
Hari itu sudah menjadi hari yang paling bersejarah di hidup pria bernama Kenzo. Untuk pertama kalinya ia mengalami hal yang tidak pernah terbayangkan olehnya.
“Ijinkan aku membawamu pergi dari sini. Kau tidak akan aman berada satu rumah dengan wanita itu, Laurent.” tutur Kenzo khawatir.
Ia berpikir jika mungkin Lina memiliki kelainan hingga berbuat nekat seperti itu.
Laurent yang masih pusing, tak menjawab apa pun ucapan sang calon suami. Ia pasrah, menetap di rumah sang ayah pun rasanya tidak akan aman. Melihat bagaimana nekatnya Lina padanya, itu sungguh di luar kendali.
Semua yang berada di kamar tampak canggung. Keheningan yang tercipta seketika buyar saat mendengar suara teriakan dari lantai bawah.
“Ayah! Apa yang Ayah lakukan?” Suara teriakan Lina terdengar begitu menggema.
“Ada apa itu, Bu?” tanya Laurent penasaran. Amanda lantas bergegas menengok ke lantai bawah beserta Dendi dan juga Kenzo.
“Menikah sekarang dengan Raul? Atau kau akan pergi dari rumah ini tanpa menikah sama sekali? Cepat!” Teriakan Pradana menggema dan mengejutkan sang istri serta lainnya.
__ADS_1
Lina hanya bisa menangis berusaha meronta dari genggaman tangan sang ayah.
Amanda sangat khawatir melihat kemarahan suaminya. “Ya Allah, Ayah…” Wanita itu berlari menuruni tangga untuk melerai. Ia takut jika sang suami akan kambuh kembali.
Lina mendengar penuturan sang ayah terdiam seketika. Ia kikuk memikirkan langkah apa yang harus ia ambil? Sedangkan pilihan hanya ada dua. Menikah atau pergi dan hidup terlantar.
Dengan air mata yang berjatuhan dan perasaan penuh terpaksa ia pun menuruti langkah sang ayah keluar dari rumah.
“Ayo, Pak.” ajak Pradana pada penghulu yang baru saja menikahkan Lina dengan sosok Kenzo. Namun, jelas pernikahan itu tidaklah sah.
Pradana mendengar teriakan sang istri berhenti sejenak dan menatap wanita yang sangat ia cintai.
“Ayo, Bu. Kita harus menikahkan dia dengan Raul. Pria yang sudah seharusnya bertanggung jawab. Ayah tidak mau jika di biarkan terus menerus, Lina akan bertindak semakin kelewat batas. Maafkan Ayah, Bu.” Menjaga perasaan sang istri tentu Pradana tidak ingin ada kesalah pahaman.
“Ayo, Ayah.” Bukannya menolak, Amanda justru mengiyakan ajakan sang suami.
__ADS_1
Sementara Kenzo yang ingin melihat keadaan di depan rumah terhenti kala mendengar rintihan Laurent.
“Aw!” Laurent memegang kepalanya saat ingin bangun dari tempat tidurnya.
“Laurent, jangan bangun dulu. Aku akan menjagamu. Apa yang kau perlukan? Katakan padaku.” tutur Kenzo menatap dalam wanita yang hampir saja menjadi istrinya.
Dengan patuh Laurent pun kembali berbaring. “Tuan, apa yang terjadi? Apa yang Lina lakukan memangnya?” tanyanya penasaran.
“Aku hanya ingat jika tadi Lina ke kamar dan mengajakku berkelahi. Lalu…ia memukul kepalaku.” cerita Laurent dengan lemah.
“Sudahlah, jangan pikirkan wanita itu. Dia sangat jahat padamu. Dia menjadi kau saat melakukan ijab kabul denganku.” cerita Kenzo san sukses membuat Laurent sangat terkejut.
“Apa? Lina melakukan itu, Tuan? Lalu…” Ucapan Laurent terhenti kala Kenzo mendekat padanya.
“Jangan pedulikan siapa pun. Besok kita akan menikah. Aku yang akan memastikan semua kemanannya, Laurent. Sekarang, beristirahatlah aku di sini menjagamu.” Wajah teduh Kenzo dan tampan yang membuat Laurent terdiam membisu. Ia tak mampu melawan ucapan Kenzo yang membuatnya terpukau.
__ADS_1
“Tuan, anda tampan sekali…rasanya seperti mimpi aku akan menjadi istrimu. Apalagi dengan statusku yang janda.” batin Laurent dalam hati.