Di Ujung Pernikahan Penuh Cinta

Di Ujung Pernikahan Penuh Cinta
Kenikmatan Sang Istri


__ADS_3

Suasana indah di pegunungan kini sudah berpindah dalam satu kamar yang sunyi senyap. Tampak jelas kamar dengan nuansa honey moon kini sangat menyenangkan bagi mata yang memandangnya.


Dalam pejaman mata yang begitu membuatnya gugup, Laurent berdoa dalam hatinya. Jelas tubuhnya pun bergetar gugup, sekuat tenaga Laurent menahan rasa itu.


“Ya Tuhan…biarkan aku memberikan segalanya untuk suamiku kali ini. Aku sungguh tidak ingin terbelenggu oleh dosa karena tidak bisa memberikan hak pada suamiku. Aku benar-benar menginginkan rumah tangga yang bahagia, aku tidak mengharapkan apa pun selain keutuhan dan kebahagiaan di rumah tangga kami ini. Ijinkan saya mengabdi pada suami saya, Tuhan…” Setelah memastikan doanya usai, barulah Laurent membuat matanya pelan.


Di depannya tampak sosok pria tampan yang juga menatapnya dalam diam. Kenzo bergumam dalam hati.


“Tuhan, bukan dia wanita yang ku idamkan. Tetapi terlepas dari segala kekurangannya, aku yakin ada kelebihan yang kau suguhkan untuk niat tulusku ini. Aku ingin menikah sekali seumur hidup. Meski dengannya, aku berharap segala sesuatunya akan menjadi indah. Ijinkan kami merajut rumah tangga yang indah atas ijinmu, Tuhan.”


Sejenak jarak yang tersisa perlahan Kenzo mengikisnya. Sungguh jika saja mereka jauh lebih akrab, mungkin suasana ini akan sangat menggelitik perut. Bagaimana tidak? Tangan yang ia genggam sedari tadi kini semakin kencang getarannya.


Laurent tak kuasa menahan kegugupan dalam dirinya. Sekuat-kuatnya ia memejamkan mata paksa.


Hingga terjadilah sesuatu yang paling mendebarkan bagi keduanya.


Beberapa saat, Laurent memalingkan wajah hendak mencari oksigen karena ternyata Kenzo begitu liar meraup bibirnya hingga lupa waktu.

__ADS_1


Meski terkesan kaku dan tidak romantis, nyatanya Laurent mulai merasakan desiran yang menjalar dalam tubuhnya.


“Maafkan aku,” ucap Kenzo meraih pipi sang istri. Laurent hanya tersenyum kikuk. Ia pun mengangguk setelah memastikan napasnya tercukupi oksigen.


Dan kembali lagi Kenzo melanjutkan aksi bibir tipis miliknya.


Hal itu terus berlanjut semakin panas, dan tanpa sadar Laurent yang memejamkan mata mulai mengikuti kemana langkah Kenzo membawanya. Yah mereka sudah berbaring di tempat tidur.


Kenyamanan yang di tawarkan Kenzo, membuat Laurent terhipnotis. Lampu yang cerah pun di padamkan oleh tangan kekar itu.


Beberapa kali ia tanpa sadar merasakan tubuhnya bergetar merasakan sensasi geli yang luar biasa.


“Boleh aku melakukannya sekarang, Lau?” tanya Kenzo masih datar. Jelas suaranya terdengar berat di telinga wanita cantik yang berbaring di bawahnya.


Yah, posisi Laurent saat ini berada di bawah dengan tubuh besar Kenzo sudah menindihnya.


“Heem,” jawab Laurent yakin dengan penyerahannya kali ini.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, tangan Kenzi mulai bergerak berusaha membuka satu persatu kain yang menempel di tubuh mungil istrinya.


Benar-benar Kenzo sangat lapar melihat tubuh indah sang istri. Ia tergiur untuk melakukan hal jauh lagi kali ini.


Namun, satu yang membuatnya tak bisa untuk tidak tersenyum. Pejaman mata Laurent sungguh lucu menurutnya.


“Lau, apa kau benar-benar siap?” tanya Kenzo lagi.


Sejenak Laurent pun membuka matanya. “Hah?” tanyanya terkejut.


“Mengapa kau ketakutan seperti aku akan menyakitimu saja?” Wajah putih Laurent seketika merah padam meski tak terliha di mata Kenzo karena lampu yang remang saat ini.


“Ti-,” ucap Laurent yang hendak mengatakan tidak terhenti. Ia membulatkan mata saat merasakan sesuatu di bawah sana serta bibirnya yang terbungkam penuh dengan bibir pria tampan yang kini sudah menjadi suaminya.


Tak ada suara yang lolos dari bibir mungil Laurent. Hanya suara rintihan dalam mulutnya dan tetesan air mata yang mengiringi perjuangan Kenzo kala menembus sesuatu yang benar-benar nikmat untuknya. Sakit, geli, dan nikmat membuat pria itu memilih satu rasa yaitu nikmat yang tiada tara di berikan sang istri.


Sejenak mata pria itu terpejam menikmati pijatan yang memabukkan. Tak tahu, jika Laurent kini menahan sakit yang luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2