
Hari ini mas Hadi dapat tugas tambahan,,mengikuti seminar ke luar kota selama tiga hari.
Terang saja aku gundah sesaat setelah mendengar kabar itu,,sepulangnya mas Hadi dari mengajar tadi.
"Kenapa harus mas coba yang berangkat?!!"Apa gak bisa diwakilkan sama rekan yang lain saja mas?!"
"Gak bisa sayang,,mas juga berangkat gak sendirian tapi bersama dua rekan lainnya,semua punya tugas masing-masing sesuai arahan dari sekolah"
"Mas juga sudah mengusahakan agar bukan mas yang berangkat mengingat kamu yang tengah hamil tapi mau gimana lagi kepsek yang menugaskannya"
"Ya sudah mas gak papa..berangkat saja"
"Maafkan mas ya gak bisa nemenin kamu selama tiga hari kedepan."
"Gak apa mas,,Maya ngerti posisi mas,,bagaimana pun tugas adalah prioritas utama,,karena bukan hanya Maya yang menjadi tanggung jawab mas tapi kerjaan juga,,Maya akan baik-baik saja,,mas gak perlu risau,mungkin Maya akan merasa sepi saja jika mas tak ada nanti."
"Terimakasih sayang,,kamu benar-benar istri yang pengertian"
Gimana kalau mbok Jum saja yang nemenin kamu disini selama mas gak ada?!" Atau Andini suruh nginap sini"
"Tapi kan mas kalau Andini disuruh nginap sini,mbak Ajeng lagi yang sendirian,,masa dia meninggalkan mamahnya sendiri demi menemani Maya?!!"
"Coba mas bicara sama mbok Jum saja nanti siapa tau dia bisa nemenin Maya"
"Iya sayang nanti mas coba telpon mbok Jum,,semoga saja si mbok bisa nginap disini,,bagaimanapun mas nggak akan tenang jika membiarkan mu sendirian di rumah."
"Iya terserah mas saja"
Mas Hadi lalu melihat ponselnya,,menghubungi satu kontak,,yang tertera dilayarnya Mbok Jum.
Namun beberapa kali mas Hadi mencoba menghubungi namun tak jua diangkat.
"Gak di angkat juga ya mas sama si mbok?" Tanyaku
"Iya sayang,,mungkin si mbok lagi sibuk"
"Bisa jadi mas,,emmhh coba mas hubungi Bayu"
"Oh iya,,mas lupa sudah save nomer Bayu kemarin"
Mas Hadi mencari kontak bernama Bayu kemudian menghubunginya.
Terdengar nada sambung di ujung telepon.
Mas Hadi 📞 : "Assalamualaikum..dengan Bayu?!"
Bayu 📞 : "Waalaikum salam,,iya ini Bayu,ada apa mas?!"
Mas Hadi 📞 : "Si mbok ada yu?!" Tadi mas hubungi nomernya aktif tapi gak di angkat.
Bayu 📞 : "Ohh bu'e lagi ke tetangga,,ada hajatan katanya.
Emang ada apa mas?!!"
Mas Hadi📞 : "hemmm pantesan,,gak apa-apa koq Yu,,mas cuma ada keperluan sedikit sama si mbok,,tepatnya sih mau minta tolong si mbok"
"Ya udah nanti mas telpon lagi saja."
Bayu 📞 : "Tunggu sebentar mas jangan ditutup dulu telponnya..itu sepertinya bu'e sudah datang"
Mas Hadi 📞 : "Benarkah Yu,,baiklah mas akan tunggu"
Mbok Jum 📞 : " Hallo Di,ini si mbok,,baru aja pulang dari hajatan di rumah tetangga,,ada apa toh le,istri mu baik-baik aja kan?!!"
Mas Hadi 📞 : "Gak kenapa-napa koq mbok,,Maya juga baik,,hanya saja Hadi mau minta tolong itu juga kalau si mbok berkenan.
Mbok Jum 📞 : "Aduh le..le..kamu iku kaya sama siapa saja,,Ojo sungkan toh le..
"Minta tolong apa le? Kalau si mbok bisa pasti si mbok bantu"
Mas Hadi 📞 : "Gini mbok,,besok kan Hadi mau berangkat ke luar kota,,menghadiri seminar pendidikan selama tiga hari,,apa bisa si mbok temenin Maya di rumah selama Hadi pergi,nginap gitu maksudnya mbok,,bisa?!"
Mbok Jum📞 : "Bisa koq Di,nanti si mbok nginap disana,,kamu jangan khawatir,,berangkat saja besok"
Mas Hadi 📞: "Makasih yo mbok,,ngomong-ngomong apa nggak papa sama Bayu?!"
Mbok Jum📞 : Gak papa le,,paling nanti dia akan nyusul si mbok jika dia sepi,,hahaha"
Mas Hadi📞 : "Itu lebih baik mbok,,biar ada laki-lakinya di rumah,,tapi..rumah si mbok lagi gak ada yang jaga"
Mbok Jum📞 : "Gak usah risau Di,,kan disini tetangga berdekatan rumahnya,,gak kayak rumah mu terasing,,dan lagi warga sini setiap malam ngeronda,,jadi aman lah sejauh ini gak pernah ada rumah yang kecurian"
Mas Hadi 📞 : "Alhamdulilaah kalau gitu,,Hadi lebih tenang sekarang mau ninggalin Maya"
Mbok Jum 📞 : "Besok jam berapa kamu berangkat Di?!"
Mas Hadi 📞 : "Mungkin sekitar jam 9 pagi mbok,,kan Hadi harus ke sekolah dulu sebentar baru berangkat bersama rekan"
Mbok Jum📞 : "Ohh gitu,,berarti besok si mbok ke rumah mu Setelah pulang dari sawah ya Di,,mungkin sekitar jam 11 siang,,besok si mbok mau nanam lagi"
Mas Hadi 📞 : "Iya,,si mbok atur aja gimana baiknya,,yang penting si mbok berkenan nginap di rumah Hadi buat nemenin Maya"
"Sampai besok ya mbok,,makasih sebelumnya"
Mbok Jum 📞 : "Sama-sama Di,yowes sampai ketemu besok"
__ADS_1
Mas Hadi 📞 : "Assalamualaikum"
Mbok Jum 📞 : "Waalaikum salam"
Telpon berakhir.
"Gimana mas?! Apa kata mbok Jum?!!"
"Mbok Jum bersedia sayang buat nemenin kamu nginap disini selama mas pergi"
"Syukurlah mas,,Maya jadi gak sendirian di rumah,,paling nggak Maya jadi punya teman ngobrol"
"Iya sayang,,mas juga jadi sedikit lebih tenang"
🍡🍡🍡
Malam ini terasa begitu mencekam,,guntur dan petir terdengar bersahutan,ditingkahi gemuruh angin yang bertiup sedikit kencang bersama hujan yang enggan berhenti sejak sore.
Di kamar,aku meringkuk dalam selimut,hawa dingin menusuk hingga ke tulang,,menciptakan gigil di sekujur tubuh.
Dengan cuaca seperti ini harusnya siapa pun bisa cepat terlelap,,namun tidak bagiku,meski mata ini mengantuk tapi aku masih terjaga hingga malam semakin tinggi.
Lagi-lagi aku merasakan gelisah,berganti-ganti posisi tidur telah aku lakukan,,namun tak jua membuatku terlelap.
Miring ke kiri salah,,miring ke kanan masih gak terasa nyaman,akhirnya aku duduk,,lalu memijat pelipis ku karena pusing yang ku rasakan akibat kepikiran kejadian aneh yang menimpa ku kemarin.
"Koq bisa ya aku tidur berjalan?!! Apa benar itu terjadi karena aku yang kelelahan?!" Pikirku.
"Entahlah..."jawab ku pada diri sendiri.
Ketika aku disibukkan dengan pikiran ku,,tiba-tiba aku mendengar suara-suara aneh dari arah dapur.
"Kreekk..kreekkk.."
"Kreeekk...kreeakkk"
"Apa lagii yang dilakukan tikus-tikus itu disana?!" Gumam ku lirih seraya beranjak dari duduk ku,,lalu ke luar dari kamar.
Di luar hujan masih betah menemani sang malam,angin yang bertiup kencang membuat udara malam ini semakin dingin.
Dan suara itu terdengar semakin jelas saja setelah aku berada di luar kamar.
Aku segera melangkahkan kaki ku menuju dapur untuk melihat apa yang telah dilakukan tikus-tikus itu.
Namun ketika aku sampai di dapur,,tak ada satu pun tikus disana,perabotan juga masih rapi,,dan yang pasti suara itu menghilang,,seketika hening setelah aku sampai.
"Dasar tikus nakal!!" Kerjaannya mengganggu saja" Gerutu ku dengan kesal.
Aku lalu membalikan badan untuk kembali ke kamar,,namun langkah ku terhenti saat aku mendengar suara tangisan seorang perempuan.
Ku edarkan pandangan ke sekeliling,,tak ada hal yang mencurigakan disekitarku,,tapi aku yakin suara itu berasal dari arah belakang dekat toilet.
Aku berjalan pelan menuju ke arah toilet untuk memastikan jika pendengaran ku tidak salah.
Aku terperanjat kaget saat netra ku tertuju pada seorang perempuan yang berdiri di dekat toilet,,membelakngi ku.
Rambut panjangnya tergerai hingga batas kaki.
Seketika merinding aku dibuatnya.
Dan dari auranya aku tau jika dia bukan manusia.
Ingin aku lari sekencangnya dari situ namun kaki ku berat,,aku seperti terhipnotis.
Masih dengan posisinya semula yang membelakangi ku..Dia menangis begitu lirih.
Lalu..
Entah mendapat keberanian dari mana tiba-tiba saja aku bertanya dengan sedikit terbata.
"Kk..ka-mu ssi-apa??!" Ke-napa kka-mu men-nangis?!!" Pertanyaan yang keluar dari mulut ku,,seolah bukan dari ku,karena aku merasa tak mungkin jika aku yang sedang bertanya,melihatnya saja jantung ku sudah hampir copot.
Tapi entah karena apa pertanyaan itu yang terlontar dari ku.
Suara tangisnya yang menyayat berhenti seketika setelah aku bertanya.
Hening sejenak..
Hanya bunyi detak jantung ku yang terdengar karena detaknya yang begitu kencang.
"Hanuuumm...Dia jahaat..!!" Jawabnya akan pertanyaan ku.
"Ha..Ha- num?!!"Jja-di na-ma mmu Ha-num?!" Ulang ku masih terbata.
Dia mengangguk.
"Toloong aakuu Maayaa..." ucapnya lagi terdengar begitu lirih ditelingaku.
"A-apa yya-ng kkau ii-ingin-kan dda-ri ku?!"
"Sempurnakan kematian ku.."
Hanya kamu yang bisa menolongku Maayaa.."
"Tta-pii bba-gai-mmana ca-ranya a-ku me-nolong mu?!"
__ADS_1
"Pergilah dari rumah ini Maya!
Berhati-hatilah dengannya Mayaa..Dia jahat..dia yang telah membunuh ku dan bayiku"
"Ta-pii..Ssi-apa ddi-dia?!
"Nanti kau akan tau sendiri Mayaa"
Setelah mengatakan hal itu,,perempuan dengan rambut panjangnya itu pun tiba-tiba menghilang.
Seiring dengan tubuh ku yang terkulai lemas di lantai dekat toilet,,tak sadarkan diri,,bukan pingsan,,hanya seperti tertidur pulas.
Mas Hadi menemukan ku keesokan paginya saat dia melihat ku tak ada di kamar. mencari ku ke dapur,,dan menemukan ku terbaring di dekat toilet.
Sudah pasti dia lagi-lagi mengira aku tidur sambil berjalan.
🍡🍡🍡
🍃My Room's
"Ini kah kebiasaan baru mu sayang??! Tidur sambil berjalan?!!"
Tanyanya dengan ekspresi heran dan sedikit mengejek menurutku.
"Apa sih mas..siapa juga yang tidur sambil berjalan?!!"
"Lahh itu tadi buktinya,,kamu lihat sendiri kan kamu tidur dimana?!!" Depan toilet sayang?!" Gak biasanya kamu seperti ini?!"
"Sudah dua kali loh sayang kamu begini"
"Maya juga gak tau mas kenapa bisa gitu"
"O'iya mas sebelum itu Maya mengalami kejadian aneh lagi?!"
"Kejadian aneh apalagi sekarang sayang?!!" Jangan mengada-ada hanya untuk menutupi kebiasaan baru mu yang absurd itu"
"Mass!! Apa coba..siapa juga yang mengada-ada,,Maya cerita yang sebenarnya,,percayalah mas"
"Kejadian aneh apalagi sekarang heh?!" Mas Hadi terlihat sedikit kesal,,terlihat dari wajahnya yang nampak tegang namun dia tahan mengingat aku yang tengah hamil.
"Tadi malam,,Maya dengar suara kresek-kresek dari arah dapur,,Maya kira tikus-tikus nakal itu yang sedang berulah,namun saat Maya lihat tak ada satu pun tikus,,perbotan dapur juga masih tertata dengan rapi,,saat Maya akan kembali ke kamar tiba-tiba Maya dengar suara perempuan menangis,,dan Maya lihat seorang perempuan berambut panjang semata kaki berdiri dekat toilet,,meski posisinya membelakangi Maya namun Maya merinding dibuatnya"
"Lalu setelah itu kamu tertidur pulas?!!"
"Sayang itu mahh pix kamu cuma sedang bermimpi"
"Mas!!! Percayalah apa yang dikatakan Maya!!"
"Iya mas percaya kamu tengah bermimpi,,mimpi seram kan?!!" "Percaya mas mahhh.."
"Maya tidak sedang bermimpi mas,,itu semua nyata!!"
Ucap ku sedikit merajuk.
Melihat ku yang mulai bertingkah seperti itu mas Hadi lalu bersikap seolah mempercayai perkataan ku barusan,jika yang ku alami bukanlah mimpi,tapi meski begitu aku bisa merasa jika mas Hadi tidak benar-benar percaya pada cerita ku,,dia hanya bermaksud menenangkan ku saja dari merajuk.
"Lanjutkan ceritanya" pinta mas Hadi.
"Maya tau mas bisa merasakan kalau dia berbeda,,bahkan dari penampakannya saja sudah bisa dipastikan jika dia bukanlah manusia,,mungkin arwah penasaran,,meski begitu dia bisa berkomunikasi dengan Maya mas"
"Owhh yachh?!! Dia mengatakan apa?!!" Tanya mas Hadi.
"Dia minta tolong untuk menyempurnakan kematiannya yang tidak wajar mas,,perempuan itu dibunuh bersama bayinya"
"Lalu?!!" Mas Hadi kembali bertanya kali ini terlihat lebih semangat mendengarkan,,mungkin dia mulai mempercayai perkataan ku.
"Katanya jasadnya masih di rumah ini!!"
"Apa?!!" Benarkah sosok itu bilang begitu?!!"
"Benar mas,,dia juga bilang hati-hati dia jahat,,dia yang telah membunuh ku dan bayiku,,begitu katanya mas,,nah setelah itu dia menghilang dan Maya merasakan lemas dan mas Hadi temukan tidur depan toilet."
Mas Hadi nampak diam beberapa saat mungkin mencoba mencerna kata-kata ku tadi.
"Ya sudah sekarang mandi terus kita sholat subuh"
"Iya mas.."
Aku lalu beranjak ke kamar mandi,,aku mempercepat mandi ku karena tak ingin mas Hadi lama menunggu.
Benar saja sesaat setelah selesai mandi,,suara azan sayup terdengar dari mesjid di ujung jalan.
Sholat subuh berjamaah kami tunaikan.
🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
N/B :
Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.
Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.
With Love
DianadieNcess😘
__ADS_1