Di Ujung Pernikahan Penuh Cinta

Di Ujung Pernikahan Penuh Cinta
Hari Menegangkan


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu kini pun tiba. Sosok pria paruh baya yang semula terlihat begitu lemah, hari ini sungguh bugar. Senyuman sejak pagi pun terus ia sematkan di wajah sedikit berkerut itu.


“Ayah, hari ini anak kita akan menikah.” sapa Amanda memeluk sang suami yang duduk di sisi tempat tidur seraya merapikan jas hitamnya.


Pradana menatap penuh cinta sang istri. “Ayah bahagia, Nda. Hari ini Ayah benar-benar bahagia. Hati yang paling dalam Ayah begitu yakin Tuan Kenzo adalah pria yang tepat untuk Laurent.” tuturnya.


Amanda mengangguk setuju. “Ayah benar, dia pria yang baik. Hatiku juga mengatakan hal yang sama.”


Keduanya berpelukan hangat. Sedang di kamar tempat Laurent di make up. Wanita itu hanya diam tanpa ada semangat di wajahnya. Takut, hanya itu yang terus menyergap di dalam hatinya. Ia takut jika ini pernikahan yang kedua kalinya dan akan gagal lagi.


“Semoga niatku untuk membahagiakan Ayah menjadi jalan satu-satunya kebaikan. Tuhan, aku tidak berniat sedikit pun mempermainkan pernikahan. Aku hanya ingin Ayah dan Bunda bahagia.” ujar Laurent lembut.


“Nona, semuanya sudah selesai. Tolong jangan menangis lagi yah, jika tidak. Make upnya akan rusak.” ucap salah seorang MUA. Mendengar hal itu, Laurent hanya bisa mengangguk pelan.


Kini kamar Laurent kembali sunyi. Semua tampak sibuk di rumah itu. Yah, acara pernikahan kali ini di adakan di rumah Pradana atas permintaannya sendiri.


Tok Tok Tok

__ADS_1


Tiba-tiba di menit mendekati acara, suara pintu kamar Laurent terdengar di ketuk.


Di sisi kamar yang berbeda.


Tampak Amanda dan Pradana bergandengan tangan. Senyuman mereka tak hentinya menghiasi wajah keduanya.


Di lantai bawah terlihat penghulu, Dendi, Kenzo, dan dua orang yang tidak mereka kenali kecuali Kenzo yang tahu.


“Bu, Ayah jemput Laurent dulu yah?” tutur Pradana dan segera Amanda mengangguk dan tersenyum.


“Hati-hati, Ayah.” ucapnya.


“Ayo, Laurent.” Pradana tersenyum seketika tangannya di genggam oleh sang anak.


Semua mata yang berada di lantai bawah tampak tertuju pada mempelai wanita dan pria di sisinya.


Tanpa sadar, manik mata Dendi perih melihat wanita yang ia dambakan kini menikah dengan keluarganya.

__ADS_1


Hanya pasrah yang dapat ia lakukan dan ikhlas. Tak ada niat sedikit pun untuk merusak jalannya pernikahan yang di inginkan Pradana. Ayah dari Laurent.


Sementara Kenzo, terlihat tersenyum kecil tanpa sadar.


Kini tiba waktunya ijab kabul di langsungkan. Tangan Kenzo dan tangan Pradana pun sudah saling bertaut.


Ijab dan kabul pun di ucapkan dua pria tersebut hingga terdengar seruan kata ‘sah’ menggema di ruangan itu.


Lantunan doa pun di bacakan pak penghulu, hingga tiba saatnya di mana mempelai wanita mencium tangan mempelai pria, dan mempelai pria mencium kening mempelai wanita.


Tangan Kenzo bergerak ingin membuka kain penutup wajah Laurent.


Kening seluruh keluarga mengkerut melihat tangan Laurent mencegah tangan Kenzo yang ingin membuka kain itu.


“Laurent, biarkan suami mu membukanya, Nak.” ucap Amanda.


“Ada apa, Laurent?” Kenzo menatap penuh selidik. Sejak tadi pria itu merasa ada yang aneh dengan sang istri. Namun, rasa masa bodohnya justru membuatnya kini begitu penasaran.

__ADS_1


“Hentikan!” Tiba-tiba terdengar suara lantang sosok pria di anak tangga paling atas. Dia adalah Dendi.


__ADS_2