Di Ujung Pernikahan Penuh Cinta

Di Ujung Pernikahan Penuh Cinta
Godaan Lina


__ADS_3

Semua mata tertuju pada suara keributan di sana. Laurent menahan napasnya yang terasa memburu, sedangkan Raul memegang pipi miliknya yang baru saja terkena sapaan kasar dari tangan milik kekasihnya.


"Aku tahu seperti apa aku ini di mata kamu, Raul. Selama ini aku salah jatuh cinta dengan pria seperti kamu." geram Laurent menatap penuh amarah pada sang kekasih.


Melihat keadaan yang tidak baik-baik saja, Raul segera membubarkan suasana canggung. "Hei apa yang kalian lihat? ayo berpesta, Laurent hanya marah karena aku tidak menjemputnya." teriak Raul sembari menyunggingkan senyumannya.


Ia tidak ingin dirinya di permalukan di depan umum oleh sang kekasih. Segera setelah itu, Raul menggenggam tangan Laurent. Di tariknya gadis itu berjalan ke sudut ruangan yang tampak sepi. Tak perduli seberapa keras Laurent menolak ajakannya.


"Raul, lepaskan!" teriak Laurent.


"Lau, dengarkan aku dulu. Aku sangat mencintaimu. Aku memintamu ke sini justru ingin minta bantuanmu..." Raul tampak menatap wajah sang kekasih dengan wajah memohon. Kali ini Raul tidak berbohong, ia sungguh ingin meminta bantuan Laurent menyangkut Lina.


Wanita yang selalu banyak cara untuk menggodanya tanpa bisa berkutik. Mendengar hal itu, tentu Laurent mengernyitkan keningnya. "Katakan! Aku tidak punya banyak waktu. Dan tujuanku kemari, juga ingin membicarakan sesuatu dengan mu."


Raul menghela napas kasar melihat sikap dingin Laurent yang kini sudah jauh berbeda dari pada biasanya sebelum ada Lina masuk ke dalam hubungan mereka berdua.

__ADS_1


"Lau, Lina terus menggodaku dengan banyaknya trik yang ia siapkan setiap hari. Aku tidak nyaman, Lau. Tolong aku tidak ingin dekat dengan adikmu lebih dari sebatas calon ipar. Aku..." ucapan Raul terhenti melihat pergerakan tangan Laurent yang terangkat mengisyaratkan untuk berhenti bicara.


"Apa aku tidak salah dengar? Menggodamu? Raul, Lina bahkan di rumah saat itu, dan kau yang datang pertama kali ke rumah sampai kalian berdua bolos sekolah." cecar Laurent mengingat kekesalannya beberapa waktu lalu.


Pertemuan pertama yang mengingatkan Raul sontak membuat pria itu meneguk kasar salivahnya. Ia menampakkan wajah gugup yang sangat cepat berubah menjadi santai kembali. Namun sayang, hal itu sudah lebih dulu di tangkap oleh indera penglihatan Laurent.


Seperti tujuan utama, Raul tidak ingin hubungannya semakin merenggang dengan Laurent. Ia ingin tetap melanjutkan hubungan mereka dengan baik seperti sebelumnya kehadiran Lina.


"Lau, percaya denganku. Lina terus menggodaku. Aku mendekatinya karena awalnya ingin tahu semua tentangmu lebih jauh lagi. Bahkan adik mu itu yang menawarkan diri padaku. Aku tidak tahu kalau sampai terjadi seperti ini jadinya. Lina justru memanfaatkan waktu bersamaku untuk mulai mendekati ku." terang Raul panjang lebar.


Laurent terdiam melihat kesungguhan Raul meminta maaf padanya. Hatinya jauh sangat mencintai pria tampan di depannya ini. Sungguh rasa ingin melepas dan mempertahankan semakin membuat kebimbangan di hati Laurent.


Ia terdiam beberapa saat ketika Raul berusaha menggenggam tangannya.


Jika ingin menyalahkan Raul sepenuhnya, sebenarnya memang pantas. Karena ia memberikan jalan untuk seorang wanita asing masuk di dalam hubungan mereka. Tetapi, ini bukan salah Lina sepenuhnya juga telah menggoda sang calon kakak ipar. Karena nyatanya, pria itu mudah tergoda padanya. Dan sangat jauh yang terjadi dari rencana mereka sebelumnya untuk berbagi informasi tentang gadis bernama Laurent.

__ADS_1


"Sudahlah aku ingin sendiri dulu." Di hempasnya perlahan tangan Raul oleh Laurent dan gadis itu segera pergi dari sana.


Di panggung tempat hiburan pun sudah mulai tampak semakin meriah. Laurent berjalan mendekat ke pusat keramaian begitu pun dengan sosok Raul.


Hiburan demi hiburan mulai mengisi acara malam itu. Semua tampak menikmati acara dan hidangan, hingga tepat waktu menunjuk di angka sembilan malam. Panggung di isi oleh lima orang tim dencer.


"Lina," suara Laurent dan Raul bersamaan terdengar kaget.


Acuh, Lina terus beraksi dengan gerakan gemulainya. Tentu gerakan yang di beberapa titik pernah ia peragakan di depan kekasih dari kakaknya.


Raul yang semula berdiri tegap perlahan hilang fokus. Ingatannya terbayang dengan gerakan tarian sensual dari gadis belia di depan sana saat bersamanya beberapa kali.


Mata Lina bahkan terang-terangan terus menatap ke arah Raul. Dan hal itu di sadari oleh Laurent.


"Sejauh apa hubungan mereka sebenarnya? Aku merasa ini sangat jauh dari aku dan Raul sebelumnya." batin Laurent bertanya-tanya sembari terus mencermati keduanya.

__ADS_1


__ADS_2