
" Kukuruyuukk..."
Suara ayam jantan piaraan bu Ida tetangga dekat rumah yang berkokok pagi ini sukses membuatku dan mas Hadi terbangun dari tidur,,pukul 4 pagi waktu yang ditunjukkan jam di dinding kamar.
Waktu Subuh tiba..
🍡🍡🍡
Selesai sholat subuh,,aku segera ke dapur untuk memasak nasi dan air.
Sementara mas Hadi tetap di kamar fokus pada laptopnya,,secara hari ini dia akan mulai mengajar di sekolah baru di desa ini,SMPN -1 Lingga.
Ketika aku mulai disibukkan dengan aktifitasku di dapur,,aku kembali merasakan seperti ada yang meniup tengkuk ku,,terasa sangat dingin.
Membuatku merinding disekujur tubuh,,ku usap tengkuk ku perlahan mencoba menetralkan keadaan,,namun tak bisa menghilangkan rasa takutku,,entahlah aku merasa seperti sedang di awasi.
Meski begitu aku memilih mengabaikannya dan tetap dengan aktifitas pagiku,,membuat sarapan untuk suamiku yang sebentar lagi akan pergi mengajar.
Satu jam di dapur,,orak arik tempe dan ikan asin jambal goreng yang menjadi kesukaan ku dan mas Hadi telah tersaji di atas meja makan,menu sarapan pagi ini.
Saat aku sedang menaruh beberapa piring ke atas meja aku sempat melihat ada seseorang yang melintas dibelakang ku,,pikirku saat itu adalah mas Hadi yang mungkin sudah lapar karena mencium aroma ikan jambal goreng favoritnya,,aku pun mengajaknya bicara..
"Mas tumben belum Maya panggil udah nongol,,udah gak sabar ya nyantap ikan asin jambalnya??"
Hening..tak ada jawaban..
"Mas..mau sarapan sekarang??" Tanyaku lagi
Masih juga tak ada jawaban..
"Apa sih mas,,koq gak jawab tanya Maya??"
Senyap...lagi-lagi tak ada respon..
"Mas!!!" Kamu gak dengar atau pura-pura gak dengar?!" Ulang ku seraya menoleh ke arah belakangku setelah peralatan makan itu tertata rapi di atas meja makan.
Namun saat ku tolehkan kepalaku tak ada mas Hadi ku dapati disana..
Lalu...
" jika bukan mas Hadi siapa yang tadi melintas dibelakangku??" Batinku
Ku cari sampai ke dapur siapa tau mas Hadi ada disana,,namun lagi-lagi aku tak menemukan apapun,,hanya aroma anyir yang menusuk penciuman ku ketika aku melewati lemari tempat piring itu.
"Mungkin ulah tikus-tikus nakal itu yang membawa sesuatu yang kotor ke rumah ini" pikirku lalu segera beranjak dari sana memanggil mas Hadi untuk sarapan.
Dan lagi-lagi aku tak menyadari sosok perempuan berambut panjang yang kini berdiri di pojok samping lemari,,seraya menggendong bayi yang berlumuran darah,,dia menatapku nanar dari balik rambut yang menjurai menutupi wajahnya.
🍡🍡🍡
Setelah menghabiskan sarapannya mas Hadi kemudian pamit untuk berangkat mengajar di sekolah baru yang telah di rekomendasikan untukknya.
"Sayang..mas kerja dulu ya,,kamu baik-baik dirumah,,kalau merasa sepi kamu boleh koq main ke tetangga atau pergi kerumah mbok Jum atau mbak Ajeng"
"Iya mas,Maya di rumah aja"
__ADS_1
"Ya sudah,,kalau ada apa-apa telpon mas ya,,jaga diri sama anak kita" seraya mengusap perutku yang sudah mulai sedikit menyembul.
"Pasti mas,,insha Allah Maya akan baik-baik aja"
"Aamiin"
Aku lalu mengantar mas Hadi hingga ke teras.
"Mas pergi dulu ya..Assalamualaikum"
"Waalaikum salam,,hati-hati mas bawa mobilnya"
"Iya sayang"
Mas Hadi melambaikan tangannya padaku,,mobil mulai bergerak pelan,,aku baru masuk kembali ke dalam rumah saat mobil yang di kendarai mas Hadi menghilang di tikungan jalan..
🍡🍡🍡
Sepeninggal mas Hadi,,rumah ini benar-benar sepi,,dan hawa suram begitu kental terasa.
Dan bayi dalam kandungan ku kembali bergerak aktif,,ku usap lembut perutku lalu mengajaknya bicara.
"Assalamualaikum sayangnya bunda?! Kamu lagi apa??"
Tendangan kaki mungilnya di perut ku seolah merespon setiap ucapanku.
Namun entah mengapa aku merasa gerakannya berbeda kali ini,,lebih kuat dan aktif, sama seperti ketika dulu pertama kali masuk ke rumah ini,,dia seperti gelisah
Namun tiba-tiba..
Ketenangan ku dan keheningan rumah ini sedikit terusik dengan bunyi berdegum keras dari sebuah benda yang terjatuh,,entah dari mana datangnya.
"Brakk!!! Dummm!!!"
Aku segera beranjak dari duduk ku di soffa santai di ruang tivi,,mencari asal suara.
Tujuan pertamaku dapur,,karena aku merasa suara itu datangnya dari sana,,"mungkin ada perabot yang jatuh karena aksi tikus-tikus nakal itu" pikirku.
Tapi ketika aku sampai di dapur tak ada satu pun perabot yang jatuh,,semua tetap rapi di tempatnya.
Saat fokus memperhatikan letak perabot-perabot itu kembali aku mendengar berisik dari arah gudang,,aku segera melangkahkan kakiku ke sana.
Aku berdiri di depan pintu gudang itu,,memfokuskan pendengaran ku.
Benar saja suara berisik itu datang dari dalamnya.
Ku berdiri semakin dekat ke pintu,,mencoba mencari tau suara apa itu.
Setelah ku tajamkan pendengaranku dengan kuping yang kini menempel pada daun pintu,,aku seperti mendengar pembicaraan dua orang dari dalam,,namun aku tak bisa menangkap maknanya karena suara itu ada tapi serasa jauh,,seolah terhalangi sesuatu sehingga aku tak begitu jelas mendengarnya.
Tapi...siapa pemilik suara itu?? Sedangkan ini gudang,,tempat penyimpanan barang jadi mustahil kan ada orang disana??
__ADS_1
Rasa penasaran semakin menguasai ku saat suara-suara itu kembali terdengar.
Ku intip ke dalam dari lubang kunci,,tak terlalu banyak juga barang yang ada disana tak seperti kata mbak Ajeng pada suamiku dulu yang katanya gudang itu penuh dengan perkakas.
Ku coba membuka pintunya namun terkunci,,entah dimana mas Hadi menyimpan kuncinya.
Ku urungkan niatku untuk mencari kunci itu,,karena bayi dalam kandunganku bukannya tenang malah bergerak semakin aktif saja,,dan jika sudah begini aku pun ikut gelisah seolah merasakan kegelisahannya.
"Ada apa sayang??" Kamu tak suka bunda berada disini??"Baiklah bunda akan menjauh..asalkan kamu tenang" Seraya mengusap perutku.
Aku berlalu dari tempat ini,,menuju dapur,,mengamati sekeliling ruangan itu,untuk memastikan jika semua aman dan baik-baik saja.
Seketika mataku tertuju pada kemasan kotak susu ibu hamil yang berada di dalam lemari penyimpanan,,membuat ku teringat jika pagi ini belum meminumnya,segera aku membuatnya,,lalu duduk di depan meja makan sambil menghabiskan segelas susu coklat itu,,lumayan membuat diriku lebih tenang.
Namun me time ku sedikit terusik saat teriakan tukang sayur yang menjajakan dagangannya berhenti di depan rumah bu Ida tetanggaku.
Ku buka sedikit gorden yang menutupi sebagian kacanya,,beberapa orang ibu-ibu tetangga dekat sini terlihat tengah merubung dagangan tukang sayur.
Aku teringat jika hari ini mas Hadi minta dibuatkan sup ayam,,kebetulan beberapa sayuran di kulkas telah habis,,aku pun berniat untuk membelinya.
🍡🍡🍡
Ibu- ibu tetangga yang melihat kedatangan ku tentu saja tak membiarkan aku berdiam diri,,mereka mengajakku ngobrol meski sambil memilih sayuran.
"Gimana rumah barunya neng,,enak di tempati??" Tanya bu Ida.
"Sejauh ini nyaman-nyaman saja bu"
"Owchh syukur lah kalau begitu"
"Emang neng Maya gak pernah mengalami hal-hal aneh di rumah itu??" Tanya bu Sari memulai kekepoannya.
"Gak ada bu,,maaf koq ibu-ibu pada menanyakan itu,,sebenarnya ada apa dengan rumah itu??" Aku balik bertanya.
"Katanya rumah itu angker neng,,sering ada penampakan" celetuk salah satu ibu yang sedang memilih sayur
"Masa sih bu?!" Sejauh ini saya tak pernah mengalami hal aneh" ucapku dengan sedikit berbohong agar mereka merasa jika aku baik-baik saja semenjak tinggal disana,,alasan lain untuk menghilangkan ke kepoan mereka pada rumah itu meski sebenarnya aku pun penasaran pada hal-hal aneh yang beberapa kali ku alami sendiri.
"Syukurlah kalau neng gak pernah mengalaminya,,semoga betah tinggal disana ya neng" kata yang lainnya.
"Aamiin" ucapku sambil memilih sayuran yang akan dibeli.
Setelah membayar harga sayuran pada penjual sayur keliling itu aku pun segera pulang,,meninggalkan ibu-ibu tetangga yang masih asik dengan rumpian mereka dan sempat ku lihat seorang ibu paruh baya yang juga sedang membeli sayur disana,,yang sedari tadi hanya mendengarkan saja namun beberapa kali ke pergok sedang memperhatikan ku intens dengan mata tajamnya terutama ke bagian perutku.
"Aneh dehh,,koq dia bisa memperhatikanku sebegitunya,membuat risih saja" batinku
Seraya melangkahkan kaki menuju rumah dengan tergesa karena gerimis yang mulai turun.
🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
N/B :
Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.
Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.
__ADS_1
With Love
DianadieNcess😘