DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 14 SEBUAH INSIDEN


__ADS_3

      Benar saja sesampainya Andini ke rumah bik Lila,,sang mamah lantas memberondongnya dengan berbagai pertanyaan..


"Koq lama??" Kemana ajaa??!"


"Pasti Mampir ke tempat teman dulu ya kan??!"


Pertanyaan Ajeng pada Andini putrinya.


"Mamahh..bisa gak tanyanya satu-satu,,kan Andini jadi susah mau jawab yang mana"


"Habisnya kamu udah di tungguin juga dari tadi,,tuhh mbak mu Nia nyariin,,ehh yang dicari malah ngilang"


"Iya deh maaf mahh,,tadi Andini kebelet,,makanya agak lama"


Jawab Andini meski sedikit berbohong untuk menutupi aksinya tadi.


"Oalaahh pantesan" seraya tersenyum


("Maafkan Andini mahh,,sedikit pun tak ada niat buat Andini untuk berbohong,,tapi sikonnya tidak pas jika Andini berkata jujur sekarang tentang rahasia yang mamah sembunyikan selama ini,,mungkin nanti.." batinnya)


"Mahh Andini ke mbak Nia dulu ya"


"Iya nakk"


"Samperin aja mbak yu mu itu di kamarnya Din,mungkin lagi persiapan buat pengajian nanti malam" kata bik Lila


"Njih bik"


Andini segera meninggalkan sang mamah yang kembali terlihat sibuk menata hidangan dalam piring saji bersama bik Lila.


🍡🍡🍡


     🍃Di kamar mbak Nia


    Aku dan mbak Nia masih berbincang dan saling bertukar candaan,,saat mamah memanggilku untuk mengajak pulang karena hari sudah sore.


"Ayo Din,,kita pulang dulu,,nanti ba'da magrib kita kesini lagi" ajak Ajeng pada Andini.


"Njih mahh,,mbak Nia Dini pulang dulu ya"


"Nanti mbak Ajeng sama Dini kesini lagi kan??" Tanya mbak Nia


"Insha Allah.." jawab ku dan mamah bersamaan.


"Pokoknya harus dan gak pakai lama baliknya" mbak Nia berujar sebelum mereka beranjak dari sana.


"Baiklah nyonya Attar" goda Andini membuat wajah ayu mbak Nia bersemu merah saat Andini menggodanya sesaat sebelum pergi.


🍡🍡🍡


🍃Ajeng's House🏡


 


   Pukul setengah enam sore waktu yang ditunjukkan jam dinding di ruang tengah ketika Andini dan sang mamah sampai di rumah.


Segera masuk ke kamar masing-masing,,kemudian mandi,,setelahnya  Andini bersantai sejenak di atas kasur empuk miliknya,,tentu saja mengingat serunya petualangan dirinya tadi siang ke ruang rahasia itu.


("Andai mamah gak ikut balik,mungkin aku akan kembali kesana lagi sekarang" batin Andini).


🍡🍡🍡


 


🍃Ajeng's Room


    Ajeng juga melakukan hal yang sama seperti Andini,,bersantai sejenak sehabis mandi,,dengan membaca novel karya penulis terkenal Agatha Cristy,,yang sejak dulu menjadi novel favoritnya.


Dan dia sama sekali tak curiga sedikit pun pada keadaan kamarnya yang tadi sempat berantakan akibat ulah Andini ketika menggeledah kamar itu untuk mencari kunci pintu rahasia.


Untung saja sebelum kembali ke rumah bik Lila Andini terlebih dahulu merapikan hasil perbuatannya pada kamar itu.


Dan tentu saja menyelamatkan Andini dari kemarahan sang mamah akan aksinya tadi.


    Ajeng terus fokus pada novel ditangannya,,seolah tak berada di tempatnya apabila telah berkutat dengan hobby bacanya itu.


Sampai tak menyadari ketukan Andini dipintu kamarnya.


"Tokk..tokk...tokkk.." suara pintu yang diketuk


"Mahh...mamahh.." Andini memanggil.


Hening..tak ada jawaban dari sang mamah karena terlalu fokus sama bacaannya.


Andini lalu memanggil sekali lagi seraya mengetuk pintunya.


"Mahh..mamaahh!!!"


"I-iya Din..masuk aja gak di kunci"


Andini mendorong pelan pintu kamar sang mamah.


Lalu...


"Hemmmm...pantesan dipanggil-panggil dari tadi gak nyahut,,pastilah karena keasikan sama novelnya ya kan mahh??!"


"Iya sayang,,maaf ya..mamah jadi gak dengar kamu manggil,,ada apa nakk??!"


"Itu hadiah buat mbak Nia belum dibungkus,udah gitu tadi kelupaan beli kertas kadonya"


"Kamu beli aja nakk di warung depan,,sekalian anterin undangan kawinan mbak Nia buat Mas Hadi"


"Njih mahh,kalau gitu Andini berangkat sekarang aja nanti keburu magrib"


"Iya nakk,nah ini undangan buat mas Hadi" kata Ajeng seraya menyerahkan sebuah amplop besar warna marun,undangan pernikahan mbak Nia dan mas Attar.


"Andini pergi dulu ya mahh"


"Iya nakk,,hati-hati bawa motornya,terus jangan lupa beli bungkus kadonya"


"Njih mahh"


Ajeng lalu kembali melanjutkan bacanya sesaat setelah Andini berlalu.


     Motor yang dinaiki Andini terus bergerak pelan di jalan desa,,menuju kediamannya mas Hadi.

__ADS_1


Baru saja sampai gerimis mulai turun,seolah menyambut kedatangan gadis cantik di rumah lamanya.


Maya yang tengah mengeluarkan kue bolu sebagai cemilan untuk santai di sore hari segera menghentikan kegiatannya sesaat setelah mendengar ketukan dipintu


"Mas..mas Hadi..coba lihat di luar sepertinya ada tamu"


"Siap nyonya boss" kata mas Hadi seraya tersenyum ke arahku dan beranjak ke pintu depan.


Kembali aku melanjutkan kegiatan ku pada kue bolu itu yang kini telah tersaji dalam sebuah piring besar,setelah aku memotongnya menjadi beberapa bagian.


Sementara mas Hadi telah mempersilahkan Andini untuk masuk dan duduk di soffa ruang tamu.


Ketika aku sedang akan membuatkan milk coffie kesukaan mas Hadi,ku lihat mas Hadi berjalan ke arah ku,,lantas aku pun bertanya


"Siapa yang datang mas?!!"


"Andini sayang"


"Benarkah??! Dimana dia sekarang?!"


"Di ruang tamu"


"Koq gak disuruh ke dalam??!"


"Sudah koq,,tau tuh sepertinya dia betah duduk di sana"


"Mas temani dulu Andininya,,Maya mau buatkan minum sebentar"


Mas Hadi lalu kembali ke ruang tamu bersama Andini.


Di ruang tamu kembali terjadi perbincangan diantara keduanya...


"Gimana sekolah mu Din?!!" Tanya mas Hadi


"Alhamdulilah sudah lulus mas"


"Alhmdulilah,,kabar baik itu,,terus mau lanjutin kuliah dimana?!!"


"Andini kayaknya mau kerja aja deh mas,,mumpung sebentar lagi akan ada lowongan kerja dibuka di desa ini"


"Ohh begitu,,wahh kebetulan sekali ya bertepatan dengan kelulusan"


"Iya mas,,makanya Andini lebih milih kerja ketimbang kuliah,,kan jarang-jarang,,siapa tahu keterima"


"Iya Din,,peluang jangan disiakan"


Masih sempat ku dengar obrolan mereka ketika aku datang membawa nampan berisi dua cangkir teh hangat,,satu cangkir milk coffie plus sepiring kue bolu.


"Hai Andini,,udah lama?!!" Sapaku


"Barusan koq mbak"


"Wahh mbak Maya ini udah seperti cenayang aja tau jika Andini mau datang,,udah disiapin aja kue bolunya"


"Hahahha..bisa aja kamu Din"


"Ayo diminum,,icipin kuenya seraya meletakkan hidangan itu di meja tamu.


"Makasih mbak,,O'iya hampir lupa,,ini ada titipan bik Lila,,besok anak bungsunya mbak Nia menikah" sembari menyerahkan amplop berwarna marun yang berisi undangan pernikahan pada mas Hadi.


"Bik Lila?!!" Tersirat ekspresi bingung mas Hadi ketika nama bik Lila ku sebut,,seperti sedang mengingat-ingat.


"Owhh gitu...habis mas lama gak disini jadi harap maklum kalau rada lupa"


"Tapi sekarang udah ingat kan?!!"


"Iya..ingat Din..hehee" mas Hadi malah cengengesan membuat kami tak bisa menahan tawa melihat ekspresi wajahnya kini


"Wahh dedek bayi sepertinya sebentar lagi lahir ya mbak?! Udah berapa bulan kandungannya?!" Tanya Andini


"Udah masuk bulan ke tujuh Din,,mungkin lusa akan diadain acara nujuh bulanan,berhubung kamu disini sekalian aja kami undang buat hadir di acara syukuran nanti,,tolong bilang juga sama mamah ya Din"


"Ohh gitu ya mbak,,Njihh nanti Andini sampaikan pesannya ke mamah"


"Kalau bisa mbak minta di bantuin sama mamah kamu buat nyiapin apa aja yang diperlukan di acara tersebut,,nanti sama mbok Jum juga biar persiapannya sempurna, gak ada yang ketinggalan"


"Njih mbak,,nanti Andini sampaikan ke mamah"


"Makasih sebelumnya lohh Din"


"Sama-sama mbak,,o'iya Andini gak bisa lama-lama nih mbak,mas..mau ada keperluan lagi,,kalau gitu Andini permisi dulu"


"Lohh koq bentar banget Din?!" Tanya mas Hadi


"Lain kali deh mas,,sebenarnya Andini juga mau berlama-lama disini  tapi sepertinya sebentar lagi udah mau magrib,,kata mamah pamali anak gadis keluyuran jika dekat senja"


"Benar Din,,mas sependapat sama mamah kamu"


"Ya udah sebelum berangkat,,minum dulu terus di icip kue bolunya" kata mbak Maya.


"Njih mbak"


setelah memakan sepotong kue bolu dan menyeruput beberapa teguk teh,,Andini pun pamit pulang.


Tak lupa aku menitipkan kue bolu untuk diberikan pada mbak Ajeng ke Andini.


Aku dan mas Hadi lalu mengantarkan Andini sampai ke teras.


untung saja gerimis sudah reda sehingga Andini bisa segera pulang.


    Motor matik yang dikendarai Andini perlahan meninggalkan pekarangan rumah mas Hadi.


Dan melaju di jalan desa menuju rumahnya.


Namun Andini harus berhenti dulu di depan warung bu Ida yang tak jauh dari rumah mas Hadi,,untuk membeli kertas kado.


Sesaat kemudian dia kembali melajukan motornya menuju rumah.


Ketika akan berbelok di tikungan pertama,arah menuju rumahnya,,Andini yang sedikit tergesa tanpa sengaja menyenggol seorang pemuda yang sedang menaiki sepeda,,saat Andini mencoba menghindari genangan air pada


lubang kecil di tepi jalan,sehingga membuat pemuda itu terjatuh dari sepedanya.


"Ciiiieeetttt" bunyi berdecit rem motor yang di injak dalam-dalam oleh Andini sesaat setelah menyadari jika dia telah menyerempet seseorang.


Spontan Andini menoleh ke arah belakangnya,,benar saja pemuda itu sekarang sedang mencoba berdiri dari posisinya yang tertindih sepedanya sendiri.

__ADS_1


Dengan cepat Andini turun dari motor,,lalu berlari ke arah pemuda tadi untuk menolongnya.


"Maaf ya,,saya telah membuat anda terjatuh" kata pertama yang terucap darinya tanpa menyadari siapa sang pemuda yang sedari tadi menunduk memperhatikan sepedanya.


"Makanya kalau naik motor itu hati-hati neng,jangan buru-buru gitu" kata si pemuda sedikit kesal.


"Saya menghindari genangan air itu,sehingga tanpa sengaja tersenggol anda"


Sekali lagi saya minta maaf,,sini biar saya bantu"


Andini segera membantu pemuda tadi untuk membangunkan sepedanya,,lalu...


"Mas..Ba-yu tohh"


"An-dini!!" kamu ternyata"


"Maaf ya mas Bayu,,Andini gak sengaja"


"Gak papa koq Din,,mas minta maaf juga tadi sempat kesal sama kamu"


"Gak apa mas,,o'iya apa ada yang terluka?!"


"Gak ada koq Din,semuanya aman"


"Benar nih mas,,gimana kalau Andini anter ke mak Ijah biar di urut kakinya"


"Ah gak usah Din,,gak papa cuma sedikit kebas aja,,sebentar juga hilang"


"Mas Bayu yakin??!"


"Iya Din,,percaya deh gak kenapa-napa"


Sejenak mereka saling tatap,,sedikit salah tingkah ketika mata keduanya bertemu,lalu sibuk dengan  hati masing-masing dan mencoba menguasai diri atas perasaan suka yang merayapi keduanya.


Perasaan benar-benar tak bisa dibohongi.


"Emmhh mas Bayu,,apa Andini sudah boleh pergi?!!"


"I-iya Din silahkan"


"Sepeda mas Bayu gimana?! Apa ada yang rusak?!"


"Aman Din,,sepedanya masih okkey"


Seraya tersenyum manis membuat Andini sesaat terhipnotis karenanya.


(Mas bisa gak sih jangan senyum,,hati adek tak karuan dibuatnya,,batin Andini)


"Ya udah kalau gitu Andini duluan ya"


"Iya Din,,hati-hati dijalan ya"


"Insha Allah,,mas juga"


Lagi-lagi Bayu memamerkan deretan gigi putihnya,,dan senyum itu sepertinya susah hilang dari wajahnya hingga terbawa pulang,,bahkan mbok Jum yang melihat tingkah aneh cah lanangnya itu menjadi cemas,,takut Bayu kesambet karena senyum-senyum sendiri.


("Oalaaahh..piye sih cah lanang iki,,opo iyo dadi gendeng,,koq dari tadi mesem-mesem wae") batin mbok Jum.


"Yu..Bayu!!!" Piye tohh koq senyum terus dari tadi ibu lihat?!"


Gak lagi kesambet kan Yu?!!" Ibu cemas Le,,lihat kamu gitu!!"


"Bu'e benar,,Bayu lagi kesambet!"


"Oalaahh..kan benar!!" Piyee ikii..kamu sih ngeyel udah ibu bilang jangan pulang senja,masih juga!!"


Sepertinya ibu harus kasih tau mas Hadi mu,,siapa tau dia bisa hilangin kesambet mu iku"


"Bu'e...bu'e..bawaannya seriusaan mulu,,gak bisa dibecandain"


"Oalaaahh...cah gendeng,,becandain ibu aja isonya kamu iku,,wong ibu cemas takut itu benar adanya"


"Benar koq bu'e,,Bayu kesambet..tapi...kesambet cinta,,hahahaa"


"Benar-benar kamu ya le..awas aja tak jitak ndas mu!!"


"Gak tau apa ibu mu iki cemas"


"Yowess..Bayu minta maaf ya bu'e"


"Iyoo dimaafin,,ngomong-ngomong kesambet cinta nyo sopo sih kamu le?!!"


"Bu'e ikiii..mauuu tauu ajaa"


"Iyo harus iku le..namanya juga bakal mantu,,dadinya ibu kudu tau!!"


Tunggu..tungguu..biar bu'e tebak"


Pastii..Andini kan?!!"


"Bu'e peramal yo??!!" Koq iso tau?"


"Hahahaa..ternyata benar tohh tebakan ibu,,hebat kan ibu le?!!"


"Iyo..bu'e hebat,,udah kayak peramal"


Nahh coba bu'e lihat gimana selanjutnya perjalanan cinta Bayu, Lewat air putih di dalam gelas iki bu'e" seraya menyerahkan gelas berisi air putih pada mbok Jum yang kini duduk di dekatnya di kursi meja makan.


Mbok Jum mengambil gelas berisi air putih yang diberikan Bayu,,lalu sesaat kemudian seolah fokus pada gelas ditangannya.


"Gini ya le..menurut terawangan ibu,,semakin hari kamu semakin gendeng,,Nohh rasain pembalasan dendam ibu" seraya menyipratkan air digelas tadi ke wajah Bayu.


Bayu yang tidak menyangka akan mendapat serangan dari sang ibu,,sontak kaget saat air itu mengenai wajahnya.


"Ampuuun Buu"eeeee..." seru Bayu saat wajahnya terkena cipratan air oleh mbok Jum


Dan akhirnya..Kedua ibu dan anak itu pun akhirnya tertawa bersama mengingat kelakuan lucu mereka barusan.


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


N/B :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.

__ADS_1


                                With Love


                             DianadieNcess😘


__ADS_2