Di Ujung Pernikahan Penuh Cinta

Di Ujung Pernikahan Penuh Cinta
Pernikahan


__ADS_3

Tak terasa waktu yang bergulir sangat cepat kini telah menyambut hari dimana Laurent dan Kenzo akan melakukan pernikahan ulang. Semua yang seharusnya telah mereka lalui kemarin harus gagal karena ulah Lina.


“Sayang, bangun ayo. Sudah pagi. Lihat tukang make up sudah datang.” Amanda dengan sabar mengusap lembut bahu Laurent yang tampak masih bergerak teratur sesuai dengan deru nafasnya.


“Em…Bu, jam berapa memangnya? Laurent sangat mengantuk sekali.” Suara samar-samar nan serak itu membuat wajah teduh Amanda tersenyum.


“Jam setengah 8. Sudah siang kan?” Seketika mata ngantuk Laurent membulat sempurna mendengarnya.


Wanita itu segera beranjak dari tempat tidur tanpa mengucapkan apa pun lagi. Ia berlari menuju kamar mandi dengan tergesa, meninggalkan sosok sang ibu yang menatap kepergiannya dengan tersenyum.


Beberapa menit berlalu kini gadis cantik berkebaya putih tampak sudah selesai mendapatkan sentuhan tangan sang MUA.

__ADS_1


Ini pertama kalinya Kenzo melihat wajah cantik sang calon istrinya. Tatapannya begitu dalam. Bahkan langkah Laurent yang kini sudah mendekat padanya seketika membuat Kenzo sadar.


“Sudah pandanginnya, sekarang waktunya ijab kabul.” Pak penghulu terkekeh hingga membuat Kenzo menunduk. Begitu pun Laurent yang tersipu mendengarnya.


Pradana menatap bahagia sang anak kala itu. Wajahnya berbinar ada rasa bahagia bercampur haru di sana. Usai sudah tugasnya menjadi pemilik kedua putrinya kini.


“Maafkan Ayah, Nak. Banyak kesan buruk yang Ayah tinggalkan padamu selama ini. Semoga naluri Ayah pada Tuan Kenzo tepat untuk membahagiakanmu, Laurent.” batin Pradana menatap sendu wanita yang kini sudah menunggu detik-detik sah menjadi seorang istri.


Pernikahan pun terlaksana dengan baik tanpa kendala. Pradana memeluk sang menantu hingga sukses menjatuhkan air mata. Ia menangis sejenak memeluk tubuh kekar Kenzo. Harapannya begitu besar pada pria tampan itu.


“Ayah titip Laurent, Nak. Ayah sangat menyayangi Laurent. Dia permata indah di hati kami. Dia pantas mendapatkan kebahagiaan.” Kenzo mengangguk seraya memeluk erat tubuh sang mertua.

__ADS_1


“Ayah tidak perlu sedih dan khawatir. Laurent akan menjadi permata di hati saya juga. Saya yakin Laurent wanita yang tepat dan baik untuk saya. Saya akan membahagiakan permata Ayah.”


Ada perasaan yang begitu lega di dada Pradana mendengar penuturan sang menantu. Kenzo adalah pria yang patut di pegang ucapannya. Seorang pebisnis sukses dan terkenal tanggung jawabnya membuat Pradana benar-benar yakin masa depan sang anak.


Kini Kenzo beralih memeluk Amanda, sang mertua perempuan. “Ibu percayakan Laurent padamu, Tuan Kenzo. Laurent tidak akan pernah mengecewakan anda. Jagalah hatinya, jangan berikan luka di hati putri kami, Tuan.” Amanda menangis mengucapkan hal itu.


Bahkan di hari pernikahan Lina kemarin, sangat berbeda dengan pernikahan Laurent saat ini. Laurent di sebelah sana tampak menangis memeluk sang ayah.


“Ayah, terimakasih sudah menjadi ayah terbaik untuk Laurent. Laurent sangat bersyukur menjadi anak Ayah dan Ibu. Laurent benar-benar mendapatkan kasih sayang yang tulus dari kalian. Doakan Laurent untuk bisa mempertahankan status Laurent kali ini, Ayah. Sebagai istri yang kedua kalinya dan terakhir.” Sungguh hati Pradana tersayat mendengar ucapan sang putri.


Pradana mengangguk sembari meneteskan air mata. Bibirnya bergetar saat memeluk sang anak tanpa bisa mengucapkan apa pun lagi.

__ADS_1


__ADS_2