
Walau sebenarnya Mirna suka sama Frangky Nors, tapi demi masa depannya, Dia siap berpisah.
Sore ini Mirna bertemu Frangky Nors. Kebetulan tidak ada meeting sampai malam. Frangky Nors sudah janji mengantar Mirna pulang ke kostan.
Terselip kata-kata rindu, dari isi pesan Frangky Nors. Sudah beberapa hari tidak kencan. Sibuk pulang malam terus. Mirna terbuai juga dengan kata-kata manis Frangky Nors. Kata-kata rindu yang terangkai di chatting perpesanan siang tadi.
Mirna tak bisa membohongi dirinya. Dia juga rindu. Dia juga mencintai kekasihnya. Walau cinta itu, hanya cinta secara fisik. Mirna adalah tipe wanita yang suka sama pria dari fisik. Dan itu ada di sosok Frangky Nors.
Sosok yang atletis, tinggi, berdada bidang, tampan dan tangannya berbulu. Dari semuanya, membuat Mirna meleleh. Mirna jatuh cinta. Walau beda usia, namun tak menyurutkan cinta mereka bersatu.
Memang, mencintai secara fisik tidaklah cinta yang langgeng. Tidak akan kuat ketika ada cobaan. Mudah tergoyah dan tak berakar kuat.
Beda bila cinta itu muncul dari hati yang paling dalam, dari kebaikan seorang pria, dari perhatiannya. Namun, cinta seperti itu akan lama dapatnya, tapi lama juga lepasnya.
Cinta tulus akan berakar kuat. Dia muncul tidak tiba-tiba. Berlahan tapi pasti. Bahkan di awal tak ada rasa. Namun, semakin lama, akan memunculkan suatu tanya, 'Inikah namanya cinta?'
Cinta tulus dan suci itu berakar kuat dan menusuk ke hati yang paling dalam. Bagaikan pohon, cinta tulus itu bukan cangkokan. Tapi adalah pohon yang tumbuh dari biji kecil. Semakin tumbuh, akarnya semakin kokoh. Semakin ke dalam, membentuk pondasi yang kokoh.
Akar cinta suci dan tulus itu berakhir di dalam hati yang paling tulus. Bukan di permukaan saja.
Bagaikan pohon besar, cinta tulus dan suci itu berakar tunggang. Akar yang besar menuju satu arah. Akar akan memperkokoh yang namanya cinta. Dari badai topan yang sering melanda pemilik cinta. Kokoh dari terjangan angin kencang yang pasti datang.
Selain itu, cinta tulus dan suci itu bagai akar tunggang pohon yang bisa menyimpan makanan. Begitu juga akar cinta tulus dan suci, bisa menyimpan energi cinta bagi kedua belah pihak. Bisa menjaga agar cinta tetap bersemi. Berbunga-bunga dan mekar merona.
Mencinta secara fisik adalah sia-sia. Ibarat pohon, itu adalah pohon cangkokan. Cepat berbuah, cepat besar dan akarnya lemah yaitu akar serabut.
Akar serabut adalah dangkal. Lemah. Tak bisa menembus sampai dalam. Dan tak bisa menyimpan makanan. Bila tertiup angin, roboh seketika.
Bisa terbayang, bila mencinta secara fisik akan goyah seperti pohon cangkokan. Pohon yang berakar serabut. Akar cintanya hanya di permukaan. Tak bisa menembus ke dalam. Tak bisa menjaga kelanggengan cinta. Dari segala terpaan cobaan dan terjangan angin.
__ADS_1
Akarnya tak bisa merawat cinta. Tak bisa menyimpan energi cinta. Sekali angin kencang menggoyang, maka akan tumbang. Akarnya lemah, tak mencengkeram ke dalam hati yang paling dalam. Hanya di permukaan. Tak punya kekuatan untuk merajut cinta di hati yang paling tulus.
Fisik itu ada batasnya.
Namun, cinta tulus tak akan ada limit. Keduanya dibedakan akar yang berlainan. Walau sama berakar, kekuatannya akar cintanya bagai langit dan bumi. Kekuatan cengkeraman akar cintanya tak sama.
Di ruangan finance, Mirna sudah bersiap pulang. Menunggu kekasihnya Frangky Nors. Mereka akan pulang bersama. Hari ini bisa pulang cepat. Tak ada meeting membahas mega proyek.
Hati Mirna tak menentu. Karena dia punya misi di sore ini. Dia mau menyampaikan rencananya dinas ke Surabaya. Dia juga sudah bulat hatinya, bila Frangky Nors masih membatasi dirinya untuk urusan kerja, maka akan memutuskan hubungan dengan kekasihnya Nors.
Dia sudah menyiapkan strategi untuk menyampaikan rencana ini. Namun, jika Frangky Nors tidak lagi memaksakan kemauannya, bisa menerima penjelasan Mirna, maka hubungan mereka akan berlanjut.
Mirna paham, cerita atasannya tentang kekasinya begitu seram. Kisah cinta Frangky Nors begitu mengerikan. Namun, Mirna masih mencintai Frangky Nors. Dia adalah cinta pertama Mirna. Masih merindukan pelukannya. Merindukan belaian tangannya yang penuh bulu.
Sulit memang lepas dari cinta Frangky Nors. Karena korban cinta Frangky Nors adalah gadis-gadis yang benar-benar menyukai dia secara fisik. Tak lebih dari situ. Itu adalah kelebihannya.
Sehingga, saat mereka kencan, saat berduaan, si gadis akan takluk dan tak berdaya.
Mobil Pajero Sport Hitam sedang berhenti di pos securiti. Di dalam mobil ada Mirna dan Frangky Nors. Terlihat Frangky Nors mempersilahkan securiti memeriksa mobilnya.
Tak lama, mereka sudah melaju. Sore ini Frangky Nors terlihat berbeda. Sepertinya ada sesuatu yang membuat dia begitu bahagia. Tidak seperti kemarin, yang terlihat ada beban.
Keceriaan Frangky Nors menimbulkan tanya bagi Mirna.
"Apa mungkin karena tidak ada meeting sampai malam? Atau karena Frangky Nors ingin merencanakan sesuatu kepadaku," tanya Mirna dalam hati
"Saya tak akan memberikan kehormatanku padamu. Saya sudah paham dan tahu hasratmu mencintaiku," kata Mirna lagi menjawab tanya di hatinya.
Frangky Nors Tersenyum. Sambil menggoda Mirna di sampingnya. Keceriaan yang tak biasa. Entah apa penyebabnya. Mungkin karena hasratnya menyingkirkan Alex dari pabrik akan segera terwujud. Yang artinya, Alex tidak bisa lagi mendekati Mirna.
__ADS_1
Sekalipun itu hubungan kerja, namun, Frangky Nors takut Mirna akan berpaling ke Alex. Selama ini Frangky Nors begitu cemburu dan takut bila Alex mendekati Mirna.
Kini, rasa cemburunya akan sirna. Mentarindo akan diputus kontraknya. Tidak lagi menjadi suplier tepung. Itu adalah keputusan kepala cabang, Andi Sienar.
Mirna juga sebenarnya merasa sangat happy, karena beban yang dia pikul setelah jadi kekasih Frangky Nors terlalu berat.
Terlalu banyak aturan yang melarangnya. Namun, kini sudah terasa plong. Sejak Elsa Sionir memberinya dukungan di sore itu.
"Kenapa sih kelihatan bahagia bangat, tumben, apa karena tidak pulang malam?" tanya Mirna kepada kekasihnya.
"Siapa sih yang tidak senang disamping bidadari cantik kayak kamu," jawab Frangky Nors sambil meraih tangan Mirna.
Mirna diam. Tak bereaksi dengan pujian itu. Namun, getaran cinta dari genggaman tangan itu mengalir sampai ke hati. Mirna tak kuasa menolak, jika sudah tersentuh tangan kekasihnya. Hanya membayangkan tangan kekar berbulu itu saja sudah membuat Mirna dag dig dug.
"Kita makan di mana, Sayang?" Tanya Frangky Nors mengagetkan Mirna.
"Dimana aja, Mirna setuju," jawab Mirna asal.
Tapi tiba-tiba Mirna meralat ucapannya.
"Di angkringan yang waktu itu saja,"
"Siap sayang, kita kesana. Mudah-mudahan tak penuh ya kayak yang waktu itu."
Entah kenapa Mirna berani membuat usul ke tempat yang waktu itu. Mungkin refleks karena tempat itu punya kenangan bagi Mirna. Di tempat itulah untuk pertama kali Mirna merasakan namanya pacaran.
Belaian, ciuman dan kasih sayang dia dapatkan di tempat itu. Mirna begitu bahagia waktu itu.
Apakah Mirna ingin mengulangi momen cinta waktu itu? Apakah dia tak takut bila sampai Frangky Nors merenggut kesuciannya di tempat itu?
__ADS_1