DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 17 PETUALANGAN KEDUA


__ADS_3

      Perlahan Andini membuka pintu kamar sang mamah,,agar tak menimbulkan bunyi yang bisa membuat terbangun.


Andini melangkahkan kakinya pasti menuju kamar rahasia itu,,sempat diliriknya jam dinding yang ada di ruang tengah ketika dia melewatinya,,pukul 9 malam.


("Semoga saja mamah gak terbangun dan mencariku" batinnya)


Andini memasukkan salah satu dari kedua anak kunci,,sementara anak kunci yang bertanda merah itu tidak cocok dan pikir Andini mungkin saja itu kunci salah satu kamar pintu rahasia diruang bawah tanah yang dilihatnya dua hari lalu.


"Kriieeett"


Andini mendorong perlahan pintu kamar itu,dia segera menekan stop kontak lampu yang ada disamping pintu,sekarang kamar itu terang benderang,dengan posisi yang masih sama seperti kemarin.


Dan pintu itu yang ada dikamar itu pun terkunci.


Kembali Andini mengambil salah satu kunci,pintu pun terbuka dan lorong gelap siap menyambutnya.


Hening dan gelap kesan pertama yang ditangkap olehnya saat pintu itu terbuka.


Dari penerangan yang ada pada ponselnya Andini bisa melihat ada sebuah lentera dan korek api tergeletak di dekat undakan menuju lorong.


Andini mengambil lentera itu,mencek apa masih ada minyak tanah di dalamnya,ternyata masih ada setengah.


"Syukurlah,,aku bisa menggunakan lentera ini untuk turun ke bawah" pikirnya.


Andini menyalakan lentera itu,lalu membawanya.


Satu demi satu undakan demi undakan dilewatinya,,dengan perasaan campur aduk antara senang dan penasaran.


Deg..deg...deg...


Bunyi detak jantungnya yang bertalu,,terdengar jelas seolah menjadi irama pelengkap dari aksi petualangan keduanya malam ini.


("Semoga malam ini aku mendapatkan petunjuk,sehingga aku bisa tahu apa isi kamar rahasia itu.") Batinnya.


Andini terus melangkahkan kaki dengan lentera ditangan,,menyusuri lorong sempit dan pengap.


Sesekali dia berinteraksi dengan makhluk tak kasat mata penghuni lorong.


Sapaan demi sapaan dari "mereka" sama sekali tak membuatnya takut.


Sampai pada sebuah kejadian.


"Andiinniiiii..."sebuah suara memanggilnya,,entah dari mana asalnya..sosoknya pun tak terlihat.


"Ngapain panggil-panggil!!" Hardik Andini..


"Hihiihiiiii...."


Kembali suara tawa cekikikan terdengar olehnya,,siapapun yang mendengar pasti akan merinding dibuatnya tapi tidak dengan Andini yang telah terbiasa berinteraksi dengan mereka yang tak kasat mata meski makhluk-makhluk itu menggoda dan menjahilinya,,seperti yang tengah terjadi saat ini.


Wanita berambut panjang yang tergerai hingga batas lututnya nampak berdiri menghadap tembok  tak jauh darinya,,yang masih terus cekikikan,untuk menakut-nakuti Andini.


"Bisa diam gak kamu itu heh?!!" Kayak suaranya merdu aja,,ketawa mu itu persis kaleng rombeng,,bikin berisik kuping!!!" Bentak Andini


Peralahan wanita itu memamerkan punggungnya yang bolong,,penuh dengan belatung dan darah disekitar punggungnya yang berlubang itu.


Andini sedikit mual dibuatnya sesaat setelah melihat penampakan punggung si makluk,,namun dia segera mengusai diri agar tidak kalah pengaruh dengan makhluk itu.


"Heii kau yang berdiri disana!! Untuk apa kamu tunjukkan punggung mu yang penuh belatung itu padaku heh?!! Hemmm rupanya bau busuk itu ternyata kau penyebabnya?!! "Sudah sana pergilah!!! Tak perlu kau menggangguku dengan bau mu


 itu!!" Hardik Andini.


Kembali makhluk itu tertawa cekikikan,,tapi Andini sedikit pun tak gentar dibuatnya.


"Pergilah kau makhluk jelek!!Sekali lagi ku bilang jangan mengganggu ku!!Kalau tidak akan ku buat kau terbakar!!"


Sundel bolong itu bukannya takut dengan ancaman Andini tapi semakin  ekstrim saja aksinya untuk menakuti nya.


Dengan gerakan lambat dan perlahan makhluk itu mulai memperlihatkan jari jemarinya yang panjang,dengan kuku-kukunya yang tajam menghitam,,dia mulai mencakar-cakar tembok..terlihat guratan bekas cakarannya yang begitu dalam membuat tembok menjadi terkelupas karenanya.


Ternyata aksinya tak sampai disitu,,makhluk itu lalu memanjat tembok dengan bantuan kuku-kukunya yang tajam, kemudian menghilang.

__ADS_1


Andini sedikit lega dibuatnya karena makhluk itu telah pergi.


"Hemm...Akhirnya pergi juga tu si jelek!!" Batin Andini.


Namun baru saja Andini sampai di depan pintu kamar yang berada dibagian tengah lorong,,tiba-tiba pundak Andini ada mencolek,,dalam hati Andini sudah bisa menebak jika yang mencoleknya adalah salah satu makhluk astral penghuni ruang bawah tanah ini.


Andini segera menoleh, ternyata..miss sundel kembali menerornya dengan aksinya yang tiba-tiba muncul dibelakangnya dari   atas langit-langit tembok dengan rambut terjuntai kebawah,,menutupi seluruh wajahnya,,sontak membuat Andini kaget dan terpekik tertahan.


"Hihihiii..."Makhluk itu kembali  tertawa cekikikan seolah menertawakan Andini yang terkejut karena ulahnya.


"Awas kamu makhluk jelek!!!" Bentak Andini


Rupanya Andini tidak main-main dengan ancamannya barusan,, dia lalu membacakan ayat kursi untuk mengusir makhluk itu,,karena keberadaanya sudah sangat mengganggunya.


Perlahan namun pasti ayat Kursi  Andini lafazkan,,hingga ayat terakhir seiring dengan teriakan makhluk tadi..


"Panaas...panaasss..Ampuunn..Ampuuunnn...!!!"


Diiringi jeritan makhluk tak kasat mata lainnya.


"Berjanjilah untuk pergii dan tidak mengganggu ku lagii!!!" Ancam Andini padanya.


Makhluk itu pun lalu menghilang menembus tembok menyisakan bau busuk yang menyengat,,Andini saja hampir muntah dibuatnya.


Setelah gangguan dari si sundel itu berakhir,,kembali Andini fokus pada pintu yang ada dihadapannya saat ini.


Lama Andini bediri di depan pintu,,Andini berpikir untuk segera membuka pintu itu,,saat dia akan memasukkan anak kunci perlahan dia mendengar ada orang yang sedang berbincang dari dalamnya.


Andini lalu menfokuskan pendengarannya,,mencoba menangkap isi pembicaraan.


"Apa kamu sudah menemukan petunjuk Brajamaya?!!"


"Belum Nyai.."


"Waktu ku tidak banyak lagi Brajamaya,,cari tahu secepatnya sebelum Ratu Manika kembali menagih janji!!"


"Baiklah Nyai!!"


Betapa terkejutnya Andini,,sewaktu dia mengintip kepala tanpa badan dengan rambut kondenya itu tengah melesat terbang sangat rendah sehingga Andini bisa melihatnya jelas.


Andini terpekik,,tidak percaya dengan penglihatannya barusan.


"Ya Allah..makhluk apa itu?!!"


"Dengan siapa makhluk itu bicara??!"


"Sebenarnya apa yang ada di kamar ini??!!"


Berbagai pertanyaan muncul dibenaknya saat kini,,tapi bukan Andini namanya jika harus gentar dengan semua itu,,malahan rasa penasaran dan keingintahuannya pada siapa yang menghuni kamar itu semakin besar saja.


Andini mencoba menguasai diri,,menenangkan pikirannya sebelum masuk kesana.


Kembali Andini mengintip dari lubang kunci,,sepertinya makhluk kepala  terbang itu telah pergi,,tak ada lagi percakapan terjadi.


Hening...


Barulah Andini memasukkan anak kunci bertanda merah itu..


"Semoga benar ini kuncinya!!" Batin Andini.


Terdengar bunyi "Ceklekk" ketika Andini memutar kuncinya..


"Berhasil!!" Seru Andini pelan


Dia sangat senang karena pintunya terbuka..


Deg..deg..degg.. bunyi jantung Andini yang bertalu..ketika pintu telah terbuka..


"Kriieettt"


Pintu di dorong perlahan olehnya..

__ADS_1


Andini melongokkan sedikit kepalanya ke dalam ruangan,,meski cahaya penerangan disana temaram namun Andini bisa dengan jelas melihat seorang tua,,ringkih,,hanya sisa kulit membalut tulang yang kini tengah terbaring lemah tak berdaya disebuah dipan kecil.


Andini terdiam sesaat sambil terus mengamati sosok itu..


"I-ituu kan Eyang.." batinnya.


Andini lalu mengucek kedua matanya,,untuk membenarkan penglihatannya..


Lalu..itu apa yang melingkari keseluruhan dipan Eyang?!! Sepertinya tali ijuk..


Tapii...jika itu Eyang kenapa dipannya diberi tali ijuk?!!!"Aneh..seperti bukan Eyang saja yang ada disana" gumam Andini pelan..


"Siapa disana?!!" Apakah itu kamu Ajeng?!!"


"Masuklah nakk,, untuk apa kamu hanya berdiam diri disitu"


"Ajeengg...Ayolah nakk masuk,,ibu selalu menunggu mu..tolonglah nakk bukakan tali pengikat ini,,ibu mohon...."


Suara itu terdengar lirih seperti orang yang kepayahan.


Seolah dalam penderitaan yang sangat, dan Andini bisa merasakan itu.


Saat lawan yang diajaknya bicara tidak menjawab tanyanya,,sontak sosok seperti Eyang itu menolehkan wajahnya ke arah pintu dimana Andini sedang memperhatikannya.


Andini lantas terdiam,,menyadari kebodohannya yang bergumam tadi sehingga sosok yang seperti Eyang itu curiga akan kehadirannya disitu.


 


Jantungnya berdegup kencang,,seakan ingin lompat keluar saat mata tajam miliknya menatap Andini penuh selidik.


Andini segera menutup pintu kamar itu,,dia bisa merasakan ada aura berbeda dari tatapan sosok seperti Eyang tadi,,tatapan yang menusuk,,bengis dan kejam.


Ada amarah dan kebencian juga disana.


Entah kenapa perasaan Andini begitu sakit ketika mata mereka saling bertemu tadi.


"Benarkah itu Eyang??!!"


Tapi..jika benar Eyang,,kenapa perasaan ku seperti ini??!


("Perasaan yang sama setiap kali melihat makhluk astral"


"Anehh!!..batinnya)


Andini masih terduduk di depan pintu kamar rahasia itu,,dia masih tak mempercayai penglihatannya tadi.


("Aku harus menanyakannya pada mamah,,apakah benar itu Eyang..biar semuanya jelas,,aku tak ingin mamah menyembunyikan sesuatu lagi dariku" batinnya).


Andini menyadari dirinya yang masih berada di depan pintu kamar rahasia,,dia segera berdiri dari duduknya..


Sejurus tatapannya tertuju pada sebuah pintu lagi tepat di ujung lorong.


Andini melangkahkan kaki perlahan,,dengan badannya sedikit lemas setelah melihat isi di dalam kamar tadi.


Akan kah dia kembali menemukan kejutan lain dibalik pintu kedua yang ada di ujung lorong yang akan didatanginya kini.


Tentu saja..


Bakal ada kejutan menantinya disana,,sesuatu yang tak terduga,,bahkan tak pernah diduga sebelumnya oleh Andini.


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


N/B :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.


                                With Love


                             DianadieNcess😘

__ADS_1


__ADS_2