
Pernikahan yang tidak pernah di inginkan oleh kedua orangtua Raul, kini terpaksa terjadi. Kesalahan yang di perbuat Lina dan juga Raul di masa lalu tidaklah bisa membuat mereka lari dari tanggung jawab.
Akad nikah untuk kedua kalinya bagi Raul berlangsung singkat kala terdengar kata sah menggema di rumah tersebut.
“Sekarang, kamu tinggal di sini. Dia suamimu, dan kamu harus merawatnya, Lina. Jangan mengganggu Kakak mu lagi.” Itulah kata Pradana saat pernikahan anak tirinya usai.
Amanda yang duduk di samping suaminya hanya mengusap lengan Pradana untuk menurunkan emosinya.
“Ayamu benar, Lina. Ibu yang akan mengurus barang-barangmu kemari. Jadilah istri dan ibu yang baik kedepannya. Ibu dan Ayah hanya bisa mendoakanmu. Jangan pernah berbuat hal di luar batas lagi.” tutur Amanda lembut.
Amarah yang ia rasakan kini sudah tak lagi terlihat. Ia hanya berharap jika sang anak akan benar-benar menjalani hidupnya tanpa mengganggu sang kakak.
__ADS_1
“Dan ingat, Lina. Kamu tinggal di sini sama seperti Laurent dulu. Jangan kami berpikir ada pelayan, kamu jadi malas-malasan di rumah saya yah. Semua pekerjaan wajib kamu ikut serta. Tidak ada yang bermalas-malasan di rumah ini.” Pesan menohok sang ibu mertua membuat hati Lina begitu kesal.
“Yasudah, Ayah dan Ibu pulang dulu.” Amanda membawa sang suami keluar dari rumah besannya tanpa pamit pada kedua orangtua Raul.
Mulai hari ini, Lina sudah resmi menjadi istri dari mantan suami kakak tirinya.
Melihat sang menantu ingin beranjak pergi, Mawar sudah berteriak. “Hei mau kemana kamu?” tanyanya penuh tatapan tajam.
“Mau ke kamar, Bu. Saya lagi hamil. Saya lelah,” jawab Lina tak kalah ketus.
Tak hentinya wanita itu menggerutu kesal melihat nasibnya yang harus mengurus suami serta tak lama lagi akan mengurus anak.
__ADS_1
Setibanya di kamar, ia pun merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur dan menatap hampa langit kamar. Tak perduli dengan gumaman Raul yang berusaha berteriak untuk minta di turunkan dari kursi roda dan berbaring di tempat tidur.
“Apaan sih? Berisik banget tau nggak!” kesal Lina memilih acuh dan menarik selimut.
Ia ingin menghabiskan waktu sorenya dengan tertidur. Tanpa perduli pada sang suami.
Raul tak hentinya berteriak meski tidak bisa terdengar keras dan jelas suaranya.
Lelah, akhirnya Raul memilih duduk di kursi roda sembari memejamkan mata. Ada kesedihan dan penyesalan yang sangat mendalam di hati pria itu saat ini.
“Laurent, kamu yang terbaik. Aku benar-benar menyesal, Lau. Aku ingin kita bersama selamanya. Aku tidak butuh yang lain. Aku hanya butuh kamu saja.” batin Raul penuh sesal.
__ADS_1
Sedangkan di kediaman yang berbeda. Kini mobil Pradana baru saja tiba di halaman rumahnya. Ia dan sang istri tampak turun dari mobil dengan wajah datar. Semua emosi yang mereka rasakan kini sudah tak terlihat lagi di sana.
Lina sudah mereka antar di tempat yang semestinya, dan sekarang mereka bisa kembali fokus pada sosok Laurent. Wanita yang sudah mendapatkan penderitaan berkali-kali lipat tanpa ada yang mengasihinya.