DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 29 AKHIRNYA DITEMUKAN


__ADS_3

       Pagi ini hutan mendadak riuh rendah dengan suara orang-orang yang tengah berada disana,tak lain para rombongan yang mencariku untuk kedua kalinya.


Di antara para rombongan yang semuanya laki-laki hanya Andini lah menjadi satu-satunya perempuan dalam rombongan itu,,bagaimana tidak kemampuan berinteraksi bahkan menembus alam gaib yang dimiliki olehnya sangat membantu mas Hadi untuk menemukan mbak Maya.


Namun saat ini hanya mas Hadi yang mengetahuinya sementara yang lain belum tahu,,mungkin sebentar lagi mereka akan tahu.


Mas Hadi hanya mengatakan jika Andini yang bersikeras pengen ikut sebagai alasan saat di antara mereka ada yang bertanya.


Kami masuk semakin ke dalam dari hutan ini,,menuju tempat yang tergambar di perjalanan astral ku tadi malam.


Lalu Andini menyuruh mereka semua berhenti saat berada tepat di depan pohon beringin tua yang disekitarnya ditumbuhi semak belukar.


Mas Hadi pun tanpa bertanya lagi sudah tahu maksudku.


Andini duduk agak di depan sementara yang lain ikut duduk juga membentuk lingkaran mengelilingi pohon.


Andini kembali melakukan astral projection di tempat itu,,sedangkan mas Hadi dan yang lainnya membaca kan doa-doa,,untuk mengiringi langkah Andini memasuki dunia lain.


🍡🍡🍡


    Perjalanan Andini kali ini benar-benar beresiko,,masalahnya Andini bukan saja menjaga keselamatannya tapi juga mbak Maya dan bayinya.


Andini berada di samping pohon tak jauh dari tempat ku disembunyikan,,pohon yang sama menjadi tempatnya bersembunyi untuk mengamati ku tadi malam.


Dan Andini masih terus mengamati ke arahku yang tengah duduk bersandar pada pohon beringin tua.


Andini mengendap-endap,,mencoba beranjak dari tempatnya semula agar bisa berada lebih dekat lagi pada ku.


Setelah merasa aman,,Andini berpikir untuk melangkah lagi ke depan namun tiba-tiba dari arah samping Andini melihat bocah laki-laki sedang menunduk dan menangis tersedu,,merinding aku dibuatnya setelah mendengar tangisnya yang begitu menyeramkan.


Ku dekati bocah itu,,lalu bertanya


"kenapa kamu menangis dik?!" Tanya Andini


Bocah laki-laki itu lalu menghentikan tangisnya namun tetap diam tak menjawab.


Andini berpikir untuk tidak mengganggunya,,membiarkan saja anak itu ditempatnya,,Andini berpikir anak ini mungkin cuma salah satu tipu muslihat yang digunakan sosok wanita berkebaya merah berkonde itu untuk mengelabuinya agar Andini hilang fokus pada misi utamanya,,menyelamatkan ku.


Andini lalu memilih melangkah menjauhi anak itu,,namun saat akan melangkah Andini merasakan sebelah kakinya berat,,Andini menunduk,ternyata bocah itu yang menahan kakinya.


Sesaat kemudian perlahan kepala bocah itu terangkat,memperlihatkan wajahnya yang pucat,,meski mata dan anggota tubuh lainnya sama seperti manusia namun ada yang berbeda dari wajahnya terutama dibagain antara bawah hidung dan diatas bibir,,tak punya belahan,,rata.


Warna rambutnya sedikit kemerahan,di sekujur badan dan kedua lengan,tangan dan kakinya juga ditumbuhi bulu-bulu kecil.


Melihat bocah itu memegangi kakinya,,Andini lalu berjongkok lalu bertanya.


"Ada apa,kamu kenapa?!" Tanya Andini


"Tolong..aku kak..Kaki ku tersangkut akar pohon" suaranya memelas namun sukses membuat ku merinding.


"Baiklah..kaka akan menolong mu tapi lepaskan dulu pegangannya" kata Andini lagi.


Bocah itu pun lalu melepaskan pegangannya pada kaki Andini.


Andini kemudian melihat ke arah kaki bocah laki-laki itu,,benar saja salah satu kakinya terlilit akar pohon,Andini berusaha sekuat tenaga melepaskan lilitan beberapa akar yang mencuat itu.


Tak lama lilitan terlepas,,Andini kemudian membantunya berdiri


Bocah itu menyeringai,,memperlihatkan giginya yang agak runcing seperti gergaji.


"Makasih kak,,kakak orang baik" seraya berdiri.


"Sama-sama dik,,lain kali hati-hati"


"Pulanglah ka,,disini bukan tempat mu,,terlalu berbahaya" kata bocah kecil itu lagi.


"Tapi dik saat ini kaka gak bisa pulang,,ada seseorang yang harus kaka tolong untuk di selamatkan"


"Apakah wanita yang disana itu ka?!" Tanyanya


"Benar dik,,dia yang kaka maksud,,dia sodari kaka"


"Dia dibawah kekuasaan jin jahat,,kaka jangan kesana sendirian,kekuatannya terlalu besar bagi kaka"


"Lalu kaka harus apa dik?!"kaka harus menyelamatkan sodari kaka"


"Kaka ikutlah dengan ku,,di tempat ku ada seseorang yang ditakuti oleh makhluk jahat itu,,dia adalah kakek ku ka,,ayo kita minta bantuan padanya" Ajak bocah itu pada Andini.


"Baiklah..Ayo"


Andini lalu mengikuti bocah itu berjalan dibelakangnya menuju tempat tinggalnya.


Saat itu baru Andini menyadari jika ada yang aneh,,dia terus memperhatikan cara bocah itu berjalan,,saat berjalan jari dan telapak kakinya kelihatan menghadap kebelakang sama seperti siku kedua tangannya yang juga ikut terbalik,,menghadap kebelakang.


Dari situ Andini bisa menyimpulkan jika bocah ini makhluk bunian,,mungkin salah satu penunggu hutan yang ada disini.


Andini terus berjalan bersama bocah laki-laki itu,,lumayan jauh juga jaraknya dari tempat dimana aku disembunyikan.


Langkah Andini berhenti di depan sebuah perkampungan yang ada di dalam hutan itu.


Terlihat seorang ibu-ibu menghambur ke arah bocah itu,,lalu memeluknya,,dengan keadaan tubuh yang sama seperti bocah itu hanya saja lebih tinggi,,seukuran tubuh Andini.


"Ibu panggilnya pada wanita yang kini memeluknya"

__ADS_1


"Kamu dari mana nak,,kami menantikan mu,,sudah ibu bilangkan kalau main jangan terlalu jauh"


"Tadi Asoka main ke hutan sebelah sana bu,,mengejar rusa tapi kaki Asoka terlilit akar pohon sampai kaka ini datang menolong."


"Kaka?!" Apakah gadis nan cantik ini yang kamu maksud nakk?!" Tanya sang ibu seraya tersenyum padaku yang ku balas dengan senyuman.


"Ibu benar,,dialah orangnya"


"Kalau begitu kenapa masih berdiri disini,,ajaklah dia masuk nak"


"Ayo ka..maaf ka aku tak tau namamu"


"Andini,,panggil saja ka Andini atau ka Dini"


"Aku Asoka,,itu ibu ku Namina"


 Asoka menceritakan pada ibunya jika Andini perlu pertolongan untuk menyelamatkan sodarinya dari pengaruh jin jahat yang kini mengurungnya.


Ibu Asoka,,Namina pun merasa iba pada apa yang menimpa sodari Andini yang tak lain adalah diriku,,terlebih saat Andini menceritakan ku yang akan dijadikan tumbal.


"Itu artinya kamu harus cepat sebelum semuanya terlambat Andini"


"Tapi bu ka Andini gak bisa melawan jin jahat itu sendirian,,kekuatannya terlalu besar,,Asoka berencana minta bantuan kakek,,karena makhluk manapun akan tunduk pada kakek"


"Kamu benar anakku,,minta tolonglah pada kakek,,ayo ibu akan mengantar kalian ke rumah kakek"


    Andini lalu mengikuti bu Namina dan Asoka menujur rumah sang kakek,,yang jaraknya tak begitu jauh dari rumah mereka.


Setibanya di rumah sang kakek,,bu Namina mengenalkan Andini pada kakek Arya.


Lalu bu Namina dan Asoka bergantian menjelaskan maksud dan tujuan mereka terutama Andini untuk meminta bantuan membebaskan sodarinya dari tawanan jin jahat.


"Bagaimana wujud jin jahat itu nak Andini?!" Tanya kek Arya buka suara.


Saat Andini akan menjawab tiba-tiba seorang nenek bertongkat datang,,melihatnya Asoka berseru kegirangan.


"Wahh nenek sudah datang?!" Serunya


"Cucuku Asoka dari mana saja kamu nak,ibumu lelah mencarimu,,kalau bermain jangan terlalu jauh" nasihatnya.


Aku mengenali nenek itu,,dia nenek demit,,yang kemarin ku temui di dekat pohon,,"ternyata dia neneknya Asoka" batin Andini


"Ini siapa?!"Neng ini kan yang bertemu nenek kemarin?! Yang terus mengamati wanita yang jadi tawanan jin jahat itu?!" Tanyanya.


"Syukurlah nenek masih ingat sama Andini"


"Sebenarnya nenek bisa saja membawa mu waktu itu menemui kakek tapi nenek harus mengujimu lebih dulu apakah kamu layak diberi pertolongan besar"


"Kerjamu bagus cucuku,," pujinya pada Asoka.


"Benar sekali nak Andini" jawab sang nenek.


"Iya benar ka" jawab Asoka


"Dari peristiwa tadi lah kami bisa melihat jika kamu orang baik,yang menolong tanpa pamrih dan tak pemilih,,bahkan makhluk seperti kami pun kamu tolong" kata nenek menjelaskan.


"Karena Andini sadar kita semua makhluk ciptaan Allah,harus saling menyayangi,,terutama bangsa manusia seperti kami,,alangkah baiknya jika memiliki sikap peduli"


"Kak Andini ayo kita harus cepat sebelum semuanya terlambat" kata Asoka.


"Asoka benar nak Andini,,seperti yang nenek bilang kemarin kan,sebelum semuanya terlambat,,apalagi malam ini purnama"


"Baik nekk"


"Nak Andini Apakah makhluk itu berkebaya merah dan rambutnya berkonde??!" Tanya kakek buka suara setelah lama terdiam dengan matanya yang terpejam.


"Iya kek",kakek mengenalnya?!"


"Tak ada yang kakek tidak tahu dihutan ini nakk,,namanya Brajamaya,,dia memiliki sifat yang jahat,jahil dan suka mengganggu,,menurut penglihatan kakek ada seseorang yang menyuruhnya mengambil bayi dalam kandungan sodari mu itu,,tapi kamu tak perlu cemas,,bayi itu istimewa dia memiliki banyak kelebihan,,sehingga selalu di lindungi  oleh yang kuasa."


"Jadi bayi mbak Maya yang diinginkannya kek?!" Itu berarti dugaan Andini selama ini benar,,seistimewa apakah bayinya kek?!"


"Tak jauh berbeda dengan mu yang "Awas" namun dia memiliki kemampuan lain,,kelak dia bisa mengobati orang lain dari terkena penyakit "


"Ohh seistimewa itukah?!!" Kata Andini takjub.


Lalu siapa seseorang yang menyuruh untuk menumbalkan bayi itu kek?!"


"Ada seseorang disuatu tempat,,kamu pun mengenalnya"


"Apa kek??! Andini mengenalnya?!!"


"Iya..Nanti juga kamu akan tahu sendiri" jawab kakek


"Kek..cepatlah bantu kak Andini untuk menyelamatkan adik bayi" kata Asoka antusias.


"Iya kek Asoka benar,,bantulah nak Andini,,karena kakek harapan satu-satunya saat ini" kata nenek.


"Baiklah nek",,kakek akan mencoba bernegosiasi dengannya dan menyelamatkan sodarinya nak Andini" kata kek Arya


   Andini pun pamit pada nenek,bu Namina,dan Asoka lalu mengikuti kakek yang kini berjalan di samping nya menuju tempat dimana aku disembunyikan.


Setibanya ditempat itu,,Andini melihat ku masih berada disana tapi dia tidak melihat makhluk yang bernama Brajamaya itu.

__ADS_1


"Nak Andini apakah wanita yang disana sodari mu?!" Tanya kek Arya.


"Iya kek,,dialah mbak Maya"


Andini harus segera menolongnya kek mumpung si Brajamaya itu gak ada kata ku seraya akan melangkahkan kaki,,namun langkah ku ditahan oleh kek Arya.


Kek Arya masih menahan langkah Andini,,lalu menyuruh mengamati dari balik pohon tak jauh darinya,,dia memberi ku pagar gaib katanya agar Brajamaya tidak bisa mencelakai ku.


Setelah Andini dirasa aman,,kek Arya lalu memejamkan matanya,,tiba-tiba muncullah makhluk itu dari atas pohon beringin.


("Kek Arya benar,,untung saja kek Arya menahan ku kalau tidak aku bisa celaka" batin ku)


Brajamaya nampak melotot saat melihat kedatangan kek Arya,,dia terkejut,sedikit ketakutan dan tak menyangka akan kedatangan kek Arya penguasa hutan ini yang ditakuti semua makhluk gaib yang ada disini karena kekuatan tinggi yang dimilikinya tak terkecuali Brajamaya.


Lama keduanya terdiam,,saling tatap,,bernegosiasi secara telepati antar makhluk gaib.


Inilah isi pembicaraan keduanya saat ini..


"Heiy Brajamaya!! Apa yang telah kau lakukan di hutan ini heh?!" Kenapa kau mengurung wanita itu?! Apakah dia bersalah padamu?!!"


"Tidak tuan ku Arya,,aku hanya menjalankan tugas dari seseorang yang menginginkan bayinya" Sahut Brajamaya tertunduk.


"Segera lepaskan dia Brajamaya!! Kalau tidak kau yang akan ku musnahkan!!" Bentak kek Arya.


"Tapi..tuanku Arya,,saya sudah terlanjur berjanji pada sahabat saya untuk membantunya" kata Brajamaya berusaha meyakinkan kek Arya


"Ternyata kamu tidak menuruti titah ku Brajamaya!!! Baiklah..Terima lah ini!!! Sebuah serangan dari kek Arya telak mengenai Brajamaya dititik terlemahnya,,membuat Brajamaya tak bisa berkutik,,dia semakin melemah disertai erangannya yang kesakitan.


Sesaat kemudian Kek Arya akan menyerangnya lagi namun Brajamaya berteriak meminta ampun.


"Ampuun..tuan ku Arya..Ampuuuunn"


Teriaknya disela rasa sakit disekujur tubuhnya.


"Cepat buka tabir penutup wanita itu,,kembalikan dia ke alamnya,,dan biarkan orang yang telah membuat mu semakin tersesat itu menerima akibat dari ulahnya!!" Ucap kek Arya dengan lantang"


"Ba-Baiklah tuanku"


Brajamaya lalu menghilangkan pengaruh sihirnya pada ku,,dengan


seiring menghilangnya asap hitam yang selama ini menyelubungi ku.


Sempat ku lihat pagar gaib yang menutupi Andini juga terbuka,,kek Arya yang telah membukanya karena melihat situasi telah aman.


Aku tersadar dari pengaruh sihir jahat itu,,dan melihat Andini berada dibalik pohon,,kami saling menatap,,namun aku masih sedikit bingung dengan keadaan ku sekarang,,kenapa bisa berada di dalam semak belukar,,bersandar pada pohon beringin tua.


Andini mendatangi ku..namun aku seperti linglung tidak mengenali Andini.


Namun aku merasa dia orang baik dan bisa menyelamatkan ku.


"Nak Andini sekarang pergilah,,kembali ke alam mu segera lah bawa sodari mu itu,,lakukan ritual doa untuknya agar dia kembali normal."


"Baiklah kek Arya,,terimakasih atas pertolongannya"


Kek Arya mengangguk lalu tersenyum yang ku balas dengan senyuman.


Andini lalu membawa ku melangkah bersamanya,,namun tanpa di duga Brajamaya tidak menepati janjinya pada kek Arya,,dia mencoba menyerang ku dan Andini,,saat kek Arya dan aku lengah,,namun kek Arya gesit dia dengan cepat menahan serangan Brajamaya dan mengembalikan serangan itu kepadanya.


Kek Arya lalu menyuruh kami cepat pergi ke lorong cahaya yang berada tak jauh dari tempat kami berada saat ini.


Andini masih memegangi ku erat,,entah kekuatan dari mana aku bisa berlari begitu kencang menjajari Andini.


Saat tiba di depan lorong cahaya yang sangat menyilaukan mata itu,,Andini berbalik bersamaan dengan kek Arya yang juga menatap ke arahnya.


 


Lalu..


"Kek Arya..Terimakasih" kata Andini lantang seraya melambaikan tangan padanya.


Sempat ku lihat kek Arya tersenyum dan balas melambai ke arah kami.


Kami berjalan bersama memasuki lorong cahaya,,berputar-putar di dalam sana seperti berada di dalam alat pengaduk pasir,,membuat kepala terasa pusing dan mual.


Lalu apa kabarnya Brajamaya?!!


Senjata makan tuan yang menimpa nya membuat Brajamaya yang lemah semakin tak berdaya karena terkena pengaruh sihirnya sendiri,,wujud Brajamaya berubah menjadi kepulan asap hitam berbau busuk,,lenyap tak berbekas.


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


N/B :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.


                                With Love


                             DianadieNcess😘


 


      

__ADS_1


 


      


__ADS_2