DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 11 DI MATA-MATAI


__ADS_3

    Andini tak bisa tidur meski dia telah berusaha pejamkan mata,,dia hanya berbaring,,dengan posisi membelakangi pintu,menghadap tembok dan pikiran disibukkan oleh berbagai pertanyaan dan rasa penasaran pada kamar yang ada disebelah dapur itu,,yang mampu membuat sang mamah berbohong padanya.


Namun sibuknya pikiran Andini harus terusik dengan suara aneh dari pintu kamar yang tiba-tiba terbuka sendiri.


"Kriieeeeettt..."


Refleks membuat Andini segera menolehkan kepalanya ke arah pintu,,benar saja saat ini pintu nampak terbuka namun tak ada siapa-siapa di dapatinya disana.


Jiwa indigonya tak bisa dibohongi jika ada sosok lain tengah bersamanya di kamar ini.


Andini memilih mengabaikannya,,karena bukan sekali dua kali dia berinteraksi dengan makhluk tak kasat mata.


Untuk sesaat Andini bangun dari tidurnya,,berjalan ke arah pintu lalu menutupnya.


Kemudian kembali menuju tempat tidurnya,,memperbaiki posisi berbaringnya,,dari miring menjadi telentang lantas kembali memejamkan mata.


Andini yang merasakan kehadiran sosok lain di kamarnya berusaha mengajaknya berinteraksi meski dengan mata terpejam,,hanya mulutnya yang terlihat bergerak.


Lalu..


"Aku tau kamu disini!!"


Keluarlah...Apa yang kamu inginkan dariku heh?!"


Andini seperti berbicara sendiri jika orang awam yang melihatnya,,dan mungkin saja orang lain yang melihatnya akan mengatakan dia tidak waras karena berbicara sendiri,,namun dalam penglihatan Andini berbeda,,kepala berkonde sedang terbang melayang di kamarnya,,yang dilihat Andini saat ini.


Andini berusaha mengatasi rasa takutnya saat melihat sosok itu melalui mata batinnya,,agar nyalinya tidak ciut pada makhluk yang kini berada dihadapannya,,menatapnya tajam dengan seringai menyeramkan.


"Aku tak perlu jawab pertanyaan mu Andini"


"Mana boleh begitu,,kehadiranmu telah menganggu ku!!!" Ucap Andini.


Sosok dengan kepala tanpa badan itu lalu menghilang sesaat setelah Andini bertanya padanya.


"Hemmm..dasar makhluk jelek..selalu datang dan pergi seenaknya" gumam Andini.


Namun tanpa diduga tiba-tiba kepala tanpa badan muncul di dekat Andini terang saja dirinya terkejut setengah mati,spontan membuatnya berteriak.


"Aaaaaaaaaa...mamaahh..." teriaknya.


"Pergi...pergi dari sini makhluk jelek!!!" Ceracau Andini ditengah keterkejutannya seraya terus memukulkan sapu ijuk ke arah makhluk itu.


Brajamaya si makhluk dengan kepala tanpa badan itu semakin terkekeh melihat tingkah Andini yang terus  melayangkan sapu ke arahnya namun tak berhasil mengenainya.


Pukulan sapu Andini yang membabi buta tak tentu arah membuat berantakan isi kamar juga beberapa hiasan buffet dan pigura sehingga kacanya beberapa ada yang pecah.


Kegaduhan di kamar Andini akhirnya sampai juga ditelinga Ajeng mamahnya,,membuat dirinya terjaga dari tidur lelapnya.


Dengan setengah berlari Ajeng menuju kamar putrinya..


Sesaat kemudian...


Terdengar gedoran di pintu kamar Andini..


"Andini...nakk..buka pintunya..kamu kenapa sayang??!"


Sesaat hening..


Suara gaduh tak terdengar lagi,,seiring pintu yang terbuka.


"Andini kenapa kamu teriak??!!" Ya Allah..Koq berantakan begini?? Ada apa sayang??!!"


"Nggak papa koq mahh,,tadi ada tikus lompat ke tempat tidur Andini"


"Oalaahh...mamah kira ada apa??!! Bikin mamah khawatir saja"


"Andini kaget mahh akibat ulah tikus itu,spontan Andini teriak,,maaf ya mahh kalau mamah terbangun karenanya"


"Tak apa sayang,,justru mamah cemaskan kamu,,benar kamu baik-baik saja?!"


"Iya mahh,,Andini gak papa"


"Ya udah sekarang tidur lagi,masih malam ini,,besok aja beresin kamarnya"


"Iya mahh"


"Masih berani kan tidur sendiri??"


"Pasti dong mahh,,tohh tikusnya juga udah pergi"


"Ya sudah..malam sayang"

__ADS_1


"Malam mahh"


Ajeng lalu kembali ke kamarnya,,melanjutkan tidurnya,,namun berbeda dengan Andini yang tak bisa memejamkan matanya hingga pagi menjelang.


🍡🍡🍡


 


    🍃Kamar Rahasia Di Lorong Bawah Tanah...


   Pagi ini kondisi Nyai Sekar terlihat semakin melemah,,sejak tadi malam dia terus kepikiran bagaimana caranya agar bisa segera mendapatkan tumbal terakhir untuk ritual dalam perjanjian sesaatnya.


Sementara Brajamaya belum memberinya kabar lagi setelah tadi malam.


Nyai Sekar nampak gelisah,,terlihat dari raut wajahnya yang menyiratkan kecemasan.


"Kriieeeettt"


Suara derit pintu yang dibuka membuyarkan pikiran Nyai Sekar pada masalah yang sedang dihadapinya.


Dia menoleh ke arah pintu.


Seketika wajahnya terlihat sumringah saat melihat siapa yang datang,,yang tak lain adalah Ajeng membawa keranjang besar berisi makanan.


"Pagi Bu..ini Ajeng bawakan sarapan untuk ibu,,ayo bu makan dulu" seraya meletakkan dua bakul nasi dengan beberapa lauk pauknya.


Sama seperti hari kemarin,,selalu Ajeng yang menyuapi sang ibu makan,,begitu lahap Nyai Sekar menyantap makanan yang diberikan oleh Ajeng sesuap demi sesuap dan tak terasa dua bakul nasi ludes tak bersisa.


Melihat kondisi Nyai Sekar yang terbaring lemah tak berdaya,,dengan tubuh ringkih dan cekungan di wajahnya,,tentu orang takkan percaya jika dua bakul nasi dan semua makanan tadi ludes olehnya sendiri,,jangankan orang lain,Ajeng sendiri pun tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Namun begitulah kenyataannya.


Dan Ajeng hanya bisa pasrah menerima semua yang terjadi pada sang ibu.


"Andai ibu tak bersekutu dengan makhluk itu,,ibu tak akan jadi begini"


Batin Ajeng kembali nelangsa.


Di tengah kegundahan hatinya,,Ajeng harus dikejutkan dengan pertanyaan sang ibu..


Lebih tepatnya pertanyaan itu didasari oleh rasa ingin tahunya yang besar akan kebenaran dugaan yang kini tertuju pada Andini tentang kabar kehamilan itu.


Dimana Nyai Sekar mengira salah satu diantara mereka ada yang hamil.


Dan dia berniat mencari tahu kebenaran dugaannya dari Ajeng..


"Ajeng anakku,,apa kabarnya cucu kesayangan ku Andini?!!".


"Andini baik koq bu"


(Tumben ibu menanyakan Andini" batin Ajeng)


"Apa kah dia sudah punya kekasih??"


"Setahu Ajeng sih belum,,emang ada apa bu???


"Selama ini Andini sekalipun tak pernah bercerita atau mengenalkan teman lelakinya pada Ajeng"


"Harusnya sebagai ibu kamu itu lebih memperhatikan pergaulannya,,jangan sampai kebablasan nanti,,kamu sendiri yang susah,,dia itu perempuan harus bisa jaga diri"


"Iya bu,,Ajeng tak pernah lupa mengingatkan Andini untuk hati-hati memilih teman dan pergaulan,,dan alhmdulilah sejauh ini Andini perilakunya elok,,tak pernah macam-macam,,dia jarang keluar rumah kecuali ada keperluan mendesak"


"Baguslah kalau begitu,,ibu hanya tak ingin cucu ibu kenapa-napa"


Lalu bagaimana dengan rumah ibu yang telah laku terjual itu nak,apa sudah ditempati??"


"Sudah bu"


"Benarkah?? Siapa yang membelinya??"


"Dik Hadi bu bersama istrinya"


"Dik Hadi?? Siapa dia Jeng koq kamu memanggilnya adik?? Orang mana??"


"Apa ibu lupa sama Hadi?!! Dia keponakan ibu,,Putra tunggalnya bik Ratih"


"Ohh ternyata Hadi putranya Ratih tohh yang membelinya"


"Iya bu,,kan Hadi sekarang mengajar di desa ini di SMPN-1 Lingga"


"Baguslah jika yang membelinya keluarga sendiri,,jadi rumah itu tak berpindah tangan ke orang lain"

__ADS_1


"Iya bu,,Ajeng pikir juga begitu,,makanya sejak tau dik Hadi akan pindah kesini,,dengan di bantu mbok Jum yang menawarkan sehingga terjadilah jual belinya"


"Jum??!! Jum siapa Jeng??!"


"Jangan bilang jika ibu lupa lagi lohh ya..Itu loh bu..Mbok Juminten mantan pelayannya Eyang puteri"


"Ohh Juminten..ibu ingat koq,,dia pelayan setia Eyang mu dulu,dia seumuran ibu namun di usia mudanya dia lebih memilih bekerja ketimbang sekolah,,karena ketiadaan biaya,,sejak saat itu dia memutuskan membantu merawat eyang putri mu dulu sewaktu ibu masih bersekolah,,dan setelah ibu menikah dan menempati rumah sendiri,,ibu mulai jarang bertemu dengannya,,hingga sekarang"


"Iya bu,,mbok Jum itu baik juga ramah"


"Baiklah bu,,Ajeng permisi dulu,takut Andini nyariin Ajeng"


"Jeng,,sekali lagi ibu mohon sama kamu,,lepasin ibu dari ikatan ini"


"Maafkan Ajeng bu,,Ajeng tak bisa memenuhi keinginan ibu"


( Alasan Ajeng masih sama bu,,tak ingin ibu semakin jauh tersesat,,batinnya) seraya berlalu dari kamar rahasia itu.


Meninggalkan sang ibu yang kini semakin nelangsa.


🍡🍡🍡


        Hari beranjak petang,,keremangan senja telah berganti dengan pekatnya malam,,sementara rinai hujan masih betah menyirami tanah kering desa Lingga yang sudah beberapa hari ini terasa begitu terik.


Kilat terus menyambar,,sesekali ditingkahi oleh suara guntur di selanya.


Menambah suram suasana malam.


Di kamar rahasia itu,,Nyai Sekar terus merasa gelisah,,menanti kedatangan "sahabat gaib"nya Brajamaya,,dia berharap mendapat kabar baik dari pesan yang dibawanya nanti.


Kembali Nyai Sekar merafalkan mantra pemanggil itu.


Tak berselang lama,gumpalan asap hitam nampak memasuki celah pintu,sesaat kemudian gumpalan asap hitam itu membentuk siluet tubuh wanita lalu berwujud,,sosok wanita berkebaya merah dengan rambut di konde besar dibagian belakang kepalanya nampak hadir di sana.


Nyai Sekar yang telah mengetahui kehadiran Brajamaya segera mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.


"Bagaimana hasilnya Brajamaya??!! Apakah benar Andini hamil??!"


"Maaf Nyai,,menurut penciuman ku Andini sama sekali tidak hamil,,sedikit pun tak ada aroma wangi janin padanya."


"Benarkah Brajamaya??!!"


"Tentu saja Nyai,,penciuman tajam ku tak mungkin salah"


"Lalu kalau bukan Ajeng dan Andini,,siapa?!" Gumam Nyai Sekar lirih tersirat kekecewaan di wajah cekungnya.


"Entahlah Nyai,,apa ratu Manika yang salah?!"


""Tidak mungkin Brajamaya,,ratu Manika tak mungkin salah,bahkan dia bilang bayi itu istimewa"


"O'iya Brajamaya,,sekarang kamu boleh pergi,,tapi nanti jika aku panggil kamu harus segera datang"


"Baik Nyai".


  Asap hitam kembali mengepul seiring dengan menghilangnya sosok Brajamaya.


    Setelah kepergian Brajamaya,,Nyai Sekar nampak berpikir keras..


"Kalau bukan mereka lalu siapa??"


Pikirnya


Di tengah sibuk pikirannya dia teringat pada perkataan Ajeng tadi pagi jika rumah miliknya dulu telah dibeli oleh keponakannya Hadi,,yang kini dtempatinya bersama sang istri.


Sementara Nyai Sekar tahu jika rumah itu terhubung oleh dua lorong,,dari situ dia menyadari jika mungkin saja istri Hadi yang dimaksud oleh ratu Manika itu.


Secercah harapan muncul dihatinya kini..


"Semoga saja dugaan ku kali ini benar"


"Aku harus mencari tahu semuanya dan aku tau siapa yang bisa di andalkan dalam hal ini,,Brajamaya pastinya" batin Nyai Sekar seraya tersenyum penuh arti.


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


N/B :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.


                                With Love

__ADS_1


                             DianadieNcess😘


__ADS_2