadir lengkap.
Suasana di ruang meeting kali ini sedikit rame. Karena hampir semua divisi hadir ditambah lagi dari pihak PT Mentarindo.
Frangky Nors terlihat masih di ruangannya. Dia masih menyiapkan dokumen yang akan dibawakannya ke dalam ruang meeting. Dia terlihat geram dan wajahnya diselimuti kekesalan.
"Kenapa semalam Mirna tak membalas chattingan saya? Lihatlah, kau tak akan bisa lari dari pelukanku, sebelum saya puas dengan tubuhmu, sebelum saya renggut kepe******nmu. Lihat nanti, kalau masih dekat-dekat dengan Alex sialan itu, akan saya sebar video mu. Dan disitulah, kamu akan berlutut dihadapanku," kata Frangky Nors sambil mengepalkan tangannya. Wajahnya memerah.
Dia melangkah menuju ruang meeting. Hampir semua sudah hadir. Matanya langsung melotot ke barisan kursi PT Mentarindo. Sosok Alex Notobroto ada disana sedang sibuk dengan laptopnya.
Kini matanya bergesar ke arah tim finance. Disana Mirna dan atasannya sudah hadir. Mirna terlihat ceria dan cuek dengan kedatangan Frangky Nors. Kalau biasanya, dia harus memperhatikan gesture dari kekasihnya.
Namun, kini dia cuek saja dan bercanda dengan Elsa Sionir. Tak sedikit pun dia memperhatikan kehadiran Frangky Nors.
__ADS_1
Hal itu membuat Frangky Nors bertanya-tanya. Membuat emosinya membara. Rasa cemburunya makin memuncak. Beberapa kali dia memperhatikan Mirna, namun tak seperti biasanya. Mirna tak memperhatikannya.
Meeting kali ini membahas kesiapan PT Mentarindo untuk memenuhi suplay bahan baku tepung dalam mega proyek ini. PT Mentarindo akan berusaha meyakinkan pihak pabrik bahwa mereka sanggup menyuplai berapapun kebutuhan pabrik.
Meeting sudah di mulai. Terlihat, manager produksi PT Mentarindo sedang mempresentasikan kesiapan mereka untuk mendukung mega proyek. Disampingnya Alex Notoroto ikut menyimak dengan serius.
Alex Sienar nampak antusias juga mengikuti penjelasan dari pihak suplier. Sementara Frangky Nors sama sekali tidak fokus. Matanya bergeak kesana kemari.
Mencoba mencari perhatian Mirna. Untuk memberi pesan agar tak dekat-dekat sama Alex saat nanti saat sudah bubur meeting. Walau sudah dia sampaikan lewat chatting perpesanan ke Mirna. Namun, tak di balas oleh Mirna.
Hari ini Frangky Nors sudah mempunyai rencana untuk menghadang agar PT Mentarindo tidak jadi pensuplai tepung untuk mega proyek. Karena jika mereka lolos, maka alamat buruk bagi Frangky Nors. Alex Notobroto akan selalu berhubungan dengan Mirna.
Untuk itulah, Frangky Nors sudah menyiapkan segala cara agar bisa meyakinkan Alex Sienar, kepala cabang, agar tak menyetujui perusahaan Alex Notobroto jadi suplier tepung untuk proyek ini.
Frangky Nors langsung bersiap. Dan langsung berbicara setelah dipersilahkan moderator. Walau sebenarnya, Frangky Nors bukanlah orang produksi atau QC, yang seharusnya lebih paham akan kualitas tepung.
Dia akan coba menjegal suplier ini agar tidak direstui oleh kepala cabang menjadi suplier untuk mega proyek. Dia akan melihat dari sisi hukum, berkaitan dengan peristiwa Renno, si cleaning service yang waktu itu di tangkap oleh sekuriti tanpa bukti.
"Terimakasih untuk waktu yang berikan pada saya," kata Frangky Nors memulai.
Terlihat di deretan kursi tim finance, Mirna dan Elsa Sionir, berbisik dan sedikit tak suka dengan tampilnya Frangky Nors sebagai yang pertama untuk menanggapi. Kerena bukan kapasitas dia dalam hal ini.
"Saya coba menyoroti banyaknya tepung yang tak terpakai atau returan di bulan kemaren. Apakah mungkin bisa, karena produk kita ini di ekspor ke luar," Frangky Nors berhenti sejenak. Semua peserta menunggu kelanjutan dari tanggapan Frngky Nors.
__ADS_1
"Kasus Renno bulan kemaren, masih menyisakan masalah, yang muncul tiba-tiba. Dimana, Renno si cleaning service, katanya mau melaporkan kasus ini karena pencemaran nama baik. Ada pihak-pihak dari Mentarindo dan pabrik yang akan dilaporkan. Ini dilaporkan oleh Renno, saya tau karena kebetulan dia tetangga saya, karena nama dia sudah tercemar di pabrik ini dan di luar. Bahkan sudah mulai berimbas ke perusahaan outsourcing tersebut.
"Tapi kan itu ada buktinya, beritanya dia tertangkap basah," jawab seorang dari pihak Mentarindo.
"Inilah yang coba dibersihkan oleh Renno, sehingga dia melaporkan. Kasus ini tidak ada bukti. Tidak ada yang bisa membuktikan kalau dia bersalah. CCTV dan orang yang melaporkan ke security pun tak ada bukti. Ini jelas mencemarkan nama baik perusahaan outsourcing tersebut,"
Mirna menatap Frangky Nors saat dia mengatakan tak ada bukti. Hanya Mirna lah yang punya bukti akan kasus ini. Namun, dia tak akan memberikan kesaksian dan bukti itu bila belum menyangkut dirinya.
"Maksud saya, kita jangan terburu-buru, karena kasus ini juga bisa melaporkan Mentarindo, dalam hal ini pimpinan Mentarindo, karena info pertama tentang penangkapan oleh sekurity adalah dari karyawan Mentarindo, yang keliling siang itu."
Elsa Sionir terlihat gusar. Karena melibatkan namanya. Dia tak biasa berurusan dengan hukum. Sementara Mirna biasa saja mendengar penjelasan kekasihnya.
Andi Sienar, kepala pabrik terlihat serius mendengar penjelasan Frangky Nors. Tadi pagi memang sudah mereka bahas dengan Frangky Nors tentang masalah ini. Namun, hanya sekilas karena tadi pagi ada meeting online.
Sementara di pihak Mentarindo, Alex Notobroto terlihat gusar dan tak senang dengan tanggapan dari Frangky Nors. Dia berkali-kali diskusi dengan timnya.
"Ini harus kita pastikan dulu, apakah nanti akan ada masalah dikemudian hari. Apalagi ini juga mau dilaporkan perusahaan dan suplier," kata Frangky Nors menutup tanggapannya.
Andi Sienar selaku pimpinan cabang perusahaan, mencoba berdialog dengan pihak suplier. Terlihat sedang serius berbicara dengan Alex Notobroto. Fokus pembicaraan kini lebih difokuskan tentang masalah hukum.
Masalah hukum yang bisa menjerat kedua belah pihak. Pihak-pihak yang terlibat saat penangkapan Renno. Bahkan, pimpinan kedua belah pihak rencananya juga akan dipidanakan oleh Renno.
Ini menjadi masalah pelik buat Andi Sienar yang harus hati-hati dalam menentukan suplier untuk mega proyek ini. Yang paling ditakutkan olehnya adalah seandainya Mentarindo, terlebih Alex Notobroto, tersangkut hukum, apakah akan mengganggu kinerja perusahaan?
__ADS_1
Sementara proyek ini adalah proyek besar. Proyek yang diharapkan antara pabrik dan suplier sama-sama bisa memenuhi target yang ditentukan.