Di Atas Cinta Suci

Di Atas Cinta Suci
Bab 22. Baju Kesempitan


__ADS_3

Pintu kamar kost itu sudah terbuka lebar. Mirna masuk duluan. Tampias yang terbang terbawa angin masuk ke dalam kamar Mirna. Mirna langsung menutup. Sementara Frangky Nors masih di luar memeras kaos oblongnya. Semua sudah basah.


Mirna seperti tidak mengabaikan Frangky Nors. Seakan tak peduli dia ada di luar. Walau sebenarnya dia menutup pintu karena tampias yang sangat banyak terbawa arus angin masuk ke kamarnya.


"Mirna, pinjam handuk dong, basah semua nih" ujar Frangky Nors setengah berbisik dari kaca nako kamar Mirna. Sambil memelototi tubuh Mirna yang sudah terbentuk sempurna di balik kemeja kuyupnya. Membuat Frangky Nors menelan ludah.


Mirna yang memperhatikan dari dalam senyum-senyum genit melihat kekasihnya di luar di gempur tampias.


'Hmmm..... tampan benar kau sayang, dengan rambut basahmu,' ucap Mirna dalam hati melihat kekasihnya dari kaca nako.


Mirna lalu mencari handuk satunya dari lemari. Sementara handuk yang dia pake tadi pagi sudah digenggamnya.


Dia mengambil handuk warna pink bunga-bunga yang masih terlipat rapi itu. Warna favoritnya. Warna yang menghiasi seisi kamar ini. Dari seprei, sarung bantal, bahkan sampai keset kaki juga.


Mirna membuka sedikit pintu kamar, lalu menyodorkan handuk itu. Frangky Nors dengan cepat menyambar handuk itu.


Mirna tak ingin pria masuk ke dalam kamarnya. Yang mungkin kalau Frangky Nors memaksa, dia akan luluh juga.


Tiba-tiba Mirna kaget. Mendengar dua suara pria di luar kamarnya. Ternyata suara Bapak kostnya yang berbincang dengan Frangky Nors.


"Kehujanan toh mas," sapa Bapak kost dari pintu rumahnya.


"Iya, Pak.. baru pulang. Tadi gak bawa payung," jawab Frangky Nors sekenanya. Dengan sedikit rasa kesal.


Ternyata pemilik rumah kost ini masih terbangun. Hal ini membuyarkan rencana-rencana yang sudah disusun Frangky Nors untuk menikmati tubuh Mirna malam ini


Di dalam kamar, Mirna yang juga sebenarnya amukan nafsunya sudah memuncak agak kesal juga dengan suara bapak kost nya itu.


Itu artinya mereka tak akan bisa melanjutkan adegan-adegan cinta mereka yang terputus beberapa kali. Sejak di angkringan saat makan malam tadi.


Frangky Nors pun mendekati bapak kost Mirna. Sepertinya minta ijin untuk bisa masuk ke kamar Mirna. Untuk membilas dan salin baju. Namun, sepertinya bapak kost memberi satu syarat.


"Nanti pas sampean mandi dan salin, Mirna menunggu di luar ya," kata bapak kost dengan suara khas orangtua.


Frangky Nors mengiyakan dan pamit kepada bapak kost Mirna. Lalu berjalan menuju pintu kamar Mirna.


Mirna sudah tak terlihat di dalam kamar. Dia sudah membilas sekujur tubuhnya di kamar mandi. Mandinya malam ini begitu cepat, mungkin karena sudah larut.


Tak sampai 15 menit, dia sudah berganti baju. Celana pendek dan kaos merah muda bermotif bunga. Dia terlihat anggun, polos tanpa dandanan. Yang membuat Frangky Nors menelan ludah dari balik jendela. Adalah buah ranum itu yang membulat indah di balik kaos ketat Mirna.

__ADS_1


Mirna telah membuka pintu. Lalu berbincang dengan Frangky Nors yang masih terbalut kaos yang basah.


Frangky Nors meminta baju salinan. Namun, Mirna tak punya baju atau celana yang pas buat Frangky Nors. Jikapun di paksa, bisa robek karena tidak muat. Apalagi dalaman, tentu tak akan muat menampung.


Frangky Nors kini semakin menggigil. Mirna terlihat masuk ke dalam, membuka lemarinya. Dan mengambilkan stelan baju olahraga kantor. Yang belum pernah dipakai Mirna sejak dia diterima kerja.


Bukan karena tidak suka warnanya. Tapi karena kebesaran. Ukuran Mirna seharusnya adalah M. Namun, bagian HRD memberikannya ukuran L.


Dia lalu memberikan kepada Frangky Nors. Kemungkinan tak akan mampu menampung seluruh tubuh Frangky Nors yang besar kekar.


Baju olahraga kantor Frangky Nors ukuran XXL. Dua ukuran di atas punya Mirna.


Terlihat Mirna terkekeh. Saat ide meminjam dalaman Mirna. Yang tentunya sangat aneh seorang pria macho berdada bidang ditumbuhi bulu-bulu lebat memakai ****** ***** pink.


Karena semua pakaian Mirna adalah pink. Dan tentunya tak akan mampu menampung onderdil Frangky Nors yang ukuran jumbo.


Frangky Nors masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa handuk pink dan baju olahraga. Hanya itu pakaian yang bisa diberikan Mirna.


Mirna memperhatikan dari teras. Dia raih kursi. Dia duduk setelah melap kursi yang masih menyisakan tampiasan air hujan.


'Untung aja ngaret baju dan celana olahraganya, jadi kemungkinan bisa masuk walau sempit betul' kata Mirna dalam hati.


Hujan sudah reda. Tinggal rintik-rintik. Sudah terdengar satu dua pemotor lewat. Mungkin yang dari tadi berteduh. Tak berani jalan.


Jika tetap memakai yang basah, sama saja akan membasahi celana training itu. Lagipula, kasihan juga isinya. Menggigil. Tetap kebagian ****** ***** basah. Benda kenyal itu butuh kehangatan. Di malam dingin hujan deras seperti ini.


Frangky Nors sudah selesai mandi. Mirna menunggu benar apakah pakaian itu muat. Lelaki itu sudah keluar kamar mandi. Namun, masih membelakangi Mirna di kejauhan. Dia sedang menutup pintu kamar mandi dari luar.


Terlihat, celana training itu menggantung ketat di atas mata kaki. Celana training itu kesempitan. Sementara bajunya terlihat sangat ngepres. Untung terbuat dari bahan yang bisa melar.


Frangky Nors berbalik. Berjalan menuju ke arah Mirna. Mata Mirna langsung melotot ke area sensitif yang dipikirkan Mirna tadi. Ternyata, Frangky Nors tidak memakai ****** *****.


Itu terlihat dengan tercetak sempurnanya sebuah benda di sana. Tercetak melengkung. Memang ****** ******** sudah basah. Tak mungkin dipakai lagi.


Ditambah sempitnya training seragam olahraga kantor, membuat jagoannya terdesak di area sana.


Mirna masih melotot. Dan akhirnya tertawa terpingkal-pingkal. Namun, dia tahan saat Frangky Nors mendekat.


Tiba-tiba telpon Frangky Nors berdering.

__ADS_1


"Malam Pak Andi,"


Bos besar nelpon.


"Bagaimana meeting tentang CS yang kemaren?"


"Siap Pak, Senin pagi kita meetingkan Pak Andi,"


Mirna mencoba menguping pembicaraan itu. Karena ini berkaitan dengan dirinya. Namun, dia masih tak bisa fokus mendengar, karena sesuatu yang lucu berdiri di depannya.


Dia masih senyum-senyum. Bagaikan badut, yang memakai kostum yang kesempitan.


Tak lama, Frangky Nors sudah keluar. Menenteng kresek plastik tempat baju-baju basahnya.


Dia pun pamit kepada Mirna. Dan juga bapak kost yang belum tidur juga.


Frangky Nors dan Mirna berjalan menuju mobil. Setelah ijin kepada bapak kost.


"Makanya, lain kali, jangan suka mandi hujan. Kayak anak-anak kurang bahagia aja," kaya bapak kost sambil berlalu.


Mirna kaget juga. Apakah Bapak kost melihat tadi kami main hujan saat kepleset itu? Ah, sudahlah...


Mobil itupun melaju pelan dan meninggalkan Mirna seorang diri.


Belum 500 meter meninggalkan kost-an Mirna, mobil menepi. Lalu turun sambil membawa sebuah gunting.


Dia hidupkan lampu kabin. Frangky Nors memperhatikan sebuah benda persis di samping lampu kabin. Ada sebuah benda tertempel lakban disana. Seperti sebuah kotak kecil.


Dia gunting lakban putih yang merekatkan benda itu ke plafon mobil. Warna lakban yang hampir mirip dengan warna plafon membuat benda itu bagai aksesoris.


Frangky Nors sudah memegang benda itu. Ternyata sebuah hp?Apakah hp itu digunakan sebagai alat merekam semua aktivitas cinta mereka tadi?


Layar Hp menampilkan fitur video. Memory Full. Terlihat pilihan 'batalkan' atau 'bersihkan'


Jari Frangky Nors menekan batalkan. Jadi dibatalkan karena tidak muat lagi memory hp nya. Itu artinya hp tadi digunakan untuk merekam.


Dan rekaman pertama yang sudah disiapkan Frangky Nors sudah berhenti otomatis. Dan tentunya Frangky Nors harap-harap cemas.


Dia hidupkan lagi mobilnya. Sambil memutar video di hp yang baru saja di ambilnya. Dia percepat videonya. Matanya sudah tidak sabar melihat adegan tadi.

__ADS_1


"Yes..., berhasil!" ujar Frangky Nors tiba-tiba saat video memutar adegan Mirna sudah tak mengenakan sehelai benang pun dibagian atas.


"Kau tak akan bisa lari lagi dariku, Mirna. Sebelum saya menikmati tubuhmu, Tak akan kubiarkan tubuhmu jatuh kedekapan Alex sialan itu," ujar Frangky Nors sambil memukul stir mobil.


__ADS_2