Di Ujung Pernikahan Penuh Cinta

Di Ujung Pernikahan Penuh Cinta
Tamat


__ADS_3

Semua ucapan Kenzo terbukti hingga kini pernikahan mereka berjalan 6 tahun, sebuah karunia dari sang pencipta mendapatkan seorang anak perempuan yang sangat cantik.


Pagi ini, tepat pukul 7 pagi.


“Keyra, ayo sayang di makan sarapannya. Mamah sudah siapin bekal buat kamu juga nih.” senyuman terukir indah di wajah wanita mungil nan cantik yang memakai clemek.


“Sayang, mandilah. Biar aku yang membantu Keyra.” pintah Kenzo cepat.


Saham yang ia berikan pada sang istri bukan serta merta di jalankan olehnya di perusahaan. Melainkan, Laurent meminta agar ia ikut memiliki pekerjaan yang di janjikan masa depannya pada perusahaan.


Sebuah kontrak pekerjaan yang hanya Laurent memiliki sebagai istri pemilik perusahaan.


Menjabat sebagai wakil presdir dan tidak akan tergantikan kecuali sang anak bisa melanjutkan posisinya.


Kenzo hanya menerima, dan kini mereka berdua sudah bekerja sama dengan baik. Dalam perusahaan mau pun di luar perusahaan.


“Papah, Keyra mau ketemu sama Kakak Aril boleh?” tanyanya sembari mengunyah makanan di mulut.


“Ini kan masih hari sekolah. Nanti saja yah, kalau hari minggu kita ajak Mamah ke rumah Opa dan Oma. Nanti Ayah ajak janjian Tante Lina dan Paman Raul. Bagaimana?” Bukan menolak melainkan dengan penuh perhatiannya, Kenzo memberi penjelasan pada anaknya.


“Sekarang Keyra fokus sekolah biar bisa bantu Papah di perusahaan.”


“Siap, Papah. Keyra nanti mau jadi seperti Papah. Bukan seperti Mamah. Pokoknya Keyra nggak mau di perintah.” celetuk bocah itu.

__ADS_1


Gemas dengan penuturan sang anak, Kenzo hanya terkekeh lalu mengusap kepala Keyra.


“Ayo cepat habiskan makannya. Sebentar lagi kita berangkat.”


***


Hari minggu tanpa terasa kini menyapa dengan cuaca yang juga begitu cerah. Seakan mendukung rencana keluarga Kenzo untuk berkumpul.


“Selamat pagi, Opa…” teriak Keyra saat belum sampai langkahnya di teras rumah Tuan Pradana.


Orang yang kini sedang menikmati kopi di meja makan tampak tersenyum ke arah pintu dan berjalan cepat.


Siapa lagi suara anak kecil yang riang mendatangi rumahnya jika bukan sang cucu.


“Ayo, Yah. Itu pasti si Keyra.” Amanda tak kalah antusias.


“Selamat pagi, cucu Opa. Wah akhirnya ke rumah Opa juga. Ayo masuk, Kenzo, Laurent.”


Mereka pun masuk ke dalam rumah. Sapaan saling memeluk tentu mereka lakukan bergantian. Namun, belum saja mereka duduk. Dari luar sudah terdengar lagi teriakan anak kecil.


“Opa! Oma!” Dia adalah Aril. Cucu yang selalu menampakkan wajah datarnya.


“Lina, ayo masuk.” Laurent memeluk sang adik tiri.

__ADS_1


Di sampingnya berdiri pria yang sudah sembuh, Raul. Tak ada kecanggungan lagi di antara mereka. Dan kini, Lina sudah bisa menerima takdirnya sebagai istri yang sampai saat ini tidak mendapat penyambutan hangan dari sang mertua.


Tetapi, ia tetap bahagia karena memiliki suami yang sudah ia jaga semampunya dan kini bisa sembuh dan membalas cintanya.


“Ayo, Sayang.” ajak Lina menggandeng tangan Raul.


“Permisi, Kak.” sapa Raul sopan pada sang mantan.


Laurent tersenyum. Dan untuk hari ini mereka akan berkumpul menikmati hari minggu bersama-sama.


Sungguh tak pernah terbayangkan keluarga yang sudah terpecah belah karena keegoisan dan kelabilan salah satu anaknya, kini bisa kembali hidup rukun dan bahagia.


“Kak Aril, nanti ikut Keyra pulang yah?” Satu pertanyaan yang selalu ia lontarkan setiap kali bertemu.


Laurent dan Lina kompak menepuk jidat mereka.


“Keyra, kan Kak Aril besok sekolah. Nanti kapan-kapan yah.” ujar Laurent membujuk.


“Wah gawat nih, Kak. Ciri-ciri ada drama nangis terus antar-antaran kita.” Lina sudah menduga jika ini akan terjadi.


Aril ikut mengantar Keyra, sesampai di rumah ia akan menangis ketika Aril dan orangtuanya ingin pulang. Beralasan akan berhenti menangis jika ia mengantar Ariel ke rumahnya. Sesampai di rumah, kembali Keyra menangis ingin membawa Ariel kembali ke rumahnya.


Tak asing lagi di telinga para orangtua. Dan hal inilah yang membuat mereka malas jika mempertemukan Keyra dan Aril.

__ADS_1


Tak perduli, meski Aril berwajah datar. Tetapi perhatiannya pada Keyra membuat bocah perempuan itu merasa begitu di sayangi.


__ADS_2