Di Atas Cinta Suci

Di Atas Cinta Suci
Bab. 41 Nombok Biaya Hotel


__ADS_3

"Jadi, sudah bisalah ya, Ibu lagi meeting. Jadi belum sempat memandu Mirna tadi. Ibu meeting sampai malam. Nanti kalau ada yang mau ditanya, misscall dulu ya, biar ibu keluar ruangan dulu," jelas atasannya, kalau dia sedang meeting.


Mirna mulai adaptasi dengan kamar barunya. Memperhatikan peralatan dan barang-barang di dalam kamar hotel. Segera dia mencari remote AC. Menaikkan suhu ruangan. Tak biasa dengan suhu 16 derajat celsius. Itu bisa membekukan seluruh tubuhnya.


Dia menarik tas pakaiannya. Mencari handuk dan pakaian untuk berganti pakaian. Tak lupa dia mengambil sikat gigi dan peralatan mandi. Walau disediakan disana, tapi Mirna mau memakai punya sendiri.


Dia melangkah ke kamar mandi. Dia perhatikan seisi kamar mandi. Lalu meletakkan peralatan mandinya. Kemudian menutup pintu kamar mandi. Terdengar dari luar kamar mandi suara-suara air. Mirna sedang membersihkan seluruh tubuhnya yang penuh keringat dari sejak berangkat dari Bandung.


Di sebuah kamar, seorang pria sedang tertawa sendiri mengingat petualangannya sehari ini. Dia adalah Alex Notobroto. Dia menjalani peran yang berbeda seharian ini. Posisi direktur perusahaan dia abaikan demi cita-cita yang akan dicapainya.


Lalu mengambil hp andoidnya dan membuka aplikasi pesan antar makanan. Dan seperti biasa, dia selalu mencari menu ayam goreng. Dia melihat-lihat siapa tahu ada promo hari ini.


Jari tangannya memencet pembayaran. Itu pertanda dia sudah menemukan menu kesukaannya. Apa mungkin terlalu capek seharian ini, sehingga dia memesan 2 porsi.


Lalu dia merebahkan badannya yang atletis di atas kasur empuk bersprey putih. Tangannya tidak lepas dari ponselnya. Dia tersenyum lagi dengan moment-moment yang dia hadapi seharian ini.


Lima belas menit sudah, belum juga datang menu pesanannya. Dia ternyata benar-benar lapar, sampai-sampai dia belum mandi menunggu pesanannya.


Ponsel yang satunya, yang diletakkan di dekat televisi berbunyi.


"Halo, Bu," jawab Alex sambil duduk di kursi dekat tv. Elsa Sionir menelpon Alex.


"Gimana hari ini, Pak, Sukses?" tanya Elsa tentang kegiatan Alex sepanjang hari ini.


"Sukses Bu Elsa, lucu sekali," jawab Alex sambil tertawa lebar.


"Pak, coba hubungi Mirna ya Pak, kebetulan saya meeting penting hari ini, jadi tidak bisa memandunya," pesan Elsa kepada Alex.


"Siap, Bu Elsa," jawab Alex.


Pembicaraan mereka sudah berakhir. Alex meraih hp adroidnya, ingin memastikan lagi sudah sampai dimana pesanan ayam gorengnya. Masih sedang diantar kurir.


Dia langsung menelpon Mirna sesuai pesanan Elsa Sionir tadi. Elsa Sionir memang punya misi menjodohkan Mirna dan Alex. Karena kasihan melihat Mirna yang tertekan batin sejak pacaran dengan Frangky Nors.

__ADS_1


"Halo, Ibu Mirna, lagi di Surabaya ya?" tanya Alex setelah teleponnya di angkat oleh Mirna.


"Iya, Pak. Seminggu ini Dinas,"


"Gimana, lancar, nginap dimana Bu?"


"Di hotel, Pak. Udah baru sekali ini dinas, nginap sendiri lagi. Belum paham semua,"


"Kalau ada yang belum paham, ditanya aja bu, Alex siap membantu. Jangan segan-segan, apalagi Bu Mirna sendiri,"


"Iya nih Pak, banyak sih yang mau Mirna tanyakan,"


"Udah makan belum, Bu?"


"Nah, ini juga yang mau Mirna tanyakan lagi Pak. Nanti makan di antar apa gimana Pak? Kalau mau beli, harus turun, Mirna gak berani turun ke lantai dasar Pak,"


"Kalau makan malam, itu kita cari sendiri bu, atau ada juga yang bisa kita pesan ke nomor yang tertera di atas telpon kamar. Itu kita bayar sendiri. Kalau sarapan pagi, baru free biasanya, tinggal ditanyakan ke resspsionis, letak nya dimana?"


"Oh jadi harus turun ke bawah, ya Pak? Mirna yang di pesan dululah ke bagian makanan, belum berani turun ke bawah,"


"Tapi kan Pak Alex di Bandung, apa bisa dipesan disini,"


"Bisa, Bu. Tenang aja, nanti kalau ada yang mengetuk pintu, itu adalah resepsionis yang mengantarkan makanannya,"


"Iya Pak Alex, terimakasih banyak ya, sudah membantu Mirna,"


"Sama-sama, Bu," kata Alex mengakhiri pembicaraan.


Terdengar ketukan dari luar. Di depan pintu kamarnya, seseorang mengantarkan pesanan ayam gorengnya. Alex lalu menerima pesanan itu. Tapi sebelum pengantar makanan itu pergi, Alex membisikkan sesuatu sambil memberikan uang tips. Terlihat pesanan ayam goreng diberikan kepada pengantar tadi.


Di kamar hotel nomor 10, Mirna sedang membuka sebuah aplikasi penyedia hotel. Dia coba searching nama hotel tempat dia menginap. Jarinya mengetik di kolom pencarian. Tak lupa dia pilih nama kotanya.


"Hah !?.. Mahal amat harga kamarnya ini?" ucap Mirna terkejut karena harga di aplikasi tertulis rp. 559.000 per malam.

__ADS_1


"Apa tidak salah Pak supir itu memesan hotelnya?" tanya Mirna sambil memelototi harga yang tertera disana.


"Iya, ampun, bisa nombok saya...., ini kan, harga nya di atas biaya penginapan yang ditentukan kantor? Dari kantor aja maksimal biaya penginapan 300 ribu per malam. Nombok 200 an saya,"


Mirna panik. Mirna mau sampaikan hal ini ke supir perusahaan pendiam itu.


"Tapi, supir itu hanya disuruh atasannya, dia tak akan paham masalah harga," kata Mirna dalam hati.


Mirna membuka sandi hp nya. Dia ke folder kontak, mencari nama Elsa Sionir, atasannya. Namun, sebelum jempolnya menekan menu panggil, terdengar ketukan. Ada yang mengetuk pintu kamarnya.


Dia melangkah ke depan pintu. Sambil membuka pintu, dia mendengar seorang karyawan hotel mau mengantarkan makanan.


Mirna menerima bungkusan makanan itu. Ayam goreng K*C, yang dipesankan Alex untuknya. Karyawan hotel itu berlalu setelah Mirna mengucapkan terimakasih.


Buru-buru Mirna menutup pintu. Dia kunci dengan rapat. Setelah meletakkan makanan itu di depan televisi, dia kembali mau menelpon atasannya perihal harga kamar yang menurut Mirna tidak sesuai dengan biaya penginapan yang ditentukan kantor.


"Bu, masih meeting, ya?" tanya Mirna setelah teleponnya diangkat oleh atasannya.


"Baru saja selesai, ada apa Mir, udah makan belum?" kata atasannya dari seberang.


"Ini baru saja bu, diantarkan makanan, dikirimkan sama Pak Alex. Baik benar, Pak Alex ini. Oh iya, Bu. Mau nanya, budget penginapan dari kantor kan 300ribu ya, Bu" Koq kamar ini aku lihat di aplikasi harganya paling murah rp. 559.000, Bu. Bisa nombok Mirna, Bu. Apa salah pesan ya bu, supir perusahaan kemarin?" tanya Mirna pada atasannya.


"Oh, Ibu tidak tahu Mir. Kemarin Ibu hanya pesankan biar di booking hotel buat Mirna, udah biasa mereka, kalau ada yang dinas, harga hotel mereka sudah tahu," jawab atasannya membuat Mirna kurang puas.


"Jadi gimana ini, Bu? Kalau nombok 200 an di kali 6 hari, nombok satu juta dua ratusan dong, Bu?" cecar Mirna pada atasannya.


"Tenang aja, Mir. Nanti bisa kita atasi, yang penting sekarang, kamu fokus dengan pelatihan itu. Biar bisa ajari teman-teman yang lain disini," kata atasannya menjelaskan.


"Oh iya, bagaimana dengan Pak Alex, tadi katanya memesan makanan buat Mirna, tumben baik dia sama kamu Mir, jangan-jangan Pak Alex sudah jatuh cinta sama kamu Mir?" tanya Elsa Sionir menggoda Mirna.


"Ish.. Ibu. Mana mungkin seorang direktur, tampan lagi, mau menyukai Mirna, Bu," jawab Mirna.


"Nah, ini buktinya, sampai-sampai kamu dinas keluar kota aja ditemanin, e-eh, m-maksudnya dikirimin makanan, itu bukti dia suka sama kamu, Mir,"

__ADS_1


Mereka terlihat serius membahas mengenai Alex Notobroto. Direktur Mentarindo yang menjadi suplier di perusahaan Mirna bekerja. Walau sudah akan diputus kontrak akibat ulah Frangky Nors. Manager HRD kekasih Mirna.


__ADS_2