
🍃 Tiga hari Kemudian
Aku dan mas Hadi begitu sibuk mengepak beberapa barang bawaan,hari ini akan pindahan.
Beberapa kardus pun telah dilakban,,siap dimasukkan ke bagasi.
4 koper berisi pakaian milikku dan mas Hadi juga sudah siap,sengaja kami tidak membawa perbotan lainnya,seperlunya saja,,karena rumah ibunya mbak Ajeng yang telah dibeli oleh mas Hadi dijual dengan perabotnya sebab mbak Ajeng gak mau repot jika harus pindahan membawa barang-barangnya dirumah itu ke rumah barunya karena memang sudah banyak perabot juga,hanya akan menambah sesak rumah saja,katanya.
🍃Kembali pada kesibukan kami
Mas Hadi lalu membawa barang-barang itu ke halaman depan. Pak Rahmat dan Pak Sholeh nampak sibuk membantu mas Hadi memasukkan barang bawaan dan kopper ke dalam family car yang kemarin menjadi penghuni garasi dan kini telah terparkir disana menunggu dikendarai tuannya.
Melihat kami akan pindahan,beberapa tetangga lainnya menghampiri,seolah enggan melepas kami pergi dari komplek perumahan asri itu,sebuah komplek hunian yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan.
Sebenarnya kami betah tinggal disini karena tetangga yang baik juga ramah,namun apa boleh buat pengabdian tetap menjadi prioritas.
Meski beberapa hari yang lalu kami telah mengatakan perihal kepindahan dan telah berpamitan saat acara syukuran dirumah pak Sholeh namun kami melakukannya lagi,saling bersalaman dan meminta maaf jika ada kesalahan selama kami menjadi bagian dari warga komplek ini.
Setelah acara pamitannya selesai,,mas Hadi dan aku lalu masuk ke mobil,dengan tangan yang saling melambai menjadi penanda keberangkatan kami menuju kediaman baru.
🍡🍡🍡
🍃Berangkat menuju desa
Mobil bergerak perlahan meninggalkan keramaian kota dengan hiruk pikuk dan kebisingannya.
Tiba di persimpangan jalan dengan tikungan sedikit tajam,menjadi penanda jika mobil telah memasuki wilayah pedesaan.
Suasana damai begitu terasa saat jalan berbelok di depan dan papan bertuliskan "Perbatasan kota" menyambut kami.
Hawa sejuk khas alam pedesaan disertai hamparan sawah menghijau dan pepohonan disisi kiri dan kanan jalan nampak menghiasi perjalanan kali ini.
Sungguh keelokan yang luar biasa,netraku benar-benar dimanjakan oleh hasil ciptaanNya yang maha indah yang terpampang jelas di depan ku kini.
Belum pernah aku merasakan begitu tentram,angin bertiup semilir membuatku yang duduk di sebelah mas Hadi yang kini tengah menyetir merasa mengantuk,namun enggan terpejam karena pemandangan yang begitu indah terbentang di depan mataku,bagaimana bisa aku mengabaikan pesona kecantikan yang di tawarkannya.
Masih melihat ke segala arah dari dalam mobil yang terus bergerak lincah di jalan beraspal yang kini terbentang lurus di depan.
Enam jam perjalanan akhirnya kami sampai juga di depan sebuah gerbang bertuliskan
"Selamat Datang di Desa Lingga"
Sukses membuat wajah suamiku sumringah,,tanda kami telah sampai di tujuan.
Rumah-rumah warga nampak berjajar seberang menyebrang.
"Wahh desa ini telah mengalami banyak kemajuan sepertinya" suara suamiku memecah keheningan yang ada.
"Ya jelas lah mas,malah bagus kan itu artinya desa ini berkembang"
"Iya sayang,mas cuma takjub aja karena sudah lama tidak kesini,,terakhir dua tahun yang lalu saat bude Sekar,ibu mbak Ajeng meninggal."
"Sebenarnya kemarin sih mas mau kesini transaksi sama mbak Ajeng perihal pembelian rumahnya,,namun gak jadi,,setelah melihat video yang dikirimkannya mengenai rumah yang akan dijual itu,,mas langsung setuju,kata mbak Ajeng pembayarannya di transfer saja"
Aku hanya tersenyum menanggapi penjelasan suamiku.
Mobil yang di kendarai mas Hadi terus melaju..
"Masih jauh ya mas rumahnya??"
"Gak juga satu belokan lagi kita sampai,,nahh kalau yang bercat biru di depan ini rumah mbok Jum,,kita mampir sebentar ya sayang" ajaknya padaku.
"Iya mas"
"Mbok Jum pasti senang kita mampir,,kan sudah lama tak bertemu"
Mobil pun berhenti di depan sebuah rumah dengan pekarangan berumput kecil.
Aku berdiri dibelakang mas Hadi yang kini mengetuk pintu.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam terdengar jawaban dari dalam,,lalu suara langkah kaki yang mendekat.
Pintu dibuka..
"Waahh..kamu toh le..kirain siapa,,yang ditunggu akhirnya datang juga"
"Ayo masuk..masuk.." Serunya gembira.
Aku dan mas Hadi lalu melangkah masuk ke dalam rumah mbok Jum.
"Silahkan duduk le..cah ayu"
"Njih mbokk,gimana kabarnya mbok??"
"Alhmdulilah si mbok baik,,kalian?"
"Alhmdulilah baik juga mbokk"
"Syukur lah..cah ayu iki sopo jenenge le,,si mbok lali eh"
"Maya mbok" jawab suamiku.
"Ini yang namanya mbok Jum sayang yang mas ceritakan kemarin"
"Saya Maya mbok"
"Si mbok iki jenenge Juminten,tapi panggil saja mbok Jum biar mudah di ingat"
"Iya mbok"
"Oalaahh..piye iki..lali aku le..le mau bikinin minum,,habis"
keasikan ngobrol sebentar ya le..si mbok tinggal dulu"
"Gak usah repot-repot mbok,,kami cuma mampir sebentar"
"Gak repot koq le.."seraya beranjak
Tak berapa lama mbok Jum kembali dengan nampan berisi tiga cangkir teh hangat dan toples berisi kacang goreng dan keripik singkong.
"Silahkan le,cah ayu dinikmati"
"Njih makasih mbok",kataku dan mas Hadi
Kami terus berbincang saling berbagi cerita,maklum lah baru bertemu lagi setelah sekian lama.
Saat menikmati suguhan itu,perutku mulai bereaksi,agak mual namun bisa ku tahan,segera ku minum teh hangat itu,mual ku sedikit teredakan.
Melihat reaksi ku mas Hadi lantas bertanya..
"Kamu kenapa sayang?capek??"
"Sedikit agak pusing aja mas"
"Kasihan sekali istrimu le,,dia pasti kecapekan habis perjalanan jauh"
"Iya mbok..Selain itu Maya tengah hamil muda mbok,,makanya sering pusing dan mual"
"Benarkah Di?" Kabar baik iku,,tak perlu menunggu lama kalian sudah dipercaya Gusti Allah punya momongan"
Yo weis..kalian nginep disini dulu saja malam ini,,besok atau lusa baru kerumah baru,,setelah dibersihkan tentunya,rumah itu kan sudah lama gak ditempati pasti banyak debu," saran si mbok.
"Gimana sayang?"
"Maya terserah mas aja"
"Apa gak ngerepotin mbok Jum?" Tanya suamiku padanya.
__ADS_1
"Iya nda toh Le..malahan si mbok senang kalian nginep disini"
"Dirumah ini masih ada satu kamar kosong juga,kalian bisa tidur disana"
"Baiklah mbok,,terimakasih sebelumnya"
"Sami-sami Le,kalian nda perlu sungkan,anggap rumah sendiri"
Berhubung hari sudah mulai petang jadi aku menyetujui saja usul mbok Jum untuk bermalam dulu dirumahnya,besok baru bersama-sama kesana membersihkan rumah itu karena telah lama tidak di tempati semenjak mbak Ajeng pindah ke rumahnya sendiri.
"O'iya dik Bayu mana mbok?" Tanya mas Hadi.
"Oh Bayu,,cah lanang iku lagi main ke tempat temannya di dekat sini,paling sebentar lagi pulang"
"Ohh..Pantes gak kelihatan,,ini mbok oleh-oleh buat si mbok sama Bayu" kata suamiku seraya menyerahkan dua shopping bag padanya,yang berisi gamis dan hijab buat si mbok dan sarung plus baju koko buat Bayu yang kemarin telah dibeli oleh ku dan mas Hadi saat ke mall.
"Waahh..waahh..rezeki iki..makasih loh le,,cah ayu oleh-olehnya"
"Sama-sama mbok,,semoga mbok sama Bayu suka" kataku
"Suka banget malahan cah ayu,,kamu iku pintar milihnya" sambil menatap gamis dan hijab di tangannya dengan sumringah.
"Alhmdulilah kalau mbok suka"
Ketika asik berbincang terdengar ucapan salam dari depan pintu,serempak kami menoleh dan mendapati seorang pemuda berdiri disana dengan tersenyum
"Nahh ini dia yang tadi dicari-cari baru nongol"kata mas Hadi
"Sini Yu,,iki loh mas sama mbak mu datang,,ayo salam" kata mbok Jum.
"Njih Bu'e" seraya mendekat dan menyalami ku dan mas Hadi.
"Waahh lama gak bertemu Bayu sudah sebesar ini,hampir sama tingginya sama mas"
Bayu tersenyum lalu...
"Udah lama ya mas sama mbaknya??"
"Udah dari tadi mereka Le,,kamu aja yang baru nongol"
"Habis dari mana kamu Yu?"tanya mas Hadi.
"Dari rumah teman mas,,dekat empang di seberang jalan itu"
"O'iya gimana kabarnya mas sama mbak??"
"Alhmdulilah..Kami baik Yu"
"Sekolah mu gimana??"
"Udah kelar SMU mas,,bahkan dari setahun lalu lulusnya,,sekarang lagi nyari kerja sambil bantuin ibu nyawah"
Mau kuliah kasihan bu'e ditinggal sendiri sama biayanya juga mahal mas"
"Emang disini ada yang buka lowongan kerja??"
"Katanya mau ada mas,,sebagai perangkat desa"
"Bagus lah kalau ada,,kamu siapin aja dulu berkasnya biar nanti bisa langsung daftar jika lowongan udah dibuka"
"Njih mas,nanti tak siapin koq"
"O'iya Yu..Mas sama mbak mu iki mau nginap sini sementara rumah yang sudah dibeli sama mbak Ajeng iku di bersihkan"
"Ohh Njih bu'e,,Bayu senang dengarnya,,lama juga gak papa koq mas mbak,,justru tambah rame,,kan Bayu jadi punya teman ngobrol.
"Oalaahh bocah iki,,piye toh..ngobrol wae sing tak pikirin,,mas sama mbak mu iku capek baru datang le,,mereka mau istrihat bukannya ngobrol"
"Maksudnya Bayu besok-besok bu'e,,gak sekarang"
"Boleh koq Yu malahan mas senang jadi punya teman ngobrol,,toh mas sekarang akan menetap di desa ini,,kita bisa sering ketemu"
"Gitu ya mas,wahh kabar baik itu,,Bayu bisa banyak belajar ilmu agama sama mas Hadi"
"Ahh mas ini bisa saja merendah"
"Udah dulu toh Yu dari tadi gak berhenti ngajak masnya ngobrol,,biarkan mas sama mbak mu iku rehat dulu"
"Njih bu'e,,silahkan mas,mbak kalau mau istirahat"
"Iya Le,,Cah ayu,,kalian bisa tempati kamar yang disitu,,kamarnya terawat,,tiap hari mbok bersihkan"
"Iya mbok,makasih" ujarku
kami menuju kamar yang dimaksud,aku mengikuti langkah mas Hadi yang membawa koppernya dan aku membawa kopper ku,,sementara Bayu membantu membawa kopper lainnya,,sedangkan beberapa kardus berisi figura dan hiasan buffet dibiarkan saja di dalam bagasi mobil.
Sesampainya di kamar,,aku langsung rebahan di kasur kapuk yang ada disana,,meski tak seempuk kasur busa seperti yang ada dirumah dulu tapi sukses buatku merasa nyaman saat merilekskan otot ku yang sedikit kaku karena perjalanan yang lumayan jauh tadi.
Selain lelah mata juga mengantuk,,rasanya pengen tidur saja tapi mas Hadi melarangku karena sudah petang,,pamali katanya.
"Mending dibawa mandi aja sayang biar fresh badannya,,gak elok tidur jam segini,,pamali sudah petang"
"Iya mas,,anterin Maya ke kamar mandi ya mas"
"Iya sayang,,ayo mas anter"
Berhubung kamar mandi di rumah mbok Jum ini berada dibagian belakang rumah aku memilih minta di anter sama mas Hadi saja.
Ketika akan menuju ke belakang aku lihat mbok Jum sedang asik di dapur,masak-masak.
"Mbok kamar mandinya dimana ya??" Tanya mas Hadi.
"Iku Le,,pintu disebelah kanan,,kalau yang di kiri itu kakus"
"Oh Njih"
Aku lalu mengikuti mas Hadi menuju tempat yang ditunjuk mbok Jum.
Mas Hadi masih menunggui ku yang kini berada di dalam kamar mandi.
"Awas licin ya sayang"
"Iya mas,,Maya hati-hati koq" seraya masuk ke dalamnya.
Segar ku rasakan seketika air mengenai tubuhku,,entah kenapa air dipedesaan ini terasa lebih sejuk,,enggan rasanya aku untuk menyudahi mandiku kalau saja tak mengingat mas Hadi yang juga mau mandi.
Segera ku akhiri mandiku,,lalu keluar,,terlihat masih Hadi masih setia menunggui ku.
"Kamu ke kamar duluan aja sayang"
"Iya mas.." aku pun segera berlalu,,masih sempat ku lihat mbok Jum yang sibuk dengan peralatan masaknya.
Setelah rapi dengan setelan piama,,aku mematut diri di depan cermin,,menyisir rambut sebahuku sedikit menyapukan bedak tabur pada wajahku.
Jauh terlihat lebih segar diriku saat ini,rasa lelah dan kantuk ku pun lenyap seketika larut bersama siraman demi siraman saat mandi tadi.
Sesaat kemudian mas Hadi masuk dengan handuk masih melilit di tubuhnya.
"Waahh istriku segeran eh,,cantik pula"
"Mas ini bisa saja,,baru sadar ya kalau Maya cantik"
"Sudah dari dulu sih sadarnya makanya di ambil istri balasnya" menggodaku.
"Hemm..ngombal" seraya menarik hidung mancungnya yang kini memerah.
"Cepetan pakai bajunya,sebentar lagi magrib loh"
"Iya sayang,,bawel ihh"
"Kan ngatain bawel,,awas aja nanti malam tak kasih jatah"
"Wahh..wahh..gak bisa dibiarin ini,udah berani ngancam ya",,sambil berusaha menangkapku yang kini menjulurkan lidah mengoloknya seraya berlari ke atas kasur yang kini di ikutinya lalu menarikku dalam pelukannya.
__ADS_1
"Akhirnya mas berhasil menangkap bidadari bawel ini" katanya mencandai ku membuatku tertawa karena ulahnya.
Lama kami terdiam dengan aku yang masih dalam pelukannya,,mas Hadi seolah enggan untuk melepaskannya.
"Sebentar lagi kebahagiaan kita akan lengkap sayang" seraya mengusap perutku
"Iya mas,,Maya sudah tak sabar rasanya mau menimang si kecil"
"Sama mas juga,,ingin sekali melihat wajah mungil dan menggendongnya"
Mas Hadi melepaskan pelukannya padaku,,kini berbaring di dekatku yang duduk bersandar pada sandaran tempat tidur sambil terus mengusap perutku.
"Anak ayah sedang apa di dalam sana eh?"
"Tidur ayah" jawabku dengan suara menirukan anak kecil
"Owhh yach?? Jangan tidur sayang,sebentar lagi kita sholat magrib bersama"
"Baiklah ayah,,anandamu takkan tidur" lagi-lagi aku bersuara seperti seorang balita.
"Bunda mu ini sepertinya minta di kitik-kitik lagi deh sayang,habis dia selalu menirukan mu"
Mas Hadi kumat jahilnya dengan menggelitiki aku,sehingga membuat ku terpingkal-pingkal.
"Udah mas..udah..ampun..berhenti mengitiki Maya mas"
Tiba-tiba aku merasakan tendangan di perutku,awalnya aku tidak ngeh,lalu kembali ada gerakan menendang dari dalam perutku.
"Masya Allah mas..si kecil merespon,dia barusan bergerak mas,,menendang perut Maya"
"Benarkah sayang??" Allahu Akbar..sungguh Allah maha besar atas karuniaNya"
Mas Hadi meletakkan tangannya di bagian kanan dan kiri perutku.
Lalu..
"Sayang ikut sholat ya sama bunda dan ayah"
Ekspresi wajah suamiku jadi takjub,kedua bola matanya membulat,sudah bisa ditebak dia pun merasakan gerakan itu pada kedua tangannya yang tertempel di perutku.
"Waahh..dia bergerak lagi sayang" katanya padaku terlihat jelas kebahagiaan di wajahnya kini.
Sekarang di usia kandunganku yang telah memasuki bulan ke 5 ini,aku benar-benar merasakan kehadiran makhluk kecil itu di perutku,karena dia telah ditiupkan ruh sehingga dia bisa merespon dari gerakannya,sungguh sebuah anugerah terindah dari sang pencipta.
"Semoga Allah selalu melindungi mu nakk" doaku yang diaminkan oleh suamiku.
Tak berapa lama,terdengar suara azan berkumandang di salah satu mesjid di ujung jalan tak jauh dari rumah mbok Jum,waktu magrib tiba.
"Mas itu sudah azan"
"Terselamatkan oleh azan kamu sayang kalau tidak kamu pasti akan mas buat pipis di celana karena tertawa"
"Apa sih mas kamu tuh,,mas istrinya dibuat pipis dicelana,yang ada-ada aja"
Begitulah mas Hadi kalau lagi kumat jahilnya,kalau aku gak tertawa terpingkal-pingkal kaya tadi dia gak akan berhenti menggitiki ku.
"Ayo sayang kita ambil wudhu"
"Iya mas"
Seraya keluar kamar menuju tempat wudhu dibelakang dekat kamar mandi dimana ada kran air terpasang disana.
Ketika kami sampai terlihat mbok Jum sedang berwudhu lalu dilanjutkan sama Bayu.
Kemudian aku,sementara mas Hadi tengah berbincang dengan mbok Jum dan Bayu.
"Gimana kalau kita sholat berjamaah saja Le kata mbok Jum pada mas Hadi.
"Ide bagus itu mbok" jawabnya
"Iya mas Hadi daripada kita sholat sendiri-sendiri,kan lebih afdol kalau berjamaah" kata Bayu menimpali
"Kamu aja Le yang jadi imamnya kata mbok Jum pada mas Hadi.
"Njih mbok"
Melihat ku yang telah selesai wudhu,lalu dilanjutkan sama mas Hadi. Kami pun akhirnya sholat berjamaah di ruang tengah dengan mas Hadi sebagai imamnya.
🍡🍡🍡
Suasana malam di desa ini terasa sangat sepi,padahal baru jam 9 malam tapi rasanya sudah seperti tengah malam saja,tak terdengar lagi aktifitas orang di sekitar,semua senyap.
Begitu pun dengan mbok Jum yang setelah makan malam tadi sudah tertidur,mungkin karena kecapekan atau memang sudah menjadi kebiasaan juga.
Ku lirik mas Hadi yang kini berbaring di sebelahku,,dia pun sudah pulas nampaknya,,mungkin lelahnya perjalanan tadi siang membuatnya cepat terlelap.
Biasanya mas Hadi jam segini masih terjaga,,paling tidak jam 11 malam baru dia tidur.
Tapi berbeda dengan ku yang malam ini sepertinya susah terlelap,,padahal mata sudah sedari petang terasa mengantuk namun waktu senja bukanlah waktu yang baik untuk tidur,,mungkin mata ini merajuk karena kantuk yang ku tahan sedari tadi sehingga ia enggan terpejam.
Atau mungkin juga karena berada di tempat baru sehingga membuatku sulit tertidur.
Semakin malam udara di pedesaan semakin terasa dingin,,ku tarik selimutku hingga batas leher,,terasa lebih hangat sekarang.
Ku coba pejamkan mata dan akhirnya aku pub terlelap meski dengan berpindah-pindah posisi berharap dapat posisi ternyaman di pembaringan.
Setelah susah payah berjuang untuk bisa segera tidur akhirnya berhasil juga,,namun mimpi buruk lagi-lagi menganggu,,mimpi yang sama seramnya seperti kemarin.
Membuatku berteriak ketakutan karena mimpi itu hingga terbangun dari tidurku yang baru sebentar,,sukses membuat mas Hadi ikut terbangun karena teriakan ku barusan,,untung saja teriakan ku tak di dengar mbok Jum dan Bayu,,kalau tidak kasihan mereka tidurnya jadi terganggu.
Dengan nafas masih tersengal aku meraih gelas berisi air minum yang ada di atas meja di sisi tempat tidur.
Keringat membasahi tubuhku.
"Kamu kenapa sayang??"
"Mimpi buruk lagi mas,,mimpi yang sama tapi kali ini kepala itu mengejar-ngejar Maya"
"Kamu lupa berdoa mungkin sebelum tidur jadinya mimpi buruk"
"Iya sih mas,,Maya kelupaan"
"Nahh lain kali jangan lupa lagi ya,,setiap mau tidur berdoa"
Aku mengangguk..
"Ayo ambil wudhu kita sholat tahajud"
"Iya mas"
Aku pun mengiringi langkah mas Hadi pergi ke dapur untuk berwudhu.
Setelah sholat tahajud bersama barulah aku merasa tenang.
Sambil menunggu waktu subuh tiba,,ku isi dengan mengaji,,dengan pelan dan khusyu ku baca ayat demi ayat dari aplikasi Al quran pada ponselku,,sementara mas Hadi dengan tasbih ditangannya fokus sama dzikirnya.
Sampai suara adzan terdengar sayup-sayup,,waktu subuh tiba.
Dua rakaat sholat subuh kami tunaikan,,untuk memenuhi kewajiban pada sang khalik.
🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
N/B :
Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.
Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.
With Love
__ADS_1
DianadieNcess😘